alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Petani Di Negara yang katanya Agraris
4.56 stars - based on 9 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c666089c9518b4ad24eb574/petani-di-negara-yang-katanya-agraris

Petani Di Negeri yang katanya Agraris

Petani Di Negara yang katanya Agraris

Leluhurku kakek, nenek ku, ayah ibu ku petani

Sawah terbentang air melimpah kehidupan sangatlah indah

Saat akhirnya mereka bertandang bahwa janji mimpi juga uang

Menyalahkan aku menjadi petani yang tak kaya dan miskin rezeki

Salahkah ku menjadi petani

Bertahan tuk jadi petani

Meski selebar dahi sepanjang bahuku tanah ini untuk anak cucuku

Hingga pabrik datang

Sawah perlahan menghilang

Hingga pabrik tiba

Petani di penjara

Petani di benci pemimpinnya

Ada juga yang di derai

Ada pula yang hilang nyawanya, hilang hidupnya

Sawah perlahan menghilang

Hingga pabrik tiba

Petani memburuh ke kota

Petani di benci pemimpinya

Ada pula yang hilang nyawanya, hilang hidupnya

Spoiler for Sumber:



Mungkin itu adalah kutipan, dari Lirik Lagu Petani, karangan Iksan Skuter yang cukup menyentuh dan mungkin mewakili segelintir petani saat ini, tapi apakah lirik lagu tersebut merupakan kenyataan? mengenai Kesejahteraan petani di Negera Indonesia? 

Petani Di Negara yang katanya Agraris
Menelisik dari kehidupan petani di Indonesia, Negeri yang katanya sektor pertanian atau penduduk yang mayoritasnya memiliki mata pencaharian pada sektor pertanian atau agraris. Apakah sudah sejahtera? atau malah sebaliknya? Negeri yang katanya agraris malah tidak sejahtera para petani nya.

Dikutip dari katadata.co.id
Petani Di Negara yang katanya Agraris
Indeks Nilai Tukar Petani pada Agustus 2018 turun 0,49% ke level 102,56 dari posisi akhir tahun lalu, ini mengindikasikan daya beli petani sepanjang tahun ini mengalami penurunan.

Indonesia merupakan negara agraris yang sebagian besar masyarakatnya hidup dari sektor pertanian. Namun, nasib para petani di tanah air seperti tidak banyak mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Ini tercermin dari indikator kesejahteraan petani, yakni indeks Nilai Tukar Petani (NTP) yang cenderung bergerak datar seperti terlihat pada grafik di bawah ini.

Data Badan Pusat Statistik mencatat NTP pada Agustus 2018 berada di level 102,56, yang berarti turun 0,49% dari posisi akhir 2017. Ini mengindikasikan bahwa daya beli (kesejahteraan) petani sepanjang tahun ini turun 0,49%. Sementara upah rata-rata riil buruh pertanian pada Agustus 2018 sebesar Rp 37.863/hari, naik 0,95% dari posisi akhir 2017. Rendahnya upah buruh tani, minimnya lahan yang dimiliki, serta harga jual produk pertanian tidak menguntungkan para petani membuat indikator kesejahteraan petani belum mampu bergerak lebih jauh. 

Meskipun harga-harga bahan pangan (pertanian) sering mengalami kenaikan seperti saat menjelang puasa dan lebaran, tapi tidak banyak berdampak terhadap para petani. Sebab yang mendapat untung besar adalah para spekulan dan bukan petani.

Sumber

pada Kenyataan nya, Setiap tahun Indonesia Impor beras dari Thailand, dan itu akan terus berlangsung setiap tahun nya. Tercatat, Impor beras Indonesia dari Thailand terbesar terjadi saat Indonesia dilanda Krisis Financial pada tahun 1998-1999.

Indonesia, setiap tahun mendatangkan beras dari negara tetangga yaitu Thailand untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri, Berdasarkan data dari Perserikatan Bangsa Bangsa impor beras dari thailand terbesar terjadi saat krisis moneter, yaitu tahun 1998-1999 seperti dilihat pada data dibawah.

Berdarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) impor beras Indonesia dari Negeri Gajah Putih periode Januari-Oktober 2018 mencapai 780 ribu ton dengan nilai US$ 377,75 juta. Impor beras tersebut setara dengan 36,45% dari total impor beras yang mencapai 2,14 juta ton dengan nilai US$ 933 juta. Volume impor dari Thailand tersebut merupakan yang terbesar ketiga sejak 1999. Produksi beras nasional 2018 diprediksi mencapai 32,42 juta ton dari 56,54 juta ton produksi padi (gabah kering giling/gkg). Sementara konsumsi beras 29,57 juta ton sehingga diperkirakan surplus 2,85 juta ton.
Petani Di Negara yang katanya Agraris

Fakta Mengenai Daya Beli Petani 2018 Hanya Naik 0,1%
Naiknya harga gabah serta terkendalinya laju inflasi membuat NTP mengalami kenaikan pada Desember tahun lalu. 

