alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Hobby / Supranatural /
PERTEMUAN SOSOK ASTRAL HITAM DI RUMAH SAKIT
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c89515bfacb95257925cb2d/pertemuan-sosok-astral-hitam-di-rumah-sakit

PERTEMUAN SOSOK ASTRAL HITAM DI RUMAH SAKIT

 PERTEMUAN SOSOK ASTRAL HITAM DI RUMAH SAKIT
 
“Sosok hitam besar adalah makhluk lain pertama yang pernah kulihat selama hidup di dunia ini. Sejak awal, aku memang seorang ‘penakut’, bahkan meski tidak pernah melihat hal gaib dalam bentuk apapun. Siluet hitam itu berdiri tepat diujung kaki saudara ipar tanteku.”

PERTEMUAN SOSOK ASTRAL HITAM DI RUMAH SAKIT

01.25 WITA, Rumah Sakit Ulin, Banjarmasin.

***
Lewat tengah malam, kami sampai di salah satu rumah sakit terbaik di Banjarmasin, Kalimatan Selatan. Malam itu kami membesuk keluarga jauh yang berada di ruang ICU karena sakit diabetes dan sudah terlanjur komplikasi dengan penyakit yang lain.

Sudah tengah malam, tentu jam besuk sudah berakhir. Kami tidak diperkenankan untuk masuk. Untungnya, akses besuk dirumah sakit ini masih bisa disiasati. Kami berusaha melihat pasien dari bagian belakang ruangan ICU. Dibagian belakangnya terdapat teras selebar ±1—2 meter, cukup memungkinkan bagi pengunjung dan keluarga untuk tetap bisa mengawasi pasien dari luar.

PERTEMUAN SOSOK ASTRAL HITAM DI RUMAH SAKIT

***
Perbincangan dengan keluarga yang terus berdatangan untuk membesuk (meski malam semakin larut) tetap berlanjut sejak awal kami datang.
Disela perbincangan tersebut kami terus memperhatikan ke dalam ICU. Ada beberapa perawat membuka tirai dari dalam cukup lama (seolah mengerti bahwa kami ingin tahu kodisi terkini dari keluarga yang dirawat) sebelum akhirnya menutup tirai itu kembali.

PERTEMUAN SOSOK ASTRAL HITAM DI RUMAH SAKIT

***
Tepat sebelum sosok hitam itu terlihat. Kak Pita (kakak sepupuku yang mata bathinnya sempat dibuka untuk menolong tante) menunjukkan gelagat kurang baik. Ia yang semula berdiri memperhatikan ke dalam ruang ICU, tiba-tiba berpindah ke arah pagar tepat di seberang jendela ICU tersebut. Kak Pita terduduk dan ia seperti muntah. Terus menerus merasakan mual, tetapi hanya mengeluarkan angin.  

Sebagai adiknya, tentu aku tidak bisa berdiam diri dengan hanya melihat kakakku sedang menunjukkan kondisi kurang sehat. Aku tahu Kakakku sedang masuk angin dan sepertinya kondisi kesehatan Kak Pita memang lagi menurun. Karena seharian kelelahan mengendarai mobil dari Palangakara-Banjarmasin (kurang lebih lima jam perjalanan) dilanjutkan dengan jalan-jalan ke pusat perbelanjaan terbesar di Banjarmasin. Hanya istirahat sejenak (sebatas untuk mandi dan bersih-bersih) di rumah keluarga, kemudian melantkan perjalanan ke tempat-tempat lain.

Aku spontan duduk disebelah Kak Pita dan mengusap punggungnya pelan (berkali-kali, seperti yang dilakukan orang pada umumnya) saat mengetahui ada seseorang yang ingin muntah.

PERTEMUAN SOSOK ASTRAL HITAM DI RUMAH SAKIT

***
Beberapa menit setelah Kak Pita masuk angin. Mama Nur (Mamanya Kak Pita) mengajak kami pulang, karena hari yang semakin dingin dan angin malam mengisyaratkan kepada kami untuk segera pulang. Ditambah kondisi Kak Pita mulai menunjukkan bahwa dirinya sedag tidak baik-baik saja.

***
Aku kembali berdiri menengok ke dalam ruangan ICU. Sosok tinggi besar menembus atap ruangan. Ia tidak bergerak. Hanya mematung tepat diujung kaki sebelah kiri keluargaku yang dirawat di dalam. Aku, ikut menunjukkan ekspresi mematung tak berdaya.

PERTEMUAN SOSOK ASTRAL HITAM DI RUMAH SAKIT

Jika sebelumnya aku bisa lari (sekuat tenaga) ketakutan dari kamar mandi menuju kamarku, saat terbangun tengah malam untuk buang air kecil. Dan aku bisa sangat ketakutan hanya dengan membayangkan bahwa ada makhluk astral disekitarku. Kali ini aku benar-benar bertemu dengannya. Dan tubuhku seakan terkunci.

