alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
TANGIS , TAWA , DAN AIRMATA
5 stars - based on 8 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c28b6bb365c4f598526dfaf/tangis--tawa--dan-airmata

TANGIS , TAWA , DAN AIRMATA

Prolog

TANGIS , TAWA , DAN AIRMATA

Sebelum nya perkenalkan nama gua "Bintang Anugrah " , ini cerita perjalanan hidup gua saat beranjak dewasa , tidak ada yang tau masa depan seperti apa , hanya Allah swt yang tahu bagaimana kelanjutan hidup gua . Entah besar gua jadi astronot , pereman pasar , dokter , bahkan kuli bangunan . Cita cita gua semasa kecil hanya ingin membanggakan kedua orang tua , tapi allah berkehendak lain , Ayah meninggal dunia saat umur gua 12 tahun . Seiring berjalannya waktu , saat umur gua 15 tahun , Mamah kembali menikah dengan seorang laki laki atasan nya selama di kantor , gua memanggil laki laki itu dengan sebutan Papah . Papah memiliki 1 orang anak perempuan , umurnya tidak begitu jauh dengan umur gua , hanya terpaut 1 tahun di atas gua . Nama anak perempuan papah itu “Dhea Putri Purnama ” , dia Cantik , tingginya 165cm , berkulit putih bersih , wajahnya yang cantik mempesona , dan senyumnya yang manis seperti gula .

Setelah mamah menikah , Gua dan mamah di bawa pindah ke rumah Papah , Rumah yang mewah dengan fasilitas yang lumayan lengkap . Hidup gua berubah drastis saat itu , apapun yang gua inginkan pasti terpenuhi , tapi gua buat tipikal orang yang manja , gua lebih senang hidup susah dari pada harus ngemis ngemis minta ini itu ke orang tua , “ Diberi syukur , tidak di beri tidak apa2.” , apalagi harus menghambur hambur kan uang hanya untuk eksistensi nya di hadapan orang lain .

Awal mula gua tinggal di rumah Papah , gua merasa canggung jika bertemu dengan Dhea , untung saja dia tipikal orang yang peka akan suasana , dia termasuk anak yang humble dengan orang baru seperti gua . Perkenalan gua dan Dhea sebernya sudah lumayan lama , karena 3 bulan sebelum Mamah dan Papah menikah , kami berdua sudah di pertemukan . Gua berkenalan dengan Dhea saat itu , tidak ada yang menarik saat berkenalan denganya . Sempat berpikir bahwa Dhea termasuk orang yang jutek , sombong , dan angkuh , karena pas gua berkenalan denganya , dia menatap gua dengan tatapan jijik , tidak ada senyuman di wajah nya . Ternyata seiring berjalannya waktu , persepsi gua itu salah , Dhea itu anaknya baik , baik sekali malah .

Gua di sekolahkan oleh Papah di SMA yang sama dengan Dhea , dengan alasan supaya gua ada yang ngawasin , karena Mamah bercerita ke Papah tentang keburukan gua saat SMP . Saat itu gua sering bikin masalah , hobby gua ribut , mabal pelajan , bahkan bolos sekolah . Entah sudah berapa pucuk surat panggilan orang tua yang gua berikan ke mamah , Tapi mamah dengan senang hati menerima panggilan guru tanpa pernah memarahi gua , Mamah selalu sabar mengahadapi gua , setiap kali gua buat masalah , mamah hanya menasehati gua dengan nada ramah tanpa adanya kekerasan fisik sedikit pun . Biarpun gua sering buat onar di sekolah , tapi soal pelajaran gua termasuk anak yang cerdas , nilai gua lumayan bagus untuk anak yang sering buat onar seperti gua , bahkan saat SD gua pernah mengikuti Olimpiade Mipa dan hasilnya gua juara 1 . Bahkan di kelas gua sering masuk rangking 5 besar , banyak yang tidak percaya akan kemampuan gua , tak sedikit pula orang tua murid mempertanyakan ke Wali kelas kenapa gua bisa masuk 5 besar , padahal penampilan gua seperti orang bodoh dan sering buat onar .



Quote:






 
Diubah oleh 4mataaa
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 5
silahkan dilanjut.
Ijin gelar tenda ...
emoticon-Traveller

Part 1



Hari ini gua sudah mulai masuk sekolah , sebelumnya gua sudah mengikuti MOS selama 2 hari . Selama MOS berlangsung engga ada yang perlu di ceritakan , karena sama saja seperti MOS pada umumnya . Saat MOS gua berkenalan dengan beberapa siswa peserta MOS , salah satunya “ Muhammad Fauzan “ di panggil Ican , dia adalah sohib pertama gua di sekolah . “Ican” ini orang nya baik , tingginya sama kaya gua , tapi masih tinggian gua dikit , soal wajah bisa di bilang dia itu ganteng , bahkan saat MOS berlangsung banyak kaka kelas yang minta nomor nya atau PIN BB nya , tak sedikit juga perempuan yang seangkatan sama gua curi curi pandang ke si “Ican”.

Pagi sekitar pukul 05.00 gua di bangunin mamah untuk sholat shubuh sekalian siap siap untuk berangkat ke sekolah . Setelah semua siap , gua turun ke bawah untuk sarapan . Terlihat saat gua menuruni tangga , mamah , Papah , dan Dhea sudah berkumpul di meja makan . Selama sarapan berlangsung Papah dan Mamah sedikit menasehati gua dan Dhea supaya belajar yang rajin , dan jadi anak yang sholeh & sholeha .

Selesai sarapan , gua berangkat bareng Dhea ke sekolah menggunakan mobil miliknya , sempat ada tawaran agar gua yang nyetir , tapi gua tolak dengan alasan gua ga bisa nyetir . Selama perjalanan gua sedikit ngobrol ngalur ngidur dengan Dhea .