Indikator kesejahteraan petani sepanjang 2018 sedikit membaik. Ini tercermin dari nilai tukar petani (NTP) bulanan yang hanya naik 0,04% ke level 103,17 pada Desember dibanding  bulan sebelumnya. Alhasil, NTP tahunan hanya naik 0,1% dari posisi akhir tahun 2017 di posisi 103,07. Sebagai informasi NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan.

Naiknya harga gabah serta terkendalinya laju inflasi membuat NTP mengalami kenaikan pada Desember tahun lalu. Kenaikan NTP tersebut ditopang oleh naiknya indeks harga yang diterima oleh petani (lb) pada Desember tahun lalu sebesar 0,54% menjadi 138,16 dari bulan sebelumnya. Sementara indeks harga yang di bayar oleh petani (lb) hanya naik 0,50% menjadi 133,93 dari bulan sebelumnya. NTP subsektor tanaman pangan pada Desember 2018  mengalami kenaikan terbesar, yakni 0,75% dari bulan sebelumnya, kemudian diikuti subsektor NTP peternakan yang juga naik 0,17. Sementara subsektor lainnya seperti NTP perkebunan rakyat justru mengalami penurunan sebesar 1,16% dari bulan sebelumnya, NTP perikanan (0,04%) dan NTP Hortikultura (0,02%).

Petani Di Negara yang katanya Agraris
Apakah saat ini sudah bisa dikatakan bahwa petani kita sejahtera? pada beberapa waktu yang lalu ada salah satu Mentri di Indonesia mengatakan. 

Petani Di Negara yang katanya Agraris

Padahal Nyatanya apakah sesuai antara yang disampaikan dengan kenyataan dan data yang ada? terlebih lagi Lahan Panen padi terkonsentrasi hanya di Pulau Jawa saja.

Petani Di Negara yang katanya Agraris
Lahan panen padi Indonesia masih terkonsentrasi di Pulau Jawa dengan total luas mencapai 7 juta ha atau hampir separuh dari lahan panen padi nasional.

Menurut data Kementerian Pertanian, luas lahan panen padi pada 2017 meningkat 4,17% menjadi 15,79 juta hektare (ha). Jumlah tersebut terdiri dari luas lahan padi sawah seluas 14,63 juta ha dan padi ladang 1,16 juta ha. Jawa Timur merupakan provinsi dengan luas lahan panen padi terbesar, yaitu 2,29 juta ha atau sekitar 15% dari total luas lahan. Menurut angka ramalan II, Jawa Timur dapat memproduksi hingga 13,13 juta ton.

Provinsi dengan luas lahan panen terbesar kedua adalah Jawa Barat yaitu seluas 2,12 juta ha (13,44%), diikuti oleh Jawa Tengah dengan luas 2,01 juta ha (12,74%). Berdasarkan data tersebut, lahan panen padi Indonesia masih terkonsentrasi di Pulau Jawa dengan total luas mencapai 7 juta ha atau hampir separuh dari lahan panen padi Nasional. Sementara itu, wilayah dengan luas lahan panen terkecil adalah Maluku dan Papua, hanya sebesar 114 ribu ha. Kedua wilayah tersebut merupakan daerah dengan produksi padi terendah. Minimnya pasokan membuat harga beras di Papua dan Maluku lebih mahal dibanding daerah lainnya.

CITA CITA
apakah ada yang di ajarkan saat masih sekolah dahulu, bahwa petani adalah sebuah cita cita yang mulia? atau pemberian opini dan pembentukan paradigma mengenai pekerjaan sebagai petani? yang mana pekerjaan petani adalah salah satu pekerjaan yang membanggakan, pekerjaan yang bisa hidup sejahtera? nyatanya?

Quote:


Harapan
Melakukan aksi secara bersama dalam kegiatan on-farm maupun off-farm, artinya bahwa petani sudah tidak bisa lagi sendiri-sendiri atau tercerai berai. Dengan bersama-sama, mereka bisa membangun komunitas, membangun kelembagaan, menyatukan persepsi, belajar bersama, saling memberikan motivasi, dan fungsi kontrol sosial.


Dengan bekal komunitas ini petani lebih mudah merancang sistem produksi, peningkatan produksi pertanian dan produktivitas sumberdaya serta mudah membangun kemitraan. Jika sudah sampai pada tahap ini, maka pihak lain terutama pemerintah sudah tidak bisa tinggal diam. Pemerintah harus mampu menginisiasi komunitas-komunitas seperti ini menjadi aset pembangunan pertanian. Dukungan sarana dan prasarana wajib diberikan kepada komunitas dan masyarakat.

