KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
GERBANG IBLIS : PEMUJAAN SETAN (HOROR STORY)
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c78a4c165b24d63fc211bb4/gerbang-iblis--pemujaan-setan-horor-story

[TAMAT] GERBANG IBLIS : PEMUJAAN SETAN (HOROR STORY)

Quote:


GERBANG IBLIS : PEMUJAAN SETAN (HOROR STORY)

Spoiler for DESKRIPSI:

JANGAN LUPA RATE DAN KOMENNYA YA AGAN-AGAN SEKALIAN. emoticon-Keep Posting Gan PLEASE YOU SHARE AND ENJOY FOR MY HORROR STORY

Untuk Reader yang budiman dimohon pengertiannya untuk tidak menyalin/mengcopy cerita ini tanpa ijin dari author karena menulis itu butuh perjuangan maka hargailah setiap karya orang dengan menjadi reader yang baik dan benar xDemoticon-Cendol Ganemoticon-Keep Posting Gan emoticon-Cendol Gan

Quote:


Klik here!
Spoiler for SETIAP EPISODE:


Quote:


THANKS FOR READING!



GERBANG IBLIS : PEMUJAAN SETAN (HOROR STORY)
Quote:

THANK YOUemoticon-I Love Kaskus

emoticon-Rate 5 Star Klik subscribe juga untuk mengikuti perkembangan setiap episode oke!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sriwijayapuisis dan 20 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh robbyrhy
Halaman 1 dari 5

EPISODE 1

EPISODE 1(AWAL MULA)


GERBANG IBLIS : PEMUJAAN SETAN (HOROR STORY)

Quote:





BERSAMBUNG….
Jangan LUPA NINGGALIN KOMEN YAAA BAIR AKU RAJIN UPDATE.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mincli69 dan 7 lainnya memberi reputasi

EPISODE 2

WAKTUNYA UPDATE LAGII!!!

OH, IYA YANG KEMAREN ITU GERBANG IBLIS EPISODE 1 YA UNTUK UPDATE KALI INI AUTHOR MAU LANJUT KE EPISODE KE 2-NYA. STAY TUNE AND HAPPY READING! emoticon-Cendol Gan

GERBANG IBLIS : PEMUJAAN SETAN (HOROR STORY)
***



Setelah Proses Ruqyah selesai keluarga malik pun melihat kondisi jenazahnya sisil, sementara itu pria gemuk yang bersama Zaki tadi masih belum sadarkan diri. karena, takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan padanya akhirnya Adi dan Dafid membawa Pria gemuk tersebut yang tak lain adalah, Dadang adik dari suaminya sisil ke Rumah sakit. Cuaca di luar rumah masih tak bersahabat, kali ini hujan turun dengan begitu derasnya. suara gemuruh petir dan derasnya air semakin membuat setiap bulu kudu semua orang yang ada di dalam rumah tersebut merinding. apalagi saat mereka melihat jenazah sisil yang begitu menyeramkan. bercakan darah, goresan pisau, rambut yang terurus di tambah lagi wajahnya yang sudah tidak bisa di kenali lagi sebagai sisil.


Quote:


taklama kemudian malikpun terbangun.


Quote:

Malik hanya mengangguk dengan mata yang terlihat lesuh dan badannya yang masih lemas.


Setelah Malik sadarkan diri, mereka semua pun langsung membereskan Jenazah Sisil dan akan menguburkannya besok pagi.


***



Malam Harinya.


“Zaki, ini upah yang telah aku janjikan kepadamu. karena kamu telah menolong adikku.” Ujar Malik sambil memberikan amplop berupa uang.


Zaki memang seorang peruqyah bayaran, namun dirinya terkadang malu jika harus meminta bayaran setelah mengobatin seseorang yang terkena sihir. namun apadaya, perekonomian keluarganya belum setabil jika dia tidak mendapatkan uang dari hasil pekerjaannya tersebut, apalagi Zaki tidak memiliki pekerjaan lain selain menjadi peruqyah.


“Terima kasih malik (sambil tersenyum) jika kau masih membutuhkan bantuanku hubungi aku saja ya.” Jawabnya


“Oh iya, aku pulang sekarang ya karena aku sudah janji sama istriku agar pulang cepat” tambah Zaki.


“hmm,, baiklah ki, sekali lagi aku berterima kasih sama kamu. kamu memang sahabat terbaikku.” Balas malik sambil memeluk zaki.


Zaki hanya tersenyum haru, goresan bekas cakaran tersebut masih terlihat jelas di wajahnya.


“Baiklah jaga dirimu baik-baik ya malik”


“Assalamualaikum”


Setelah itu Zaki-pun pulang dengan mengendarai motornya. kala itu jam menunjukan pukul 08:00, Zaki salah mengira, ia kira dirinya akan bertahan di sana sampai berhari-hari karena kasus kali ini cukup berat. namun, semua itu salah. semua bisa di kerjaannya hanya dalam waktu setengah hari saja.


Saat Zaki mengendarai motornya ia melihat sesosok pria tua sedang berjalan di depannya.


“Ngikkk”


Zaki-pun langsung menekan pedal rem pada motornya itu.


“Astagfirullah” Ucap Zaki.


Pria tua tersebut menatap ke arah zaki. pria itu juga membawa seekor ayam kampung yang sudah mati dengan darah yang masih menetes. setelah itu mereka hanya saling menatap, keringat dingin menghampiri zaki wajahnya tegang, jantungnya berdetak kencang, tubuhnya seakan kaku dan tidak dapat bergerak.


saat Zaki ingin bertanya, kakek-kakek itu langsung melanjutkan perjalanannya tanpa menghiraukannya. wajahnya yang sinis dan matanya yang melotot semakin menghantui pikiran Zaki.


“Lahaulawalakuata ilabilahilalihiladzim” ucapnya dalam hati.


Setelah itu zaki kembali melanjutkan perjalannanya. pikirannya terus di hantui oleh bayang-bayang dari sosok pria tersebut. namun, perjalannya masih cukup jauh dan dirinya harus bisa menenangkan pikirannya. mulutnya tidak berhenti untuk selalu berdzikir kepada Allah.


22:00


Zaki-pun sampai dirumahnya.


“Assalamualikum, May-maya?” Ucap zaki sambil menggedor pintu rumahnya.


terdengar suara maya dari dalam rumahnya “iya sebentar mas” jawabnya.


Maya-pun membukakan pintu untuk zaki.


“Abang udah pulang? kok cepet banget bang? katanya bisa sampe berhari-hari? wajah abang kenapa itu? Ya allah maya khawatir banget sama abang.”

Maya terus-menerus bertanya kepada suaminya itu. namun, pikiran zaki yang masih runyam membuatnya hanya terdiam dan langsung buru-buru masuk ke dalam kamarnya.


“bang” teriak maya sambil mengejar zaki yang berjalan begitu cepat.


Zaki langsung berbaring di kasur. dirinya terlihat begitu shock, maya tidak bisa berbuat apa-apa dirinya kini hanya bisa merawat zaki.

“mungkin karena capek kali ya dia jadi seperti ini.” pikirnya dalam hati.


Keesokan harinya.



Terlihat Zaki yang sedang duduk di sebuah sofa kayu yang berada di teras rumahnya.


“Bang, sebenarnya apa yang terjadi kemarin? kenapa abang bersikap aneh seperti itu” Tanya Maya sambil menyuguhkan kopi dan duduk di samping suaminya.


“Banyak kejadian aneh yang membuat abang shock maya.” Jawabnya.


Kemudian maya menyuruh bang zaki agar meminum kopinya.

“Minum dulu bang biar pikiran agak tenang”


“oh iya, abang udah sholat dhuha?” tambah maya


“Belum may, yasudah abang sholat dhuha dulu ya.” Jawabnya sambil meninggalkan istrinya dengan tepukan kecil di pundaknya


Setelah itu maya hanya terdiam kemudian ia memberaskan cangkir gelas kopi dan pergi ke arah dapur.


Saat di dapur wajah maya terlihat datar tanpa ekspresi. ia melamun sampai menjatuhkan gelas yang sedang ia cuci.


“Astagfirullah” Ucapnya


“Tenang maya- tenang” Ujarnya dalam hati.



***.


“Gimana bang? keadaan Dadang sekarang?” tanya dafid kepada malik.


“Dia sudah sembuhan nanti juga akan pulang. oh iya, bang adi kemana?” tanya Malik mereka adalah 4Bersaudara Adi , Malik , Dafid dan sisil. Adi telah memiliki istri namun istrinya meninggal dengan hal yang sama seperti sisil.


“Tadi sama bang Rahmat gak tau pergi kemana.” Jawab Dafid.


tanpa basa-basi Malik-pun langsung kembali pergi dari rumahnya tersebut.


“Abang mau kemana lagi?” tanya dafid penasaran.


namun Malik tidak menggubris pertanyaan adiknya itu ia-pun langsung mengendarai motornya dan menitipkan oesan kepada dafid agar menjaga rumahnya.


***


15:00

Zaki mendapatkan Pesan singkat dari malik.

“Zaki aku butuh bantuan mu sekarang. temui aku di dusun pamanah” (isi pesan Malik)


Setelah membaca pesan tersebut Zaki kembali membenahi barang-barangnya.


Maya yang baru saja selesai memasak kembali menawarkan Zaki untuk makan.

“Bang Zaki mau kemana lagi? Bang Zaki tidak ingin makan dulu maya sudah masakan untuk abang” Tanya Maya dari balik pintu kamarnya.


“Maaf maya bang zaki ada urusan mendadak ini teman abang baru saja sms tadi, aku mohon kamu pengertian sama abang ya.” Jawab Zaki sambil menenteng tas besarnya.


“Apa kali ini akan lama?” tanya Maya kembali.


“Abang usahakan akan balik ke rumah secepat mungkin ya.” Ujarnya sambil tersenyum.


Setelah itu Zaki menanyakan ibunya.

