alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Sistem Pemungutan Suara Harus diubah, Ini pandangan Ane gan tentang skema seharusnya
2 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c38f66412e257b3218b4590/sistem-pemungutan-suara-harus-diubah-ini-pandangan-ane-gan-tentang-skema-seharusnya

Sistem Pemungutan Suara Harus diubah, Ini pandangan Ane gan tentang skema versi ane

Assalamualaikum agan2 semua.

Ane cuma punya pemikiran aja ni, tentang pilkada yang sebentar lagi dihelat di Negara tercinta ini.

Sistem Pemungutan Suara Harus diubah, Ini pandangan Ane gan tentang skema seharusnya



Menurut ane Harusnya pemungutan suara level capres itu jumlah suara di tiap provinsi ditotal lalu dibagi jumlah pemilih di provinsi tersebut lalu dikali 100 agar ketemu persentasenya, setelah itu ditotal semua persentase dari seluruh provinsi baru dibagi jumlah provinsinya. Bukan seperti saat ini hanya dihitung totalan suara dari seluruh provinsi saja.


contoh:
Total Provinsi ada 3 (100% suara)
CP 1: Prov A 20.000 suara dapatnya 11.400 (57%), Prov B 5.000 suara dapatnya 1.600 (38%), Prov C 8.000 suara dapatnya 4.000 (50%) = (57+38+50)/3 Provinsi = 48,33%
CP 2: Prov A 20.000 suara dapatnya 8.600 (43%), Prov B 5.000 suara dapatnya 3.400 (62%), Prov C 8.000 suara dapatnya 4.000 (50%) = (43+62+50)/3= 51,67%
jadi yang menang CP 2.

kalau hitungan sekarang yang dipakai KPU
CP 1: 11.400+1.600+4.000= 17.000 suara
CP 2: 8.600+3.400+4.000= 16.000 suara
CP 1 yang menang

begitu juga buat Pilkada & Pileg

Kades: totalan persentase suara semua dusun
bupati: totalan persentase suara semua desa/kecamatan
gubernur: totalan persentase suara semua kabupaten
Caleg Partai di DPRD tingkat 2: Totalan persentase suara semua wilayah kecamatan pemilihannya
Caleg Partai di DPRD tingkat 1: Totalan persentase suara semua wilayah kabupaten pemilihannya
Caleg Partai di DPR RI: Totalan persentase suara semua wilayah provinsi pemilihannya
Partai untuk parliamentary threshold: Totalan persentase suara nasional






kenapa menurut saya seharusnya seperti itu, karena sampai pemerataan penduduk benar2 berhasil ga akan suara kalimantan tengah bisa ngalahin suara di jawa barat karena penduduk jawa barat lebih padat, konsekuensinya ya ga akan ada satupun capres yang berani bangun wilayah luar jawa lebih pesat dari pada pembangunan di pulau jawa, Pasti Pulau jawa lah yg dibangun dulu baru pulau lainnya. Gimana gimana presiden juga butuh suara buat pilpres mendatang, atau kalau sudah 2 kali menjabat ya minimal buat suara partainya.


Maka tak salah bila orang luar pulau jawa akan teriak misalkan "Yang dibangun jawa terus, dijawa apa2 lebih murah daripada di bangka, pendidikan di jawa lebih baik dari pada di papua, dan teriakan2 sinis lainnya". Dan presiden yang sekarang pun walau bangun papua, sumatera, kalimantan, dll, tapi tetap toh intinya pulau jawa dulu yang dibangun. Seperti Tol merak-Surabaya, Bandara Linggarjati, Lintas selatan jawa,dll.


