alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Sejarah & Xenology /
Sejarah Kemayoran dan Akhir Bandara Kemayoran
4.71 stars - based on 7 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c2cc84ffdef8731668b456a/sejarah-kemayoran-dan-akhir-bandara-kemayoran

Sejarah Kemayoran dan Akhir Bandara Kemayoran

Sejarah Kampung Kemayoran
Sejarah Kemayoran dan Akhir Bandara Kemayoran
Portrait of Isaac de l'Ostal de Saint-Martin (ca. 1629–1696) Salah satu versi dimana pangkatnya dijadikan sebutan untuk wilayah kemayoran.

Kemayoran adalah salah satu kampung tua di Jakarta. Nama kemayoran berasal dari kata mayor yang merupakan "jabatan (pangkat)" yang diberikan pemerintah Belanda kepada orang yang bertugas menarik pajak. Jabatan mayor diberikan kepada orang Belanda dan juga orang Cina, yang karena jabatannya bisa kaya dan memiliki tanah-tanah luas, sehingga disebut sebagai "tuan tanah". Pada masa Belanda, Kemayoran merupakan sebuah Wekmeester yang dipimpin seorang Bek. Setelah Indonesia merdeka, Kemayoran menjadi bagian dari wilayah Kecamatan Sawah Besar, Kawedanan Penjaringan. Pada tahun 1963-1968, dimasukkan ke dalam wilayah Kecamatan Senen dan wilayahnya meliputi lima kelurahan, yaitu Gunung Sahari Selatan, Kemayoran, Kebon Kosong, Serdang dan Harapan Mulia.

Sejarah Kemayoran dan Akhir Bandara Kemayoran
Salah satu sudut kemayoran tempo dulu (sekarang jalan garuda)

Pada mulanya penduduk Kampung Kemayoran adalah orang Betawi. Setelah dikuasai Belanda mulai muncul para pendatang dari Cina, India, Sumatera, dan Indonesia bagian timur yang dijadikan pekerja dalam pembuatan jalan, parit-parit, atau ikut dalam wajib militer untuk menghadapi Sultan Hasanuddin dan Sultan Agung dari Mataram. Ada juga orang Indo (eampuran Belanda dan Indonesia) yang tinggal di komplek tentara di Jl. Garuda. Bahkan setelah PD II banyak bekas tentara Belanda yang menetap di Kemayoran. Sekitar tahun 1930-an, Kemayoran pun terkenal sebagai pemukiman kaum Indo-Belanda, sehingga muncul sebutan Belanda Kemayoran. Selain itu juga ada pendatang dari Jawa, kaum priyayi rendah yang bekerja sebagai pangreh praja. Semula para pendatang dipandang negatif karena dianggap berasal dari golongan orang susah, namun dengan adanya komunikasi diantara mereka anggapan tersebut mulai berubah bahkan penduduk asli mulai terpengaruh untuk bekerja keras demi kesejahteraan keluarganya. Dengan dibukanya lapangan terbang Kemayoran tahun 1935, mereka mulai merambah bidang kerja selain petani, sebgai pedagang keliling, perbengkelan, atau berjualan alat-alat rumah tangga.

Sejarah Kemayoran dan Akhir Bandara Kemayoran
Salah satu sudut kemayoran zaman hindia belanda

Di Kampung Kemayoran banyak berkembang berbagai seni budaya daerah, diantaranya keroncong. Contohnya sebagai berikut:

Quote:


Sepenggal lagu keroncong itu menjadi simbol kebanggaan penduduk Kemayoran, kampungnya musik keroncong, yang terkenal pada masa Hindia Belanda. Syairnya tidak terikat kepada suatu cerita bersambung, melainkan pantun-pantun lepas yang diingat secara improvisasi tatkala bernyanyi dan kadang-kadang tidak ada kaitan dialog satu sama lainnya, asalkan efek pantun mengenai sasaran dengan sindiran lueu, gembira dan tidak menyinggung perasaan lawan bernyanyi. Irama Keroncong Kemayoran bukanlah irama "kendangan" yang kemudian dinamakan "keroncong beat", melainkan irama "kocokan" (Belanda: roffelen) menurut pembawaan keroncong masa-masa permulaan.