“Oh iya may kemarin ibu tidak datang ke rumah ya?”


“Enggak bang”


“padahal abang udah telepon ibu apakah dia lupa?”


“mungkin saja bang namanya sudah tua” Ujar maya menenangkan Zaki.


“Oh iya nanti biar maya saja yang kerumah ibu sambil membawakan makanan, kasihan ibu sendirian di rumah” tambahnya.


Zaki hanya terdiam dan dia memberikan oesan kepada maya untuk pergi ke rumah ibu sebelum maghrib.


“kenapa abang selalu memberikan pesan seperti itu bang?” tanya maya.

namun Zaki hanya memberikan jawaban yang biasa-biasa saja.


“Gak bagus seorang perempuan keluar apalagi di mana hari sudah gelap”


Maya hanya tertunduk dirinya menyadari dan mengerti maksud dari suaminya itu.



Setelah itu Zaki-pun pamit kepada maya dan segera pergi dengan motornya itu.



18:30


“Assalamualaikum warahmatulaiwabaraqatu”

Maya menyelesaikan sholat maghribnya.


“Bang Zaki bilang maya gak boleh keluar setelah maghrib? tapi maya harus menemui ibu.” pikir maya.


Dengan berdoa meminta perlindungan kepada Allah maya memberanikan diri untuk pergi ke rumah ibunya zaki di desa Duku. walaupun suaminya telah melarang maya pergi jika sudah melewati waktu maghrib.


Maya segera bergegas membawa barang2 yang di butuhkan untuk menginap karena maya akan tinggal bersama ibunya zaki yang bernama zainab sampai zaki mengubunginya lagi kalau ia telah kembali untuk pulang.



Saat di perjalanan Maya merasakan seperti ada yang mengikutinya, mangawasinya , bahkan persaaan itu tetap terus ada padahal ia telah sampai di rumah ibunya zaki.


“Assalamualaikum” Ucap Maya sambil mengetuk pintu rumahnya.


“Waalaukum salam” balasaan salam yang begitu lirih terdengar dari dalam rumah.


“Ngikk” (Suara pintu dibuka)


“Maya?” ucap zainab

“Mari masuk” tambahnya.


Sementara itu Zaki telah sampai di Dusun Pamanah dan segera menemui Malik. saat itu zaki menuju alamat yang di berikan oleh malik sesampainya di alamat rumah tersebut. ia melihat rumah tua yang hanya di pasang lampu berwarna kuning dan redup.


“Ini benar alamatnya?” Zaki bertanya-tanya dalam hati.


“Tapi dimana malik?”


Zaki kembali berjalan menuju pintu rumah tersebut. dirinya mengintip isi rumah tersebut dari sisi jendela. namun tidak ada seorang pun di dalam sana.


“Heii” Ucap Malik nengagetkan Zaki sambil menepuk pundaknya.


Wajah zaki pucat dan jantungnya berdebar kencang.

“Takut banget pak ustad” Ujarnya bercanda.


“hufft (mengelaha nafasnya) kau mengagetkanku malik” Jawab zaki

“Sebenarnya ada perlu apa kau memanggilku?” taambah zaki

“Apa ada yang mau kuruqyah lagi?”


“Ini bukan soal ruqyah lagi zaki, ini soal sisil.”


“kenapa dengan dia?” tanya zaki penasaran.


“tadi sore aku ke pemakamannnya dan aku melihat ada seseorang yang membongkar makan adikku zaki” jawab malik sambil memalingkan badannya dari arah zaki.


“Maksudmu? makan sisil di bongkar? tapi bagaimana dengan mayatnya?”


“aku belum mengeceknya lagi aku langsung kabur saat sesorang yang membongkar makam adikku itu mengetahui keberadaan ku.”


Setelah pembicaraan itu Zaki dan Malik segera bergegas pergi ke pemakamaan sisil untuk melihat kuburannya.


Sesampainya di pemakaman.


Kuburan sisil terlihat tergali. timbunan tanah yang seharusnya menutupi liang kuburan kini telah tiada. mayat sisil pun lenyap dan tak berbekas.


“Ya allah” ucap zaki


“Sepertinya ini masih ada hubungannya dengan orang yang menyantet sisil” tambahnya.


Malik pun kemudian memberitahu Zaki bahwa dirinya pernah melihat sosok pria tua bersama sisil sebelum sisil sakit parah akibat gangguan jin.


Zaki langsung teringat dengan sesosok pria yang dia temui di pinggiran jalan waktu itu.


“Apakah itu sesosok pria yang sama?” zaki bertanya-tanya.



BERSAMBUNG JANGAN LUPA TINGGALIN JEJAK YA BIAR AKU MAKIN SEMANGKUY!!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mincli69 dan 7 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh robbyrhy

EPISODE 3

HELLO SEMUANYA😋

Kali ini saya mau update lagi CERITA HOROR GERBANG IBLIS SEKARANG CERITANYA MAKIN SERU LOH, KARENA KITA SUDAH SAMPAI DI EPISODE 3 (KEDATANGAN) UNTUK EPISODE KALI INI AGAK PENDEK YA KARENA BIAR MAKIN-MAKIN PENASARAN AJA KALIANNYA . HAHAHemoticon-Keep Posting Gan


MAU TAHU? LANGSUNG AJA DI BACA YA! HAPPY READING!!emoticon-Big Kiss




***



“Ada apa zaki? apa kau memikirkan sesuatu?” tanya Malik


“oh, tidak aku hanya saja heran dengan semua kejadian ini” jawabnya.

sebenarnya Zaki tahu sosok pria tersebut namun karena zaki tak ingin menambah pikiran sahabatnya ia memutuskan untuk bungkam soal pria yang di tanyakan malik.


“Bagaimana kalau pencariannya kita lanjut besok saja malik?” Ujar zaki memberikan mengalihkan pembicaraann.


“Oh iya rumah yang tadi tempat kita bertemu itu rumah siapa ya?” tambahnya.

"Oh, itu rumah kakek ku cuma sudah lama ga keurus gitu jadinya aku yang urus." Jawab malik

Akhirnya mereka berdua pun kembali kerumah kakek malik tersebut untuk sekedar menginap sambil menunggu matahari bersinar kembali.

***


GERBANG IBLIS : PEMUJAAN SETAN (HOROR STORY)

"Nguekk"
Terdengar suara seseorang yang sedang muntah-muntah.

"Maya? apa itu kamu nak?" teriak bu zainab sambil melangkah ke arah dapur.

Karena posisi bu zainab yang ada di belakang maya ia belum bisa melihat apa yang sedang maya lakukan namun ia hanya melihat maya yang sedang tertunduk di tempat pencucian piring sambil terus memuntahkan sesuatu dari mulutnya.

"Maya kamu kenapa nak?!" tanya zainab kembali. Zainab berusaha mengahampiri maya dengan langkahnya yang pelan karena, memang dirinya sudah umur jadi untuk berjalan saja dia tidak bisa terburu-buru.

Saat Zainab sudah berada di belakang Maya Zainab-pun menepuk pundak maya.

"Maya kamu ga apa-apa kan?" tanya zainab pelan. suasana yang hening dan hanya ada suara desisan angin membuat jantung zainab berdetak kencang tangannyapun bergemetar tatkala saat memegang pundak zainab.

"Ibuuuuu!!!!" teriak keras Maya sambil memperlihatkan mulutnya yang penuh dengan darah sampai mebasahi bajunya. darahnya sangat kental merah kehitam-hitaman.
saat itu juga zainab terkejut, wajahnya memucat tatkala melihat istri dari anaknya tiba-tiba teriak sangat kencang dengan ekspresi wajah yang menyeramkan.

Keringat dingin membasahi wajah zainab. dirinya hanya terdiam kaku keheranan. saat itu tiba-tiba maya mulai melangkah mendekati zainab.

"Herkk, Herkkk,,,," Suara serak dari tenggorokan maya semakin membuat zainab mati langkah.
"IBUU" ucap zainab sambil melangkah satu demi satu kakinya dengan pemperlihatkan postur tubuh layaknya binatang buas yang ingin mencengkram mangsanya.

"Ahhhh" teriak zainab cukup keras. dirinya berusaha berjalan mundur walaupun itu sangat pelan agar menjauh dari maya.

"Ya allah lindungilah aku dengan lindunganmu, jauhkanlah aku dari seitan yang ingin menyelakaiku." Ucapnya dalam hati.

namun doa-doa yang di panjatkan oleh zainab belum juga menyadarkan maya. suara serak yang di lakukan oleh maya semakin keras suasana semakin mencengkam dan benar saja dalam hitungan detik tiba-tiba maya melompat ke arah zainab.

"Arghhh,,,"

"Braggg" (Suara loncatan)

Namun zainab berusaha menghindar dari maya sampai akhirnya ia terjatuh. karena zainab memalingkan tubuhnya ke kiri ia dapat selamat dari serangan maya.

Zainab terbaring lemas di bawah teras dapur yang dingin. keringatnya yang menyucur deras terlihat di sekitar dahi dan lehernya.

"Ahahahaha"
Maya tiba-tiba tertawa.

"MALU, KAMU SEHARUSNYA MALU WAHAI ANAK ADAM. DIRIMU INGIN MELAWANKU PADAHAL KAU TIDAK INGAT DOSA YANG TELAH KAU PERBUAT! APAKAH ALLAH AKAN MENOLONGMU?" tiba-tiba Maya mengeluarkan kata-kata yang begitu menyeramkan. suaranya bukan suara maya. suara itu seperti sesosok laki-laki dan suara itu begitu serak seperti ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokannya.

"Maya, Istigfar maya" Ucap zainab yang sudah tidak bisa berbuat apa-apa.

setelah mengucapkan perkataan tersebut Maya langsung melompat ke arah jendela dan menghancurkan jendela tersebut dengan kepalanya.

"Jedarrrrr" Suara Jendela pecah. beling-beling dari kaca tersebut berhamburan, bekas darah yang begitu kental serta lintah berceceran di mana-mana.

