alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Charta Politika: Elektabilitas Jokowi dan Prabowo Stagnan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c3fe4ce365c4f2bc012d179/charta-politika-elektabilitas-jokowi-dan-prabowo-stagnan

Charta Politika: Elektabilitas Jokowi dan Prabowo Stagnan

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menyebut tren elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden, Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin dan Prabowo - Sandiaga stagnan.

Baca juga: Debat Capres, Kubu Jokowi Akan Tanya Pelanggaran HAM ke Prabowo

Berdasarkan sigi Charta Politika dalam dua bulan terakhir, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin tetap, sedangkan elektabilitas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengalami penurunan pada rentang angka margin of error.

"Secara statistik terjadi stagnasi suara pada kedua calon jika dilihat tren Oktober sampai Desember 2018," kata Yunarto di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu, 16 Januari 2019.

Pada survei Oktober lalu, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf tercatat sebesar 53,2 persen, sedangkan Prabowo-Sandiaga 35,5 persen. Adapun pada survei yang digelar 22 Desember 2018 - 2 Januari 2019 elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 53,2 persen dan Prabowo-Sandiaga 34,1 persen.

Yunarto membeberkan, stagnasi terjadi lantaran pemilih loyal atau strong voters keduanya sudah cukup tinggi. Di pihak Jokowi - Ma'ruf jumlah strong voters sebesar 80,9 persen, sedangkan pemilih loyal Prabowo-Sandiaga sebesar 79,6 persen.

Menurut Yunarto, pemilih loyal ini tak akan terpengaruh kendati kandidat jagoannya melakukan kesalahan, kecuali yang bersifat ekstrem. Apalagi, ujarnya, kontestasi pilpres 2019 merupakan pertarungan ulang atau rematch dari pilpres 2014.

"Ini sudah terjadi pada pertarungan asal bukan Jokowi, asal bukan Prabowo. Ini rematch dari dua kelompok yang itu-itu aja, yang berantem terus-terusan," kata dia.

Faktor stagnasi berikutnya, kata Yunarto, ialah berkurangnya isu kontroversial yang menjadi pergunjingan publik. Yunarto mengatakan masa kampanye yang relatif lama cukup berkontribusi terhadap hal ini. Selepas dua bulan masa kampanye, ujarnya, pola pemberitaan terhadap dua pasang kandidat pun mulai datar.

"Ada kejenuhan dari media maupun pemilih untuk mencari angle baru," kata dia.

ADVERTISEMENT

Baca juga: Kubu Jokowi - Ma'ruf: Kami Siap 99,9 Persen Hadapi Debat Capres

Yunarto mengimbuhkan, publik juga belum terlalu sensitif terhadap perubahan isu. Dia menilai selama ini publik hanya menggunakan isu-isu sebagai justifikasi kecintaan terhadap jagoan masing-masing, bukan melihat relevansinya dengan kebutuhan pemilih.

"Misalnya harga dolar naik hanya menjadi gorengan bagi yang anti kubu inkumben, harga dolar turun menjadi gorengan pendukung inkumben," kata Yunarto.

Survei teranyar Charta Politika ini digelar dengan melibatkan 2.000 responden. Charta mengklaim margin of error surveinya 2,19 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

https://pilpres.tempo.co/read/1165573/charta-politika-elektabilitas-jokowi-dan-prabowo-stagnan/full&view=ok

Baguslah klo elektabilitas keduanya cenderung stagnan. Elektabilitas praboker malah cenderung turun. Artinya Praboker memang sudah tidak punya harapan.

Isu agama sudah tidak bisa digoreng lagi, alhamdulillah.

Isu PKI udah nggak menjual lagi, alhamdulillah.

Isu Jokowi kristen, cina, apalagi.

Jokowi 2 periode.

 Charta Politika: Elektabilitas Jokowi dan Prabowo Stagnan

Spoiler for "bonus BB17":
Diubah oleh silents.
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
yg pasti Wowok bakal unggul di RSJ & LGBT emoticon-Cool

 Charta Politika: Elektabilitas Jokowi dan Prabowo Stagnan

 Charta Politika: Elektabilitas Jokowi dan Prabowo Stagnan

 Charta Politika: Elektabilitas Jokowi dan Prabowo Stagnan
Diubah oleh tukangbeling7
nastak dan nasbung sudah sama2 militan
Kalo sudah stagnan berarti ngandelin undecided voter
 Charta Politika: Elektabilitas Jokowi dan Prabowo Stagnan
Balasan post anangelwings
Quote:


Dan itu adalah keuntungan buat Jokowi, krn jauh lebih besar suaranya.
Balasan post imba.ruiner
Quote:


Betul. Katakanlah swing voters 50:50, masih menang Jokowi.
Diubah oleh silents.
Jadi tinggal menanti pertarungan sebenarnya...
Krn sisanya yg ga jawab tu udah bosan emoticon-Big Grin ribut melulu
Tunggu selesai debat pertama lihat perubahan emoticon-Smilie
Sebagian besar PNS tidak suka pemerintah. Tapi mereka memilih senyum dan diam, itu fakta.
karena mereka biasa hidup enak sebelumnya.

Seluruh orang yg main proyek dan pesanan pasti gak suka ... orang2 ini banyak uang dan massa.

jadi kemungkinan pemilih penantang akan semakin meningkat.

Tingkat ketolololan masih bisa dimanfaatkan di negri KONOTOL... tinggal bagaimana memainkannya
sepertinya isu parabowo mundur juga gede kalo diliat dr debat akhir ntar, atau menyalahkan kpu juga bisa
Quote:

ooo aquu percoyoo....emoticon-Cool






polling kaskus piyee kabaree....emoticon-Cool
Quote:


mau pns bersih itu simpel , hilangkan otonomi daerah, kalau jokowi emang orang jujur dan benar , ganti aja pilkada dengan penunjukan dari pusat, kita sendiri tau sumber korupsi didaerah itu siapa, pemimpin daerah yg didanai pengusaha
asal sudah anteng semua , ok menurut ane ,
tentunya yang unggul yang mampu menjaga " stamina panjang "
namun semakin dekat dengan waktu pemilu ,
" serangan fajar " semakin masif , itu yang perlu di waspadai ,

semoga hasil ini konsisten sampai pemilu ,

aamiin .
Balasan post pembataan
otonomi sebenarnya di buat zaman reformasi dengan tujuan menghindari kesalahan orde baru dimana terjadi sentralisasi ,

sebenarnya tidak buruk otonomi daerah , namun seharusnya ada level RB minimum agar kebijakan bisa di lakukan atas otorisasi daerah .

kalau RB nya rendah , kendali di lakukan oleh pemerintah di atasnya . kalau RB rendah , mereka yang membuat kebijakan , ya korupsi lagi terjadi
stagnan itu maksudnya stagnan di atas prawowo ?
emoticon-Wakaka
jd gini.... selalu di atas prawowo dan stagnan
Quote:

Gak mungkin lah wong mayoritas kepala daerah jurkam 01 semua..


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di