“Bin .. “ panggil nya dengan mata focus menatap jalan
“hmm , apaan ? .” jawab gua sambil melirik ke arahnya
“Lu beneran ga bisa nyetir bin ? .” Tanya nya sepintas wajah nya melirik ke gua
“Bisa sih put dikit , tapi masih takut gua put .” jawab gua . ( Dulu pas kelas 3 SMP , gua sering pake mobil Almarhum Ayah tanpa sepengetahuan Mamah . Untung aja ga ada yang lecet mobilnya , tapi tetep gua masih takut , apalagi bukan mobil sendiri .)
“takut gimana sih bin ? .”
“takut lecet maksud gua put haha .”
“Yaelah bin , kalau lecet ya tinggal cat ulang apa susahnya sih . “ sahut nya enteng
“Tapi kudu pake duit kalau cat ulang put .”
“Hahaha , gampang duit mah bin , tinggal minta sama Ayah ….. Urusan beres haha .” lanjut nya sambil tertawa.

Ga habis pikir gua sama Dhea , enteng banget kalau ngomong , apalagi soal duit .

Beberapa menit kemudian , akhirnya gua sampe di sekolah . Gua turun dari mobil ber`iringan dengan Dhea , gua saat itu langsung pamit ke Dhea untuk ke kelas . Dhea saat itu adalah Kaka kelas gua , Dhea termasuk primadona di sekolah gua , tak sedikit pula yang suka sama Dhea , bahkan diam diam si Ican juga suka sama kaka tiri gua itu . Di sekolah gua tak banyak yang tahu tentang status gua dengan Dhea , karena gua sepakat sama Dhea supaya ga nyeritain status gua yang adik-kakak dengan Dhea .

Sesampainya di kelas, ternyata si Ican sudah datang duluan , posisi dia duduk di paling belakang dekat jendela . Gua langsung menghampiri si Ican yang sedang tidur .

“Pagi pagi udah tidur bae lu can .” sahut gua sambil nepuk pundak si ican lalu duduk di samping nya .
“……..” Ican bangun dari tidurnya “ Yaelah ganggu mulu lu bin !! .” jawab nya memelas
“Hahaha , sorry sorry can .”

Setelah itu Ican kembali dalam tidurnya , gua yang bingung mau ngapain saat itu , akhirnya gua ikutan merebahkan kepala gua di meja dan tidur .

Bel masuk berbunyi , semua murid sudah masuk ke dalam kelas , gua dan si Ican yang mendengar suara Bel langsung bangun dari tidur dan melihat kondisi kelas sudah penuh oleh para penghuni baru di kelas ini . Selang beberapa menit , akhirnya seorang perempuan paruh baya masuk ke dalam kelas , Dia adalah wali kelas gua , namanya Bu Rita .

“Selamat pagi anak-anak .” kata Bu Rita memberi salam
“Pagiiiiiii……..” murid murid menjawab , kecuali gua dan si Ican yang masih cengo karena baru bangun.

Setelah itu , kami semua di absen sekalian perkenalan antara murid dan guru . Kemudian Bu Rita menjelaskan tentang peraturan Sekolah , dan membuat jajaran pemerintahan selama di Kelas .

“Oke anak-anak , Siapa yang mau nyalonin jadi ketua kelas ? .” Tanya Bu Rita sambut hening oleh murid murid
“………………………..” Murid murid diem mematung tidak menjawab
“Kalau misalkan engga ada yang mau nyalonin , Ibu tunjuk aja siapa ketua kelas nya gimana ? .”
“………………………” Kelas kembali hening , murid murid saling pandang 1 sama yang lainya .
“Baiklah .” Lanjut nya kembali ke meja guru , mengambil secarik kertas berisikan nama-nama murid

“Ana Yulianti .” panggil bu Rita
“…….” Murid murid kembali diam termasuk gua . Lalu seorang cewe yang duduk di depan meja gua mengacungkan jarinya .
“Oke Ana , kamu ketua kelas nya ya .” Lanjut Bu Rita enteng .
“Iya bu .” Jawab Ana dengan nada paksaan.
“Sisanya kamu bisa atur sendiri kan Ana ? .” kata Bu Rita memberi tugas untuknya agar memilih jajaran anak buahnya selama dia memimpin di kelas.
“Baik bu .”

Selama di kelas belum ada KBM ( Kegiatan belajar mengajar ) karena masih sesi perkenalan antara murid dan guru .

Akhirnya bel istirahat . Murid murid langsung berhamburan keluar kelas termasuk gua dan si Ican .

“Kantin yu bin .” sahut nya pas bel tanda istirahat berkumandang.
“Ayo .” Jawab gua lalu berdiri meninggalkan kelas.

Gua jalan ber`iringan dengan si ican di koridor koridor sekolah , hingga akhirnya gua sampai di kantin yang sudah ramai oleh murid murid yang perutnya minta di isi seperti gua dan si Ican . Gua berjalan memasuki Kantin . Gua langsung mencari spot tempat duduk di pojokan , sedangkan si Ican memesan makanan . Sambil menunggu si Ican memesan makanan , gua sibuk melihat sekitaran kantin yang lumayan penuh sesak . Dari kejauhan gua melihat Dhea dan 2 orang temenya sedang berjalan memasuki area kantin . Gua yang masih focus ngeliatin si Dhea dan teman temannya itu , di kagetkan oleh si Ican yang kini sudah duduk di samping gua sambil membawa sebuah nampan berisikan pesanan gua dan pesanan dia tentunya .

“Ngelamun mulu lu bin , lagi liatin siapa sih ? .” Tanya nya ingin tahu.
“……….” Gua ga jawab pertanyaan si Ican .
“Eh bin , liat tuhh !! .” lanjut nya sambil menunjuk ke arah Dhea yang sudah berada di dalam kantin.
“…………” Gua diem sambil melihat ke arah Dhea .
“Cantik gila bin itu cewe .” katanya dengan mata yang terus melihat ke Arah Dhea
“Biasa aja , namanya juga cewe ya udah pasti Cantik can .” jawab gua lalu mengambil pesanan gua dari nampan .
“Yaelah , serius gua pea !! .” Timpalnya kesal .

Setelah itu , Kami berdua langsung menyantap pesenan kami masing2 . Kantin cukup ramai saat itu , hamper setiap bangku penuh oleh siswa atau siswi yang sedang makan , kebetulan bangku di tempat gua masih muat untuk 1 orang . saat itu Dhea dan 2 orang temenya sedang mencari tempat duduk , gua yang ga sengaja menatap ke arah Dhea yang sedang bingung mencari tempat duduk , mata kami berpapasan saling memandang , kemudian Dhea langsung menghampiri gua sambil membawa sebuah nampan .

