alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Ketika Data Mengendalikan Pemerintahan
5 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c37232326377257975331bd/ketika-data-mengendalikan-pemerintahan

Ketika Data Mengendalikan Pemerintahan

Ketika Data Mengendalikan Pemerintahan

China sebagai negara yang memiliki jumlah penduduk terbanyak di dunia (kurang lebih 1.4 milyar) menggunakan kombinasi AI dan big data untuk memonitor tingkah laku masyarakat. China semakin ambisius dengan teknologi, salah satu tujuan jangka panjang mereka adalah menjadi world leader di bidang AI pada tahun 2030. Terlihat dari sikap pemerintah China yang sangat mengendalikan internet domestik dengan memberikan sensor di mana-mana.

Sulit untuk masyarakat China menyalurkan aspirasi-nya. Melalui data, pemerintah China berhasil meringkus “pembuat onar potensial”. Blogger, aktivis, dan pengacara secara sistematis dipenjarakan. Sistem yang China lakukan untuk mengatur masyarakat disebut dengan “Social Credit System” yang rencananya akan diaplikasan secara penuh di tahun 2020. 

Secara simpel maksud dan tujuan dari “Social Credit System” adalah sistem reputasi nasional berdasarkan behavior selama menjadi penduduk di China. Misal Agan ketahuan dari sistem menunggak kredit atau merokok sembarangan terlihat dari CCTV (saat ini ribuan CCTV di china sudah didukung teknologi face recognition), akan mengurangi skor sosial  Agan. Akibatnya Agan akan dipersulit untuk mendapatkan sesuatu, misal apply visa bahkan beli tiket pesawat.. Begitu pun sebaliknya apabila berprilaku baik (tidak telat bayar pajak) akan diberi kemudahan seperti diskon untuk membeli pakaian. Skenario ini kurang lebih persis seperti episode Black Miirror yang Nosedive.

Di salah satu provinsi China, Rongcheng, perlahan sudah menerapkan sistem ini ke 740ribu penduduk. Semua penduduk pada awalnya mempunyai poin 1000. Jika Agan melakukan donasi atau meraih government awards Agan mendapat poin tambahan. Sebaliknya bila Agan melanggar aturan lalu lintas, Agan kehilangan poin dan akan dipersulit untuk naik jabatan.

Ketika Data Mengendalikan Pemerintahan

Lewat teknologi face recognition di CCTV Identitas pribadi si pejalan kaki terlihat di billboard

Ide besar dari kredit sosial ini untuk memonitor dan mengelola masyarakat dan institusi untuk berprilaku yang sesuai dengan aturan pemerintah. Yang menjadi kekurangan dari sistem ini adalah kurangnya peradilan independen. Masyarakat tidak diberikan kesempatan membantah untuk tuduhan yang tidak akurat. Tiba-tiba langsung masuk daftar travel blacklisted tanpa notifikasi. Saking parahnya sempat ada kasus seorang siswa ditolak masuk universitas karena ayah-nya masuk daftar kredit blacklist. 

Pemerintah China juga tidak terbuka untuk performa sistem ini, jadi sulit di evaluasi oleh pihak luar. Banyak hal yang masih harus dipertanyakan dari sistem ini, seberapa akurat algoritma yang dibuat pemerintah untuk mencari potensi kriminal? Semua data tersebut tidak pernah terbuka untuk publik. 

Dalam 2 tahun terakhir, ribuan checkpoint sudah dibuat si setiap sudut kota, yang mana setiap penduduk wajib “tap” KTP setiap masuk akses publik seperti jalan tol, masjid atau saat berbelanja ke mall. Lain hal nya untuk etnis minoritas, etnis Uighur diwajibkan untuk install tracking app di smartphone mereka, yang akan memonitor semua online contact dan akan terlihat mereka mengakses situs apa saja. Polisi lokal secara berkala akan cek kerumah mereka untuk mengumpulkan data tambahan seperti berapa orang yang menetap di rumah, hubungan dengan tetangga, berapa kali ibadah, buku apa yang dipunya. Semua data tersebut akan diberikan ke Xinjiang public security system. Semua data yang terkumpul akan membentuk algoritma dan akan terlihat penduduk mana yang memiliki potensial “mengancam” otoritas. Orang tersebut otomatis akan ditangkap polisi tanpa melalui tuntutan resmi. Walaupun indikator yang membentuk algoritma tersebut masih belum diketahui, bisa disimpulkan segala pola kebiasaan hidup seperti koleksi buku, mengunjungi masjid, membeli bensin dalam jumlah yang banyak, terima panggilan telepon dan email dari luar negeri akan menjadi penilaian sistem.

Kebayang nggak sistem kredit sosial diaplikasikan ke Indonesia?


Diubah oleh monbebemx
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 7
ijin nyimek bre
bagus kalo itu diaplikasikan di indo... biar korup korup bisa langsung ketangkep dan diadili...

para pelaku hoax juga tidak lepas untuk ditindak tegas...

sisi positifnya
Berasa kayak terkekang ya.. ini sih sistem anti demokrasi
Pekiwanemoticon-Cool
ketika micin mengendalikan pemerintahan gan emoticon-nyantai
Pejwan masih banyak emoticon-Selamat
gokillll
Terkekang dong. Ranah pribadi warganya diawasi. Menurut ane cukup deh satu ID untuk semua fasilitas. Tapi jangan diawasi terus menerus.
Hmmmmemoticon-Smilie

Mirip di nosedive emoticon-Smilie
Jadi diktator kyk di film V for Vendetta
Diubah oleh ruuki
sintaung shila
Diubah oleh ganjabang
Kayaknya jangan dulu deh, belum tentu cocok kalo di indo mengingat di china memang paham komunis. Sayang kan kalo udah susah payah diterapin, makan waktu dan biaya, ujung-ujungnya acakadul emoticon-Big Grin
negatifnya kagak bisa bela diri kalo tiba" ada hal yg mendesak dan "gak sengaja" nge langgar aturan pemerintahnya
positif dan negatifnya malah lebih banyak negatifnya
keadilan akan tajam kebawah
beginilah potret pemenrintahan terpusat
korupsi akan berada dipuncak.

politisasi semuanya, malah menjadikan pemenrintahan tuhan


jangan sampe sistem ini ada, apalagi diindonesia
bakal makin bobrok,
positif dan negatifnya malah lebih banyak negatifnya
keadilan akan tajam kebawah
beginilah potret pemenrintahan terpusat
korupsi akan berada dipuncak.

politisasi semuanya, malah menjadikan pemenrintahan tuhan


jangan sampe sistem ini ada, apalagi diindonesia
bakal makin bobrok,
wah mantep juga tuh.
Quote:


Kalo diaplikasikan di Indonesia kemungkinannya kecil gan
Diindo yg korup pemerintah
Jadi ga mungkin pemerintah bikin sistem ky gtemoticon-Hammer2
Jadi... robot semua gtu?
Diubah oleh NgisupGue
Problem negara kita itu Hoax yg semakin merajalela
jangan2 data penduduknya "ML" berapa kali seminggu juga diketahui..emoticon-Ngakak
Halaman 1 dari 7


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di