alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Sejarah & Xenology /
Bukan Hasil Kebut Semalam, Ini Jalan Terjal Dibalik Kemajuan Teknologi Jepang
5 stars - based on 5 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c2ffd1ce4ef87c9548b4568/bukan-hasil-kebut-semalam-ini-jalan-terjal-dibalik-kemajuan-teknologi-jepang

Bukan Hasil Kebut Semalam, Ini Jalan Terjal Dibalik Kemajuan Teknologi Jepang

Hai GanSis! Diawal thread ini saya ingin cerita sebentar dulu selama saya nulis dan bikin thread di Kaskus. Saya ini masih newbie, tapi sekonyong-konyongnya mematok topik "teknologi" sebagai niche. Sebuah topik yang memang lumayan sulit untuk dijadikan tema tulisan. Karena mesti mencari sumber & referensi yang memadai agar tulisan menjadi layak untuk dibaca. Meskipun saya akui masih banyak (sekali) kekurangan disana-sini.

Nah, dari sejumlah sumber & referensi yang saya gunakan untuk melengkapi thread bertema teknologi di Kaskus ini. Kerap muncul nama "Jepang" sebagai rujukan dibidang teknologi. Hal ini tentunya gak saya sengaja karena alasan saya suka sama hal yang berbau ke-Jepang-Jepang-an.

Memang kenyataannya kalau kita telusuri informasi seputar teknologi, Jepang tidak bisa dilepaskan dari perkembangan teknologi dunia.

Melihat majunya teknologi di Jepang, tentu bikin kita penasaran. Apasih rahasia mereka?

Quote:


Tentunya kemajuan pesat teknologi tidak dicapai Jepang lewat proses kebut semalam. Ada sejarah panjang dan berliku yang dilewati bangsa Jepang untuk berada diposisi sekarang ini.

Era Meiji

Quote:

Setidaknya ada dua momentum besar kebangkitan teknologi Jepang. Kalau GanSis pernah belajar sejarah sewaktu sekolah, pasti pernah dengar yang namanya "Restorasi Meiji". Pada 1868-1912 otoritas Jepang mengulirkan Restorasi Meiji yang dikenal sebagai era awal modernisasi Jepang.

Tujuannya untuk modernisasi perekonomian, politik dan militer. Restorasi Meiji ini bisa dibilang sukses memajukan teknologi Jepang. Termasuk di teknologi militer. Jepang berhasil meraih kemenangan militer atas Russia pada 1904-1905.

Namun momentum segala kemajuan Jepang termasuk teknologi tersebut tidak bertahan lama. Peristiwa ini juga akrab dengan Bangsa Indonesia. Dimana pada akhir Perang Dunia kedua (1939-1945) Jepang menyerah pada sekutu. Dan hal ini menjadi pukulan telak bagi Jepang, selain hancurnya kota Hiroshima dan Nagasaki akibat bom atom, ekonomi Jepang kala itu dibuat porak-poranda.

Setidaknya ada 2 juta jiwa tewas, 13 juta orang kehilangan pekerjaan. Kehilangan 25% kekayaan negara, sektor indistri hanya menyisakan 10% dari sebelum perang. Stok pangan juga sedikit sehingga harga pangan meroket akibat hiperinflasi.

Kebijakkan otoritas Jepang pada masa itu yang cenderung radikal dituding menjadi dalang kehancuran negara mereka.

Pasca-perang dunia 2

Quote:


Diakhir perang dunia 2 merupakan kondisi sulit bagi Jepang. Runtuhnya rezim Nazi di Eropa, Uni Soviet juga menyatakan perang terhadap Jepang. Menuntut balas atas kekalahannya di perang Russia-Jepang. Disamping itu, jajahan terburuk Jepang, yakni Tiongkok menunjukkan ancaman yang serius.

Pilihan realistis barangkali hanya menyerah pada sekutu pada 15 Agustus 1945. Karena sangat sulit sendirian melawan banyak musuh. Dari situ Amerika Serikat turut campur tangan memulihkan kembali keadaan di Jepang. Dilakukan perbaikan di berbagai bidang. Termasuk di bidang teknologi.