Sekali lagi, katanya sila ke 5 isinya " Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia", Masa suara pilihan orang di ambon selalu tertutupi suara pilihan orang dijawa. Selain itu, Nyoblos harusnya cuma modal eKTP+1 identitas lain (KK, Kartu Bpjs, Sim, Paspor) aja biar orang diperantauan bisa nyoblos juga dab, masak buat nyoblos aja kudu balik kampung dulu atau harus buat surat pengantar RT dulu, Kalah dong sama syarat pengajuan kredit di omah Credit
emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak


Ya saya memang tinggal di Jawa, tapi setidaknya pernahlah main2 ke pelosok kalimantan
dan tw lah gimana 'hancur leburnya" di pedalaman
emoticon-I Love Indonesia
kalau masih pakai sistem pemungutan totalan mah mending ane dukung ini gan
emoticon-Ngakak
Sistem Pemungutan Suara Harus diubah, Ini pandangan Ane gan tentang skema seharusnya


Sekali lagi gan, ini hanya buah pemikiran ane karena kecintaan ane pada Negara Ini,
karena ane tinggal di pulau jawa, tapi sempat kerja dan main main di pelosok kalimantan, sumatera, jawa, dan Bali jd sedikit banyak pernah melihat ketimpangan ketimpangan yang ada di Indonesia

Please Correction Me If I'm Wrong gan



emoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesia
Diubah oleh l.l.l.l
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
simple amat gan aturannya..
ga ditambahin aturan dapil, partai pemilih dll.. karena semua partai inilah dan jumlah kursi di legislatif yg bs mencalonkan capres biar diterima dan masuk koefisien bisa dicalonkan..
sebab aturannya kan ga cuma buat 2 capres..
kebetulan aja tahun ini 2 capres..
Quote:


harusnya ampe akar2nya gan
Kades: totalan persentase suara semua dusun
bupati: totalan persentase suara semua desa/kecamatan
gubernur: totalan persentase suara semua kabupaten
Partai di DPRD tingkat 2: sama dengan bupati
Partai di DPRD tingkat 1: sama dengan gubernur
Partai di DPR RI: sama dengan presiden
Balasan post anarchy0001
Malah gak ada keadilan nya om.
Kalau pakai hitungan per propinsi, malah yg jadi korban yg propinsi yg penduduknya banyak.

Suara 1 orang DKI Jakarta setara dengan 40 orang Jawa barat
Suara 1 orang Kalimantan Utara setara dengan 70 orang Jawa barat
Quote:


menurut ane kebalikannya gan, coba deh lihat pembangunan melulu dipulau jawa itu karena lumbung suara ada di pulau jawa gan. Makanya ane punya pemikiran begitu, agar semua capres kalau kepilih dan mau kepilih lagi harus perhatikan pembangunan semua provinsi gan
Mau adil?
KHILAFAH SOLUSINYA emoticon-Ultah
Opini pribadi??

Mending lu masukin nih thread ke subforum debate club...

Disini kbnyakan junker dari 2 kubu doang...
Balasan post l.l.l.l
Quote:


Hehehe malah jadi kebalik om ntar,
Yang diutamakan propinsi dengan jumlah penduduk paling kecil
Bukan yg paling tertinggal

Ketimbang capek ngabisin duit fokus di Papua, lebih murah fokus ke Jogja yg jumlah penduduknya mirip-mirip.
Toh 1 suara di Jogja sama aja dengan 1 suara di Papua.

Atau misalnya sama-sama di Papua, lebih enak perhatiin Papua barat yg jumlah penduduknya cuma seperempat propinsi Papua
Padahal Papua barat cenderung lebih maju dibanding Papua yg pedalaman.
Dapat 1 suara penduduk Papua barat sama dengan 4 suara di propinsi Papua.
Kampanye di daerah yang padat penduduknya lebih sulit dibanding kampanye di daerah yang sepi penduduknya.

Di daerah yang sepi penduduknya cukup mendapatkan hati beberapa tokoh masyarakat, mungkin sudah berhasil mendapatkan dukungan dari sebagian besar penduduk di daerah tersebut. Di daerah yang sangat padat, lebih kompleks lagi sosiologis masyarakatnya, banyak tokoh masyarakat yang memiliki sifat berbeda-beda, banyak adat masyarakat yang berbeda-beda.

