alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Food & Travel / ... / Catatan Perjalanan OANC /
[Catper] GUNUNG MERBABU, via Suwanting, Magelang 3145mdpl
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c6d30e56df231319777c4b1/catper-gunung-merbabu-via-suwanting-magelang-3145mdpl

[Catper] GUNUNG MERBABU, via Suwanting, Magelang 3145mdpl


Survival Seru~
GUNUNG MERBABU
Ds. Suwanting, Kec. Sawangan, Magelang
5 - 6 November 2017
.
Spoiler for Header:

.

         Kami berenam. Riyadu dan Agus dari Bandung. Deris, Same, Rando dan saya dari Bekasi. Kami berangkat dari St. Senen 4 Nov '17 naik KA Progo jam 22an harga Rp 95.000 kalo gak salah, tiba di St. Lempuyangan 5 Nov '17 jam 7an. Setelah bertemu dgn rombongan Bandung, kami pun nyarap nasi pecel di warung area stasiun sambil bercanda -kadang agak keterlaluan- yg selanjutnya akan mempengaruhi perjalanan trekking kami.
         Lalu kami memutuskan untuk naik taksi stasiun jam 9an menuju basecamp seharga 300ribuan PP. Tiba di basecamp Suwanting Indah jam 11an, agak lama karena kami muter dulu mencari gas portable. Simaksi harga Rp 7.000/orang. Oiya ranger dan warga sini sangat ramah, kami diberi banyak info serta wejangan.
.
Spoiler for Rombongan Bandung | Rombongan Bekasi | Basecamp Suwanting Indah:

.

         Start trekking jam 13an setelah packing ulang dan Solat Dzuhur. Dari basecamp ke Pintu Rimba selama 15 menitan, biasa tracknya berupa cor-coran. Itu pun sudah beberapa dari kami yg ngos-ngosan ahaha. Lalu menuju Pos 1 sekitar 20 menit, view asri dikelilingi pohon pinus. Karena di rombongan ada beberapa yg pemula -termasuk saya- maka kami trekking santai masih sambil bercanda dgn seringkali istirahat.
         Nah menuju pos 2 ini jalurnya makin terjal, berupa tanah yg masih agak basah dampak hujan sebelumnya yg dikelilingi vegetasi lebat, membuatnya sangat licin dan berat untuk menghentakkan kaki.
         Rando pun mengalami cedera, kakinya kram dan uratnya ketarik. Dia memang baru pertama kali mendaki, dan langsung mencicipi Gunung Merbabu via Suwanting yg dahsyat ini ahaha. Sekitar 15 menit kami beristirahat, Deris yg telah berpengalaman, berusaha mengobatinya. Sementara 2 teman telah jauh di depan asik trekking.
         Kami pun terbagi jadi 3 rombongan, Riyadu dan saya lalu estafet membawa carrier Deris dan Rando sambil menyusul Agus dan Same selama 15 menitan karena mereka tidak bawa tenda maupun flysheet, sementara cuaca mulai mendung. Setelah bertemu dan menunggu, akhirnya sekitar 10 menit kemudian Rando datang dengan dipapah Deris. Kami pun lanjut trekking karena Rando masih kuat, mentalnya oke nih ahaha.
.
Spoiler for Trekking Menuju Pos 1 & Pos 2:


Spoiler for Rando Tumbang | Deris Mengobati:

.

         Akhirnya tiba di Pos 2 sekitar jam 15, kami pun menggelar flysheet dan menyiapkan logistik untuk mulai memasak. Lapar bos, ahaha. Masak cepat yg idola kita semua, yaitu mie instan + telur. Lalu ngopi. Udud. Ah syahdu~
         Oiya di dekat Pos 2 ini ada mata air. Ini salah satu alasan kami memilih jalur Suwanting karena banyak sumber air. Dua sumber air lainnya ada di Lembah Cemoro (antara Pos 1 dan 2) dan ada di setelah Pos 3. Same pun memanfaatkannya dengan ingin berak di semak area setelah Pos 2, tapi tak sampai 5 menit dia udah balik lagi, gak jadi katanya.
.
Spoiler for Posko Darurat di Pos 2:

.

         Di tengah kesyahduan itu, hujan langsung deras menghampiri, kami pun panik. Karena logistik terpencar di hampir semua tas yg menyebabkan sangat berantakan saat itu.
         Jam 17an kami lanjut jalan setelah membereskan semua kesemrawutan dan sampahnya. Hujan makin deras. Mulai gelap pula. Dan dimulailah perjalanan survival kami menuju Pos 3!

.
.
.