“Bin.. “ sahut Dhea
“Ya put .” jawab gua lalu melihat ke arahnya .
“Gua ikut duduk boleh ya ? .” lanjut nya
“Silahkan put .” jawab gua sambil meminum Es Teh karena makanan gua udah abis.
“Makasih bin .” kata dia di iringi dengan senyuman , lalu duduk di samping gua . Ican hanya diam melihat kedekan gua dengan Dhea . Pas Dhea duduk di samping sebelah kiri gua , si Ican yang saat itu duduk di sebelah kanan gua menyikut nyikut tangan kanan gua supaya dia di kenalin ke si Dhea .

“Ohiya put , ini kenalin temen baru gua .” sahut gua , kemudian si ican langsung memberikan tangan nya ke arah Dhea .
“Fauzan , panggil aja Ican .”
“Putri .” jawab nya singkat lalu bersalaman dengan si ican . tanpa senyuman sedikit pun . ( Sama seperti saat pertama kali gua berkenalan dengan nya) .

“Oh iya bin , entar lu balik yang nyetir ya ? .” lanjut Dhea sambil mengunnyah makanan di mulutnya
“Iya , tapi kalau lecet lecet mobilnya jangan salahin gua ya ? .” jawab gua sambil nyeruput teh manis .
“Iyaaaaaa bintang tenang aja sih .” jawabnya sambil berhenti makan lalu meminum segelas orange juice
“Emang kenapa ga lu aja sih yang nyetir put ?.” Tanya gua
“Emang lu engga malu di supirin cewe bin ? .” jawab nya dengan tatapan mengintimidasi
“Iya iya deh , gua yang nyetir put .” lanjut gua mengalah .
“Janji ? .”
“Iya gua janji .”
“Yaudah gua ke kelas dulu ya bin , kasian temen gua nungguin tuh .” lanjut nya sambil menunjuk dua temenya yang sudah beres makan di dekat pintu masuk kantin
“Eh ini makananya ga di abisin put ? .” Tanya gua pas Dhea beranjak dari duduk nya
“Buat lu aja bin , gua udah kenyang .” jawab nya sambil ngelus ngelus perut nya lalu pergi

Setelah Dhea pergi dari area kantin , gua langsung makan sisa makanan yang engga di abisin oleh Dhea .

“Bin..” sahut Ican
“ Apaan can ? .” jawab gua sambil melihat sekilas ke si ican
“Ko lu bisa deket sih sama si putri bin ? .” Tanya si Ican heran
“Deket gimana maksud lu can ? .”
“Ya deket gitu , sampe sampe nyetirin segala .” Tanya ican dengan raut wajah kecewa
“Lu cemburu cerita nya can haha .” jawab gua enteng sambil mengunyah makanan
“Yaelah , gua serius bin .” lanjut nya mulai males
“Tenang aja sih , gua sama Putri ga ada hubungan apa2 ko kalem aja can .” jawab gua
“Yakin lu ga ada hubungan apa apa sama doi ? “ Tanya nya memastikan
“Iya , dia itu sama kaya lu , sama sama temen gua .” jawab gua penuh penekanan.
“Syukur dah kalau gitu haha .” lanjut nya dengan muka mulai tenang.

Selesai makan , gua dan ican langsung masuk ke kelas . Di kelas sudah mulai ramai , gua langsung duduk di bangku gua , sedangkan si Ican sibuk berkenalan dengan murid yang lain . Gua tiduran dengan kepala gua senderkan di meja , Seorang cewe yang duduk di depan meja gua manggil nama gua .

“Bintang !! .” sahut nya dengan nada aga keras.
“hmmm .. apaan ? .” jawab gua ketus sambil melihat kea rah nya .
“Kenalin nama gua Ana .” lanjut nya sambil menjulurkan tangan nya kea rah gua .
“Bintang .” jawab gua sambil menyambut tangan nya , lalu gua kembali merebahkan kepala gua ke meja.

Selang beberapa menit kemudian , bel masuk berkumandang diikuti oleh masuk nya seorang laki laki paruh baya yang masuk kedalam kelas . Dia adalah Pak Syamsudin , guru Matematika . Selama 1 jam pak Syamsudin bercerita tentang sejarah dia selama mengajar di sekolah ini , akhirnya ada seorang perempuan paruh baya yang masuk ke dalam kelas lalu berbincang bincang sedikit dengan Pak syamsudin , ternyata perempuan paruh baya itu adalah guru TU , namanya Bu Hamidar . Setelah Bu Hamidar keluar dari dalam kelas , Pak syamsudin mengumumkan bahwa aka nada rapat guru hari ini , jadinya mau tidak mau kelas di bubarkan , murid murid pulang lebih awal hari ini .

Setelah kelas di bubarkan , Gua langsung pergi menuju parkiran sekolah bersama dengan si Ican . Sesampainya di parkiran , ternyata Dhea belum ada di sana , gua lebih memilih menunggu di bangku deket parkiran , sedangkan si Ican langsung balik menggunakan motor nya . Beberapa menit kemudian setelah Ican pergi , Dhea datang menghampiri gua bersama 1 orang temenya .

“Udah lama bin ? .” Tanya nya
“Mayan put haha .” jawab gua lalu berdiri
“Eh kenalin bin , ini temen gua .” lanjut Dhea nyuruh gua berkenalan dengan temenya.
“Bintang .” sahut gua sambil menjulurkan tangan
“Salsa , panggil aja Caca .” jawab nya dengan senyuman lalu menyambut tangan gua .
“Ohiya , gua langsung balik ya put , bokap gua udah nungguin kaya nya di depan . duluan ya bin , put ”. lanjut caca pergi berjalan menuju gerbang sekolah
“Hati hati ca.” jawab Dhea sambil dadah dadahan
“………..” gua diem sambil memberikan anggukan


“Mau langsung balik atau makan dulu bin ? .” Tanya Dhea
“Balik aja kaya nya put , kalau makan kaya nya gua udah kenyang tadi gua di kantin ngabisin makanan punnya lu soalnya haha .” jawab gua
“Yah , padahal gua laper tau bin .” lanjutnya dengan raut wajah memelas
“Yaudah deh , tapi gua ga ikut makan ya ?.”
“Sama aja boong dong , yaudah deh ga usah . Entar aja gua makan di rumah .” jawab Dhea dengan raut wajah yang kecewa .