Kalau menggunakan sistem perhitungan seperti itu, malah kampanye di Jawa mungkin bakalan diabaikan karena lebih sulit, dan lebih fokus kampanye di provinsi-provinsi yang sepi-sepi.
Diubah oleh app.developer
Quote:


nah itu gan, selama ini kan wilayah dengan penduduk kecil seakan diabaikan gan, kan ga mungkin juga ada yg berani abaikan wilayah dengan penduduk padat kalo ga mau di demo terus gan, Lagi pula yakin ada yang mau lepas suatu provinsi gan?
kalau daerah kecil boro2 demo gan, sekedar bertahan aja udah bagus gan karena suara mereka nyaris tak pernah terdengar gan. contoh harga BBM dijawa naik dikit demo, lah ane pernah di sampit nyari solar susah bener gan kalau ada pun harganya 3x lipat di jawa waktu itu

Ya semoga aja deh gan, mw gimana pun sistemnya presiden yang akan datang lebih perhatian ke daerah luar jawa khususnya Indonesia Timur
Diubah oleh l.l.l.l
Itu kan kejadian di mamarikantaun lalu
Karna ellectoral electiin
Makanyaa ygvmrnamg thrump

Total suara yg menang hilaary
Tapi karna oake electoran yy menang thrump
Akhirnya jaidbpolemik

Ya kali gitu suara orang california,
Bisa disamain ama negara bagian yg penduduknya dikit

Maknya uda bener gini
Satu orang suara, nialinya satu

Tohvlagian smua paslon kampanyenya mlaha banyakan dipulau jawa,

oh...
Quote:


pusing ane gan emoticon-Cape d...

beda lah gan sama USA, kalo USA kan yang milih anggota DPRnya, malah kayak zaman order baru malahan gan. kalo pemikiran ane, suara tetap dari rakyat gan.
hampir mirip sistemnya amerika, walo disana sistemnya jumlah kursi, dan pemenang tiap negara bagian "take all", makanya si hillary bisa kalah.

kalo kayak gitu bukannya pemilu jadi enggak adil?
suara satu orang di lokasi X tidak sama dengan lokasi Y.

efek negatifnya
- semua pertahana bakal berlomba2 pemekaran wilayah! ujung2nya penghamburan APBN
- munculnya raja2 kecil & Ormas, terutama wilayah2 pelosok, untuk menyuap menang di wilayah tersebut.

Kalo gw malah mikir, presiden ama legislatif udah kayak sekarang aja.
Kalo kepala daerah gubernur kebawah mending tiap2 partai ngajuin calon, tar pake testing kayak tes cpns.. emoticon-Stick Out Tongue
UDAH PARPOL 2 ATAU 3 BIJI AJA LAH

PUSING LIATNYA BANYAK BANYAK!!!
Mau seperti US yg Electoral Vote, cepat 1-2 hari selesai

Tapi bisa kejadian seperti Hillary dan Trump

Seingatku Hillary menang jumlah vote, tapi secara EV menang Trump (Jadi yg jadi Presiden ya Trump)

One Man One Vote bagiku yg terbaik, meskipun lama dan lebih ribet. Suatu saat pasti nemu cara mempercepat nih logistic
Diubah oleh hartantoshine
berarti siztemnya mirip2 kayak di amrik gitu??
yang benar hrsny gini
1 man 1 vote tp minimal yg menang hrs menang di minimal 20 propinsi jd dia ga ngincar propinsi yg penduduknya banyak aj
misalnya jokowi cuma menang di jawa(6 propinsi) aja tp di propinsi lain wowo menang smua tp jumlah suara jokowi 51-49 prabowo maka pemilu harus di ulang sampe ada yang menang 50%+1 dan menang di 20 propinsi emoticon-Big Grin
ada bagusnya ada jeleknya, jadinya pemilu bakal diulang2 lama boros duit tp ya jdnya merata emoticon-Big Grin
Jadi capres harus total kampanye ke seluruh indo, ngak terpusat di penduduk terpadat.
Bagus juga sih sebenernya, tapi ini negara kepulauan mungkin di ongkos kurang efisien.
Quote:


Khilafuck emoticon-Smilie
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di