alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Militer /
Militer Amerika Serikat Mencengkeram Dunia
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c2ebf967414f56ee13f948b/militer-amerika-serikat-mencengkeram-dunia

Militer Amerika Serikat Mencengkeram Dunia

Tampilkan isi Thread
Halaman 3 dari 4
Quote:


Kalau menganalisa itu yang bener!

1.) china itu menguasai surat hutang US $1.138 trillion per Oktober 2018. Itu nilainya sama dengan 29% dari total hutang yang dikuasai oleh negara asing (dalam hal ini surat hutang yang dibeli)
Bayangkan jika itu 29% dikonversi ke yuan (satu hal yang pasti china tidak menginginkannya) perekonomian dunia....KOLAPS!!

KENAPA?? lihat point2 dibawah.

2.) 64% dari keseluruhan bank sentral dunia itu pegang dollar.

3.) $580 billion dollar itu dipegang oleh negara lain. Itu sama dengan 65% peredaran mata uang dollar secara global. Nah jika $580 billion dollar + $1.138 trillion = $1.718 trillion dollar ada dipasar. Itu sama saja dollar sudah default!!
Resesi ekonomi global berkepanjangan. And you what? Who's gonna gets hit the hardest? China! The biggest you are, the harder you get hit.

4.) Kalau eksport & import dibayar pake yuan, itu menyebabkan nilai tukar yuan itu naik. Kalau nilai tukar yuan naik itu sama aja membunuh keunggulan kompetitif yang selama ini dinikmati oleh china. Keunggulan kompetitif china (yang tidak semua negara bisa melakukannya) selain upah buruh yang murah, adalah nilai tukar yuan yang rendah.
Contoh sederhana aja: kalau produk dari china sama harganya dengan produk dari US, warga US akan membeli produk US dibanding produk china.

5.) Permintaan terhadap yuan meningkat, otomatis nilai tukar yuan juga meningkat. Menurutmu kenapa bank sentral china pake metode fixed rate? Supaya menjaga nilai tukar yuan itu tetap rendah, dengan demikian keunggulan kompetitif seperti yg aku tulis diatas tercapai.

6.) Kenapa banyak negara menggunakan dollar dibanding mata uang yang lain ?:
• Profitable
• Secure (ditopang oleh ekonomi US yang kuat)

7.) US itu pangsa pasar yang besar & potensial, bahkan china menjadikan US sebagai pasar utama mereka. Itulah mengapa, untuk china apa yang lu tulis tidak bakal dilakukan mereka. Kenapa lu mau membunuh konsumen potensial lu?

8.) Sejauh ini, belum ada pasar potensial yang sama dengan/se-profitable seperti US. Kalau ada coba sebutkan, dan sebutkan berapa besar neraca belanja tersebut.

9.) Dan fakta sampai detik ini, china tidak pernah mengkonversi surat utang dollar mereka ke mata uang lain. Malah makin rajin belanja.Terlebih-lebih ke yuan. Yang melakukan hal itu Jepang. Menurutmu kenapa hal terkait surat hutang ini tidak dipake oleh china terkait trade war dengan US? Itu political leverage lho.

9.) Yang bisa membuat dollar tidak lagi menjadi mata uang global adalah:
• Ditemukan pasar ekonomi potensial yang melebihi US (which not exist, at least for now)
• Sang pembuat dollar itu sendiri, ya itu US. US bikin dollarnya default. Dan itu dapat menyebabkan resesi global yang berkepanjangan.


Diubah oleh Mistaravim
Quote:


Coba dibaca lagi yg bener tulisan ane diatas. Yang agan tangkep masih salah, makanya jawaban agan jd ga nyambung.

Kan disitu sudah dibilang nilai Yuan ga harus naik thd USD asal China intervensi, dan China ga perlu jual surat utang amerika. Jadi argumen agan pointless.

Kalau agan teliti membaca analisa tsb ada 3 point:
1. Bergantinya mata uang global dari USD ke Yuan kelak tdk harus disertai anjloknya nilai USD thd yuan dan mata uang lainnya.
2. China tdk harus menjual obligasi amerika.
3. China tdk harus menjual cadangan devisa dollarnya, malah sebaliknya meningkatkan cad dev dollarnya krn membeli cad dev negara2 lain yg ingin convert ke yuan.