Setelah itu gua berjalan bersama Dhea menuju mobil , saat itu gua yang nyetir . Selama perjalanan , hening kembali terasa , tidak ada obrolan antara gua dan Dhea . Dhea sibuk dengan Hpnya , sesekali gua curi pandang ke arah nya , tampak serius sekali dia memainkan Hpnya di iringi dengan senyum yang mengembang . “ Mungkin sedang chatingan sama pacarnya .” gumam gua .

Sesampainya di rumah , Dhea langsung turun dari mobil tanpa menunggu gua . Gua berjalan perlahan memasuki rumah . Ternyata di dalam rumah sepi , Mamah dan Papah sedang bekerja , hanya ada si Mbok yang sedang sibuk bersih bersih .

“Assalamualaikum .” salam gua ke si mbo yang sedang sibuk merapikan Meja di ruang keluarga
“Walaikumsalam de bintang .” jawab nya ramah . gua langsung menghampiri nya lalu salim ke si mbo .
“Bintang ke kamar dulu ya mbo .” lanjut gua lalu pergi meninggalkan si mbo yang sedang sibuk.

Sesampainya di kamar gua langsung bersih bersih dan mengambil wudhu untuk sholat Dzuhur , selesai sholat gua rebahan di kasur sekedar untuk istirahat sejenak . Sebelumnya gua melihat kamar Dhea tertutup rapat , mungkin dia sama seperti gua yang cape butuh istirahat . Gua yang saat itu sama sekali tidak ngantuk , akhirnya gua bangkit dari kasur , lalu berjalan menuju balkon kamar gua sambil membawa sebuah gitar . Gua duduk di kursi di balkon kamar gua , lalu memainkan gitar sambil menyanyikan sebuah lagu “Queen – Love of my life” , Saat itu cuaca sedang bagus , walaupun saat siang hari ,tapi cuaca tidak begitu panas , semilir angin menghembus yang membuat suasana serasa nyaman dan damai . Saat bernyanyi gua melihat sekilas ke arah samping balkon kamar gua itu , tepat di samping kamar gua itu kamarnya Dhea . Ternyata Balkon nya sepi , pintu nya pun tertutup rapat . “Mungkin tidur .” pikir gua .

Beberapa lagu sudah gua maenkan , gua turun ke bawah untuk keluar sebentar membeli makanan dan minuman . Gua berjalan di area komplek menuju super market yang letaknya ada di depan komplek . Tidak terlalu jauh dari rumah Papah menuju Super market . sampai di super market , gua beli beberapa cemilan dan minuman kaleng , tak lupa juga gua membeli sebungkus roko . Selesai membayar semua cemilan dan minuman di kasir , Gua kembali berjalan menuju rumah .

Sesampainya di rumah , gua langsung pergi menuju kamar gua , Kamar Dhea masih tertutup rapat tanpa suara sedikitpun dari dalam kamar nya . Ada rasa penasaran dari benak gua untuk mengetuk pintu kamar nya , tapi gua tepis perlahan rasa penasaran gua , akhirnya gua lebih memilih masuk ke dalam kamar gua dari pada gua harus mengetuk pintu kamar Dhea . Sesampainya di kamar , gua langsung ke balkon sambil menenteng 1 buah keresek . Gua membuka sebuah minuman kaleng lalu meminumnya . Sejuk kembali terasa saat gua menghisap dalam dalam roko yang barusan gua beli . Beberapa menit kemudian , hujan turun membasahi setiap penjuru kota , gua kembali menghisap dalam dalam roko yang sisa setengah di tangan . Gua menikmati setiap hisapan demi hisapan roko yang asap nya gua hisap dalam dalam , lalu gua hembuskan perlahan asap itu .

“Krekkk .” Suara pintu balkon kamar Dhea . Gua yang panik langsung membuang roko yang masih menyala ke bawah meja tanpa mematikannya terlebih dahulu .

Dhea keluar dari balkon , sambil meregangkan badannya seperti orang yang baru bangun tidur . Sekilas wajahnya tetap cantik walaupun dia baru bangun tidur .Saat itu Dhea menggunakan celana pendek sepaha dan tanktop berwarna putih . Gua yang takut ketahuan memandang dia , akhirnya gua langsung ngambil gitar yang ada di sebelah gua lalu memetiknya secara perlahan .

“Binn !! .” sapa nya di sebrang sana .
“Oi , baru bangun put ? .” Tanya gua kepadanya
“Iya hehe .” jawabnya singkat di iringi dengan senyuman .

Setelah berbasa basi sedikit , akhirnya Dhea kembali masuk ke dalam kamar nya . Asli , bentuk tubuhnya terlihat jelas saat itu , bodynya yang aduhai dan kulit nya putih bersih tanpa lecet sedikit pun membuat gua menelan ludah saat melihatnya . Sempat terlintas sedikit pikiran kotor di otak gua saat itu , tapi untung iman gua masih kuat jadi bisa gua buang jauh jauh pikiran kotor itu .