Zainab berusaha membangunkan tubuhnya dan berdiri dengan perlahan. ia pun berjalan ke arah jendela dimana maya tiba-tiba melompat. saat ia melihat keluar dia tidak melihat maya sama sekali. di luar sana sunyi karena mereka tinggal di pedesaan hanya ada pemandangan pohon rimbun di luar sana.

"Maya kemana kamu? Ya allah ada apa ini?" Ucap zainab sambil memandangkan wajahnya ke luar jendela yang pecah tersebut dengan di iringi angin yang cukup besar sepertinya akan terjadi hujan badai lagi malam ini.

Dengan hati yang gundah, zainab bergegas menelpon Zaki untuk memberikan kabar atas kejadian yang baru di alaminya.

BERSAMBUNG GUYSS....
GIMANA MAKIN SERU KAN? AYO SHARE DAN KOMEN YA BIAR MAKIN SEMANGAT LAGI AKUNYA emoticon-Cendol Gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mincli69 dan 5 lainnya memberi reputasi

EPISODE 4

Quote:



TANPA BASA BASI LANGSUNG AJA DEH DI BACA 😎😎


HAPPY READING!emoticon-Sundul


Quote:


GERBANG IBLIS : PEMUJAAN SETAN (HOROR STORY)
Gambar by Dannur 2 : Maddah

12:00

“Tring!!” suara telepon zaki berbunyi.


Panggilan suara tersebut berasal dari ibunya.

“ibu?” tanyanya dalam hati.

Ia segera mengangkat telepon tersebut.


“Hallo? assalamualaikum ibu, ada apa bu?” ucap zaki lewat telepon sambil menanyakan apa yang terjadi sampai ibunya menelpon dirinya tengah malam.


“Ma-ma-maya nak, maya hilang!” Jawab Zainab, ibu zaki dengan nafas yang berat dan perkataan yang terdengar bergemetar.


“Maksud ibu? bagaimana maya bisa hilang?” Tanya zaki semakin keheranan.


“Pokoknya kamu harus pulang sekarang juga. sekarang ini darurat nak, kamu harus melihat semua ini nanti ibu akan ceritakan semuanya di rumah.” Jelasnya.


Saat mendengar penjelasan ibunya Zaki segera membenahi tasnya dan segera pergi ke rumah ibunya. namun saat ia ingin pamit dengan malik, ia tidak melihat malik ada di dalam rumah.


“Malik? Malik?” Teriak Zaki sambil mencari ke berbagai ruangan yang ada di dalam rumah tersebut.


“kemana malik? ah sudahlah”


Tanpa pikir panjang ia segera keluar dari rumah tersebut dan bergegas menaiki motornya. ia berpikir mungkin malik pergi ke rumah saudara-saudaranya untuk menjengungk dadang adik rahmat (suami sisil) yang baru saja pulang dari rumah sakit.


Karena perjalanan yang cukup jauh, mengharuskan zaki melewati jalan pintas agar bisa cepat sampai ke rumah ibunya. ia memilih melewati dusun agon dimana jalanan di sana cukup terjal dan juga licin. belum lagi jalanan yang sepi dan di kelilingi oleh semak belukar.


Plang bertuliskan Dusun Agon telah di lihatnya kini zaki memasuki kawasan tersebut. Jam menunjukan pukul 00:45 waktu yang sangat sepi di temani oleh angin yang dingin dan berhembus sangat kencang. walaupun sudah menggunakan jaket yang cukup tebal namun Zakin masih dapat merasakan aura-aura negatif di sekelilingnya. kala itu gerimis sudah mulai turun, yang semakin membuat suasana perjalanan zaki menjadi lebih mengerikan.


“Apakah aku sebaiknya berteduh dulu? hujan semakin lebat” Zaki bertanya-tanya dalam hatinya.


Petir dan gemuruh terus mengagetkan zaki. bajunya yang hampir lepek karena air hujan mengharuskannya berhenti di tengah perjalanan. kemudian ia melihat sebuah rumah tua dari kejauhan dan menghampiri rumah tersebut.


Zaki hanya sekedar meneduh, ia tidak ingin mengganggu pemilik rumah apalagi harus membangunkannya. Zaki berdiri di luar rumah tersebut kemudian duduk di sebuah bangku kayu yang sudah cukup reot.


“Berapa lama lagi hujan ini akan berhenti” Ucap zaki dalam hati.


                 
***



GERBANG IBLIS : PEMUJAAN SETAN (HOROR STORY)
Gambar by : Danur 2 Maddah
Sementara itu Zainab ibu zaki masih menunggu kehadirannya. kini ia hanya mengurung diri di kamarnya. zainab seperti mengalami shock yang begitu hebat. mulutnya tak berhenti untuk melafadzkan doa-doa dan meminta perlindungan kepada Allah.


   tiba-tiba pintu kamar zainab ada yang menggedor-gedor.


“BRAKK, BRAKK, BRAKK”

Suaranya cukup keras sampai membuat zainab semakin ketakutan.


“Zaki, apa itu kau nak/?” tanya zainab sambil membangunkan tubuhnya dari tempat tidur.


Pertanyaan-pertanyaan itu terus di ucapkan oleh zainab namun tidak ada yang menjawab, sementara pukulan dari balik pintu kamarnya semakin keras. jantung zainab kembali berdegup dengan kencang.


“Zaki? apa kau sudah sampai?” teriak zainab sambil menuju ke arah pintu kamarnya.


saat zainab mendekat ke arah pintu  suara gedoran pintu tersebut semakin keras membuat nyali zainab turun dan rasa ketakutannya semakin besar. ia berusaha melawan semua itu dengan memberanikan diri untuk membuka pintu kamarnya. dan….


“Ngikkk” Zainab membuka sedikit pintu kamarnya. suara tersebut tiba-tiba menghilang.

dia perlahan membuka lebar pintunya, tangannya yang bergemetar dengan ekspresi wajah yang masih terlihat panik atas kejadian yang baru saja ia alami semakin membuat keringat pada tubuhnya keluar begitu deras.


“Zaki?” Ucap zainab pelan sambil melebarkan pintu kamarnya.


namun, saat pintu tersebut telah terbuka lebar tidak ada seorang yang terliha di luar apalagi untuk menggedornya.


Angin tiba-tiba menghebus dengan kencangnya. suara desisan ular tiba-tiba terdengar lagi.


“Astagfirullahaladzim” ucap zainab sambil terus berdzikir dengan tasbih yang ia bawa.

GERBANG IBLIS : PEMUJAAN SETAN (HOROR STORY)
Gambar source google

karena hawanya semakin membuat buluk kuduknya merinding zainab segera menutup kembali pintu kamarnya namun, belum sampai ia menutupnya Maya tiba-tiba mengagetkan zainab. Muka maya yang masih penuh darah bajunya yg sudah robek tak karuan serta hijab yang ia kenakan sudah lepas sehingga rambutnya terurai acak-acakan dengan mendadak muncul di depan wajah zainab. maya bergelantungan di depan pintu layaknya seekor kelelawar. sontok saja wajah maya yang sangat dekat dengan zainab membuat zainab berteriak histeris dan segera lari menjauhi maya.

GERBANG IBLIS : PEMUJAAN SETAN (HOROR STORY)
Gambar source google

 Maya-pun tidak diam begitu saja ia merayap bagaikan cicak mengelilingi kamar zainab. wajah zainab sangat tegang, kepalanya semakin pusing ketika melihat maya terus berputar mengelilingi tembok kamar tidurnya.


“Maya, kenapa dengan kamu nak?” Ucap zainab tiba-tiba tersungkur kaku.


“Ehahahaha” tiba-tiba jin yang merasuki maya tertawa melihat zainab yang begitu ketakutan.


“Kamu takut ibu? hahaha” Tambahnya lagi. suara maya begitu menyeramkan suara lelaki serak di tambah seperti ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokannya sehingga di saat ia berbicara terkesan besar dan juga tidak begitu jelas.


“Bagaimana kalau aku membunuhmu?”


Ucapan maya kali ini semakin membuat zainab ketakutan iapun merangkak mundur menjauhi maya. Maya-pun tiba tiba mengambil tongkat yang biasa di gunakan ibunya untuk berjalan ketika kakinya sakit.


“Ehmmm, kematianmu sudah dekat” Ucapnya lagi.


Sambil memegang tongkat tersebut maya mulai mendekati zainab dan mengarahkan tongkat kayu tersebut ke arah tubuhnya.


“Maya, istigfar may ingat allah”


“hahahahhah”

Jin yang merasuki maya malah tertawa dengan keras, ia sangat suka jika melihat manusia sangat ketakutan saat berhadapan dengannya.


Kini bu zainab tersender di lemari baju dirinya tidak dapat mundur kembali. sementara itu maya semakin dekat dengannya. suara desisan ular dan erangan yang keras keluar dari mulut maya memuntahkan sesuatu ke arah zainab yang tak lain adalah darah berisikan cacing dan nanah.


“Buahhhhh” (suara muntahan)

muntahan tersebut tepat mengenai wajah zainab.


“Ya allah” ucap zainab sangat ketakutan. bau dari muntahan tersebut sangatlah busuk wajah zainab semakin pucat.


“inilah akhir dari kematianmu” ucap maya sambil memukul kepala zainab dengan kayu yang ia bawa tadi.


“Prakkkk!” (suara pukulan.)

Zainab pun terpental ke arah arah pintu di kamarnya. pukulan itu sangatlah kencang sehingga menyebabkan kuping zainab berdengung dan kepalanya mengeluarkan darah segar dan kental.


Nafas zainab terdengar sesak. dirinya tak mampu lagi berdiri.