Sejarah Kemayoran dan Akhir Bandara Kemayoran
Kong Jiung/ Kong Rofiun, engkongnya Benyamin.S yang sekarang diabadikan menjadi salah satu nama jembatan di utan panjang

Tidak hanya keroncong yang digemari masyarakat saat itu tetapi juga Robana Gembrung, Wayang Kulit, Tanjidor, Cokek (Cokek Ken Bun), orkes Gambus, Gambang Kromong, dan Dermuluk masih mendapat tempat di hati mereka. Keroneong Tugu banyak mendapat pengaruh dari Portugis dan berkembang menjadi keroneong yang sampai kini dan merupakan lanjutan dari keroncong Oud Batavia (lief de Java) dan keroncong asli Kemayoran. Kelompok-kelompok orkes keroncong yang ada di daerah Kemayoran selain orkes Keroncong Kemayoran sendiri adalah kelompok Lief de Java yang disponsori orang Belanda dengan para pemain campuran orang Belanda dan Indonesia, orkes Keroncong Fajar(1929), orkes Keroncong Sinar Betawi, dan orkes Keroncong Suara Kemayoran (1957). Mereka tampil dengan memakai pakaian seragam khas Betawi, yaitu jas tutup dan kain batik. Sedang bentuk rumah tradisional di daerah Kemayoran banyak menggunakan rumah model joglo dan bapang. Ada juga rumah koko yang bentuk dan teknik pembuatannya tidak jauh berbeda dengan rumah joglo Betawi. Untuk adat perkimpoian di Kemayoran hampir sama dengan masyarakat umumnya di Jakarta.


Akhir Bandara Kemayoran
Sejarah Kemayoran dan Akhir Bandara Kemayoran
Bandara kemayoran

PADA 31 Maret 1985, Bandara Kemayoran berhenti beroperasi. Bandara ini dianggap sudah tak layak lagi beroperasi karena letaknya di tengah kota dan kebutuhan pembangunan wilayah Jakarta Utara.

Bandara Kemayoran pernah ramai diberitakan karena disebut dalam cerita komik The Adventure of Tintin. Dalam seri Flight 714 to Sydney, diceritakan dalam perjalanannya dari London menuju Sydney untuk mengikuti kongres Astronotika Internasional, Tintin bersama Kapten Haddock, Profesor Calculus, dan anjingnya Snowy, transit di Bandara Kemayoran. Mereka beralih dari maskapai Qantas Boeing 707 penerbangan 714 ke pesawat pribadi milik milyuner Lazslo Carriedas. Mereka mengalami petualangan di Pulau Bompa, wilayah indonesia.

Sejarah Kemayoran dan Akhir Bandara Kemayoran
kedatangan ratu Juliana

Bandara Kemayoran dibangun pemerintah Hindia Belanda pada 1934. Pembangunan itu bersama asrama tentara Belanda berpangkat mayor di Jalan Garuda. “Orang-orang pribumi lalu menyebut kawasan ini sebagai Kemayoran,” tulis Windoro Adi dalam Batavia, 1740: Menyisir Jejak Betawi.

Namun, Windoro Adi juga menyebut bahwa nama Kemayoran berasal dari nama Mayor Isaac de l'Ostale de Saint Martin. Pria kelahiran Oleron, Bearn, Prancis pada 1629 itu, terlibat perang di Jawa Tengah dan Jawa Timur saat VOC membantu Kerajaan Mataram menghadapi Trunojoyo. Pada Maret 1682, Isaac dan Kapten Tack membantu Sultan Haji menghadapi ayahnya, Sultan Ageng Tirtayasa.

Bandara itu diresmikan sebagai lapangan terbang internasional pada 8 Juli 1940. Pengelolanya Koninklijke Nederlands Indische Luchtvaart Maatschappij (KNILM). Dua hari sebelum peresmian, pesawat DC-3 menjadi pesawat pertama yang mendarat di Bandara Kemayoran. Pesawat milik KNILM itu lepas landas dari Bandara Cililitan (sekarang Bandara Halim Perdanakusuma) untuk tes operasional Bandara Kemayoran.

Untuk memperingati ulang tahun Ratu Belanda, Wilhelmina, pada 31 Agustus 1940, diadakan pameran udara (airshow) pertama di Hindia Belanda. Dua tahun kemudian, Jepang menyerang Hindia Belanda. Kemayoran menjadi sasaran serangan pesawat-pesawat Jepang. Beberapa pesawat KNILM diungsikan ke Australia. Saat pendudukan Jepang (1942-1945), pesawat-pesawatnya parkir di Kemayoran. Setelah Jepang menyerah, pesawat-pesawat Sekutu dan Belanda kembali mendarat di Kamayoran.

Sejarah Kemayoran dan Akhir Bandara Kemayoran
Belanda Kemayoran

Menurut Ensiklopedi Jakarta, pada masa perjuangan kemerdekaan, berdirilah Garuda Indonesian Airways, perusahaan penerbangan milik bangsa Indonesia. Dengan adanya Garuda, berbagai pesawat modern pada masa itu hadir di Kemayoran.