Cerita baru di tahun yang baru, mantap nih TS nya 1 part aja panjang banget emoticon-thumbsup
Bint, jangan putus di tengah jalan ya ceritanya
Diubah oleh ym15
Quote:


Tahun baru semangat baru gan hehe , doakan semoga lancar cerita nya ya gan hehe
Mantap ceritanya Tang 👍👍👍
Kudu sampai tamat ya
Buset..panjang amat, serasa baca novelemoticon-Ngakak
salam kenal bin moga lancar update nya sampai tamat ..
lanjuuuutt 😉
Ikut baca gan
Semoga ga kentang 😀
Masang tanda dulu
keep update emoticon-Smilie
Quote:


Makasih gan , Doain aja gan semoga lancar cerita nya hehe

Quote:


Lagi seneng aja gan , makanya kepanjangan ngetik nya hehe . Makasih sudah mampir di marihhh gan

Quote:


Salam kenal juga gan , insya Allah sampe tamat . Sssssiiiiiaaapppp

Quote:


Silahkan , amin

Quote:


Keep spirit
Lanjutin gan
Part 2




Waktu terus berputar dan hari telah berganti , hari ini gua berangkat ke sekolah engga bareng dengan Dhea . Gua lebih memilih menggunakan Motor ketimbang harus menggunakan Mobil . Motor yang gua pake itu , motor bekas peninggalan Ayah . Motor bebek keluaran lawas yang sengaja masih gua rawat karena banyak kenangannya saat bersama Ayah , “ Honda Astrea Grand “. Jalanan masih sepi saat gua berangkat ke sekolah , karena gua berangkat tepat pukul 06.00 menuju sekolah . Tak perlu waktu lama akhirnya gua sampai di sekolah . Setelah parkirin motor , gua langsung berjalan menuju kelas . Pas sampe kelas , belum banyak yang datang , hanya beberapa murid yang gua tafsir itu murid murid rajin dan pintar termasuk “Ana” yang sudah datang . Gua berjalan menuju bangku gua , saat itu ana sedang membaca sebuah buku Novel sambil di tememani segelas Susu hangat yang asap nya masih mengepul di udara . Gua berjalan melewatinya lalu duduk di bangku gua . Hening saat itu , murid yang sudah datang seperti nya Kutu buku semua , sama sekali tidak bersuara , karena mereka sedang membaca buku favorit nya masing2 , sedangkan gua lebih memilih tidur ketimbang harus membaca buku . Entah sudah berapa menit gua tidur , gua terbangun dari tidur karena mendengar suara gaduh tanda murid murid sudah berdatangan masuk ke dalam kelas . Gua bangun melihat ke-sekeliling penjuru kelas , bangku kelas sudah di isi oleh para penghuninya , tapi bangku yang di sebelah gua masih kosong , Ican belum datang . Hari itu Ican tidak masuk , gua mendengar kabar dari Wali kelas ternyata Ican sakit .

Selama kegiatan KBM berlangsung , gua sama sekali tidak peduli ocehan guru di kelas yang sedang menerangkan , gua lebih memilih melamun , kadang gua juga tiduran .

“PLAKKKK!!!” Lemparan penghampus papan tulis itu telak mengenai kepala gua .

“KAMU YANG DI BELAKANG!!! .”

“……..Saa..ya bu ? .” Tanya gua gugup sambil memegang kepala gua yang sakit.
“IYA SIAPA LAGI ? KAMU NIAT BELAJAR ATAU ENGGA ? ” Tanya guru itu dengan nada keras . “ Baru pertemuan pertama udah buat ulah kamu!.” Lanjut nya
“…………” gua diam , sambil melirik ke arah sekeliling yang sedang memandang gua dengan tatapan tidak mengenakan.
“KALAU DI TANYA ITU DI JAWAB !! JANGAN DIEM SAJA !! .” lanjut guru itu
“Iya ..bu , Maaf ” jawab gua.
“Maaf-maaf , KELUAR KAMU SEKARANG !! .” dengan nada mengintimidasi gua , sambil menunjuk ke arah pintu kelas.

Mau tidak mau gua berjalan keluar kelas , lalu pergi menuju WC untuk sekedar cuci muka . sesampainya di WC , gua langsung cuci muka . Saat cuci muka gua mendengar ada suara gaduh di belakang WC , karena penasaran gua mencoba melihat kebelakang WC .Ternyata di belakang WC ada senior gua yang sedang meroko , gua yang saat itu sedang mengintip, langsung di panggil oleh salah satu senior .

“Woy sini bro !! .” teriak senior itu .

Gua langsung menghampiri senior yang manggil gua .
“….” Gua diem sambil melihat sekeliling , ternyata disana ada 2 orang cowo dan ada 1 orang cewe .
“Duduk.” Kata senior yang manggil gua , sambil menyuruh duduk di sebelahnya .
“Lu ngeroko ga ? .” lanjut nya sambil memberi 1 batang roko ke gua
“Iya bang , ini gua ada roko mah .” jawab gua sambil ngeluarin roko sisa kemarin .
“Ohiya , kenalin gua Bobby .” lanjut senior yang manggil gua itu ternyata namanya Bobby.
“Bintang bang .” jawab gua sambil membakar sebatang roko .
“Jayyy , kenalin nih temen gua .” teriak Bobby ke senior yang satunya. ( Saat itu posisi nya agak berjauhan ) . Senior itu langsung menghampiri gua dan Bobby.
“Bintang bang .” sahut gua sambil menjulurkan tangan ke arah senior itu.
“Azhar , panggil aja ajay haha .” jawab nya santai lalu kembali ke asalnya .
“Ke !! .” panggil bobby ke cewe yang ada di samping gua .
“Apaan bob ? .” jawab nya halus sambil memainkan hp nya.
“Yaelah sini ngapa , lu sibuk bae maenin Hp dari tadi .” lanjut bobby yang kesel liat cewe itu focus maenin hp . Tanpa menjawab , cewe itu langsung menghampiri gua dan Bobby .

“Eh ini siapa bob ?.” Tanya cewe itu ke bobby sambil nunjuk ke arah gua.
“Kenalan makanya pea , malah sibuk maenin hp dari tadi ! .” jawab bobby sambil menghisap rokonya.
“Eh , kenalin gua Keke .” sahut cewe itu sambil menjulurkan tangan nya ke arah gua dengan senyuman khas nya .
“Bintang .” jawab gua sambil menjabat tanganya .
“Lu anak kelas 1 ya ? .” Tanya keke kemudian duduk di samping gua.
“Iya ka .” jawab gua sopan
“Segala kaka lu bin , panggil bae namanya . Geli gua dengernya .” Timpal ajay yang sedang jongkok sambil menghisap rokonya.
“Apaan sih lu , ikut ikutan bae jay !! .” lanjut keke kesel .
“Udah jangan di dengerin bin si ajay mah , emang kaya se*** ikut ikutan bae .” lanjut nya .
“Oh iya ka , lu kelas XII ka ? .” Tanya gua ke si keke
“Iya , sama kaya si Bobby dan si Se*** .” jawab keke sambil nunjuk si ajay
“Apaan sih ke , kayaknya sewottt amat sama gua , gua cipok diem lu ! .” timpal ajay sambil nyosor nyosor ke si keke
“Najis , gua mending nyipok tembok dari pake elu ! .”
“HAHAHAHA .” tawa gua dan bobby.


