alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
[Review Debat Capres] Pandangan Seorang Awam tentang Debat Pilpres Kedua
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c6bb26cb41d3028e565eac2/review-debat-capres-pandangan-seorang-awam-tentang-debat-pilpres-kedua

[Review Debat Capres] Pandangan Seorang Awam tentang Debat Pilpres Kedua

[Review Debat Capres]Pandangan Seorang Awam tentang Debat Pilpres Kedua


Pemilu akan tiba. Beberapa waktu yang lalu, kita telah menyaksikan debat Pilpres pertama dan secara keseluruhan telah berjalan dengan lancar, walaupun tentunya terdapat beberapa catatan penting sebagai evaluasi. Nah, hari Minggu kemarin tepatnya pada tanggal 17 Februari telah dilangsungkan debat Pilpres yang kedua, dimana hanya calon presiden saja yang berdiskusi sementara calon wakil presidennya tidak.

Saya tidak begitu paham dengan dunia politik, dan saya juga belum memutuskan akan mencoblos yang mana pada tanggal 17 April nanti, tapi kebetulan saya menonton debat yang berlangsung selama dua jam lebih itu. Sebagai orang awam yang tidak tahu seluk-beluk politik dan pemerintahan, saya mencoba untuk mengikuti jalannya debat dari awal sampai akhir. Hanya penasaran saja, bagaimana sih proses debat Pilpres yang banyak ditonton hampir seluruh warga Indonesia? Itu pertanyaan yang bergaung sebelum acara debat dimulai.

Lalu saya pun menonton, dimana acara debat dibuka dengan menyanyi lagu Indonesia Raya secara bersama-sama. Seluruh hadirin yang berada di lokasi debat berlangsung, entah itu paslon, tim panelis, pembawa acara, tim sukses kedua kubu beserta para pendukungnya, berdiri serentak sambil menyanyikannya. Pada saat - saat seperti itu, saya melihat perbedaan - perbedaan yang ada di antara kubu paslon nomor urut 01 dengan paslon nomor urut 02 tiba - tiba terkikis sedikit demi sedikit, karena lagu Indonesia Raya tadi.

Selesai menyanyikan lagu kebangsaan, para hadirin dipersilakan duduk kembali. Lalu giliran pembawa acara yang sekaligus moderator membuka debat. Sebelum debat dimulai, saya disuguhi slide - slide tentang tata dan peraturan selama debat berlangsung, seperti capres harus menjawab sesuai konteks, para pendukung tidak boleh mengganggu selama capres berbicara, dan beberapa lainnya. Lalu debat pun dimulai dan saya terus menyaksikannya sampai selesai.

Setelah menonton debat tersebut, saya menemukan sedikit hal yang mungkin terlihat biasa di mata orang lain tapi menurut saya sayang jika dilewatkan begitu saja. Beberapa hal tersebut diantaranya adalah:

1. Pernyataan Pak Prabowo tentang sumber daya alam Indonesia yang dikuasai oleh asing. Menurut beliau, kekayaan kita berupa alam seperti tambang emas dan mineral direbut oleh pihak asing bukan karena salah siapa - siapa melainkan salah kita sendiri. Saya tidak tahu maksud kata "kita" itu siapa, namun jika digali lebih dalam memang "kita" sebagai bangsa Indonesia-lah yang mengizinkan pihak asing mengelola alam kita, entah itu dari generasi kita atau mungkin karena kebijakan sebelum generasi kita. Dengan demikian, saya menangkap maksud Pak Prabowo yang mau mengakui kesalahan kita sendiri, sehingga ini bisa dijadikan semacam evaluasi bagi pengambil kebijakan berikutnya.

2. Pernyataan Pak Jokowi yang menyebutkan bahwa Pak Prabowo memiliki beberapa hektar lahan sawit. Awalnya, saya cukup terkejut melihat beliau menyinggung tentang harta kepemilikan dari paslon lain. Kenapa seorang petahana memberitahu publik tentang aset yang dimiliki oleh paslon lain? Memang saya tidak melihat secara eksplisit adanya peraturan bahwa tidak boleh mengungkit harta kepemilikan paslon lain, tapi tindakan tersebut membuat saya merasa tidak pantas saja. Namun perasaan itu saya biarkan saja, alih-alih mengutuki Pak Jokowi malah saya lanjutkan menonton debat.
Dan bagian terbaiknya saya temukan saat Pak Prabowo berbicara di sesi pamungkas. Beliau memang tidak menafikkan tentang kepemilikan beberapa lahan itu, namun daripada lahan itu dikuasai oleh pihak asing maka lebih baik ditangani oleh beliau, yang merupakan warga Indonesia juga seperti Pak Jokowi. Kalau sama - sama warga Indonesia, lantas kenapa kita harus mempermasalahkan itu?