Berbagai transfer teknologi terjadi antara Amerika dan Jepang. Selain juga teknologi asli Jepang, warisan leluhur mereka. Seperti struktur bangunan tahan gempa misalnya. Tokyo Sky Tree yang merupakan gedung pemancar setinggi 634 meter, mengadopsi teknologi tahan gempa dari pagoda kayu Gajuu-no-Tou yang dibangun sejak 1300 tahun silam.

Campur tangan Amerika Serikat membangun Jepang kembali memang sangat berpengaruh. Dengan bantuan fiskal luar biasa, Jepang kembali bangkit.

Ditandai pertumbuhan ekonomi yang meningkat. Serta sejumlah capaian dibidang teknologi yang mengesankan dijamannya. Sebut saja ada kereta cepat Shinkansen pada 1964 yang menghubungkan Tokyo-Osaka. Kemudian ada super highway dari Komaki (tidak jauh dari Nagoya) ke Nishinomiya (dekat kota Kobe. Serta dibarengi peningkatan alat tranportasi darat seperti bus dan mobil. Dari titik ini juga menjadi awal perkembangan industri otomotif Jepang.

Bantuan Amerika Serikat terhadap Jepang bisa disebut juga sebagai kompensasi dari perang dunia 2 dan mencegah agar Jepang tidak merapat ke kubu Komunis.

Namun terlepas dari intrik saat atau pasca-perang dunia 2. Keuletan rakyat Jepang juga tidak kalah penting dibanding segudang bantuan modal dari Amerika Serikat.

Pendidikan

Quote:


Pemerintah Jepang merancang sistem pendidikan yang menghasilkan teknisi andal untuk mengembangkan inovasi teknologi di negaranya. Dengan mendirikan College of Technology atau Kouto Senmon Gakko yang disingkat Kosen, jenjang pendidikan itu mirip Sekolah Menengah Kejuruan di Indonesia. Namun lama belajarnya selama 5 tahun.

Mengutip data tahun 2012. "Sejak 1982, sudah ada 300 siswa dari Indonesia yang ikut," kata Fukuda Yasuo (mantan PM Jepang) di acara Indonesia-Japan Innovation Convention di gedung Sasana Budaya Ganesha, Bandung, Minggu, 2 Desember 2012.

Entah kebetulan atau apa nih GanSis, guru SMK saya, kepala lingkungan (ketua RT) merupakan alumni dari Jepang dan teman SMK saat ini sedang magang disana.

Di tahun 2012, setidaknya sudah ada 57 Kosen negeri dan swasta di Jepang dengan jumlah siswa mencapai 60 ribu orang. Setelah lulus, mereka bisa langsung bekerja atau kuliah di perguruan tinggi untuk mengambil spesialisasi.

Selain itu, penguatan teknologi Jepang juga diawali dengan penerapan teknologi dasar. Pengerjaan teknologi dasar ini juga disalurkan pada industri kecil dan menengah. Agar terjadi perluasan bisnis. Tidak hanya menjadi bagian industri besar saja. Karena mereka yakin, meskipun hanya teknologi dasar namun bila hal tersebut tidak ada maka teknologi canggih juga tidak bisa dibuat.

Pada akhirnya kemajuan teknologi Jepang tidak terlepas dari pendidikan yang baik. Prosesnya juga tidak bisa instan, bukan proses kebut semalam.

Nah bila GanSis bertanya kenapa Amerika Serikat membantu Jepang? Lantas mengapa tidak dengan Indonesia? Secara kondisi Indonesia dan Jepang juga tidak jauh berbeda pasca-perang dunia 2. Nah, terus terang saya gak tau, hehe...