Kuncinya ada di china. Jika china menjual devisa usd nya atau surat utang amerika yg dipegangnya baru USD akan kolaps, yaitu situasi yg tdk diinginkan oleh semua negara termasuk china dan amerika. Tapi kalau China tdk jual, malah makin beli ya USD ga akan kolaps, hanya kehilangan hegemoni aja di dunia krn share bahkan diganti Yuan.

Yang perlu didiskusikan adalah bgmn jika china semakin banyak memegang devisa USD sementara Yuan jd mata uang dunia.
Diubah oleh anis.sandi1
Quote:


mungkin maksud lo yuan akan menggantikan usd scr gradual?
itu prediksi yg terlalu jauh dan ga sesuai ama data2 sejarah yg ada

sebelum yuan digadang2 akan menggantikan dollar sdh ada euro dan yen duluan
bahkan GDP gabungan negara pemakai euro sempat melampaui amerika, walaupun kemudian semenjak krisis disalib amerika dan tdk bisa pulih lagi

menurut gw keunikan amerika yg sulit ditiru terletak di desain ekonomi, politik, pemerintahan, dan masyarakatnya yg terbuka dan pro kapitalis

dollar disukai banyak orang bukan cuma demi import, tp sangat menguntungkan untuk berinvestasi. Amerika membebaskan negara luar buat mendirikan atau membeli perusahaan di negaranya. Jika liat tren saham selalu bertumbuh, pernah anjlok tp pasti kemudian rebound.

amerika punya universitas2 terbaik dunia, dan mengizinkan orang luar buat jd warga negara setelah berinvestasi sekian ratus juta dollar.

Ngeliat jepang dan eropa aja kehabisan energi sebelum bener2 menyalib dollar
gue lbh ragu cina bisa menggantikan dominasi dollar dgn kontrol kapital, investasi, dan imigrasi yg super ketat
Lihat 1 balasan
Balasan post gurrenn
Quote:


Wah terbalik tuh. Ente salah besar kalau bilang ngeliat jepang dan eropa saja kehabisan energy maka lo lebih ragu sm china.

GDP jepang itu jauh dibanding Amerika, dan seharusnya lo meragukan bhw suatu saat GDP jepang bakal bersaing dng GDP amerika.

So Yen jepang ga bakalan bisa menggantikan USD sampai kapanpun.

Yang berpotensi menggantikan USD itu bukan yen tapi Euro mengingat GDP Eropah mampu mengungguli GDP Amerika. Namun kekurangan Euro adalah: tidak solid! Karena sistem moneter Eropah masih belum bener2 bersatu, contohnya Jerman sendiri belum rela soverign foreign debt nya di kontrol oleh ECB. Ketidak solidan ini menyebabkan Euro kurang menarik bagi investor dan negara utk memegangnya sbg cadangan devisa. Disamping itu ibaratnya Euro juga ketiban sial, pada saat dia berkembang utk siap bersaing dng USD, datanglah Yuan sebagai kompetitor, kemudian terjadilah krisis sovereign foreign debt mereka yang disertai krisis finansial global yg justru membuat investor lebih lari ke USD sbg safe heaven. Deflasi di Eropah juga membuat ECB tidak melonggarkan kebijakan moneternya sehingga likuiditas Euro termasuk di luar negeri menjadi kurang.

Berbeda dng Euro, justru Yuan jauh lebih solid sehingga memiliki stabilitas yg jauh lebih baik dari Euro, disambing pertumbuhan ekonomi yg bagus dan tidak deflasi. Cuman bedanya Yuan tdk free floating tp diatur sm China dan financial market nya belum 100% dapat diakses oleh investor asing, sehingga Yuan kurang menarik buat investor saat ini, tapi hal ini bukannya tidak bisa berubah.

Lebih besar chance China melepaskan kontrol terhadap Yuan dan memberi akses asing investasi di pasar uangnya dimasa depan (say 2030) dibanding chance negara2 EU melepaskan kedaulatan moneter mereka secara penuh kepada ECB, ditambah lagi pertumbuhan ekonomi China yg lebih bagus dari EU.