Regulasi dan pengaturan berbagai hal dengan pembanguna pertanian harus menjadi salah satu prioritas dalam peningkatan kesejahteraan petani. Anggaran yang diperuntukkan dalam sektor pertanian disiapkan dengan mekanisme yang sederhana tanpa harus melupakan kaidah amanah dan transparansi. Yang penting bisa langsung menyentuh dan tidak bocor kemana-mana.

Btw : Almarum ayaku adalah seorang Petani

Sumber : katadata.co.id
Sumber : Google.co.id

Sumber : youtube.com
sumber : Hati nurani
Diubah oleh moniicacindy
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 7
ya wajar aja kalo pertanian (padi) pusatnya di jawa, krn penduduk sini makanan utamanya nasi
kalo di luar jawa lahannya byk dipake buat perkebunan. apalagi kyk di papua, makanan utama mereka bukan nasi, nanam padi ya rugi, jualnya susah

sedangkan di jawa penduduk makin padat, lahan buat pertanian menyempit



emoticon-Ngacir

Balasan post Vandisk
klw di sumatra, sulawesi makan nya apaan gan? tanahnya ga cocok tanem beras kali ya? cocok nya tanem apaan gan? pisang kali ya
sebenarnya peluangnya lumayan besar untuk wilayah indonesia timur, hanya saja kendalanya ketersediaan bibit, kit tool dan sosialisasi. emoticon-Traveller
Balasan post moniicacindy
cocok kok, cm disana udah banyak perkebunan sawit ratusan hektar
Bapak ane petani omemoticon-rose




*bata donk ganemoticon-Blue Guy Bata (S)...txemoticon-Malu (S)
Bulsshit klo ada yg bilang kt kekurangan beras makanya import..
Kenyataanya berasndi gudang bulog penuh sampe busuk..

Jgn anggap beras di jawa doank, si sulsel sangat melimpah ruah..
Janjingak import tapi malah import jutaan ton..
Quote:


Sama2 anak petani pasti Tau rasanya gmn. Keringat bapak Kita pulangnya kerja kadang ga sesuai saat musim panen

Quote:


Terlalu banyak kepentingan mungkin gan
mau jadi petani, tapi tanahnya punya ane
petani udang
semoga lebij baik
jd ingat semboyan orang eropa no farmer doesn't eat nggak ada petani nggak makan semoga pemerintah serius memajukan sektor pertanian negeri ini
kaum petani harus bersatu untuk memodernkan semua alat pertanian emoticon-thumbsup
lahan bertani sdh hampir habis
Mentri pertaniannya hrs diganti yg lbh berani sm mantri perdagangan wkwkwkemoticon-I Love Indonesia semoga jd bahan debat capret
gua merasa sedihbyah .knapa gak nanam gandum 😁cmiw
Quote:

haha bisa bisa gan..

Quote:


aminnn, semoga terus ke arah lebih baik

Quote:


Amin, semoga dari sektor hulu sampai hilir di kelola dengan baik sama pemerintah, jadi petani bisa dimakmurkan, bukan cuma tengkulak atau lainnya

Quote:


Mahasiswa harus berani inovasi juga gan, terutama mahasiswa teknologi dan pertanian.

Quote:


mungkin bisa dibuat rekayasa tanaman pangan? dengan lahan yang sedikit, waktu panen lebih cepat dan hasil yang maksimal.

Quote:


klw menurut ane mentri cuma yg buat kebijakan gan, harus dimulai dari mahasiswa dan pemuda pemudinya.

Quote:


mungkin kedepannya bisa di kembangkan, karena research dan development mengenai bibit, tanam dan budidaya gandum di Indonesia masih minim CMIIW
Mau mandi dulu dah sore, ntar aja baca trit nya..
emoticon-Ngakak
Petani merupakan pekerjaan yang mulia. Profesi sebagai pahlawan pangan yang harusnya menjadikan kebanggaan. Untuk itu perlu peran pemerintah dalam mengambil kebijakan mengenai teknologi pertanian supaya bisa swasembada pangan. Perlu di tanamkan kepada generasi mendatang bahwa petani itu pekerjaan yang mulia yang bisa menghidupi orang banyak. Salam ngarit , salam tani.
Quote:

monggo gan, jangan lupa sabunan ya hihi

Quote:


mantapp gan
Balasan post moniicacindy
emoticon-Ngakak Hihihi agan ni
memecah norma sosial di desa yg tadinya memiliki asas kekeluargaan dan gotong royong menjadi individualis adalah sebuah serangan yg terencana untuk menghancurkan pondasi utama kekuatan bangsa ini .. propaganda nya terus berlanjut lewat tv dan skrg lewat internet ..

bahkan seorang petani punya cita cita untuk menyekolahkan anaknya agar tidak menjadi petani ..
Halaman 1 dari 7


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di