“Ya allah bantulah aku lindungilah aku” Ujar zainab dalam hati meminta perlindungan kepada allah.


sementara itu maya kembali mendekati zainab kali ini dirinya tiba-tiba memecahkan kaca lemari baju dan mengambil salah satu puing kaca tersebut untuk melukai zainab.

    saat melihat itu mata zainab kembali melotot dirinya belum bisa berdiri dan hanya bisa melihat maya dengan posisi tubuh tengkurep. darah dari kepala zainab terus menyucur deras kuping sebelah kanannya sudah tidak bisa mendengar lagi akibat pukulan keras tersebut.


“ahahahah,, apa kau ingin tahu siapa aku?” tanya jin yang berada di dalam tubuh maya tersebut.


“Aku adalah IBLIS yang telah di lukai oleh anakmu!” ucapnya keras.


BERSAMBUNG


GIMANA GUYS EPISODE KALI INI? MAKIN SERU KAN?

JANGAN LUPA SHARE DAN KOMENNYA YA GUYS BIAR MAKIN SEMANGAT NULISNYA NIHHH 😉emoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Ganemoticon-Keep Posting Gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mincli69 dan 5 lainnya memberi reputasi

EPISODE 5

Hallo agan-agan yang udh nunggu updatean mimin xD emoticon-Big Kissemoticon-Cendol Gan

Kali ini mimin update episode ke 5 nih dari GERBANG IBLIS YANG PENASARAN MAKIN PENASARAN XD

Dari pada banyak BACOT XD LANGSUNG AJA YUK DI BACA.

HAPPY READING!!


GERBANG IBLIS : PEMUJAAN SETAN (HOROR STORY)

Zainab-pun shock mendengar ucapan jin yang merasuki tubuh istri dari anaknya itu.


“Allah bersama orang-orang yang beriman engkau pantas di lukai dan di sakiti wahai iblis laknatullah” Teriak zainab menentang jin tersebut.


Mendengar ucapan tersebut membuat jin tersebut semakin marah ia kemudian dengan cepat merayap ke atas lampu dan meloncat dari lampu tersebut ke arah zainab sambil memegang puing kaca yang telah ia siapkan untuk menusuk keras tubuh zainab.

GERBANG IBLIS : PEMUJAAN SETAN (HOROR STORY)

“Apa sekarang ada yang melindungi mu wahai ibu tua? cepat minta perlindungan kepadanya untuk melawanku!!” teriaknya keras sampai teriakannya tersebut menggoyangkan seisi kamar zainab sehingga menyebabkan semua barang-barang yang ada di dalamnya hancur berantakan.


dengan menggunakan tubuh maya jin tersebut kemudian melompat dan..


“BRAKKK” puing kaca tersebut di tancapkannya.


“Arghhhh”


Namun zainab dapat menghindar dari serangan tersebut karena ia menggulingkan badannya ke arah samping.


maya kemudian menengok ke arahnya, matanya yang penuh dendam semakin memperlihatkan wujud asli dari jin tersebut. Zainab tahu betul sepertinya jin tersebut sangat membenci keluarganya.


“Apa yang kamu inginkan dari dia, aku dan keluarga anakku?” tanya zainab dengan nada marah.


Ia hanya tersenyum jahat kemudian menarik kembali kaca yang telah tertancap di lantai kayu tersebut.


“Crekkk” (suara kaca yang di cabut)


“Kata mu apa?” Jin tersebut kembali bertanya sambil berdiri dan menggengam kencang kaca yang sangat tajam tersebut. dengan wajah menyeramkan dan di penuhi darah maya melangkah mendekati zainab.


“Yang aku mau adalah membunuhmu” Ucapnya keras sambil menaikan puing kacang terebut menggunakan kedua tangannya layaknya ingin menancapkan tongkat di tanah.


“Matilah kau!” Teriakan keras di sertai gunjangan yang begitu hebat membuat seisi kamar hancur berantakan.


“Allahu akbar... allahhu akbar...”


Belum sempat ia melukai zainab tiba-tiba adzan subuh berkumandang. Jin yang ada dalam tubuh zainab kesakitan. melihat peristiwa tersebut membuat zainab semakin percaya akan pertolongan allah.


“Aaaaaaa” teriak Jin tersebut kemudian keluar dari badan maya.


“Brakkk!” Tubuh maya pun langsung terjatuh.


Saat itu juga zainab berusaha membangunkan badannya untuk menolong maya.


“Arghh” namun rasa sakit pada tubuhnya membuatnya tak mampu untuk bangun. Badannya lemas, kepalanya bertambah pusing, di tambah lagi darah yang masih terus keluar dari kepalanya.


***


Sementara itu Zakipun tiba-tiba terbangun dari tidurnya saat mendengar adzan subuh.


“Astagfirullah aku ketiduran.” Wajahnya panik takala ia melihat jam menunjukan pukul 04:30 Ia langsung berfikir tentang ibunya. pikirannya makin tak karuan.


“Lebih baik aku sholat subuh dulu sebelum kembali melanjutkan perjananan.” ucapnya dalam hati. sebelum ia mencari masjid tiba-tiba pemilik rumah tersebut keluar sambil membawa sajadah dan juga mukena.


“Hei kamu siapa?” Tanya seorang wanita tua pemilik rumah.


“Aku zaki mohon maaf aku mengagetkanmu bu.” jawabnya


“Ngapain kamu di depan rumah saya kaya maling saja” Tanyanya lagi dengan wajah yang begitu sinis.


“oh iya, sekali lagi saya minta maaf bu saya tadi numpang berteduh karena hujan lebat pas saya berteduh saya sampai ketiduran di kursi ibu, sekali lagi maaf ya bu saya juga gak enak kalau harus menggangu ibu dengan mengetuk pintu ibu karena kan memang sudah malam jga jd saya pikir malah nantinya saya mengganggu waktu istirahat ibu.” Jelasnya.


Wanita tersebut tidak bertanya apapun lagi kepada zaki ia terus memperlihatkan mimik wajah yang sinis kepadanya. Lalu pergi meninggalkan jaki sambil nyeloteh “Anak sekarang gak punya sopan santun”

Mendengar celotehan tersebut semakin membuat zaki merasa bersalah kemudian ia pergi dari kediaman wanita tersebut dan mencari musolah terdekat untuk dia sholat subuh.



Sesampainya di Musolah zaki mendengar warga setempat sedang membicarakan kematian seorang wanita.


“Tau ga? Bu lela yang judes itu kemaren malem mati bunuh diri di danau.” ucap zalah seorang warga di situ.


setelah menguping pembicaraan tersebut kemudian ia menghampiri warga di situ.


“Bu lela itu yang tinggal dirumah sana?” Tanya zaki sambil menujuk arah jalan menuju rumah wanita yang ia jadikan tempat berteduh semalam.


“Iya benar mas” Jawab mereka.


“Mati bunuh diri? Tidak mungkin, saya baru saja berbincang sama beliau tadi sebelum saya berangkat ke sini.” Ujar zaki penuh keheranan.


Warga setempat memperhatikan zaki dan kembali bertanya.


“kamu orang mana? Saya belum oernah lihat kamu sebelumnya?”


“Oh iya, saya zaki jadi tadi malam saya berteduh di rumah tua di tepi jalan sana dan saat subuh tadi saya bertemu wanita tua juga dan dia pemilik rumah tersebut. Mana mungkin dia sudah mati? karena baru saja saya tadi bertemu dengannya.” Jawab zaki


Warga tersebut kemudian berasumsi bahwa arwah lela gentayangan karena semasa hidupnya dia seorang pendukun.


“Pendukun? “ tanya zaki keheranan.


“Iya mas, banyak banget orang yang mati sama dia karena ulahnya nyantet sama guna-guna orang”


Saat warga tersebut berbicara seperti itu kemudian zaki bertanya kembali. “Kalau dia pendukun kenapa saya tadi bertemu dangannya dan dia membawa sajjadah dan mukena untuk sholat?”


Warga tersebut kemudian kembali menjawab bahwa lela adalah pendukun munafik dia kerap kali melakukan ibadah sholat untuk menutup-nutupi profesinya tersebut.


Setelah obrolan singkat tersebut kemudian mereka semua masuk ke mushola untuk melaksanakan sembahyang subuh.


Usai sholat subuh kemudian zaki melanjutkan perjalanannya. Jam menunjukan pukul 05:30 dia telah memperkirakan akan sampai ke rumah pada pukul 06:15.



***


Sesampainya di rumah Zaki terkejut melihat jendela rumah ibunya yang pecah, pintu rumahnya yang terbuka, dan juga pada saat ia masuk ke dalam semua keadaannya sangat kacau. barang-barang di rumahnya hancur bahkan sudah seperti gudang yang tak terurus.


“Ibuu!!” Teriak zaki sambil berlari dan masuk menuju kamar ibunya.


Betapa terkejutnya dia tatkala melihat ibu dan juga istrinya yang berbaring tak berdaya dengan darah yang sangat banyak menyelimuti keduanya.


Zaki menangis tak henti-hentinya setelah di cek urat nadinya ternyata mereka berdua sudah tidak bernafas lagi.


Bagaimana bisa 2 orang yang ia sayangi pergi begitu cepat.

Saat melihat jenazah sang istri yaitu, Maya zaki melihat keganjalan di mana wajah maya sama persis seperti sisil. (Sama di maksudkan disini ialah semua bekas luka dan juga memar di wajahnya sama seperti kondisi sisil saat itu) setelah itu zaki-pun berasumsi bahwa yang di maksud ibunya saat itu adalah ini.

“Maya di sihir sama seperti sisil” Ujar zaki dalam hati.


Setalah itu zaki-pun segera mengurus jenzah mereka.


“Yang sabar ya pak”

Semua warga yang datang ke kediaman zaki turut berbelasungkawa atas kematian ibu dan juga istrinya yang tidak di duga tersebut.


1BULAN KEMUDIAN.


Setelah kejadian itu Zaki seakan terauma dan dirinya bertekad tidak akan mau mengobati orang-orang lagi yang terkena gangguan jin atau sihir dan santet sekalipun. Namun kala itu Malik, teman yang sudah di anggap seperti keluarganya sendiri kembali menghubungi zaki.