Balasan post anis.sandi1
Ah ... jangan menilai orang berdasar isi perut sendiri, yang klonengannya banyak kan situ aja to? emoticon-Smilie

Justru saya berkecimpung dalam hal yang kebetulan dibicarakan.
China is still pegged to USD, matter of speaking.
1. Yuan coba coba berhenti PEG terhadap USD thn 2005.
2. Ternyata pasar bereaksi negatif dan memukul air di dulang, terpercik muka sendiri. Kemudian di RE-PEGGED thn 2008 saat International financial crisis saat Indymac, Fanny-Mae dan Freddy-Mac diambil alih oleh FDIC.
3. Thn 2010 coba coba lagi dengan PEGGING terhadap basket-of-Intl currencies. Kembali hancur hingga tahun 2013, PBOC atas tekanan partai politik kembali menganut PEGGING terhadap USD. Datanya silakan cari sendiri.

So, in a way, what ever China or you will say, in reality Yuan is still PEGGED to USD.

Ente bilang:
Quote:


Ini ente mau ngomong apa sih?
Ente ngerti nggak mekanisme global monetary system?
Dari paparan ente yang satu alinea ini saja sudah menunjukkan ente cuma "tailoring" the Google datas. emoticon-Smilie
Memangnya Russia dan negara lain akan langsung ikut ikutan terjun bebas walau China mengalihkan cadangan devisanya? Emang Rusia dan lain lain langsung setuju kalau Yuan mau jadi mata uang International? That's a bit too naive, isn't it?

Kutipan ente jangan salah artikan dan buat besar kepala boss, itu hanya teknik biasa di US agar DoD ngemis tambahan dana dari para Senators. emoticon-Smilie

Nggak usah ngomong rail-gun kalau gak ngerti mekanisme nya.
Gini lo... perbandingan Chinese Rail-gun dan US rail-gun adalah bagaikan perbandingan klasik assault rifle antara "Kalashnikov vs M16(x) dimana yang satu memakai proyektil lebih besar (7.62x39mm) berbanding (5.56x45mm NATO).
Intinya itu raw power with less accuracy vs proportioned power with higher accuracy.
Sampai disini sudah jelas belum?

Ente bilang
Quote:


Kalau cara pandang orang sekolahan, artinya, perbandingan pemerataan Income per capita atau mungkin personal income per kilometer persegi antara seluruh China vs seluruh US maka pasti kelihatan bedanya. DISPARITY of wealth, disparity of technology maupun disparity lainnya akan nampak jelas secara telanjang jika preparatnya itu China. emoticon-Smilie Gimana sudah jelas belum?

Ah... sudahlah, saya kira saya gak perlu menjelaskan PPP secara agregat. Soalnya ente masih belum paham esensi PPP baik dalam terapan maupun secara konsep.
Saya sudah memberi masukan di posting terdahulu.

Saya tahu betul tentang spesifikasi Chinese flattops.
Sampai saat ini ente tau gak? Kebanyakan China masih sulit reverse-engineering mesin mesin Russia. Dah itu aja.

Ciao ! emoticon-Smilie
Gue gak nemu bahasan esensi militernya disini
Berasa ada di forum ekonomi sebelah
emoticon-Hammer
Quote:


emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga

sebetulnya gak banyak yang tau esensi militer kuat dan tangguh, canggih full tech itu adalah ekonomi yang kuat.

Quote:


kalau boleh tau .. apa itu antibot?

semacam buzzer kah? lol


ane ga paham sama postingan semua disini ..


mungkin bisa lebih menyederhanakan cara penyampaian nya ..
Lihat 1 balasan
Quote:


kasih liat donk ekonominya gmana

Militer Amerika Serikat Mencengkeram Dunia

negara siapa tuh yang di bawah brazil, korsel, itali, kanada? emoticon-Big Grin
Quote:


emoticon-Leh Uga


meskipun dibawah negara yang agan sebutkan masih bisa membanggakan kok, karena masih diatas negara vanuatu.................emoticon-Ngacir

utk punya militer kuat emank musti punya ekonomi kuat
tapi juga musti pinter cara investnya

rusia masih kuat karena punya nuke
tapi peralatan militer laennya amat diragukan, karena blon tentu udah diupgrade, walaupun ada pun blon tentu byk
n lambat laun bakal ketinggalan karena ekonominya keteteran

yg bakal nyaingin amrik bakalan cina, bukan rusia
Diubah oleh ikyu828
Balasan post TheTick
Quote:


Nope!