Perkenalan yang tanpa sengaja dengan 3 senior itu . Saat itu bertambah temen gua di sekolah .Mereka bertiga itu sekalas dari kelas X . Denger denger dari murid yang lain , teryata Bobby itu jagoan nya di sekolah , sedangkan si Ajay itu tangan kanan nya alias Sohib nya si Bobby , sedangkan si Keke itu temen deketnya si Bobby dari kecil , kalau ada yang macem macem sama si Keke , jelas pasti ber`urusan sama si Bobby .

Sekilas tentang “Bobby” , Dia itu orangnya baik , berkulit sawo matang , tingginya masih dibawah gua dikit , tapi badannya agak gemuk . Wajahnya sama sekali ga ada sangar sangarnya khas jagoan , bahkan selidik punnya selidik banyak cewe yang suka sama si Bobby .

Sedangkan “Azhar / ajay “, Dia baik cuman aga tengil , berkulit sawo matang , tingginya sejajar sama gua , sedangkan wajahnya lumayan, engga jelek jelek banget , walaupun wajah yang bisa dibilang SNI , tapi kalau soal cewe doi jagonya . Gebetan Ajay dimana dimana , gua bingung juga kenapa mau itu cewe sama si ajay yang tampangnya SNI . Gua belajar banyak sama si ajay soal percintaan , saat itu gua sama sekali belum pernah pacaran , bahkan deket sama cewe pun jarang .

Cewe sahabat nya si Bobby ini Cantik , nama aslinya “Keke Miranda” , orangnya baik , enak di ajak ngobrol pokoknya humble banget dah . Berkulit Putih bersih , bodynya aduhai sama seperti Dhea cuman masih montokan Dhea dan ciri khas seorang Keke itu dari suara nya yang cempreng kalau ngomong.

Entah sudah berapa batang roko yang gua habiskan bersama Bobby dan Ajay di belakang WC itu , akhirnya bel istirahat berbunyi , gua langsung pamit ke Bobby Dkk untuk pergi ke kantin . Gua berjalan sendirian menuju kantin saat itu , jarak dari WC ke kantin itu tidak terlalu jauh , akhirnya gua sampai di kantin . Pas masuk ke dalam kantin gua liat Dhea sedang duduk bersama seorang cowo yang mungkin pacarnya , raut wajah nya terlihat sangat bahagia saat itu . Setelah melihat Dhea yang sedang bersenda gurau , gua langsung memesan makanan dan minuman , lalu duduk di pojokan yang jaraknya lumayan jauh dari Dhea .

Saat menyantap makanan , sekali kali gua melirik Dhea yang sedari tadi tak henti hentinya tertawa di iringi dengan senyuman saat cowo itu berbicara . Tak lama saat gua memandang Dhea , Ajay datang menghampiri gua .

“Binnn .” sahut ajay duduk di sebrang meja , otomatis padangan gua untuk melihat Dhea terhalang oleh Ajay .
“Oi bang .” jawab gua ramah sambil meminum segelas teh manis
“Balik sekolah lu ada acara ga bin ? .” Tanya Ajay lalu ngambil alih teh manis gua yang baru aja gua simpan kembali di meja , lalu meminumnya .
“Kaga ada bang , kenapa emangnya bang ? .” jawab gua sambil melanjutkan makan
“Balik sekolah ikut gua yo , ke basecamp ? .” ajaknya
“Kaga ada sih bang , cuman liat entar aja deh bang .” jawab gua masih jengkel karena teh manis gua di minum habis oleh Ajay
“Oke dah , gua balik dulu ke kelas bin .” lanjut Ajay lalu pergi keluar dari kantin .

Gua menghirup napas dalam dalam saat melihat gelas teh udah kosong . “Untung dia senior gua , kalau bukan !! .” gumam gua kesel.

Sesaat kemudian emosi udah mulai setabil , gua melihat ke arah meja tempat Dhea dan cowonya , ternyata dia udah ga ada di kantin . Kantin udah mulai sepi , sebentar lagi Bel masuk berbunyi , setelah bayar makanan dan minuman ke si Ibu kantin , gua langsung pergi menuju kelas . Gua berjalanan melewati lorong lorong kelas XI , tepat di depan kelas XI IPA 1 , gua liat Dhea sedang berduaan dengan cowo yang tadi ada di kantin . Gua melewati nya tanpa melirik Dhea dan cowo itu sedikitpun . Sesampainya di kelas , gua langsung rebahkan kepala gua ke meja sambil menunggu guru masuk ke kelas .

“Bin .” sahut ana di depan meja gua.
“Hmm , apaan ? .” jawab gua males masih dengan posisi kepala di rebahkan di meja.
“Tadi bu Nani nitip tugas buat kamu .” lanjut Ana sambil memberikan secarik kertas kea rah gua .
“Makasih .” Gua ambil kertas itu dari tangan ana .

Setelah itu Ana membenarkan posisi duduknya ke arah depan , sedangkan gua masih posisi seperti tadi . Selang beberapa menit kemudian , seorang guru yang masih muda masuk ke kelas . Umur guru itu mungkin masih kepala 2 , tafsir gua . Nama guru itu Bu Sita , dia ngajar pelajaran Seni budaya . Gua yang biasanya males malesan kalau dengerin ocehan guru , tapi saat itu beda . Gua langsung focus mendengarkan apapun yang keluar dari mulut Bu Sita . Bu Sita itu cantik untuk ukuran seorang guru , gua belum pernah di ajari oleh guru yang usia nya sama seperti Bu Sita , rata rata seorang guru itu pasti sudah berumur , pasti di atas 30tahun , kalaupun ada yang di bawah 30 tahun tapi wajahnya tak secantik bu Sita dan Sifatnya tak sebaik Bu Sita . Bu Sita itu alumni SMA ini , dia baru tahun kemarin Lulus , dan menurut pengakuan Bu Sita , dia itu hanya magang sekaligus menggantikan sementara guru yang sebelumnya , karena guru seni budaya yang sebelumnya sedang cuti menikah .