“Tring’!!” (Suara telepon berdering)


Zaki pun mengangkat telepon tersebut.


“Hallo, assalamualaikum malik ada apa tumben menelopon nih.?” tanyanya.


“Zaki aku mau meminta bantuanmu lagi. Kali ini sangatlah serius” Ujarnya


“Bantuan apa malik? Kalau soal meruqyah lagi aku tidak mau, kau kan sudah tahu tentang itu.”


“Zaki aku mohon sekali ini saja, adik ku dafid kali ini ia mengalami gejala yang sama seperti sisil waktu itu. Apakah kamu mau membantuku?”


BERSAMBUNG….


JANGAN LUPA KOMEN DAN VOTE YA!!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mincli69 dan 7 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan

EPISODE 6

Hola agan-sista sekalian. Kali ini mimin sempetin update lagi nih. Kali ini episodenya cukup mengasah otak loh xD coba tebak-tebak aja di komen gimna akhir dari cerita ini nantinya. emoticon-Big Kiss

JANGAN LUPA emoticon-Hansipemoticon-Cendol Gan

Keep share, rate dan komen for my story okey!.

HAPPY READING!


GERBANG IBLIS : PEMUJAAN SETAN (HOROR STORY)

“Karena kau memaksa…”


“Baiklah”


Itulah percakapan terakhir Zaki dengan malik sebelum ia menutup handponenya. Zaki terus berfikir, Ia harus mencari cara agar dapat menghilangkan rasa trauma pada dirinya.


“Aaaaaa” Teriak Zaki.

Ia sepertinya masih terbayang-bayang dengan jasad Maya dan ibunya yang mati secara tidak wajar akibat Jin tersebut.


Setelah berteriak histeris zaki kemudian beristigfar, aku tahu apa yang ia rasakan. Tidak mudah baginya untuk cepat melupakan rasa trauma tersebut dalam sekejap. Dari pada ia terus memikirkan hal yang hanya membuatnya stres, ia pun kemudian berwuduh dan melaksanakan sholat sunnah dhuha.



***


“Dimana adikmu malik?” Tanya zaki


“Dia di kamar itu” Tunjuknya.


Zaki berjalan menuju kamar tersebut. Ia sangat keheranan karena pintu dan tulisan-tulisan arab tersebut sama percis saat ia hendak me ruqyah sisil.


“Ada apa?”


“Apa kau yang menempel ini malik?”


“Iya aku yang menempelnya”


“Kenapa kau lakukan ini?”


“Hufff” Terbangun zaki dari tidurnya dengan wajah yang terlihat pucat di sertai dengan nafas yang begitu berat.


“Mimpi apa ini” Tanyanya dalam hati. ia teringat ia ketiduran usai mengerjakan sembahyang dhuha tadi. Kemudian zaki terus beristigfar mengaggungkan nama Allah setelahnya ia berdiri dan mencari hanphonenya. Ia menelpon malik.


“Hallo, assalamualaikum malik?”


“iya, walaikumsallam zak. Ada apa telpon lagi?”


“Sepertinya aku tidak bisa malik… Aku tidak bisa”


“Tidak bisa kenapa? Ayolah bantu sahabat mu ini. Pikiran ku sedang kacau melihat adik ku seperti ini zaki. Hanya kamu yang bisa melakukannya.” Ujar Malik memohon.


“Baiklah, izinkan aku untuk menemui Adam, ustad pendamping yang akan membantu ku untuk menyelesaikan kasus ini. Aku butuh waktu 3 hari sebelum aku mengobati adik mu, malik”


Mendengar perkataan Zaki malik mengiyakannya. Setelah itu malik bergegas membenahi semua barang-barangnya. Ia akan menemui Adam, sahabat lamanya yang sama bertugas sebagai peruqyah. Untuk sampai ke kediaman Adam ia harus menempuh jarak yang lumayan jauh. Karena Rumah adam berada di Desa Bedjo. Sekitar 5 Jam untuk sampai ke sana jika ia menggunakan motor. Zaki pun memutar pedal gasnya dan segera pergi meninggalkan rumah ibunya yang sudah sepi dan tak ada penghuninya.


Jam menunjukan pukul 15:00. ia pastikan akan sampai di desa bedjo sekitar 3 jam lagi. kemudian zaki berhenti sejenak di salah satu musolah untuk menunggu sholat ashar. Sambil menunggu ia kemudian membeli roti dan juga air minum di sebuah warung yang tak jauh dari musolah tempat ia beristirahat. Ia duduk sejenak sambil memakan sebungkus roti gandum. Pikirannya sedikit tenang tatkalah ia mengganjel makanan ke dalam perutnya. Mungkin ini yang menyebabkan aku kurang fokus kali. Pikirnya. Setelah menyantap roti dan meneguk air kemudian ia kembali ke musolah dan mengambil wudhu untuk melaksanakan shalat sunnah sebelum ashar. Sambil menunggu sholat ashar ia pun sedikit menyenderkan tubuhnya dan berdzikir kepada allah.


“Kamu Ustad Zaki?” Tanya seorang lelaki yang ternyata adalah pengurus musolah tersebut.


Zaki pun mengangguk keheranan. Kenapa dia bisa tahu namaku? Pikirnya.


“Pergi dari musolah ini pembunuh!” Teriaknya keras.


Pengurus musolah tersebut kemudian melemparkan sebuah koran berisi berita tentang dirinya.

“Seorang ustad telah membunuh seorang Wanita yang di sinyalir terkena gangguan sihir”


setelah membaca koran tersebut ia terkaget. Jantungnya berdegub kencang di tambah sedikit keringat keluar dari keningnya.


“berita ini salah pak, saya tidak membunuh dia. Dia memang telah meninggal setelah saya mengeluarkan jin yang bersarang pada tubuhnya. Itu artinya dia meninggal karna sihir bukan karena saya.” Jawab zaki membela.


“Hala sihir apa sihir yang penting kamu bukan seorang doker yang dapat mengobati orang sembarangan kamu ini hanyalah seorang pembunuh berkedok ustad”


“Dia patut di bunuh, lempari dia dengan batu. Jadikan musolah ini saksi bahwa kita telah membunuh musuh allah”


“Bunuh dia!” Teriaknya.


“Mas bangun mas , sudah ashar”


“Ahh, Allahhuakbar” Terkagetnya zaki saat pundaknya di tepuk oleh seorang jamaah yang hendak sholat ashar.

“Aku ketiduran lagi dan kali ini aku mimpi buruk lagi? Ya allah pertanda apa ini” Ucapnya dalam hati.


Setelah itu zaki kembali mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat ashar. Usai sholat ia duduk di luar musolah sembari memakai sepatunya.


“Kamu orang baru disini?” Tanya seseorang dari arah belakang zaki.


zaki pun menoleh kearahnya. “oh bukan kek, saya hanya istirahat sejenak disini kebetulan perjalanan masih cukup jauh jadi saya sempatkan sholat ashar dulu takut gak sempat.” Jawabnya.


“Oh, memangnya kamu mau kemana” tanya lagi lelaki tua tersebut. rambutnya yang sudah agak memutih di tambah sorban yang meliliti lehernya dan sajjadah yang di urai di pundaknya membuat terlihat seperti seorang ustad juga.


“Saya mau ke desa bedjo kek, ada urusan yang harus saya selesaikan di sana.”


“Desa bedjo? Kamu jangan ke sana.”


“Ha? Memangnya kenapa kek?”


“Kamu belum tahu cerita terbaru dari desa itu?”


“Belum?” Jawab zaki penasaran.


“Desa itu sekarang menjadi desa penyembah setan. Akibat perbuatan seorang ulama besar yang dulunya sangatlah agamis namun setelah ia berkuasa ia mengubah segalanya.”


“ulama yang kamu maksud itu apakah Adam?”


“Aku tidak tahu namanya, tapi dia masih terlihat muda”


“Aku sarankan agar kamu mengurungkan niatmu untuk pergi kesana.” Tambahnya.


Mendengar perkataan tersebut membuat zaki semakin penasaran namun tekadnya untuk pergi ke sana harus ia selesaikan.


“Aku akan tetap kesana.” Jawab zaki.


Kakek-kakek tersebut kemudian berjalan dan pergi meninggalakan zaki. Sebelum ia pergi ia berpesan. “Aku sudah peringatkan kamu”


Zaki pun menengok jam di tangannya pukul 16:00 “aku harus segera berangkat agar tidak kemalaman.” ucapnya dalam hati.


Ia mengendarai motornya lagi dan melewati perjalanan yang cukup terjal. Namanya juga desa jalanannya tidak terlihat bagus apalagi di sekelilingnya masih di batasi dengan semak belukar. Jam pun telah menunjukan pukul 18:05. 15 menit lagi ia akan sampai di desa bedjo. Sebelum sampai di desa bedjo tiba-tiba zaki bertemu dengan adi. ia pun memberhentikan motornya.


“Astagfirullah”

“Adi, sedang apa kamu?” Tanyanya


Tubuh adi berlinangan darah terlihat bekas cambukan di sekujur tubuhnya. betisnya bolong seperti di sundut oleh besi panas. Ia merangkak dan tak berbicara. bibirnya pucat, wajahnya babak belur seperti habis di pukuli oleh puluhan orang. Ia hanya mengerang kesakitan.


“biar ku bantu” ucap zaki.


Iangsung membopong tubuh adi dan menaikannya ke motor.

“Zak, aku mohon kamu jangan ke desa bedjo. Disana banyak orang dzolim. Ini yang mereka perbuat kepadaku.” Ujar adi sambil terbata-bata dalam berbicara.


zaki pun berpikir sejenak ia bingung ingin memilih lanjut atau langsung pergi ke rumah malik membawa Kakanya ini.

“Aku sepertinya sekarat” teriak adi


Kepanikan semakin dirasakan olehnya. Ia pun memutuskan untuk pergi ke rumah malik menghantarkan adiknya ini. Ia berfikir lebih baik ingan segera membawa adi ke rumah sakit di sana dari pada dia harus mementingkan egonya.