Ente salah paham. Repegged beberapa kali tidak berarti = sedang di pegged emoticon-Wkwkwk

Dibaca:
Until 2005, the value of the renminbi was pegged to the US dollar. As China pursued its transition from central planning to a market economy
https://en.wikipedia.org/wiki/Renminbi

Yang namanya di peg thd usd ya ga akan merubah value thd usd, nah udah dibilang baru2 ini aja china sudah merubah value yuan thd usd emoticon-Ngakak (S)

Militer Amerika Serikat Mencengkeram Dunia
https://www.investopedia.com/article...-us-dollar.asp

See .... apakah ada negara China di list tsb? emoticon-Wkwkwk

Quote:


Udah dibaca penjelasan ane diatas? Coba dibaca.

Udah dibilang: ini bukan soal setuju atau ga setuju, tp mekanisme pasar. Kalau transaksi perdagangan negara2 dunia dengan china sudah sangat besar, maka sudah natural bhw mereka akan menyukai perdagangan dng china dalam mata uang Yuan, bukan USD, dan otomatis mereka akan terdorong untuk mengalokasikan cadangan devisa dalam yuan juga.. Kalau hampir semua negara sudah spt itu ya otomatis Yuan menjadi mata uang international emoticon-Ngakak (S)

Jadi penjelasan ente soal rusia setuju ga setuju itu invalid.

DoD ngomong begitu untuk nambah dana? ya mungkin benar. Tapi tidak berarti omongan DoD tsb kosong! mereka ngomong ada dasarnya bukan sembarangan spt yg ente kira emoticon-Wkwkwk

Quote:


Ah itu kata ente, faktanya Amerika belum berhasil taruh railgun diatas kapal perang secara effektif, sedangkan china sudah emoticon-Embarrassment

Trus dimana hubungannya pemerataan dengan kekuatan ekonomi? Lu ngebantah tp dari penjelasan lu diatas ga menjelaskan sama sekali kaitannya, cuman sekedar membatah tanpa juntrungan emoticon-Ngakak (S)

Lu tau china flattops saat ini kan? Yg sedang dibuat dan akan dibuat utk release thn 2025 lu tau ga?
Dan flattops itu fragile, rentan di hajar kapal selam dan salvo rudal2 supersonic anti kapal yg modern, dan juga ASBM. China ga perlu bikin 12 flattop utk ngadepin amerika, cukup 6 biji tp disertai kasel dan ASBM; itu namanya asymetric warfare kalau elu paham.
Diubah oleh anis.sandi1
Balasan post ghostudent
Quote:


Julukan ane utk orang2 yg alergi sama berita perkembangan china. Mereka selalu berpikiran negatif dan jealous terhadap org yg menyampaikan berita tentang perkembangan china atau yg berusaha meluruskannya, mereka berprasangka bhw org itu = chicombot trus panas, dan mulai debat ngalor ngidul. Padahal mereka aja yg antibot emoticon-Ngakak (S)
Balasan post TheTick
Quote:


Jan. 10 2019 - 12:01
Russia Dumps $101 Bln From Dollar Reserves in Pivot to China

Pixabay

Russia’s central bank dumped $101 billion in U.S. holdings from its huge reserves, shifting into euros and yuan last spring amid a new round of U.S. sanctions.

Militer Amerika Serikat Mencengkeram Dunia

The central bank moved the equivalent of $44 billion each into the European and Chinese currencies in the second quarter, according to a report published on late Wednesday by the Bank of Russia, which discloses the data with a six-month lag. Another $21 billion was invested in the Japanese yen.

The Chinese currency accounted for 15 percent of total holdings at the last reading, up from 5 percent at the end of the first quarter, according to the report. That puts Russia’s yuan share at about ten times the average for global central banks, with its total holdings of the currency accounting for about a quarter of world reserves in yuan, according to International Monetary Fund data.

