alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
From Bandung With Love (ASTRA JINGGA) PERJALANAN HIDUP SI CEPOT
5 stars - based on 10 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c14dfc5dbd770de308b456b/from-bandung-with-love-astra-jingga-perjalanan-hidup-si-cepot

From Bandung With Love (ASTRA JINGGA) PERJALANAN HIDUP SI CEPOT

Tampilkan isi Thread
Halaman 2 dari 5
ijin nyimak kisahnya ya kang... kok sedih banget kayaknya.
Quote:


Ya memang begitu kisah nya gan, ane sendiri masih sering berlinang air mata bila mengingat nya

Ane sudah menceritakan jalan hidup ane kepada sahabat sahabat ane, dan mereka yang membuat ane berani buat bikin Thread ini

Untuk kejadian kejadian masa lampau ini tak ada yang di rubah sesuai yang terjadi gan
Quote:


Silahkan kan gan, stay true yh

Update setiap hari Senin dan Kamis
Cerita lu banyak Pak emoticon-Stick Out Tongue


Yg sebelah dah gw baca sih.. thn lalu ap ya ?? :Bingung

Yg jdi H T klo sekarang emoticon-Big Grin
Quote:


Yang mana.... Buat cinta tak berpihak, sma drak inside itu akan kembali d bahas di sini

Soal nya itu masuk ke perjalanan hidup ane,
Lihat 1 balasan
Balasan post aa.babang
Quote:



Jadi nanti ada yg kya mulustrasi gtu emoticon-Hammer2 emoticon-Big Grin
ya gw baca yg thn 2017 , yg Dark masih stuck di part 1 blom gw terusin. emoticon-Stick Out Tongue

Mkanya gw nunggu besok kamis , kan pas lu update pak emoticon-Blue Guy Peace
Quote:


Ouww iya cinta tak berpihak itu 70% real 30% fisi

Nanti di sini si bakal ane bahas 99% real kejadian sebenar nya

Yang membuat alasan alasan permasalahan nya lebih kuat

Btw cinta tak berpihak itu terjadi saat ane SMA sekitaran tahun 2010 smpe 2013
Lihat 1 balasan
Balasan post aa.babang
Quote:



Wkwk gk usah di ksih Tau gw pak.. biarkan menebak-nebak emoticon-Ngakak

Inti nya Cinta & Dark itu Side story lu.. emoticon-Stick Out Tongue
Quote:


Yoiii gan

Hahahaha
menarik nih hmmmm

tinggalin sandal dulu gan dimarii
Diubah oleh ieilegend
Quote:


Siap gan....

Ati ati sendal nya ilang gan
Cerita ente 4 yak?
Yg lg otw 2
Yg 1 udh end
Yg 1 mokat di tengah jalan...

Klo ga salah lho
Quote:


Ya begitu lah

Yang mokat di tengah jalan, lupa alur cerita nya, data tulisan hilang, gara2 hp ilang
Prolog sudah menarik, semoga bisa dilanjut,
Keep update
Diubah oleh romandhoni
Quote:


Siap gan.... Di tunggu ajjh yg updatetan nya hari ini
duh gusti
baru 2 episode ane ngerasa sedih gan
pembawaan cerita agan Mantul
Lanjutkeun ganemoticon-2 Jempolemoticon-Shakehand2
Quote:


Siap gan, part selanjutnya nya sedang di tulis

Makasih gan dah mau baca cerita nya
Bantu rate 5 yh gan

Part 3

Setalah hari itu, selama tiga hari ibu tak pergi kemana pun, waktu berlalu dia habiskan dengan menangis dan malamun, aku pun yang saat itu tak tau apa apa, dan selalu bertanya

Quote:


Hanya air mata jawaban yang ibu berikan, aku saat itu sangat merindukan sidik, adik ku yang sangat ku sayangi.

Aku selalu bertanya kepada setiap orang yang kutemui saat itu, sidik dimana aa kangen, namun tak satu orang pun yang mengetahui keberadaan sidik

From Bandung With Love (ASTRA JINGGA) PERJALANAN HIDUP SI CEPOT

2013


Satu hari setelah ibu meninggal saat itu aku merasakan kesedihan yang mendalam, masih teringat kental rasa sedih ku saat itu, aku membereskan surat surat penting di karena kan aku akan pindah rumah, saat itu aku memilih kost karena ibu sudah tidak ada dan aku sama sekali tidak tahu bahwa kesedihan karena kehilangan ibu akan di tambah dengan sebuah kesedihan yang ku temui di sebuah tas hitam tempat surat surat penting keluarga ku

Di sana terdapat sebuah surat yang di buat tahun 1998 tentang apa yang terjadi dengan adik ku, sebuah surat yang tertulis nama ibu ku sebagai pihak pertama dan seseorang yang tak ku kenal sebagai pihak ke 2

Surat itu menyatakan bahwa ibu ku tanpa unsur paksaan atau tekanan dan dalam keadaan sadar telah memberikan anak ke dua nya kepada pihak ke dua, dengan alasan tidak bisa memberi nafkah atau membiayai hidup sang anak, di situ juga tertulis bila sang keluarga pihak ke dua tidak berkenan atau tidak mau mengurus anak kedua dari pihak pertama maka pihak ke dua di perbolehkan untuk mengembalikan kembali anak tersebut, namun bila pihak ke dua telah setuju dan menerima anak tersebut maka pihak pertama tidak boleh mengambil dan menemui lagi anak tersebut

Di atas secarik kertas air mata ku menetes, di atas secarik kertas semua ingatan ku yang telah ku lupakan begitu lama, kini hadir dan menguat di ingatan ku

"Ya Tuhan, dimana kah dia sekarang?"

