alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Hobby / ... / Inspirasi /
Mengalahkan Diri Sendiri
5 stars - based on 13 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c5ceddb8d9b177e360b38e0/mengalahkan-diri-sendiri

Mengalahkan Diri Sendiri

Mengalahkan Diri Sendiri

Apa musuh terberat manusia? Kompetitor dalam bisnis, cinta, karier? Apakah musuh terbesar manusia adalah manusia lain? Jika jawaban anda, iya. Coba renungkan kembali. Menghadapi lawan dari luar, saya kira mudah. Kita sama-sama manusia, sama-sama makan nasi, sama-sama punya otak, sama-sama punya potensi. Lalu apa yang membuat kita menganggap mereka kuat? Persepsi kita. Sudut pandang kita!

Itu artinya, semua bersumber dari dalam diri kita. Yah, musuh terberat kita adalah diri kita sendiri. Suka atau tidak suka, jika kita bisa mengalahkan diri kita sendiri, mengalahkan orang lain adalah perkara mudah. Dalam artian, tidak sesulit mengalahkan diri kita. Apa sih yang ada di dalam diri kita? Hal paling berbahaya adalah nafsu. Nafsu itulah yang bisa membuat kita menjadi lebih hebat dari malaikat, tapi juga bisa mendorong kita menjadi lebih rendah dari binatang.

Mengalahkan Diri Sendiri

Pernah tidak kita menginginkan sesuatu secara berlebihan? Misalnya kita punya budget 5 juta, tapi kita menginginkan smartphone yang harganya 13 jutaan. Apa yang akan kita lakukan jika ada pada situasi seperti itu? Orang yang tidak bisa mengalahkan dirinya sendiri, akan mencari kemungkinan untuk tetap punya smartphone dengan harga 13 jutaan. Tidak peduli harus hutang, melakukan perikatan dengan leasing agar bisa nyicil kekurangannya. Intinya, smartphone harus dipunyai.

Orang yang sudah selesai dengan dirinya sendiri, akan menekan habis keinginannya. Bisa jadi dia akan membeli smartphone dengan harga di bawah 5 juta.Dia akan mempertimbangkan dengan cermat smartphone mana yang bisa memenuhi kebutuhannya. Gengsi dan terlihat wah, akan dia kesampingkan. Untuk apa gengsi jika hidup tidak bahagia tertekan dengan utang. Apalagi utangnya bukan utang produktif. Ada yang tahu smartphone bekas apa yang harga jualnya lebih tinggi dari smartphone baru?

Mengalahkan Diri Sendiri

Contoh di atas hanya satu dari sekian banyak contoh yang terjadi dalam hidup kita. Seringkali kita lupa mengingat hakekat hidup dan lebih menonjolkan kebutuhan nafsu. Makan, apa hakekat makan? Bertahan hidup, perut kenyang, gizi terpenuhi. Dengan 10ribu apakah kita bisa makan kenyang dan bergizi untuk bertahan hidup? Bisa! Tapi bisakah dengan 10ribu kita bisa menciptakan caption yang instagramable? Foto tempe, sambal, sayur bening bayam dan air putih?

Lebih keren mana dengan menu ala hotel bintang lima yang harganya mungkin 20 kali lipat? Saya tidak menyalahkan dan menganggap orang yang makan dengan budget mahal itu salah. Saya hanya heran dengan orang yang kondisi finansialnya pas-pasan, namun memaksa untuk terlihat bahagia dengan cara yang salah. Mereka lah orang-orang yang tidak bisa mengalahkan diri mereka sendiri. Rasa bangga mereka berhenti di hal-hal luar, berbalut nafsu, bukan pada kedalaman hakekat.

Mengalahkan Diri Sendiri

Maka jika ada yang bilang bahagia itu sederhana, saya ingin tertawa. Bahagia seperti apa yang sederhana? Bahagia yang hakiki itu timbul saat kita mampu mengalahkan diri kita sendiri. Jangan bilang bahagia jika masih ada keluhan dalam jiwa. Hujan mengeluh, tidak ada yang jemput marah-marah. Tidur di emperan memaki dalam hati. ingin sesuatu menghalalkan segala cara tidak peduli ujungnya bagaimana. Itu bukan bahagia, tapi pura-pura bahagia.

Well, pertanyaan besarnya adalah, sudahkah kita mengalahkan diri kita? Sudahkah kita bisa membedakan antara keinginan jiwa dan keinginan nafsu? Apa manifestasi dan perilaku konkret yang mencerminkan kita sudah menang melawan diri kita sendiri? Mari kita renungkan bersama. Karena saya pun merasa belum bisa mengalahkan diri saya sendiri. Salam Damai.


Merdeka!


Sumber Gambar : sini, sini, sini
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
MERDEKA emoticon-I Love Indonesia (S)
emoticon-Keep Posting Ganemoticon-Cendol Gan
Quote:

Merdeka dari belenggu nafsu... emoticon-Jempol
Quote:

emoticon-Leh Uga
terus piye ki mas ndoo?
lingkungan kadang jg mempengaruhi ..
Quote:

Sekecil apapun, pengaruh lingkungan pasti ada om... emoticon-Big Grin
ngapain ngalahin diri sendiri, tapi boleh juga
Ane belum sampai pada Tahap menekan nafsu, gan...

Masih nyaman nih, Ditataran Manajemen Nafsu...

Mengalahkan Diri Sendiri
ikutan mojok merenungi diri.. emoticon-linux2

nafsu itu emang luar biasa gatel ny.. emoticon-Hammer (S)
Quote:

Biar bahagia om... emoticon-Big Grin
Quote:

Siap om, manusia kan beda-bedaaa... emoticon-Big Grin
Quote:

Karena nafsu selalu berhubungan dengan sesuatu yang indah mba... emoticon-Big Grin
Seperti naik gunung byk pelajaran yg bisa di ambil seperti mengalahkan diri sendiri, bukan gunung yg kita takhlukan tapi ego kita.
Bisa tidak kita menahan ego kita, agar kita jangan meninggalkan rombongan kita yg jalannya pelan. Naik gunung itu bukan perlombaan jalan cepet2.
Jihad terbesar katanya ya gan...
Quote:

Betul mba... emoticon-Big Grin
Quote:

Kata Rasulullah sih gitu om... emoticon-Big Grin
Quote:


indah yg terlihat saja.. emoticon-Malu
bisa dikatakan mengalahkan diri sendiri sama dengan kontrol terhadap nafsu gitu ya Masemoticon-Smilie
Diubah oleh kimmot
Quote:

Keindahan yang menipu kayaknya mba... emoticon-Big Grin
Quote:

Bukan kontrol mba, tapi menekan nafsu yang bisa merusak... emoticon-Big Grin
sangat susah melawan diri sendiri
Quote:


Parah gan ,ga pengen berenti di garuk
menang terhadap diri sendiri itu sama dengan mengalah.
Quote:

Susah bukan berarti tidak mungkin... emoticon-Big Grin
Quote:

Mengalah pada diri sendiri... emoticon-Big Grin
Babak pertama sementara masih tertinggal kosong satu gan..! emoticon-Nohope Berharap di babak kedua nanti bisa menyamakan kedudukan.. dan tetap usaha buat bisa membalikkan keadaan..! emoticon-Smilie

Do'anya.. jangan sampai blunder..! emoticon-Big Grin
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di