“Aku akan ke rumah malik? Itu tandanya aku akan langsung meruqyah Adiknya. apakah aku bisa melakukannya sendiri?.” Itulah yang zaki rasakan saat ini. Bimbang , takut dan rasa trauma itu menjadi satu dalam tubuhnya.


“Pegangan yang keras ya aku akan membawa mu pulang” ujar zaki sambil memutar arah motornya dan kembali untuk mendatangi rumah malik.


Kala itu hari semakin malam dan gelap zaki terus melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi. Ia merasa bahwa adi harus segera mendapatkan pengobatan. 21:00 (Dusun Pamanah) zaki telah melewati plang bertuliskan dusun pamanah yang artinya sebentar lagi ia akan sampai ke rumah malik. Namun saat Zaki sedang melihat kaca spion motornya ia tiba-tiba melihat mulut adi menganga mengeluarkan darah dari mulutnya di sertai lidahnya yang menjulur panjang seperti ular yang akan memangsa korbannya. Lidahnya tersebut menjulur sampai melilit leher zaki.


“Astagfirullahaladzim” ucap zaki yang dengan cepet menekan pedal rem motornya dan berusaha melepaskan lilitan lidahnya yang semakin mencengkram leher zaki.


“Adii,, apa yang kau lakukan!” Teriak zaki dengan suara yang serak karena lilitan tersebut semakin bertambah kencang tatkla dia berusaha melepaskannya.


Mata adi malah semakin melotot dan tiba-tiba ia memuntahkan lintah dan juga kelabang dari dalam mulutnya dan semua itu mengenai badan zaki.

Wajah zaki semakin panik, matanya melotot tak kala binatang-binatang tersebut merayap. Darah yang kental di sertai bau busuk keluar terus menerus dari mulutnya.


Zaki terus memegang lidah adi dan berusaha sekuat tenaga untuk melepasnya.

“Ya allah yang maha mendengar doa-doa hambanya aku memohon dengan pertolonganmu, aku memohon dengan kekuatanmu. Bantulah aku. jauhkanlah sihir yang sedang berusaha melukaiku aku meminta kepadamu ya allah… tiada daya dan upaya melainkan pertolonganmu. Allahuakbar” Ucap zaki sambil menarik lidah adi dan semua atas izin allah lidah adi pun putus dan dengan cepat zaki berlari menjauhi adi.


“Astagfirullah” Jaki terus berdzikir.nafasnya terdengar berat. Ia sangat kelelahan akibat kejadian tersebut. Entah zaki berlari sudah sampai sejauh mana sampai akhirnya ia melihat Rumah. Ia mengahampiri rumah tersebut.


“ini kan rumah milik kakeknya malik. Iya aku tahu persis. Aku dulu pernah kesini untuk menemuinya. ini dusun pamanah iyah.”

Zaki pun langsung bergegas menelpon malik. Agar ia dapat membantunya. Namun tidak ada jawaban darinya. Ia terus melihat ke arah semak belukar di depannya. Walupun ia sudah berada di teras rumah rasa kekawatiran tersebut terus menghantuinya. Apakah adi mengikuti ku? saat zaki terus menerus melihat ke arah depan sana tiba-tiba….



“Prakkkk!!!” seseorang memukulknya dari arah belakang dan zaki pun pingsan tak sadarkan diri.



BERSAMBUNG...
ADA YANG BISA MENEBAK? UPS JANGAN DI BOCORIN YA 😋😋
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mincli69 dan 5 lainnya memberi reputasi

EPISODE 7

EPISODE 7 (DI BUKANYA GERBANG IBLIS!)


GERBANG IBLIS : PEMUJAAN SETAN (HOROR STORY)

Kemudian zaki membuka matanya. Saat itu kepalanya masih terasa pusing dan ngilu. Pengelihatannya pun masih kabur dan tidak jelas. Ia memegang bagian belakang kepalanya. Pukulannya yang sangat keras membuat tubuhnya terasa berat.


“Dimana ini?” Ujar Zaki dalam hatinya, sambil memperhatikan setiap sudut ruangan tersebut dengan pengelihatannya yang masih kabur.


Setelah itu ia baru menyadarai tubuhnya di ikat di sebuah kursi. Badannya berusaha melepas ikatan tersebut. Namun apa daya ikatan yang terlalu kencang menyulitkannya untuk bergerak.


“Agrghh” gumamnya zaki sambil berusaha memegang tali yang mengikatnya.


Karena terlalu sulit akhirnya ia berhenti. Ia mengambil nafas dalam-dalam berusaha menenangkan pikirannya. Saat ia terdiam di kursi.

GERBANG IBLIS : PEMUJAAN SETAN (HOROR STORY)
“BRAKKKK!”

Tiba-tiba mayat maya (istrinya) yang masih terbungkus kain kafan yang sudah kusam akibat tanah merah dan juga sebagian wajahnya yang sudah di makan rayap serta binatang lainnya ada di hadapannya.


Zaki pun sangat shock saat melihat mayat istrinya.

“Siapa yang melempar mayat istriku.” Teriak zaki begitu keras. Ruangan tersebut begitu pudar hanya ada lampu kuning redup di atas kepalanya yang menyinari dirinya sementara itu di sekelilingnya sangatlah gelap.


Tiba-tiba keluarlah seorang kakek-kakek tua dari sudut ruangan yang gelap gulita itu.

“Zaki abdul ikhsan? benarkan?” Tanya kakek tua  tersebut kepadanya.


Saat itu zaki belum melihat wajah nya ia baru melihat sebagian janggutnya yang panjang dan sudah memutih memutih.

“Siapa kau? dan apa mau kau?” Tanya zaki kepadanya.


“Kenapa wajah kamu terlihat begitu takut wahai ustad?” Jawab kakek itu sambil berjalan ke arahnya dan menampakan siapakah dirinya..


“Astagfirullah,,” Ucap zaki saat melihat siapa orang tersebut.


“Kau kan?”


Kakek tua tersebut masih membawa ayam kampung yang telah terpotong kepalanya. Darah segar terus menetes ke lantai tatkala kepala ayam tersebut bergerak.


“Kau yang aku pernah temui waktu itu kan. Ada urusan apa kau dengan ku?” Tanya zak kepadanya. Wajahnya semakin pucat, terlihat keringat terus menyucur deras dari arah dahinya.


“Aku tidak ada urusan denganmu. Tapi..” Jawab kakek tua tersebut sambil tersenyum dan mengelus-elus kepala ayam yang sedang ia bawa.


“Aku yang punya urusan dengan mu.” Teriak seseorang dari balik sudut ruangan yang gelap.


“Siapa kau??” Jawab zaki dengan teriakan yang begitu keras.


“Uh, uh ,uh kenapa pak ustad? Takut?”


“Suaramu seperti tak asing di telingaku, tunjukan jati dirimu iblis.” Teriaknya lagi.


Zaki pun menoleh kembali ke mayat istrinya.

“Manusia kafir, kembalikan mayat istriku ke kuburannya lagi!” Bentak zaki.


“Kau fikir kau tidak kafir, pak ustad?” Kakek tersebut menjawab pertanyaan zaki sambil melotot.


“Kita lihat, seberapa kuat kau menghadapi semua ini. Kalau kau memang seorang peruqyah? Coba ruqyah semua iblis yang ada di dalam tubuh orang-orang ini.”


“Brakkk!!!” tiba-tiba terlihat adi kakanya malik di dorong masuk oleh kakek tua tersebut sambil di pegang rantainya bak anak anjing yang hendak di bawa pergi.


“Adi?” Ucap zaki dengan begitu terkejut. Kondisi Adi masih sama seperti apa yang ia lihat. Jin telah merasuki tubuhnya.


“BRAKK” kemudian terlihat “Dafid” adiknya malik di dorong masuk kembali dan memperlihatkan kondisi yang sama. Mereka, adi dan dafid layaknya seperti binatang suaranya berdesis dan mulutnya terus menganga seakan ingin mencengkram mangsa di depannya.


Saat melihat keduanya jantung zaki langsung berdetak begitu kencang. Kakinya gemetar dan tubuhnya seakan kaku tidak bisa bergerak.


“Ya allah tolong aku” Ujar zaki dalam hatinya.


Kakek tua tersebut kemudian mengambil rambut zaki. Di potongnya rambut zaki menggunakan gunting kecil yang sudah terlihat karatan.


“Sekarang, aku akan membuat mu sama seperti mereka zaki. Aku akan membuka gerbang iblis yang sangat kuat dan jahat untuk merasuki badan kau zaki. Sehingga engkau akan membuat kerusakan di bumi ini layaknya iblis, engkau akan menjadi bagian dari mereka dan masuk neraka bersama-sama.” Ujar kakek-kakek tua tersebut sambil tertawa.


Wajah zaki semakin tegang tat kala ia berhasil mengambil rambutnya.


“Hatimu seperti iblis kau lah yang pantas bersamanya.” Teriak zaki begitu kencang.


“Bisakah kau hentikan bacotmu itu. Sebentar lagi kau akan jadi pengikutku. Hahaha”  


“Arghhhh” Zaki berusaha melepaskan ikatan yang ada di tubuhnya.


“Mau kemana? Kau tidak akan mampu melepaskannya pak ustad. Jadi siapkan dirimu saat ini ya.” Ucapnya sambil pergi meinggalkan zaki. kemudian ia pun masuk kembali ke sudut ruangan yang gelap itu.


selang beberapa menit, kakek tua tersebut pun kembali lagi menemui zaki. Ia sekarang membawa ayam kampung yang masih hidup.


“Aku sudah siapkan ritualnya. Kenapa muka mu begitu tagang wahai ustad zaki?”


“Berdoalah semoga tuhan mu menolongmu. hahaha” tambahnya sambil tertawa begitu keras.