From Bandung With Love (ASTRA JINGGA) PERJALANAN HIDUP SI CEPOT

1999


Hidup ku setelah itu berjalan seperti biasa, aku kini hidup bersama ibu,
ya hanya kami berdua

Aku saat itu di beritahu oleh ibu, bahwa setiap Subuh dia harus pergi ke pasar untuk membantu teman nya berjualan ayam, namun karena ibu memiliki aku yang harus tetap dia urus, maka ibu hanya bekerja setengah hari saja

Saat itu aku bahagia karena ibu sangat menyayangi ku, meski hidup pas pasan aku merasa bahwa ibu sangat menyayangi ku

Namun entah mengapa seperti nya hidup ku dan ibu tak pernah lepas dari masalah, saat itu ibu masih berada di pasar dan aku berada di rumah sendiri, ibu sering berpesan bila ibu belum pulang aku di larang menyalakan lampu rumah, entah apa alasan nya

Hari itu aku sangat bosan, sambil menggigiti jari jari ku, aku menyalakan lampu rumah, aku fikir tak apa apa karena ibu sebentar lagi pulang

Namun saat itu aku terkejut karena setelah sekian lama aku di rumah ini, baru lah ada orang yang mengetuk pintu rumah kami

Dia adalah seorang lelaki yang suara nya familiar di telingaku, dia menggedor pintu rumah ku dengan sangat kencang, namun aku tetap tidak bisa melakukan apa apa, karena kunci rumah di bawa oleh ibu

Lelaki itu diam di depan pintu cukup lama, aku pun hanya bisa diam sambil menggigiti jari jari ku (kebiasaan yang tak bisa di hilangkan)

Tak lama, suara hening nampak nya lelaki itu sudah pergi, beberapa jam kemudian ibu pulang, sambil membawa jus alpukat kesukaan ku

Dan aku pun menceritakan hal yang baru saja terjadi kepada ibu, saat itu ibu cukup kaget dan terlihat histeris, dia segera memasukan semua pakaian ke dalam tas besar, dan memakaikan ku sebuah jaket hitam dengan khiasan kotak kotak di bagian depan jaket ku

Aku dan ibu pergi meninggalkan rumah itu sambil membawa tas yang cukup besar

Kami menaiki angkot, namun bukan 1 angkot tapi beberapa angkot, perjalanan kami kali ini cukup jauh, bahkan jauh sekali menurut ku, hingga saat kami turun dari angkot, hari sudah mulai gelap, aku dan ibu mencari sebuah masjid sebagai tempat bermalam saat itu

Ibu sangat terlihat bingung, aku dan ibu diam di teras sebuah masjid saat itu, di temani hembusan angin yang sangat dingin kami berdua terlelap di masjid tersebut

Setelah mata terlelap aku jatuh di sebuah mimpi yang menyeramkan kan dimana seorang bayangan lelaki mengejar ku terus menerus, nafas ku terengah-engah berlari menghindari kejaran lelaki itu dan sebuah goncangan membangunkan ku

Seorang bapak bapak tua dengan uban dan peci tak lupa baju muslim yang dia kenakan bersama sarung

yang tak bisa ku lupakan tentang bapak bapak ini adalah wangi parfum nya yang lebih mirip minyak nyong nyong dari pada parfum

Bapak bapak itu membangunkan aku dan ibu, karena sudah subuh, dan menyuruh kami berdua shalat

Aku saat itu belum pernah shalat, aku pun tak pernah melihat ibu ku shalat, mungkin karena kakek ku beragama Kristen dan mungkin ibu ku pun beragam Kristen pula

Saat itu aku menjalankan shalat untuk pertama kali nya, aku sangat senang sekali karena shalat berjamaah itu banyak orang sehingga aku tak merasa kesepian, meski aku hanya mengikuti gerakan imam tanpa tahu apa arti nya tapi aku sungguh merasa senang

Setelah shalat aku bermain main di sekitaran masjid, hingga fajar naik dan menerangi kami, aku melihat bapak bapak ber uban itu mengobrol dengan ibu ku, seperti nya obrolan yang alot karena lama sekali

Setelah selesai mengobrol, ibu mengajakku untuk berjalan lagi dan ternyata bapak itu ikut bersama kami, dia memperlihatkan sebuah rumah kepada kami

Dan itu pun menjadi tempat tinggal kami yang baru

Sebuah rumah jauh dari kota Bandung, sebuah rumah di daerah Majalaya, aku lupa nama kampung nya, yang jelas saat itu aku merasa di asingkan dari tempat aku di besarkan sebelum nya