         Formasi kami yaitu: Deris paling depan buka jalan, lalu Agus, Rando, dan saya, kemudian Same-Riyadu yg bergantian sebagai sweeper. Hmm, dahsyat memang jalur Pos 2 menuju Pos 3. Sangat terjal, hampir nyium lutut melulu. Mayoritas tanah, yg sangat licin karena hujan semakin lebat. Pun gelap semakin gulita, diiringi petir yg terasa Cumiakkan telinga.
         Trekking ini menjadi sangat hening, tak ada canda seperti sebelumnya.
         Jalur juga semakin ekstrim. Beberapa kali harus merayap dan ekstra waspada karena banyak pohon besar melintang. Alhamdulillah banyak tali tersedia yg sangat membantu pendakian. Hingga Deris pun sering mengingatkan agar kami jangan bengong dan selalu Doa serta Dzikir. Wah ini, pasti ada yg gak beres. Semakin mencekam, kami semakin pucat, dingin semakin menusuk, fisik semakin lelah. Deris dan Riyadu pun memutuskan agar segera camping karena kondisi sudah semakin berbahaya. Setelah beberapa pencarian area landai, akhirnya kami menemukan yg cocok sekitar jam 21!
         Walau telah bahu-membahu memasang 2 tenda dan 1 flysheet tapi terasa sangat lama. Ya, kami sudah kedinginan dan lelah. Apalagi hawa semakin bikin merinding. Riyadu dan Agus sempat bergantian tempat saat merakit tenda. Selesai, kami pun bergegas masuk tenda dan berbenah. Mayoritas barang kami basah semua meski telah mengenakan jas hujan dan raincover yg menutupi carrier. Alhamdulillah, kami merasa sudah agak tenang dan aman.
         1 tenda untuk tas dan barang, lalu 1 tenda untuk kami tidur berenam. Sempat ngopi-udud untuk sejenak menghangatkan dan berbincang. Diiringi semacam suara gamelan/sinden yg terdengar oleh semuanya, ada yg hajatan mungkin di desa. Tapi mustahil juga sih segitu kencangnya suara hingga sampai terdengar juga di ketinggian 3000an mdpl ini ahaha.
         Tapi bener deh, tenda kapasitas 3-4 orang dipakai tidur berenam itu luar biasa rasanya. Tidur miring tanpa space, ada yg nendang kepala juga, ahaha.
         Udah mulai hening, eh si Agus kebelet kencing minta temenin. Gak ada yg nyahut. Akhirnya saya yg menemani, karena gak bisa merem juga saat itu. Kencing tak jauh dari tenda, saya pun sempat melihat sekitar. Ternyata area camping kami tak jauh dari jurang di sebelah kiri. Hawa jam 23an di luar semakin dingin. Brrrrrr. Kembali ke tenda, saya memutuskan untuk tidur di tenda barang saja karena tidak kuat bejubelnya ahaha. Eh ternyata sangat dingin di tenda ini, karena terpal alasnya telah banyak basah. Berbekal sleeping bag yg mulai lembab juga, saya pun mulai terlelap...

.
.
.


         Jam 6an saya bangun, di luar Agus udah asik berselfie ahaha. Saya pun nyeduh kopi. Nyeruput kopi di alam sembari udud. Duh syahdunya~
.
Spoiler for Area Camping | View Gunung Merapi:

.

         Tak lama yg lain pun bangun. Dengan Deris, Riyadu dan Same sebagai koki, jadilah nasi, telur dadar, tempe goreng, nugget, bakso, kol goreng dan mie sebagai konsumsi di awal hari. Subhanalloh bersyukur banget bisa makan~
.
Spoiler for Masak & Makan~:

.

         Oiya saya akhirnya dapat pengalaman berak di gunung. Karena air tipis & tisu basah habis, saya cebok pake sempak kemarin ahahaha. Cari semak, gali pake kayu, errgghhhh ngeden ngeden ngeden, BROT BROT BROT! Gede dan banyak banget taiknya ahahahahaha. Puas! Tak lupa mengantongi sempak bekas ceboknya.
.
Spoiler for Prosesi Berak | Rando & Ane:

.

         Kami puas bersantai, bercengkrama dan menikmati lestarinya alam ini meski hanya beberapa jam saja. Dan ternyata area camping kami adalah Lembah Manding yg sudah dekat dengan Pos 3, ahaha. Tapi karena waktu terbatas, maka kami sudahi saja perjalanan ini.
         Tak sampai puncak pun tak mengapa. Tujuan utama adalah kembali pulang dengan selamat.
         Jam 9an pun kami packing.
.
Spoiler for Santai & Cengkrama~:

.

         Trekking turun tak kalah asiknya. Sadis juga ternyata ini jalurnya, karena semalem gak keliatan. Track masih licin. Kepleset dan menyeleding teman sudah tak terhitung, ahaha. Beberapa kali ketika istirahat si Rando oleng. Lagi ngirup udara segar gitu, lah trus jatoh keplangkang ahahahaha lucu banget asli.
         Perjalanan turun Alhamdulillah lancar, sudah kembali bercanda. Saling membalas tawa dan celetukan. Lumayan mengurangi sedikit rasa lelah di kaki yg menahan beban tumpuan. Kami pun tiba di basecamp Suwanting Indah jam 12an dengan selamat!
.
Spoiler for Trekking Turun!:

.