“Kau memang benar-benar iblis. kau tidak mempunyai hati. Hidupmu sesat, allah akan menolongku aku percaya itu. Aku tidak pernah takut dengan manusia sepertimu.”


“Sepertinya aku harus segera membungkam mulutmu itu sekarang.”


Kakek tua tersebut pun kemudian mamasukan rambut zaki kedalam sebuah mangkok kecil. kemudian ia memotong kepala ayam kampung tersebut dan darah ayam kampung tersebut ia masukan ke dalam mangkok berisikan rambut zaki. Dengan menggunakan mantra-mantra ia berusaha menyihir zaki. tat kala mata zaki melihat kejadian tersebut kemudian ia segera membaca ayat-ayat suci alquran, meminta kepada allah agar sihir yang sedang di lontarkan tersebut tidak dapat memasuki tubuhnya.


“Ya allah bantu lah aku, berilah aku pertolonganmu. aku rela mati demi menjaga iman ku darinya. Aku tidak ingin tertipu daya dengan mantra-mantranya. hanya kepadamulah ya allah aku memohon perlindungan dan hanya kepadamulah aku memohon pertolongan” Ucap zaki dalam hatinya.


Saat itu kakek tua tersebut kemudian meminum darah ayam kampung beserta rambut zaki. ia pun kembali membacakan mantra-mantranya.


“terbukalah gerbang iblis” Ucap kakek tua tersebut di akhir kalimat dari mantra yang ia bacakan.


Saat itu tiba-tiba kepala zaki terasa berat dan pusing. wajahnya memucat dan bibirnya terlihat sangatlah kering dan pecah-pecah.


“Whaaaaaaaaa” Teriak sesosok iblis berwajah hancur dan matanya buta di depan wajah zaki. kemudian iblis tersebut berusaha membuka mulut zaki. saat zaki di paksa membuka mulutnya iblis tersebut kemudian masuk ke dalam tubuh zaki melalui mulutnya dan seketika mata zaki pun langsung melolot. matanya menjadi putih, tidak ada bola mata berwarna hitam di tengahnya. wajahnya berubah menjadi sangatlah buruk di ikutin dengan urat yang begitu besar menonjol dari arah dahinya. saat itulah gerbang iblis terbuka. dimana seorang iblis yang di rantai dan di ikat di keluarkan dengan cepat oleh seorang ahli sihir. gerbang yang tadinya tertutup di alam ghaib kini terbuka dan di masukan ke alam manusia. Zaki yang telah di rasuki oleh iblis jahat suruhan kakek tua tersebut kini mengikuti setiap perintah dari kakek-kakek itu.


“Bagus-bagus… kerjamu sangat bagus Ki Marno.” ucap sesosok pria yang dari tadi menonton ki marno dan zaki dari balik sudut ruangan yang gelap.


“apa yang akan kita lakukan sekarang? aku sudah mengendalikannya. apakah kita langsung membunuhnya?”


“Jangan dulu kita bunuh, Aku masih belum puas dengan ini. aku ingin zaki membunuh sahabatnya terlebih dahulu, yang ada di desa bedjo sana.”


“kalau begitu sekarang saja kita kesana.”


“jangan terlalu terburu-buru marno. pukul 00:00 kita harus segera menemukan sahabat zaki tersebut. aku ingin melihatnya membunuh sahabatnya dengan tangannya sendiri. ini akan menjadi siksaan yang pedih untuknya.” ucap pria tersebut sambil tersenyum jahat.


00:00



“Astagfirullahaladzim” terdengar adam sedang beristigfar di kamarnya.


“Krik, Krek” “brak”


“suara apa itu?” tanya adam dalam hatinya. “seperti berasal dari loteng rumah?” tambahnya lagi.


“Aminah,,, Aminah,,, apa itu kau?,” Teriak adam.


Kemudian adam bergegas mencari aminah istrinya. “Kemana aminah? sudah larut seperti ini apa dia kedapur?” lanjut adam berjalan mencari istrinya ke arah dapur.


“Sresek-sresek” terdengar suara seseorang sedang mengubrak-abrik makanan.


“Aminah?” kemudian Adam pun masuk ke dalam dapur sambil terus memanggil nama istrinya.


Langkahnya yang pelan tanpa di sertai suara membuat suasana rumahnya semakin sepi.


“Aduh , kau ini mengagetkan ku saja aminah. sedang apa kau di sana?” tanya adam


Ia pun mengahampiri istrinya tersebut. Namun saat ia hendak memegang pundak aminah tiba-tiba leher aminah memutar sebanyak 90° layaknya burung hantu. dan mulutnya di penuhi darah akibat daging mentah yang sedang ia makannya.

GERBANG IBLIS : PEMUJAAN SETAN (HOROR STORY)
“WHAAAAAAA!!!!!!” Teriakk aminah sampai menjadikan ruangan di situ bergetar. semua panci dan juga alat-alat dapur lainnya berjatuhan. seketika adam pun terpental ke belakang dan menabrak tebok sebelum akhirnya jatuh ke lantai.


“Ya allah mahkluk apa itu?” ujar adam dalam hati. dapur yang minim akan penerangan semakin membuat adam susah untuk melihat mahkluk tersebut.


“Tidak mungkin jika dia istriku”  


Saat itu adam pun berusaha menenangkan pikirannya. tubuhnya masih tergeletak di lantai. jatungnya masih cukup berdetak dengan kencang. wajahnya sedikit terlihat panik dan tegang. ia berusaha mengatur nafasnya.


“Aaaaaaa” Terdengar suara jeritan seorang wanita dari kamar adam.


Ya, itu adalah suara aminah. Adam pun langsung berdiri dan berlari ke arah kamarnya.


“Aminah!” Teriak adam.


Saat itu ia menghampiri aminah. Wajah aminah terlihat begitu shock di sertai goresan-goresan pisau di lengannya yang menyebabkan darah segar keluar begitu banyak dari tangannya.


“Kamu kenapa aminah? apa yang kamu lihat?” tanya Adam sang suami.


“aku melihat wajah ustad zaki.. ta-ta-pi  wajahnya sangat menyeramkan dia sepertinya bukan ustad zaki. saat aku menghampiri dia dia berusaha melukaiku. itu sangat mengerikan adam.” Ujar aminah sambil menangis dan sekujur badannya terlihat bergemetar.


“Apa ini ada hubunganya dengan kematian ibu dan istrinya?” pikir adam.


Quote:



“Zaki? dia sampai sekarang belum juga menemuiku. apa mungkin zaki…”



Aminah terus menggigil ketakuatan bibirnya yang bergemetar layaknya orang kedinginan semakin membuat Adam resah.


“Aminah kau tidak apa-apa kan? sekarang kau harus banyak berdzikir dan berdoa karena menurutku ada aura jahat yang akan mengancam keluarga kita.” Ujar adam.


Adam adalah seorang ustad sama seperti zaki. namun dirinya tidak menjadi seorang peruqyah. ia hanyalah seseorang yang suka akan wawasan dalam dunia ghoib. sehingga zaki sering sekali belajar banyak darinya.


“Krek,,, krekk,,, krekk”


“Suara itu lagi…” Ujar Adam dalam hati.


Kemudian ia melihat ke arah pelapon rumahnya. saat ia memperhatikan setiap sudutnya tiba-tiba lampu yang ada di dalam kamarnya mati.


“Astagfirullahaladzim.”


“Aminah,, kau tetap pegang tanganku. aku harus mengambil senter..”


setelah itu Adam pun mencari senter di menja laci kamarnya dan ia pun menemukannya.


“Aminah,,, tetap di belakang ku, aku akan menjagamu.” Ujar adam sambil menyenter pelapon rumahnya.


“Sebenarnya apa yang terjadi adam? kenapa mereka menyerang keluarga kita.” Tanya aminah


“Aku tidak tahu,, tapi aku mohon kepadamu jangan lengah, fokus dan jangan sampai pikiranmu kosong. ingat jin akan mudah masuk jika kau lengah” Ujar adam kembali mengingatkan istrinya.


ia pun terus berjalan pelan sambil menyenter terus setiap sudut ruangan di dalam kamarnya. tak lama kemudian tiba-tiba…


“BRAKKK!!”

Pelapon rumah Adam jembol dan saat adam menyinari pelapon yang jebol tersebut dengan senternya ia mendengar suara desisan ular. sedikit demi sedikit ia menurunkan cahaya senter tersebut dari atas sampai ke bawah dan betapa terkejutnya Adam saat cahaya senter tersebut menyinari sesosok pria dengan tubuh besar sambil merangkak dan kepala serta rambutnya yang di penuhi dengan darah serta pundaknya yang membesar layaknya unta.

GERBANG IBLIS : PEMUJAAN SETAN (HOROR STORY)

“Astagfirullahaladzim siapa kau wahai iblis laknatullah?” Teriak adam sambil terus menyenternya.


setelah itu sesosok pria tersebut pun memperlihatkan wajahnya dengan mulutnya yang menganga serta lidahnya yang panjang.


“Sslttt,,, santapan yang lezat”


“Zaki?” Terkejutnya Adam.



BERSAMBUNG……


BANTU SHARE GAN-AGAN emoticon-Keep Posting Ganemoticon-Cendol Gan😉
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mincli69 dan 7 lainnya memberi reputasi
mantap gan ceritanya..ijin nenda..
Quote:


silahkan jangan lupa bantu share ya
kenapa pindah lapak gan..
Quote:


iya gan salah kemar jadi ganti ke lapak SFTH emoticon-Cendol Ganemoticon-Big Kiss
Bagus gan ceritanya cuma kurang gereget aja emoticon-Shakehand2
Quote:


geregetnya yang gmn nih xD


Quote:



“MAKANANKU !!! MATILAH KAU MANUSIA MUNAFIK !!!!!”.
Quote:


Hehe thank you masukannya ka jangan lupa share ya kak d tunggu epsode slnjutnya yg bakalan makin -makin greget deh XD


Quote:



Oke deh kalau begitu emoticon-Shakehand2
Pindah dari sebelah emoticon-Traveller
Cuma gan, yang ane rada bingung, kenapa ritual pemanggilannya kurleb sama bahannya dengan jin pada umumnya ? Apakah iblisnya tingkat rendah hahaha emoticon-Wakaka
Quote:


wkwkw jinnya tingkat tinggi kok wkwkw klo pake ayam goreng jd apa ritualnya just kidd 😆

EPISODE 8

EPISODE 8: AKANKAH BERAKHIR?