Pada periode 1962-1964, tulis Singgih Handoyo dalam Aviapedia: Ensiklopedia Umum Penerbangan, Volume 1, pengelolaan bandara dari Djawatan Penerbangan Sipil Indonesia diserahkan kepada BUMN bernama PN Angkasa Pura Kemayoran. Tipe pesawat semakin semarak dengan kehadiran maskapai penerbangan dari dalam dan luar negeri. Pada masa jayanya, TNI AU juga memanfaatkan Kemayoran sebelum Lanud Iswahyudi diperkokoh dan diperpanjang. Pada 1970-an merupakan era pesawat komersial berbadan besar dan berteknologi canggih.

“Sebagai bandara internasional, kesibukan Kemayoran mencapai puncaknya paa 1980-an mencapai lebih dari 100.000 penerbangan per tahun dengan kapasitas penumpang mencapai empat juta orang,” tulis Singgih.

Untuk membagi beban, pemerintah membuka Bandara Halim Perdanakusuma pada 10 Januari 1974 sebagai bandara internasional kedua. Beberapa penerbangan pindah tetapi penerbangan domestik masih beroperasi di Kemayoran.

Menurut Ensiklopedi Jakarta, beberapa pesawat pernah nahas di Kemayoran, seperti pesawat Beechcraft mengalami musibah saat mendarat; Convair 340 mendarat tanpa roda; DC-9 patah badan di landasan; dan DC-3 terbakar; dan yang paling dahsyat kecelakaan Fokker F-27 yang menyebabkan seluruh awaknya meninggal.

Sejarah Kemayoran dan Akhir Bandara Kemayoran
Hari-hari bandara kemayoran

Kegiatan Bandara Kemayoran semakin menurun ketika Bandara Soekarno-Hatta selesai dibangun dan diresmikan pada 1 April 1985. Setelah ditutup, di Kemayoran masih sempat digelar International Air Show pada 1986.

Sejarah Kemayoran dan Akhir Bandara Kemayoran
Kemayoran sekarang, gedung wisma atlet, belakang wisma atlet jalan landasan pacu dan rumah susun, kali adalah kali item yang kemarin viral


Sumber
Sumber
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 4
buset ada pesawat Concorde jg dateng emoticon-Matabelo
haha dekat rumah ane
emoticon-Big Grin
Quote:


keren moncongnya bengkok gt
Sejarah Kemayoran dan Akhir Bandara Kemayoran
kabarnya pernah mengalami kecelakaan
Quote:


woalah orang kemayoran gan?
Quote:


bisa naik turun kalo kg salah bre
soalnya setau tuh Concorde kg boleh mendarat bandara yg dekat pemukiman, bising bgt soalnya
kecepatannya bisa nembus batasan supersonik, dulu kecil ngidam pengen naik kg kesampean sampe udah di pensiunin
Menarik mas bro. ada foto udara jaman dulunya gak gan? penasaran sama lokasi persis bandaranya dimana

Btw nice trit emoticon-2 Jempol
Quote:


Sejarah Kemayoran dan Akhir Bandara Kemayoran

hari ini tempat-tempat tersebut sudah menjadi jiexpo/prj , mega glodok kemayoran, rusun dakota, dan beberapa gedung hotel maupun gedung2 lainnya.
kalo landscape dari atas dizaman tsb, ane search google ga dapet
Diubah oleh tuanbule
bandara kemayoran dulu di bangun krn wilayah jakarta saat itu, blum sepadat di kemudian hari.... bgitu makin padat penduduk nya, akhirnya di pindahkan.... lagian, pembangunan bandara udara yg super sibuk di tengah2 kota yg super padat penduduk nya, mmg sngt rawan sekali tingkat keselamatan & keamanan nya, gan....
Jaman ibukota belum sumpek bandara ditaruh tengahnya ya, emoticon-Jempol
Kemayoran = mayor
Kebayoran = bayor ? He.he.
Kemanggisan = manggis ?

Ya kalo di tengah keramaian, ngerinya insiden kaya Mandala Airline di Polonia..jatuh di jalanan padat penduduk ga lama abis takeoff
sekarang bekas Runwaynya malah sering dipake trek2an ababil emoticon-Nohope
Quote:


iya begitulah, apalagi daera sana ud rame, rame penduduk.
Runway Bandara Kemayoran bukannya sekarang jd Jl. Benyamin Sueb?
sejarah kemayoran
Diubah oleh pabloo
cintaku di rumah susun, emoticon-Big Grin ahahahaa..... nice info btw
baru tau dulunya ada bandara disitu emoticon-Recommended Sellerl
ini ngeshare ke161 medsos..tapi yang komen dikit
Wahhh, pesawat concorde pernah mendarat dikemayoran
keren uyyy, sekalian gembok ya ganz emoticon-Cendol Gan
Diubah oleh wallet
wihh concorde~~~
Halaman 1 dari 4


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di