         Setelah beberes dan bebilas, kami pun istirahat sejenak sambil menceritakan pengalaman:
  • Rando merasa ada yg mengikutinya dari Pintu Rimba ke Pos 2 hingga akhirnya dia cedera
  • Riyadu yg diawasi oleh makhluk tinggi-besar ketika merakit tenda, Agus pun merasakan hal itu
  • Riyadu sebagai sweeper yg beberapa kali terpaku terdiam hingga sempat tertinggal dari rombongan. Same juga begitu
  • Agus merasa de javu dan mendapat mimpi suasana persis di tenda ketika dia tidur di perjalanan kereta
  • Same sering dibisikin dari Pos 1 ke Pos 2, hati-hati katanya
  • Lalu pas Same mau berak di area Pos 2 tapi gak jadi, itu ternyata dia liat makhluk putih seperti monyet tapi besar seukuran manusia
  • Ketika Deris teriak agak kami jangan bengong dan selalu istighfar, dia sempat melihat makhluk yg diceritakan Same melintas di depannya
  • Jalur kami dari Pos 2 menuju ke Pos 3 juga sempat ditutupi penghuni Merbabu. Deris cerita bahwa di satu kesempatan hanya ada 1 jalur di sebelah kiri, yg dia ketahui kalo itu bukan jalur seharusnya karena tak ada bekas jejak dan jalurnya sangat kecil. Setelah menunggu sambil agak bingung, Deris menoleh ke kanan melihat cahaya seperti kunang-kunang, seperti tirai yg membukakan jalur sebenarnya. Alhamdulillah     

         Mungkin ini yg menyebabkan ada beberapa pendaki yg tersasar ya. Kami beruntung masih dinaungi dan dimudahkan Tuhan hingga bisa kembali dengan selamat.
         Pengalaman buat saya dan beberapa teman yg pemula, agar selalu sopan menjaga tingkah laku serta tutur kata di gunung. Karena kita tidak sendirian di semesta ini.
.

Salam Lestari~

.
.


         Alat
  • Tenda Great Outdoor Camp4 kapasitas 3-4 orang 2pcs
  • Flysheet 3x3m
  • Daypack Consina Great Slave 35L
  • Daypack Luminox 5025 30L
  • Sleeping Bag lokal 5pcs
  • Sleeping Bag Arei 1pcs
  • Matras 8pcs
  • Kompor Mawar & Nesting DS-200
  • Senter/Lentera 2pcs
  • Headlamp 2pcs
  • Trekking Pole 2pcs
  • Sepatu Trekking Skymaru size 43
  • Jas Hujan & Trash Bag


______________________________________________________________________________________________________

Oiya, part cerita kejadian mistis nya bisa dibaca di sini
Ini storytelling dari @febianderis pada 3 Juni 2018


.
.
.


Sewa Alat Camping Outdoor Gunung Hiking area Tambun-Cikarang-Bekasi dengan Harga & Promo Menarik~
https://kask.us/izMk1
https://hastawaladventure.wordpress.com
IG: @hastawala.adv
Hastawala Gmaps


Diubah oleh hastawala.adv


Thread HASTAWALA Adventure lainnya~ emoticon-coffee

[Catper] GUNUNG MERBABU, via Suwanting, Magelang 3145mdpl
.

Spoiler for Gunung Bongkok, Purwakarta:

.
Spoiler for Tegal Munding / Buffalo Hills, Garut:

.
Spoiler for Gunung Merbabu, Magelang:

.
Spoiler for Gunung Lawu, Karanganyar:

.
Spoiler for Memaknai Logo HASTAWALA:

.

Salam Lestari~



Sewa Alat Camping Outdoor Gunung Hiking area Tambun-Cikarang-Bekasi dengan Harga & Promo Menarik~
https://kask.us/izMk1
https://hastawaladventure.wordpress.com
IG: @hastawala.adv
Hastawala Gmaps
Diubah oleh hastawala.adv
Diubah oleh hastawala.adv
ane ke suwanting waktu akhir tahun 2017 emang edan tanjakannya mana hujan super deras sampe lewat tanjakan yg pake tali2 itu bener2 ngeriii

nah ga enaknya lewat sini pas turun. Karna sepatu ane sempit kuku ane sampe lepas jempolnya (kuku wajib dipotong guys!)
Quote:


Waduh. Serem bat gan nyampe lepas gitu kuku 😅
Iya sih emang kudu pake sepatu hiking yg lebih gede 1 ukuran daripada yg biasa kita pake sehari-hari.

Memang ekstrim dan seru ini jalur Swanting 😁


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di