Ditulis oleh Rianda Prayoga

Spoiler for Sumber & referensi:
Diubah oleh riandyoga
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 6
Banyak tahapnya ya Gan...
mungkin bantuan sama aja, soalnya kan biar indonesia kg merapat ke soviet
tapi ya dananya udah abis di sunat sama kroninya cendana, beda sama jepang yg punya budaya malu, di sini ketangkep korupsi aja masih bisa cengar cengir
rasanya pengen gw hantem pake bom nuklir
Diubah oleh madjezzt
dan skrg perkembangannya malah terkesan aneh menurut saya emoticon-Wow
karena jepang punya potensi di bidang industri makanya di bantu ketika kalah perang sama A.S

jerman juga begitu dapat bantuan dana dari A.S

Indonesia gak dapet karena negara jajahan dan peasant
Ane suka kebudayaan Jepang sama anime lovers juga, btw nice thread gan, ninggalin jejak dlo mina-shan emoticon-Ngacir2
jepang sendiri punya budaya dan karakter yg kuat, sama seperti negara2 timur lainnya. cuma bedanya jepang tidak pernah terjajah karena agresifitas kaisarnya di masa lampau, dlam hal ini sang pemimpin yg bisa dijadikan panutan 👌
Jualan kecap aja bilang nya teknologi dari jepang

Memang luar biasa jepang gan
Make Imperial Great Again

すげー
Sebenernya Indonesia lebih hebat dari Jepang, kalauuu...
Belanda nggak pake politik Devide Et Impera (pecah belah).

Belanda minta-minta kepada beberapa Kerajaan Besar Nusantara (apa aja yah, w lupe emoticon-Smilie), agar boleh membeli langsung dari petani Palawija disini.
setelah tau enaknya bisnis hasil bumi, minta tanah dst sampe akhirnya menjajah emoticon-Frown

di batas inilah Nusantara ga punya lagi semangat kesatuan,
kerajaan-kerajaan di masing-masing pulau mengadakan perang sendiri-sendiri secara sporadis, ya gampang di tumpas..
sampe akhirnya mulai tumbuh kebangsaan pada periode 1908~1928.
Indonesia mulai punya nama sebagai Bangsa emoticon-Smilie

tapiii, biar bagaimanapun, saya bangga dengan nama INDONESIA, ga ditemukan nama yg ditengahnya kayak gitu :emoticon-Blue Guy Cendol (S)
iyalah....mereka maju gk instant...orangnya ulet² disiplin pekerjaan n waktu,gk males..pendidikan bagus..kita telat 100thn sm mereka...emoticon-Big Grin
Diubah oleh seringboering
Seorang guru di Australia pernah berkata, "Kami tidak terlalu khawatir anak-anak sekolah dasar kami tidak pandai matematika."Kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri."

di tanya "Kenapa begitu?"
Jawabnya:

Karena kita hanya perlu melatih anak 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran dibalik proses mengantri.
Karena tidak semua anak kelak menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KURANG, KALI dan BAGI. Sebagian mereka anak jadi penari, atlet, musisi, pelukis, dan sebagainya.
Karena semua murid sekolah pasti lebih membutuhkan pelajaran ETIKA MORAL dan Ilmu berbagi dengan orang lain saat dewasa kelak.

ini sepertinya yang dianggap remeh di indonesia tercinta
gak bisa dipungkiri kalo SDM Jepang lebih andal
dan juga motivasi warganya untuk memajukan bangsa sangat tinggi
mungkin karena mereka sangat teratur makanya bisa begitu emoticon-Big Grin
SMK versi jepang 5 tahun yak
Jepang skrg sudah mulai disalip Korsel..

gw kadang takjub sama orang2 Asia Timur (Jepang Korsel China) salip menyalip dalam hal positif meskipun sejarah ketiganya kelam satu sama lain..
hebat emang jepang gan..... apalagi JAVnya
atas ane ada benernya jg emoticon-Ngakak

apalagi ceweknya bkin mimisan
Balasan post madjezzt
Yoi gan. Udah ketangkep korup msh teriak2 dizalimi....di Jepang yg korup udah harakiri.
ngutang untuk pembangunan emoticon-Recommended Seller

Bukan ngutang untuk memperkaya anak turunan emoticon-Recommended Seller
Yaiyalah kan perangnya sama Nippon, bukan sama kita. Lagian kita juga udah dibantu merdeka sama Amrik emoticon-Embarrassment
Halaman 1 dari 6


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di