alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Mengulik Polemik Jalan Tol Indonesia
4.88 stars - based on 8 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c5a7ceea2d19556f4083996/mengulik-polemik-jalan-tol-indonesia

Mengulik Polemik Jalan Tol Indonesia

Mengulik Polemik Jalan Tol Indonesia
credit : google

Kalian tahu kan hampir setengan dekade terakhir ini pembangunan infrastruktur di Indonesia sangat signifikan. Terlebih soal pembangunan Jalan Tol, dalam masa pemerintahan Kabinet Kerja eranya Pak Jokowi ini menargetkan penambahan ruas jalan tol sepanjang 1.060 km. Pada akhir tahun 2018 kemarin telah terealisasikan penambahan ruas jalan tol sepanjang 422 km. Mungkin kalian bahkan sudah menikmati jalan tol yang baru saja dibangun ini. Enak nggak? Mahal nggak?emoticon-Wow
Mengulik Polemik Jalan Tol Indonesia
credit : katadata.co.id


Yang namanya infrastruktur itu penting banget bagi suatu negara. Pembangunan infrastruktur bisa menciptakan lapangan kerja yang banyak, mulai dari arsitek sampai penjual makanan buat para pekerja bangunannya. Dengan adanya infrastruktur ini akan membuka akses ke daerah sehingga pengiriman barang jadi lancar. Nantinya akan terjadi pemerataan ekonomi. Pemerataan ekonomi ini akan ditunjang dengan adanya pemerataan pembangunan. Begitu pentingnya infrastruktur ini maka negara usaha banget untuk membangunnya. Supaya kalau kita darurat pergi ke rumah sakit bisa langsung cuss tanpa kendala, kalau mau pergi ke mana juga ada aksesnya yang mudah, mau pulang kampung juga jadi lebih efektif dan efisien, serta kepentingan lainnya.

Masalahnya dalam pembangunan infrastruktur ini adalah keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Keterbatasan APBN dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengan Nasional (RPJMN) 2015-2019 ini menyebabkan adanya selisih pendanaan (funding gap) yang harus dipenuhi. Makanya pemerintah memutar otak bagaimana caranya supaya pembangunan infrastruktur kita tetap bisa terealisasikan walau ada kendala tersebut. Nah salah satu cara yang dipilih pemerintah adalah dengan menerapkan skema Public Private Partnership (PPP). PPP ini adalah skema kerjasama antara pemerintah dengan pihak swasta untuk membangun fasilitas publik yang diikat dengan perjanjian. Kalau di Indonesia dikenalnya dengan istilah KPBU yaitu Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha. Dengan adanya KPBU ini nanti sebagian atau seluruhnya menggunakan sumber daya Badan Usaha yang diajak kerjasama dengan memperhatikan pembagian risiko diantara para pihak. Ada aturannya lho, di Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2015.

Skema KPBU memungkinkan Badan Usaha untuk berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur baik secara penuh atau sebagian saja. Ini bukan berarti pemerintah menjual infrastruktur ke pihak lain ya, ini namanya disekuritasi, dikerjasamakan. Pembebasan lahan tetap dilakukan oleh pemerintah sendiri, jadi asetnya tetap milik pemerintah.

Lalu apakah tarif jalan tol yang masuk dalam infrastuktur yang gencar dibangun ini mahal? Apakah pihak swasta sengaja meraup keuntungan banyak dengan memanfaatkan tarif jalan tol?
Mahal atau tidak itu relatif ya. Tapi duduk perkara yang jelas adalah pihak yang menentukan tarif jalan tol adalah pemerintah yang dalam hal ini dilakukan oleh Kementerian PUPR. Jadi apa mungkin pihak swasta sengaja meraup keuntungan dengan memanfaatkan tarif jalan tol padahal pemegang konsesi bukan di tangan mereka? Penetapan tarif jalan tol sendiri harus memerhatikan ongkos investasi dan inflasi. Tidak semudah itu Ferguso.emoticon-Big Grin #MakanTuhJalanTol

Banyak sekali keluhan dari masyarakat mengenai tarif jalan tol ini. Terlebih untuk tarif kendaraan golongan lima yang dinilai sangat mahal. Karena hal itu banyak sopir truk yang enggan melewati jalan tol padahal secara nyata jalan tol dapat memangkas waktu tempuh perjalanan. Menggunakan jalan tol juga dapat memperjelas biaya transportasi yang diperlukan. Jika mempertimbangkan efisiensi waktu, maka jalan tol seharusnya menjadi pilihan yang terbaik.
Mengulik Polemik Jalan Tol Indonesia
credit : google


Jika jalan tol kurang diminati oleh masyarakat, maka goals yang telah dirancang oleh pemerintah tidak tecapai. Infrastruktur yang dibangun untuk kebutuhan masyarakat tidak berfungsi jika tidak ada yang mau memanfaatkan. Pemerintah seharusnya gercep untuk menangani hal ini.