“Russia is making a strategic shift in its reserves towards holding fewer dollars and more assets in other currencies,” said Benn Steil, director of international economics at the Council on Foreign Relations in New York.

Bloomberg

The data reveal a dramatic acceleration in a policy Russia has been pursuing for several years of reducing exposure to assets that could be affected by U.S. restrictions. Tough sanctions on major Russian companies in early April hammered the ruble and spurred fears that more restrictions could follow, such as measures to cut Moscow off from global payment systems. Russian holdings of U.S. Treasuries dropped by about $81 billion in May and June, according to U.S. data.

Russia isn’t alone in its bid to reduce reliance on the world’s reserve currency amid increasing attempts by Washington to use economic leverage for geopolitical means. China also sold a large portion of its U.S. Treasury holdings last year amid a deepening trade war with America, and officials in Europe put forward proposals to increase the use of the euro in regional transactions.
‘Ditching the Dollar’

“We aren’t ditching the dollar, the dollar is ditching us,” Russian President Vladimir Putin said in November. “The instability of dollar payments is creating a desire for many global economies to find alternative reserve currencies and create settlement systems independent of the dollar. We’re not the only ones doing it, believe me.”

The central bank data show Russia also cut the share of its reserves held in the U.S. to just 10 percent of the total from 29 percent at the end of March, suggesting some of the remaining dollar assets are now held in other countries. This aligns with data compiled by the U.S. Treasury, which shows an increase in American bond holdings in Belgium and the Cayman Islands last year.

https://themoscowtimes.com/news/russ...to-china-64092

emoticon-Ngakak
Diubah oleh anis.sandi1
Militer Amerika Serikat Mencengkeram Dunia

The true picture may be more precarious. China’s external debt was estimated at between $3 trillion and $3.5 trillion by Daiwa Capital Markets in an August report. In other words, total foreign liabilities could be understated by as much as $1.5 trillion after accounting for borrowing in financial centers such as Hong Kong, New York and the Caribbean islands that isn’t included in the official tally.

Circumstances aren’t moving in China’s favor. The nation’s companies rushed to borrow in dollars when there was a 3 percent to 5 percent spread between Chinese and U.S. interest rates and the yuan was expected to strengthen. Borrowing offshore was cheaper and offered the additional bonus of likely currency gains. Now, the spread in official short-term yields has shrunk to near zero and the yuan has been depreciating for most of the past year. Refinancing debt in dollars has become harder, and more risky.

Beijing’s policies have exacerbated the buildup of foreign debt. To promote Xi Jinping’s Belt and Road Initiative, the president’s landmark foreign policy endeavor, China has been borrowing dollars on international markets and lending around the world for everything from Kenyan railways to Pakistani business parks.

With this year and 2020 being the peak years for repayments, China faces dollar funding pressure. To repay their dollar debts, Chinese firms will either have to draw from the central bank’s foreign-exchange reserves (a prospect Beijing is unlikely to allow) or buy dollars on international markets. This creates a new set of problems. There are only 617 billion yuan ($90 billion) of offshore renminbi deposits in Hong Kong available to buy dollars. If China was to push firms to bring debt back onshore, this would necessitate significant outflows that would push down the yuan’s value against the dollar.

International dollar investors need to be wary of Chinese-linked investments. Local government financing vehicles and belt-and-road borrowers may seem quasi-sovereign quality, but any shift in the willingness to roll over dollar debt could create a funding crunch. With the U.S. Federal Reserve raising rates and reducing its balance sheet, Chinese companies could face paying more for capital in dollars than in yuan.

Bulls have long argued that China’s financial risks are contained because of the country’s low levels of external debt and large foreign-exchange reserves. That has changed. China’s external debt has been increasing by an average of $70 billion per quarter since the beginning of 2017. If it keeps rising, Beijing will have the unpalatable choice of burning through its reserves or letting the yuan fall, both of which would carry additional risks.

China and the world need to think clearly about this growing dollar debt dependence. Any cessation of funding could have severe and unforeseen consequences.