Suasana yang tidak pernah aku bayangkan. Aku tidak bisa berlari. Kakiku kaku tegap berdiri. Kedua tanganku fokus memegang bagian luar jendela (dengan tetap melihat kearah dalam). Badanku mematung untuk beberapa waktu (±1-2 menit) dan tetap melihat ke arah yang sama. Ini bukan takjub, tapi aku tidak benar-benar tahu apa yang sedang kupikirkan.
***
Kak Pita berdiri tepat disebelah kananku. Kini kondisinya sudah membaik. Sementara aku masih terpaku dalam pandanganku yang asing. Aku masih berusaha melihat apa yang ada dibalik siluet hitam besar itu. Tapi pandanganku hanya semakin fokus dalam bayangannya saja.

“Mungkinkah itu sosok malaikat maut”, pikirku.

Jika aku yang melihat, mungkinkah aku yag sebenarnya akan dipanggil menghadap Tuhan?
Setengah sadar, aku mengalihkan penglihatan ke arah yang berbeda. Aku tak bisa berkata-kata. Ada banyak sosok yang kulihat (hanya dalam bentuk siluet) berada di dalam ruangan itu, ruangan ICU. Tidak hanya hitam pekat-tinggi-besar. Ada bayangan yang berwarna hitam pudar dan cenderung ke putih asap.

Kak Pita (tidak kuceritakab tentang apa yag kulihat), ia menjelaskan tentang kronologi penyakit keluarga yang dirawat di dalam. Asal muasal bagaimana sakit beliau semakin kronis. Dan kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi. Sekilas aku mendengarkan. Selebihnya, aku terpaku. Aku belum bisa menyimpulkan apa dan siapakah mereka.

***
“Kak, lihat apa yang ada diujung kaki beliau?”, akhirnya aku bertanya.
Kak Pita menatapku penuh tanda tanya. Tapi sepertinya ia sadar akan sesuatu (yang tidak aku sadari). Kak Pita seperti mulai mengetes inderaku. Dan aku melakukan hal yang sama.

Ketika aku bertanya tentang sosok yang kulihat, Kak Pita mendeskripsikan makhluk seperti apa mereka. Mungkin, kami bisa saling melengkapi. Karena Kak Pita bisa melihat ‘orang-orang sebelah’ dengan sangat jelas.

PERTEMUAN SOSOK ASTRAL HITAM DI RUMAH SAKIT

Sementara Aku hanya bisa melihat mereka dalam bentuk siluet yang kadang buram kadang jelas sekali.
Malam itu aku tau beberapa sosok. Jika hitam pekat (tidak kujelaskan ke Kak Pita sosok seperti apa yang kulihat), tipe orang sebelah yang tidak mengganggu dengan menampakkan diri penuh, tetapi sering menunjukkan diri dengan memperlihatkan keberadaannya dari ujung mata kita.

Sosok asap dan abu-abu ialah mereka yang sebenarnya baik tapi tidak sengaja mengganggu kita. Mungkin untuk beberapa kemungkinan, rutinitas kita ‘bertabrakan’ dengan mereka. Dan hal itulah yang memicu kita bisa melihat mereka dengan jelas.

PERTEMUAN SOSOK ASTRAL HITAM DI RUMAH SAKIT

Tapi ada sosok merah yang katanya harus dihindari. Sosok siluet merah ini hanya dua kali ku temui. Pertama saat perjalan pulang dari rumah sakit, ia bertahan di parkiran. Kedua, saat aku sedang penelitian di kebun percobaan kampusku. Dan temanku kerasukan (menjelang magrib). Makhluk ini mengikuti temanku, sampai temanku pulang ke kostannya (dan kondisinya sudah membaik). Bahkan saat di polsek (temanku yang kerasukan tadi kehilangan barang-barangnya dan kami dimintai keterangan untuk menjadi saksi) ia tetap mengikuti temanku ini.
Aku hanya cenederung melihat warna hitam dan sejenisnya. Ada beberapa warna lain, tetapi tidak begitu jelas dan sepertinya mereka tidak mengganggu.

PERTEMUAN SOSOK ASTRAL HITAM DI RUMAH SAKIT

***
Aku tak menyangka bisa setenang ini ketika melihat makhluk-makhluk itu. Entah inikah yang dinamakan takut (yang sebenarnya) atau aku memang bisa mengendalikan rasa takut itu.
Sepanjang perjalanan pulang aku melihat bayang-bayang itu. Syukurnya, Kakakku mengetahui apa yang menjadi rahasia baruku ini. Sepanjang perjalanan pulang, kami bercerita tentang kondisi keluarga yang dirawat (termasuk tentang apa yang kakakku lihat disana) juga tentang Kak Pita yang sempat mual (karena sebenarnya sedang ada interaks dari dunia lain di rumah sakit itu. Kak Pita hanya menyelipkan candaan-candaan yang sedikit menenangkan. Bahwa pada akhirnya, pasti akan terbiasa.

***
Belakangan aku sadar, bahwa ternyata ada proses transfer energi dari Kak Pita untukku malam itu.


PERTEMUAN SOSOK ASTRAL HITAM DI RUMAH SAKIT
Diubah oleh aiyoungwriter
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
black shadow versi indo ini mah


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di