Mengulik Polemik Jalan Tol Indonesia
credit : katadata.co.id

Tapi balik lagi pada permasalahan tarif, pengaturan tarif ini ditetapkan dengan perhitungan yang memerlukan banyak pertimbangan. Jika masih dianggap mahal maka pemerintah bisa mengadakan subsidi. Tapi apakah subsidi ini perlu? Bagaimana pertimbangannya?

Segitu aja ya, semoga thread ini bermanfaat. Semoga minat untuk lewat jalan tol meningkat. Biar bisa jadi alternatif yang recomended gitu. Enggak dipolitisasi terus.
Makasih udah mampir. emoticon-Big Kiss

Referensi
DJKN
detik
katadata
Diubah oleh karencita
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 5


Quote:


Gausah di quote bosku yg kampungan
sepeda adalah solusi..... solusi kehujanan di musim hujan emoticon-Angkat Beer
Quote:


Dengan adanya tol harusnya harga barang lebih murah karna efisiensi transport.

Quote:


Nah ini semoga luar jawa juga bisa sama kek di jawa.

Quote:


Iya semoga cepet jadi. Macet parah banget si.

Quote:


Nice
Quote:


Yang penting hati mu dan hatinya tetap dekat ya gan emoticon-Wowcantik

Quote:


Jakarta kan superbpadat dan super macet

Quote:


Sok atuh
jajaja, syukur d t4 ane blm ada jalan tol...
kalo ikon-tol gimana tuh :3
sekarang ane gak butuh jalan tol
yg ane butuhkan sekarang adalah sayur kol
maklum blm sarapan
emoticon-Ngacir
Balasan post merseysidered
Tergantung sudut pandang nya gan

Kalo sudut pandang cebong ya jalan tol bikin distribusi jd murah
Kalo kampret ya mikir cuma untungin asing dan aseng.
Prinsipnya menurut gua simple, connecting the line and make the volume bigger. Semua ini sebenarnya tergantung pilihan. Pemerintah yang memberi pilihan, rakyat yang memilih. Di sini rakyat diberi kewenangan untuk menetukan jalannya sendiri. Kalau memang dirasa jalan tol cukup mahal, ya silahkan menggunakan jalan sesak yang menyita waktu. Kalau anda sedang berpacu dengan waktu, lalu kenapa anda membiarkan hidup anda dalam sebuah dilema yang tak perlu?. Kita ini sudah tertinggal cukup jauh dari negara-negara lainnya. Lalu sampai kapan hidup ini harus terus mengeluh dan berharap belas kasih subsidi pemerintah?

Mungkin sebagian besar dari agan sudah pernah ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan mungkin tahu juga salah satu moda transportasi "Aeromovel" di sana. Pada tahun 1975 TMII diresmikan, tapi kenapa baru pada tahun 2016 pembangunan LRT dan MRT dilakukan sebagai trasnportasi publik? 41 tahun gan. Bayangkan. Apa saja yang sudah kita dapat hari ini, apabila 41 tahun terdahulu segala macam pembangunan tidak disia-siakan???

Negara ini pernah dielu-elukan pada masanya sebagai pioner/pelopor negara yang merdeka dan berdaulat. Rakyatnya bersatu-padu memeras keringat tanpa kenal lelah demi kesejahteraan bersama. Sampai tiba saat dimana kita sebagai bangsa Indonesia, dirasa berkecukupan dengan segalanya. Dengan segala suapan dan uluran tangan yang ada, membuat kita berpangku tangan. Dan pada akhirnya sang pioner menjadi yang terbelakang. Ironi.
bagus jg gan...
biar merata pembangunan dan transport
Balasan post ciluuk...baa
Quote:


bener juga gan... biasanya, dalam konsep manajemen ad analisis resiko(ane cuma pernah dgr forum).. apa sebelum dbngun tersebut dan juga penetapan kebijakan tidak di analisis?
pernah lihat debat...
roda ekonomi itu ada 3 unsur :
1. produsen
2. distribusi
3. konsumen
nah sekrg poin kedua dipersiapkan.... namun menurut ane kelebihan ,malahan tanpa diimbangi produsen..
mau g mau... y membengkak biaya negara...