--------------------



china nyatanya berhutang dalam dollar sebesar 3.5 trillion (bukan billion) usd, jumlah yang bahkan diketahui understated, nilai aslinya bisa bertambah sd 1.5 trillion lagi apabila pinjaman yang tidak official ke perbagai pusat finansial turut dimasukkan. situasi keuangan demikian terus bertambah sejak sejak 2017 sebesar 70 billion usd per quarter.

padahal dana deposit china ditaksir hanya sekitar 617 billion yuan/ atau 90 billion usd. jauh dari 3.5 trillion yang puncaknya akan jatuh tempo di 2020.

kalau sudah begitu mata uang akan turun dengan sendirinya.


tolong jangan misleading dengan data-data dan argumen kecil tanpa kasih gambaran besar.

lagipula ini trit formil, kenapa jadi bahas ekonomi finansial begini?

Amerika itu negara yg unik..

Dia punya pendidikan kelas dunia
Dia punya hiburan kelas dunia
Dia punya teknologi paling mutakhir
Dia punya militer paling kuat
Saya mencoba urun share dari perspektif antropology bangsa amerika sesuai dengan bidang ane
Amerika dilihat banyak bangsa menguasai dunia melalui eksistensi militermya sesungguhnya merupakan praktikal nilai nilai individu bangsa amerika yg diyakini oleh warga negara amerika. Mereka meyakini bahwa setiap individu memiliki hak utk hidup, bebas dan meraih kebahagiaan yg dijamin oleh konstitusi amerika sebagai pelajaran sejarah mereka terhadap penolakan kekuasaan absolut ratu inggris hingga menemukan tanah kebebasan
Oleh karena itu warga negara amerika meyakini bahwa kebebasan, hak hidup dan mencapai kebahagiaan hanya bisa dicapAi bila pemerintah amerika bisa menjamin semuanya dalam bentuk keamanan. Dan ini bisa diraih dengan hasil kesuksesan individu amerika sebagai manusia individualis utk bahagia secara kebendaan demgan beragam cara seperti berbisnis, jadi artis, berinovasi telnologi dan banyak lagi. Semua itu menghasilkan pajak besar utk pemerintah amerika utk menciptakan kekuatan militer besar. Tujuannya adalah representasi melindungi kepentingan amerika yaitu individu amerika dimana saja di dunia ini. Analisa ini tidak populer dikalangan pengamat karena ini analisa amtropology yg mendalam memahami bamgsa amerika seperti layaknya novel city upon the hill classic cara bangsa amerika melalui individunya memguasai dunia dengan keberhasilannya berinovasi berbisnis dan mengeksplorasi
Bumi. Maka pangkalan militer adalah praktikal perlindingan indvidu itu.
Agan bisa baca buku "the nacirema" sebagai bible cara memahami indovidu amerika menguasai dunia yg samgat menjunjung nilai nilai hidup, kebebasan, denokrasi dan kebahagiaan demgan memberikan tanggungjawab kepada pemerintah federal demgan menyerahkan pajak diantaranya utk membangun militer
Apakah yuan bisa jadi world currency mengantikan dollar sebagai world currency?

• Coba baca postingan daku di post #29, aku sudah secara gamblang menjelaskannya.

• US itu memiliki kestabilan dalam kebijakan moneter mereka serta transparansi. Ini yang menjadi salah satu strong point bagi dollar selain ekonomi mereka yang kuat. Satu hal yang tidak dimiliki baik oleh yuan maupun oleh euro.

Kenapa? Contoh sederhana: IMF minta china untuk liberalisasi pasar uang mereka. Sementara bank-bank besar di china itu dikuasai oleh pemerintah dibawah kendali oleh PBOC (bank sentral china) yang mana petinggi2 dari PBOC itu sendiri merupakan hasil penunjukkan dari National People's Congress/NPC (dewan legislatif china) yang mana penunjukkan itu sendiri berdasarkan nominasi oleh pihak perdana menteri yang disetujui oleh.....NPC sendiri.