Selama pelajaran berlangsung , hampir semua murid merasa nyaman dan lepas di didik oleh bu Sita , gaya bicara nya yang ramah tanpa penekan , membuat rasa nyaman itu timbul dengan sendirinya .

Sampai tidak terasa akhirnya Bel pulang bernbunyi , Gua langsung keluar kelas menuju ke parkiran . Sesampainya di parkiran , ternyata di sana sudah ada Bobby dkk .

“Binn sini .” sahut Bobby , gua langsung menghampiri Bobby.
“Ya bang ? .” jawab gua tepat di hadapannya.
“Gimana jadi ikut kumpul di basecamp ? tadi si ajay bilang ke gua katanya lu lagi free .” Tanya Bobby .
“Free sih bang … ta…” belum sempat gua menjawab . “ Udah ayo , ga usah pake tapi tapian bin !! .” tarik Keke menuju Mobil Bobby sambil di iringi tawa Ajay dan Bobby

“Ehh tunggu dulu ka , gua bawa motor .” lanjut gua mencoba melepaskan tarikan tangan nya.
“Sorry sorry gua ga tau bin hehe .” lanjut keke sambil meminta maaf
“Iya ga apa2 ka .” jawab gua santai lalu pamit untuk pergi ke arah parkiran motor.

Gua langsung ngeluarin motor dari parkiran , Belum sempat gua nyalain mesin motor , dari kejauhan keke berlari kecil menghampiri gua.

“Tunggu bin!!.” Teriak keke dengan langkah sedikit cepat. “ Gua bareng sama lu ya ? tadi Bobby sama si ajay udah berangkat duluan .” lanjut nya berdiri di samping motor gua .
“Ohh ayo naek , eh tapi gua cuman bawa 1 helm ka ? ga apa2 ? .” Tanya gua
“Udah sih kalem bin , lagian ga bakal ada rajia jam segini mah .” jawab nya enteng lalu duduk di belakang gua .
Motor gua pacu secara perlahan keluar dari gerbang sekolah , Entah motor gua yang mempunyai daya tarik tersendiri atau merasa aneh ngeliat gua ngebonceng seorang Keke menggunakan motor classic , Hampir semua pasang mata melirik kea rah gua saat motor yang gua naeki melewati mereka .

Selama perjalanan , Keke lebih banyak diem sesekali menjawab pertanyaan gua soal jalan menuju basecamp . “ Malu mungkin keke gua bonceng pake motor clapikir gua saat itu

Beberapa menit kemudian gua sampe di depan Basecamp . Rumah minimalis bercat Biru terang dan taman kecil di depannya yang membuat kesan Asri terasa saat gua mencoba memarkirkan motor di samping mobil milik Bobby.

Saat gua masih sibuk menerawang jauh ke sekeliling halaman rumah , Keke nyuruh gua masuk kedalem rumah.
“Malah ngelamun , ayo masuk bin .” sahut Keke sambil menarik tangan gua .
“Ehh , iya ka .” jawab gua sambil berjalan mengikuti keke

Sesampainya di dalam rumah , gua diajak Keke menuju ke halaman belakang rumah , disana sudah ada Bobby , Ajay dan 2 orang cewe . Gua langsung duduk di samping bobby , sedangkan Ajay sedang sibuk bermain gitar sambil di iringi nyanyian 2 orang cewe itu .

“Lu mau minum apa bin ? .” Tanya bobby sambil menghisap rokonya
“Apa aja bang, bebas.” Jawab gua
“Yaudah bentar bin .” Bobby berdiri dari tempat nya lalu pergi .

Setelah Bobby pergi , bergantian Keke yang duduk di samping gua .
“Eh ka .” Tanya gua
“Hm kenapa bin ? .” jawab nya sambil sibuk menatap layar Hp
“Itu cewe yang sama bang Ajay siapa ?.” lanjut gua sambil melirik sekilas ke arah keke
“Kenapa emang bin ? lu suka ? .”Tanya`nya masih focus dengan Hpnya
“Bukan suka ka , cuman aneh aja .” jawab gua enteng masih melihat kea rah Ajay yang masih sibuk maen gitar
“Aneh gimana maksud lu bin ? .” Tanya keke sambil melirik kea rah gua
“ Aneh aja ka , perasaan gua belum pernah liat 2 orang cewe itu di sekolah .”
“Ya iyalah , orang ke-2 cewe itu engga satu sekolah sama kita .” jawab keke sambil nyimpen hp nya di meja .
“Oh hehe , gua kira satu sekolah .”

Tak lama gua ngobrol bareng Keke , Bobby datang sambil membawa 2 gelas sirup .

“Diminum bin .” sahut Bobby saat meletakan gelas sirup di meja .
“Iya bang .” jawab gua ramah

“Ohiya , gua cabut dulu ya bentar , mba gua minta jemput .” Bobby beranjak dari kursi lalu pergi meninggalkan gua dan keke
“Iya bang , hati hati .” seru gua saat Bobby beranjak pergi

Tak lama bobby pergi , Ajay dan 2 orang cewe itu datang menghampiri gua dan keke.

“Si Bobby kemana ke ? .” Tanya ajay lalu duduk sambil ngambil 1 gelas sirup
“Jemput Mba sita jay .” jawab keke
“Oh , yaudah gua nganter bocah 2 balik dulu ke , bin .” lanjut Ajay lalu pergi bersama 2 orang cewe .

Ga habis pikir gua , si Ajay pake pellet apaan , sampe gandeng 2 cewe sekaligus , mana semok semua lagi .