GERBANG IBLIS : PEMUJAAN SETAN (HOROR STORY)

“Hahahaaha,,,, Siap-siap untuk mati kau adam!” Ujar zaki sambil sedikit demi sedikit merangkak maju ke arahnya.



“Wahai watsin, aku tahu kau ada di dalam badan sahabatku berhentilah untuk merusak akhlak manusia. Siapa yang menyuruhmu?” Tanya adam sambil terus mundur tatkala Zaki berusaha maju.


Adam terus menyenternya, Zaki terlihat sudah bersiap untuk mencengkramnya.


“Adam, kenapa dengan dia?” tanya aminah yang masih terus bersembunyi di belakang dirinya


“Jin watsin telah keluar,,,, ia adalah jin yang sangat berbahaya karena tugasnya yang bisa mengubah pikiran, akhlak serta akal manusia. Tidak ada yang bisa mengendalikannya kecuali seseorang yang telah membukanya.” Jelas Adam


“Jadi ustad zaki telah di sihir?”


“iya,, aku juga tidak menyangka kenapa zaki bisa tersihir dengan begitu cepat. mungkin mereka sengaja melakukannya sekarang karena pikiran zaki yang sedang kosong akibat peristiwa meninggalnya istri dan juga ibunya.”


Adam dan Aminah terus berjalan mundur. Zaki yang terus merangkak semakin deket dengannya, sehingga membuat adam dan aminah tidak bisa berbuat apa-apa.


“Aminah, tidak ada pilihan lain.. kita sudah tidak bisa kemana-kemana lagi. sebentar lagi Zaki akan menyerang kita.” Ujar Adam


“Hanya ada satu pilihan lewat sini” tambahnya sambil memegang jendela kamar rumahnya.


Aminah pun berusaha membuka jendela tersebut.

“Cepat aminah”


“Iya aku berusaha membukanya.”


Namun belum sempat mereka keluar melalui jendela tiba-tiba zaki melompat ke arah Adam lalu mencekiknya. Aminah yang berada di belakangnya sudah bersiap hendak melompat ke arah jendela tersebut.


“Aminah segera keluar, a-a-aku yang akan urus dia” Teriak Adam sambil melemparkan sebuah buku kecil ke arah Aminah.


Kini wajah adam dan Zaki sangatlah dekat, bahkan Adam dapat melihat mata zaki yang berwarna putih. walaupun suasana di dalam begitu gelap. matanyanya yang terkesan menyalah membuat Adam dapat melihatnya. Senter yang di bawa oleh Adam pun jatuh tat kala Zaki mencekik dirinya.


“Lahaulawalakuatailabilah” Teriak Adam dan..



“Brakkk!!!” Zaki pun melempar Adam sampai ke luar Jendela.


Setelah itu zaki kembali merayap menuju ke luar jendela tersebut dan merangkak maju menuju tembok kayu rumah Adam. sementara itu Adam tergeletak jatuh di halaman rumahnya.


“Jin itu sungguh kuat, ia telah mengontrol semua pikiran Zaki.” Ucap adam dalam hatinya.


Sementara itu aminah yang melihat adam tergeletak segera bergegas menghampirinya.


“Bang, abang gpp kan?” Tanya aminah sang istri sambil membantu Adam berdiri.


Mereka berdua pun melihat Zaki semakin menjadi-jadi. Zaki merayap bak cicak dan melaju sampai ke atas rumah adam tepat di atapnya dia pun berdiri. hanya Cahaya bulan yang menyinari kegelapan malam kala itu.


“Kita harus pergi dari sini aminah, sebelum Zaki menyerang kita lagi.” Ujarnya


Benar saja belum beberapa meter Adam dan Sang istri  berjalan tiba-tiba Zaki melompat dengan kencangnya menuju Mereka berdua. tangannya pun telah siap mencengkram.


“Shutttt”


“BRAKK!!” Zaki pun menghantam badan Adam sehingga membuatnya terjatuh kembali.


Sementara itu Aminah mundur dan berteriak sampai begitu histeris saat melihat zaki mulai mencabik-cabik tubuh adam.


“Aminah bacakan ayat-ayat yang telah ku tulis di dalam buka yang telah aku berikan kepadamu tadi.”


“Cepat” teriak Adam.


“MAU MENGUSIRKU? KAU AKAN MATI TERLEBIH DAHULU!” ucap jin yang berada di dalam tubuh zaki, kemudian ia menggigit tangan Adam sampai sobek dan darah segar pun langsung keluar dengan derasnya.


“Arghhhhh” Rintihnya saat merasakan sakit yang begitu hebat akibat gigitan zaki.


Aminah pun segera mengambil buku yang di berikan oleh Adam dari saku celanannya. tangan aminah sangat bergemetar tat kala ia membuka lembaran buku kecil tersebut.


“Arghhh (manahan sakit), ya allah tolonglah hamba mu in.i jauh kan lah aku dari Jin yang dapat merusak akhlak manusia dan lindungi lah aku dengan perlindungan mu” Adam terus berdoa sambil menahan sakit di lengannya. Sementara itu Zaki kemudian berdiri dan mencari sesuatu.


“Aminah cepat kamu bacakan ayat-ayat itu! aku akan memulai proses ruqyahnya” Teriaknya keras.


Aminah pun mulai membacakan Ayat-ayat suci al quran dan juga doa-doa penangkal setan yang telah di tulis sebelumnya oleh Adam.


Spoiler for Flashback:



Belum sempat Adam berdiri, Zaki pun tiba tiba kembali, sambil membawa batu yang sangat besar.


“Abang Awas!” Teriak keras aminah. dan…


“BRAKK!!” Batu itu di timpakannya ke tubuh adam yang sedang tergeletak.


“MATILAHKAU!” Teriak jin tersebut dengan suara yang sangat besar dan mendengung.


“Brakk!!”


“Bang Adam!!!” Teriak Aminah sambil menangis histeris saat melihat sang suami merintih kesakitan dan tak berdaya tatkala batu besar tersebut memukul keras bagian perutnya.


Ia pun berlari berusaha untuk mengahampiri sang suami. dan segera menolongnya namun, apa daya tiba-tiba zaki kembali merangkak dan dengan cepat menghantam tubuh Aminah hingga terjatuh.


Sementara itu Adam berusaha menyingkirkan batu besar yang menindihi badannya.


“Astagfirullahaladzim” Ucapnya sambil terus mendorong batu tersebut.


Sementara itu sang istri tergeletak tak berdaya usai di hantam oleh zaki.


“Aminah,,, bertahanlah” Ujarnya dengan sedikit menahan rasa sakit pada tubuhnya. Setelah batu tersebut berhasil di singkirkan, Adam pun mulai berusaha membangunkan badannya.


“Masih ingin melawan Adam?” Teriak Jin tersebut dengan mentap ke arah Adam. tatapannya begitu menyeramkan ia terus mengendalikan tubuh zaki untuk menyakitinya.


“Ahkk,, uhuk-uhuk” Terbangunlah Adam dengan tangan yang terus memegang perutnya menahan rasa sakit akibat batu yang di gulirkan oleh zaki.


Tubuhnya penuh akan darah semua goresan, luka dan juga sobekan bekas gigitan keras tersebut terlihat sangatlah jelas di sekujur tubuhnya. bahkan adam berjalan sangtlah lamban dan merungkuk.


Zaki pun tersenyum jahat, dan kembali berjalan menghampiri Adam. tanpa pikir panjang ia langsung mencengram keras lehernya.


“Kali ini adalah hari terakhirmu Adam! Tugasku akan berakhir setelah membunuhmu. Siapa yang akan menolong mu kali ini adam? Siapa? mana tuhan mu? apa dia akan menolong mu?” Ia berbicara di depan wajah Adam sampai desahan nafasnya begitu terasa mengenai kulitnya. apa daya kini Adam hanya berpasrah kepada allah dan menunggu pertolongannya. Cekikan Zaki semakin kuat, urat tangannya sampai terlihat. Adam sudah tidak bisa berbicara lagi. nafasnya terasa semakin sesak tatkala cengkraman itu semakin menyentuh tenggorokannya.



“Eghhh, Eghh” Suara tenggorokan adam saat zaki mencekiknya.


“Sekarang kau akan mati adam.”


PRAKKK!!


“BRAK!”


“Aghhh, huh, ha,, hu ,, ha” (Suara nafas adam terengah-engah saat cengkraman zaki terlepas dari lehernya).


“Aminah? kau. huh…”


Ternyata Aminah baru saja menyelamatkan sang suami dari cekikan maut Jin jahat yang berada di dalam tubuh zaki. Sebelum Ia mencekiknya lebih dalam dan dapat membunuh suaminya, aminah terlebih dahulu memukul pundak zaki menggunakan batu besar bekas jin tersebut.


Tanpa pikir panjang Aminah segera melakukan proses Ruqyah bersama Adam.


“Sekarang kita mulai proses ruqyahnya bang. sebelum dia terbangun lagi!.” Ujar aminah sambil kembali membuka buku kecil yang belum sempat ia bacakan tadi.


Adam pun berjalan ke arah Zaki kemudian memegang dahinya.


“Apa kau sudah siap Aminah?” tanyanya.


BERSAMBUNG
….

TUNGGU UPDATEAN SELANJUTNYA YA😉 STAY WITH ME!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mincli69 dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
ijin ndeprok
Halaman 1 dari 5


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di