alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Mengulik Polemik Jalan Tol Indonesia
4.88 stars - based on 8 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c5a7ceea2d19556f4083996/mengulik-polemik-jalan-tol-indonesia

Mengulik Polemik Jalan Tol Indonesia

Tampilkan isi Thread
Halaman 2 dari 5
klo bisa seh jgn terlalu mahal tarif nya untuk golongan 2, 3, 4, dan 5. soalnya klo mahal ya harga barang jg ikut mahal.
Quote:


lha trus gimana gan.. emoticon-Hammer
itu bayar yg pertama buat bangun jalannya
trus waktu pake bayar lagi itu buat maintenance nya
makasih Jokowi emoticon-Embarrassment
emoticon-Cendol Gan
Diubah oleh cahmlg123456
Balasan post seringboering
Quote:


Kayak medsos ya gan.

Betewe masalah jalan muter2, mungkin pemerintah sekarang mengalami kendala. Karena saat massa pembangunan dahulu, tidak dipikirkan jalur darat yg efektif, kayak jalan raya dua jalur. Kalo liat di luar negeri, jalan 1 jalur, muter2 tapi efisien karena pembangunan terencana (ane belum pernah keluar negeri cuman nonton pilem2 luar, tapi yg ane amatin demikian). Sekarang pembangunan udah banyak mau diatur ulang juga dilema, nanti banyak yg protes.
Balasan post aretralala
Quote:


Jaman dulu, pembangunan cuman difokusin di ibu kota terutama jakarta. Baru saat2 ini aja, pembangunan nyampe pelosok. Jadi wajar kalo tol di pelosok lebih sedikit dari jakarta.
ada yang bilang tarif tol mahal, tol hanya untuk dinikmati oleh rakyat kelas atas. tapi kemudian orang itu bilang jalur Pantura sepi karena ada tol trans Jawa emoticon-Hammer2
Jalan tol diskriminasi
Semoga jalan tol di jabodetabek cepat selesai di bangunnya,
Waktu saya habis d jalan karena pembangunannya
Ga punya mobil😄
Coba dari dulu ya...sekarang banyakan mobil murah daripada jalan tol..
yang nikmati pemillik kendaraan dan berduit, punya mobil tapi gak ada duit mending uang tol dipake beli jajan sepanjang perjalanan
gini gan, IMHO soal tarif tol mahal ini. Oke infrastruktur memang penting, tp ingat infrastruktur bukan cuma sebagai sebuah bangunan mati yg ngejogrok gitu aja. Infrastruktur sama aja seperti sebuah produk yg dihasilkan oleh produsen. Terutama tol, ada harga yg perlu dibayar untuk mengembalikan modal+maintenance+keuntungan. Selayaknya produsen dalam menghasilkan produk mereka pasti riset pasar dlu, apakah demand nya ada, berapakah modal nya, dan berapa harga yg akan ditetapkan untuk konsumen.

Nah pernah ga itu yg bikin jalan tol melakukan riset harga, berapa harga yg masuk akal untuk konsumen, apakah harga tersebut reasonable? Apakah dengan harga tersebut bisa mencapai target pendapatan? Ga bisa kita sebagai produsen bikin barang trus berharap dengan harga yg kita pasang untuk produk kita bakal dilirik konsumen.

Kita liat LRT palembang yg merugi, ujung2 nya diserahkan ke Pemda Sumsel tp Pemda menolak, karena itu proyek negara, tp giliran merugi malah diserahin ke Pemda. Memang ide nya cemerlang, untuk mengurangi kemacetan di jalur pantura jd dibuat lah tol, tp apakah harga nya sepadan? Tarif tol mahal ya pengusaha jg ogah lah make tol karena cost operasional mereka bakal naik ujung2 nya harga barang naik, padahal daya beli masyarakat belum tentu naik.

Mestinya fokus tol trans sumatera, biar geliat ekonomi ga terfokus di jawa doang. Bayangkan di sumatera itu, batubara ada, kelapa sawit ada, kilang minyak ada, karet banyak, komoditas perkebunan dan pertanian melimpah, bayangkan klo jalur logistik di sumatera bisa selancar tol trans jawa, apa ga pemasukan juga buat APBN negara. Belum lagi Kalimantan, Papua, Sulawesi. Apalagi volume truk2 yg seliweran di sepanjang sumatera itu mulai meningkat. Dalam 10 tahun terakhir aja jalur lintas sumatera itu sudah mulai ramai dengan trus bahkan tak jarang jg macet.
Balasan post ciluuk...baa
Quote:


yah, poinnya menurut saya loh... tanpa embel2 parpol .. wkwkwkwkw
yg kita bayar buat tol itu adalah bunga pinjaman dan pengelolaan dan berbagai hal lain yg menunjang.

jika tol djdikan lahan exploitasi bisnis.. itu yg menyulitkan, karena bisnis tujuann utamanya ya laba... ya, tambah membengkak lah tarif toll...
Siap.
makasih pakde
untuk ukuran negara ASEAN memang tarif tol indo dirasa mahal
harusnya sih harga2 sembako bisa turun dg adanya tol
kan tol nya punya swasta bukan punya negara, jokowi mah cm resmiin doang sm kasih kebijakan, jangan heran harga tol mahal karna pengelola mau dpt cuan dr tol yg baru di bangun, solusi nya ya bisa lwt jalan biasa kalau tol dianggap terlalu mahal

so simple
Kalo harga sembako turun, pendapatan petani turun gak sih?
Halaman 2 dari 5


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di