3. Pernyataan Pak Jokowi yang menyebut Pak Prabowo kurang optimis. Pernyataan tersebut mungkin ada benarnya. Karena Pak Jokowi, bukan menurut laporan atau data dari manapun, menurut pengamatan saya sendiri telah banyak membantu Indonesia selama beliau menjabat sebagai presiden. Saya senang karena banyak bandara didirikan ketika Pak Jokowi menjabat. Saya juga senang banyak rute internasional dibuka selama Pak Jokowi memimpin. Jadi memang keberhasilan telah cukup ditunjukkan oleh Pak Jokowi, sehingga tidak heran beliau menyebut Pak Prabowo kurang optimis.
Tapi yang dirasa kurang optimis juga belum tentu salah, karena Pak Prabowo juga melihat beberapa hal (dan sebagian dalam kerangka yang lebih besar) yang itu tidak boleh dianggap sebagai angin lalu, misalnya saja pandangan beliau tentang kemandirian bangsa, itu merupakan tujuan yang baik bagi tanah air untuk dicapai. Jadi intinya di dalam kekurang-optimisan seseorang sebenarnya itu merupakan bentuk pencegahan suatu keburukan di masa depan.

4. Pernyataan Pak Prabowo yang mengakui prestasi Pak Jokowi. Dalam suatu kesempatan, Pak Prabowo menyatakan apresiasi dan dukungannya terhadap kebijakan dan pencapaian yang akan dan telah dilakukan Pak Jokowi. Menurut saya, pernyataan tersebut bisa dijadikan contoh kepada generasi penerus, walau kita berbeda strategi atau pandangan, kita sebaiknya menghargai kebaikan yang telah dilakukan seseorang, betapa pun kecilnya kebaikan tersebut.

5. Ini salah satu bagian yang paling saya suka. Dalam suatu sesi debat, Pak Jokowi dan Pak Prabowo terlihat saling bertanya dan menanggapi satu sama lain. Setelah Pak Jokowi menjelaskan tanggapannya, moderator menawarkan kesempatan kepada Pak Prabowo untuk menanggapi balik pernyataan Pak Jokowi. Namun alih - alih memberi tanggapan yang mungkin membuat perbedaan semakin mengerucut, beliau malah menyatakan diskusi sudah cukup. Karena beliau merasa, tidak perlu lagi diskusi panjang lebar jika kedua pihak sama - sama sadar akan tugas masing - masing. Dan ternyata visi kedua capres tersebut tujuannya sama, yakni bagaimana memajukan bangsa.

6. Pernyataan Pak Jokowi yang masih ada kekurangan di tengah banyaknya pencapaian. Dalam beberapa kesempatan, Pak Jokowi menyajikan data yang cukup detil dan rigid tentang prestasi yang telah dilakukannya. Namun, menjelang akhir debat, beliau menyatakan bahwa dalam keberhasilannya itu masih terdapat beberapa kebijakan yang belum tuntas dan janji yang belum direalisasikan, sehingga beliau berkata masih butuh koreksi dari masyarakat, dan salah satu dari masyarakat yang tampil untuk menawarkan koreksi yang dibutuhkan adalah sosok Pak Prabowo, dimana Pak Prabowo seakan melengkapi gambar besar dari kepingan puzzle yang telah banyak disusun oleh Pak Jokowi.

7. Pernyataan Pak Jokowi yang tidak takut kepada apapun. Ketegasan Pak Jokowi tertampak ketika beliau menyatakan, "Dalam menjalankan tugas pemerintahan, saya tidak takut kepada siapapun dan apapun. Yang saya takuti hanyalah Allah." Menurut saya, ini adalah inti dari debat, yaitu kita ingat bahwa kita hanya manusia biasa yang banyak kekurangan walau kadang ada kelebihan, namun kita tidak pantas untuk membanggakan diri, karena satu - satunya yang pantas membanggakan diri hanyalah Tuhan Yang Maha Segalanya.

8. Pak Prabowo dan Pak Jokowi bersalaman dan berpelukan setelah berdebat. Menurut saya, ini adalah simbol dari Bhinneka Tunggal Ika. Perbedaan antar kedua paslon entah itu dari segi strategi, cara pandang, atau pola kepemimpinan itu bisa lebur karena sejatinya kedua paslon sama - sama memiliki tujuan mulia yaitu ingin menyejahterakan dan memakmurkan Indonesia.

Beberapa poin di atas dalam debat Pilpres kedua telah saya dapatkan, dan ini mungkin bisa menjadi semacam pelajaran untuk kita terutama saya sendiri. Akan ada debat Pilpres ketiga yang rencananya digelar pada awal April. Tapi bagaimanapun juga, menonton debat Pilpres kedua telah menyadarkan saya bahwa apapun pilihan kita, siapapun yang kita dukung, itu semua sudah digariskan oleh Yang Maha Kuasa.

Sampai jumpa.
Diubah oleh telah.ditipu
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Kesimpulannya apa?
apaan ni su
Klo mau share opini pribadi ke lonje aja cuk
Quote:


Kampret lagi pura2 jadi orang awam.. emoticon-Big Grin
kesimpulannya bijimana bray??
emoticon-Salah Kamar
soal wiwi tipu tipu sulap sulapan data kok gak ada?emoticon-Bingung
Diubah oleh responaftercrot
Quote:


Kalo panggungnya forum diskusi atau seminar, ok lah saling memuji dan cari peesamaan visi.
Tp kalo debat itu kan berlomba jadi bintang podium, agar para konstituen/swing voter bisa melihat kapasitas calon pemimpin.
Kalo manggut2 saja justru merugikan karena seolah argumen dan gagasan lawan lebih kuat.
Quote:


Sudah sudah
TS nya awam
Jadi ngga bisa ngebedain antara seminar proposal dengan debat capres
Quote:


Ijin ngakak om emoticon-Ngakak


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di