andai ada pakar yg jelasin tanpa bawa bendera parpol.. biar kita bener2 mengetahui apa yg sebnr yg terjadi...karena dari situ bisa dicri solusi... institusi pendidikan banyak yg bisa mengkaji.. bisa dimanfaatkan...
jgn lah org yg sedikit mengerti dan hanya bisa jago ngomng diberi panggung..malah tmbh sesat pemikiran rakyat...heheheh

pendpt ane loh ya..



apa yg bikin tol jadi YouTuber aja yah..buat dptin modal... wkwkwkwkwkwkw

Sejak ada TOL yang dibanggain itu tarif transportasi jadi mahal imbasnya yang bisnis online juga kena dampaknya soo gua ga butuh Tol yang gua butuhkan tarif ekpedisi murah
Quote:


Lha kalau misal yg di luar jawa menurut studi kelayakan belum layak kan tetep belum bisa dibangun gan.
mudah2an bisa ke semua daerah ada jalan tolnya emoticon-Big Grin
Quote:


Memang masih wacana dari anggota DPR bahwa LRT Palembang itu mau diserahkan ke Pemda, tapi ditolak mentah2 oleh Gubernur. Cari aja diyutub ada kok komentar gubernur pas diwawancara wartawan. Klo masalah study kelayakan mestinya kan jg dipelajari soal kelayakan harga nya, ga cuma sekedar amdal dll, tp efektif dan efisiensi yg bakal diperoleh dari pembangunan infrastruktur itu gmn gan. Si pulau jawa itu lebih banyak industri, jadi produk industri lebih banyak adalah barang jadi. Sedangkan di sumatera, kalimantan itu cenderung bahan baku. Mestinya fokus diluar jawa gan biar harga bahan baku lokal bisa bersaing dengan bahan baku impor terutama masalah distribusi bahan baku. Dengan begitu cost produksi di sektor industri bisa ditekan + penggunaan bahan baku lokal bisa lebih banyak. Ujung2 nya pemasukan lagi untuk APBN.
Quote:


Ini yang lagi jadi kajian pemerintah gan. Kalau pantura sepi, apa kabar ekonomi masyarakat sana? Pembangunan tol itu emang bagus, tapi ekonomi pantura emang harus jadi perhatian.
Quote:


Ane kalau ga naik bus ya gabakalan lewat tol gan emoticon-Frown lebih cinta pakai kereta, mobil gapunya, naik bus kalau terpaksa aja.
Bisa dpake bt balapan ala fast n fourius dr jkt k sby gan... yg punya lambo br ga ngandang mulu...
emoticon-Leh Uga
Quote:


Sudah ane tulis di thread kalau pembangunan tol ini hasil kerja sama -__- bukan jual beli. Jadi tol ini tetep milik negara kita gan. Sudah sesuai perjanjian kalau butuh waktu untuk pengembalian.
Quote:


Sebelumnya makasih gan udah seniat ini ninggalin jejak dimari emoticon-Embarrassment
Kalau masalah tarif tol gan, itung-itungannya ada di kementerian PUPR. Pastinya dari sisi pemerintah sangat2 ingin tol itu diminati. Jika harga masuk tol sekarang masih banyak yg menganggap mahal, si pemerintah ini harus muter otak lagi nih harus digimanain, yg terbaik yg gimana.

Then, terkait LRT palembang, itu beneran ga gan ada upaya penyerahan ke Pemda? Soalnya transfer aset dari bumn ke pemda tuh alur nya panjaaaaang banget setau ane. Ribet lah pokoknya.

Ane pengen juga si yang di luar jawa punya akses yang sama kayak di jawa. Udah pasti banyak banget yang ngiri karena bangun apa2 di jawa. Semoga ke depannya di luar jawa pun pembangunannya bisa di segerakan. Karena pembangunan infrastruktur itu butuh dilakukan study kelayakan dulu. Kalau belum layak ya belum bisa dibangun.
Diubah oleh karencita
Halaman 1 dari 5


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di