Hal yang sedikit sama terjadi pada euro. Tranparansi euro itu meragukan, itu makanya pasar tidak menjadikannya mata uang utama. Kenapa meragukan? Ada 19 negara yang memegang saham dari European Central Bank, tapi ke-19 negara tersebut punya kebijakan fiskal & moneter masing-masing. Dan itu mempengaruhi nilai dari euro itu sendiri. Satu hal yang tidak terjadi pada dollar. Dan ada 9 negara Uni Eropa yang tidak menjadikan euro sebagai standar pembayaran. Kenapa mereka tidak mau menggunakan euro? Salah satu alasan mereka adalah kemampuan untuk mengendalikan inflasi. Kembali lagi hal tersebut tidak terjadi pada dollar. Belum lagi hambatan sejarah.

Kenapa akhir-akhir dollar itu semakin berkuasa? Ada 3 alasan :
1.) Federal Reserve yang meninggalkan kebijakan moneter yang ekspansif. Sebagai akibat dari menguatnya ekonomi US. Hal itu membuat investor merasa secure memegang dollar. Karena jumlah dollar yang dibatasi yg serta merta menaikkan nilai tukarnya.

2.) The Fed juga menaikkan suku bunga pada Desember 2015. Ini memperkuat nilai dolar. Berarti bahwa obligasi yg dikeluarkan oleh US Treasury akan menarik suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka pendek. Itu meningkatkan permintaan dolar. Para pemilik memperoleh tingkat pengembalian deposito dolar yang lebih tinggi daripada deposito euro, yang membayar suku bunga lebih rendah.

3.) Baca postingan #29

Coba rajin-rajin baca situs dibawah ya: 👨‍🏫👩‍🏫
Quote:



Saya akhiri debat saya disini ya, semoga di mengerti & kembali lagi...ini tidak pointless kok. Kalau dibaca dengan tenang tulisan saya dari awal di thread ini. Au revoir!
Diubah oleh Mistaravim
Lihat 1 balasan
Quote:


Sangat bermanfaat gan! Terimakasih ya
Balasan post Mistaravim
Kalau bicara saat ini ya memang benar spt itu, tp kalau kita bicara masa depan, say 2030, tidak sulit bagi China utk meliberalisasi pasar uang mereka; pada saat GDP nominal mereka sudah melampaui Amerika dan mereka memutuskan utk menjadikan yuan mata uang global maka langkah liberalisasi pasar uang akan mereka lakukan.

Masalah liberalisasi pasar uang China sudah di address di post #44.
Lebih besar chance China melepaskan kontrol terhadap Yuan dan memberi akses asing investasi di pasar uangnya dimasa depan (say 2030) dibanding chance negara2 EU melepaskan kedaulatan moneter mereka secara penuh kepada ECB, ditambah lagi pertumbuhan ekonomi China yg lebih bagus dari EU.


Berbeda dengan kasus EU yang lebih complicated karena menyangkut control & kedaulatan masing2 negara anggota EU yang belum tentu semuanya mau serahkan 100% ke ECB, sementara China satu komando tidak ada issue terkait kedaulatan dsb, sehingga mampu mengambil langkah/keputusan secara efisien dan cepat. Seringkali kita terjebak krn hanya melihat kondisi china saat ini, sementara yg kita bicarakan adalah masa depan; saat ini memang China belum siap utk itu.

Fyi, ini berita tahun 2015:

"Full convertibility will happen at some point – maybe in 2020, when the Chinese government says it wants Shanghai to become a major financial hub ," said ANZ senior FX strategist Khoon Goh by phone. In the meantime, Beijing will widen the band at its own pace, he said
https://www.cnbc.com/2015/03/24/why-...over-yuan.html


Ini berita tahun 2018, china mulai melonggarkan capital control, dalam rangka internationalisasi yuan:

China relaxes capital controls as outflow fears ease
Michael Smith
By Michael Smith
Updated 22 Apr 2018 — 3:10 PM, first published at 11:36 AM

China is relaxing limits on outbound investments by wealthy individuals and institutions for the first time in two years, as the country's stable economy and stronger currency give the ruling Communist Party more confidence it has capital outflows under control.

"This indicated that China is determined to open up its onshore market further and is confident on the RMB [renminbi] outlook," Mizuho currency strategist Ken Cheung said
https://www.afr.com/news/world/asia/...0180422-h0z335

Hal tsb diatas menunjukkan memang China bertekad untuk meliberalisasi pasar keuangan mereka.
Diubah oleh anis.sandi1
Halaman 3 dari 4


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di