“Kenapa ngelamun bin ? .” Tanya keke di samping gua sambil liatin muka gua serius.
“Ka..gaa ka , siapa yang ngelamun haha.” Jawab gua pura pura .
“Denger denger lu deket ya sama si Putri anak kelas XI bin ? .” Tanya keke
“Iya ka , dia tetangga gua .” jawab gua berbohong
“Serius tetangga ? berarti lu udah kenal deket dong dari kecil sama si putri ? .” lanjut keke sambil memegang gelas sirup lalu meminumnya.
“Deket sih engga ka , soalnya gua pindahan .”
“Ooo …..” jawab keke sambil meletakan gelas di meja . “ Eh , tapi gua kasian tau bin sama si putri .” lanjut keke dengan serius.
“Kasian gimana maksud lu ka ? .” Tanya gua heran dan antusias sambil menatap wajah Keke
“Ya kasian aja bin , lu tau ga kalau putri punnya cowo ? .”
“Tau , soalnya tadi pas di kantin sekolah gua liat Putri lagi berdua`an sama cowo .”
“Nah , pertanyaan gua lu kenal ga cowo nya putri itu siapa ? .”
“………….” Jawab gua geleng geleng kepala
“Yailah , katanya tetangga . Masa cowo nya aja ga tau !! .” lanjut keke sedikit kesel . “Cowo nya si Putri itu anak kelas XII IPS 3 , Namanya Ferdi .” Keke narik nafas dalam dalam .
“Sebenernya kalau lu pingin tau , si Putri itu cuman maenan nya doang bin .” tutur nya sambil ngambil Hp nya di meja . “Nih lu liat bin .” Keke memberikan hp nya ke gua , gua liat sekilas di layar Hp , ada beberapa photo kalau Ferdi lagi berduaan sama cewe dii taman , Ferdi dan cewe itu sedang berpelukan dan bibir yang saling bersentuhan .

“Ini photo pas kapan ka ? .” Tanya gua sambil memberikan Hp nya kembali
“Pas hari minggu kemaren , gua ga sengaja ngeliat mereka lagi berduaan di taman .” tuturnya
“Ohhh , terus kenapa lu photo ferdi yang lagi cipokan sama cewe lain ? .” Tanya gua heran
“Lu tau ga cewe yang cipokan sama si ferdi itu siapa ? “
“Kaga .” jawab gua singkat
“Cewe itu pacarnya Bobby!! .” sedikit berbisik di telinga gua
“Lu serius ka ? .” Tanya gua dengan tatapan serius ke si keke
“Serius lah , masa gua boong sih !! .” jawab nya lalu ngambil sebatang roko lalu membakarnya
“Lu ngeroko ka ? .” Tanya gua heran
“Mumpung ga ada Bobby hehe .” jawab nya enteng sambil menghembuskan asap roko . “ Ohiya bin , jangan kasih tau Bobby dulu ya masalah cewenya , gua takut kalau Bobby berantem sama si Ferdi .” perintah keke .
“Iya ka , kalem .” jawab gua sambil meminum sirup.
Saat itu gua berbincang bincang dengan keke soal Bobby , Ajay , dan cerita sedikit tentang Dhea . Menurut penuturan Keke , cowo nya Dhea itu selingkuh sama cewenya Bobby , sempet ada rasa kasian sama Dhea atau Bobby sekalipun , tapi gua bukan siapa siapa mereka , gua hanya sebatas temen dan adik tiri Dhea . Kalaupun gua cerita ke Dhea atau Bobby mereka pasti ga percaya sama gua , apalagi setatus gua yang baru kenal dengan mereka berdua . Kalau boleh jujur , ingin rasanya gua tampol muka si ferdi saat itu juga , ga habis pikir gua , kurang apa sih Dhea ? udah cantik , baik , bohay pula, tapi bisa bisanya doi selingkuhin Dhea .

Sore hari , gua ijin pamit pulang ke si Keke dan Bobby yang baru aja dateng ke basecamp . Selama perjalanan pulang , jalanan macet parah , ketambah jam segini itu waktunya bubaran kantor .

Sesampainya di Rumah , ternyata mobil nya Dhea sudah ada berarti orang nya juga ada di dalem “pikir gua . Gua langsung parkirin motor di samping mobil Dhea , lalu masuk ke dalam rumah . Engga seperti biasanya , di Sofa ruang keluarga ada Mamah dan Papah sedang menonton TV , padahal biasanya jam segini itu Mamah sama Papah belum pulang kerja .

“Assalamualaikum .” Salam gua ke Mamah sama Papah , lalu salim
“Walaikumsalam , baru pulang bin ? .” Tanya Mamah sambil ngusap pundak gua saat gua salim ke mamah.
“Iya mah hehe .” jawab gua tersenyum
“Gimana sekolah nya bin ? lancar ? .” Tanya Papah
“Alhamdullilah lancar pah .” Jawab guar ramah .” Ohiya mah , pah , Bintang ke kamar dulu ya .” lanjut gua pamit ke kamar.

Gua berjalan menaiki tangga , sebelum ke kamar gua . Gua liat sekilas kamar Dhea sudah tertutup rapat seperti biasanya . Gua langsung berjalan menuju kamar gua . Sesampainya di kamar , gua langsung bersih bersih , ganti baju , lalu rebahan di kasur . Mata gua terpejam sesaat , samar samar terdengar suara isak tangis seorang cewe dari kamar sebelah . “Mungkin Dhea udah tau kebusukan cowo nya .” pikir gua lalu kembali terlelap tanpa menghiraukan suara isak tangis itu .
ane pipisin dulu ah biar gak lupa emoticon-Malu (S)
Quote:


Bau pesing woiiii, kencing di mari agan satu ini emoticon-Wow
Quote:


Biar enak entar nyarinya emoticon-Betty (S)
Kira2 ada berantemnya ga ya
emoticon-Ngakak
Lanjut gan updatenya
weietttsss.. bagus ini emoticon-Big Grin
jangan stop di tengah jalan ya emoticon-Big Grin
sayang kalau berenti emoticon-Big Grin
keep writing emoticon-nyantai
izin nitip jejak 👣 gan
Setting waktu dan tempatnya dong om kasih tau emoticon-Embarrassment
Halaman 1 dari 5


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di