From Bandung With Love (ASTRA JINGGA) PERJALANAN HIDUP SI CEPOT

Setelah kami menempati rumah baru tersebut bapak bapak itu sering datang ke rumah dan memberikan sesuatu kepada ibu ku, dari mulai makanan alat alat beribadah dan buku buku ke agamaan

Karena rumah kami yang sekarang jauh dari kota Bandung, kini ibu ku tak punya pekerjaan lagi, setiap hari ibu ku habiskan dengan membaca buku keagamaan dan shalat 5 waktu tak lupa dia juga shalat Sunnah seperti tahajud dan duha

Saat itu perut ku sangat tergantung bapak itu, bila sehari saja bapak itu tidak datang membawakan kami makanan, maka satu hari itu juga aku tidak makan

Namun saat itu aku tetap lah bahagia, karena aku bisa keluar rumah, meski hanya bermain ke masjid sekedar untuk shalat

Hari demi hari berlalu dan ibu ku lebih tenang sekarang, dia sudah jarang menangis, di saat sedih dia hanya berdzikir sambil memegang tasbih

Kesenangan ku bertambah saat Abah mengunjungi kami, dia selama ini mencari keberadaan kami yang hilang bak di telan bumi

Abah menanyakan tentang sidik adiku, tapi ibu menjawab nya dengan tenang dan tanpa air mata, setelah mendengar cerita tentang adiku Abah ingin sekali membawa ku pergi, dia tak ingin nasib ku sama seperti adiku, tapi ibu ku bersikeras ingin merawat ku, karena hanya aku lah yang dia punya seorang

Quote:


Sepenggal percakapan ibu dan Abah saat itu

Ironis memang ketika seorang ibu yang telah menyesali perbuatannya dan bermaksud menebus kesalahan dengan merawat dan membesarkan ku, tapi di satu sisi, kehidupan nya sangat jauh dari kata layak untuk membesarkan seorang anak

Abah kembali dengan tangan kosong dan aku tetap bersama ibu ku, aku mulai iri kepada teman seusiaku yang juga bermain di mesjid kala itu, ternyata mereka sudah sekolah, ada yang kelas 1 SD ada yang sudah masuk taman kanak-kanak

Namun aku tak berani bilang pada ibu bahwa aku ingin sekolah, bila teman teman seusia ku pergi di pagi hari memakai seragam dan di antar oleh ibu mereka, aku segera pergi ke jendela hanya untuk sekedar melihat mereka berjalan di depan rumah ku

Mereka sangat bahagia, terpancar dari raut wajah mereka

Aku menoleh ke ibu ku yang sedang berzikir di tepian karpet (saat itu kami tidak punya kasur) dengan sejadah yang di amparkan nya sebagai alas ibu ku beribadah

Setelah aku duduk kembali dan terdiam sambil menggigiti jari jari ku, mungkin saat itu ibu ku menyadari apa yang ku rasakan, dia menutup gorden jendela agar aku tak banyak melihat keluar

Keesokan hari nya tepat di saat ibu ku sedang melaksanakan shalat Duha ada seseorang yang mengetuk pintu rumah kami dengan sangat keras

Ibu ku yang segera menyudahi shalat nya segera membuka pintu, aku ingat sekali saat itu ibu masih menggunakan mukena nya

Ternyata orang yang mengetuk pintu ku dengan begitu keras adalah seorang ibu ibu, dia membentak bentak ibu ku sambil menunjuk nunjuk nya, aku merasa takut saat itu, ibu ku hanya terdiam dan mencoba menjelaskan apa yang sebenar nya terjadi, namun ibu ibu itu semakin menggila, dia mulai menarik mukena ibu ku, reflek aku menangis dan menghampiri ibu ibu tersebut, namun tenaga ibu ibu itu terlalu kuat hingga membuat ku terhempas dan terjatuh

Quote:


Sambil terus menarik mukena ibu ku

Ibu ku terjatuh dan tersungkur di depan pintu

Aku melihat wajah ibu ibu itu penuh amarah dan kebencian, seakan aku dan ibu ku melakukan sesuatu hal yang menyakiti diri nya

Tak lama datang lah bapak bapak itu dan membawa kembali istri nya pulang

Ibu yang saat itu masih histeris, menutup pintu dan mengambil air wudhu setalah itu ia kembali shalat dan berdzikir

Ibu melakukan nya terus menerus, saat itu aku belum makan sesuap nasi pun, dan bapak bapak itu tak kembali setelah kejadian itu

Hari sudah mulai gelap, aku tidak di izin kan keluar meski itu hanya untuk shalat di masjid, kami berdua mengurung diri seharian di rumah

Ke esookan hari nya aku merasa lebih lemas dari biasa nya, bahkan air minum pun tak ada, ibu ku pun masih duduk di atas sajadah nya dan tetap berzikir

Saat itu aku mengerti

Bahwa ibu ku sedang meminta pertolongan kepada sang tuhan


sudah update gan...

selamat membaca
1999-2013


1999 masih umur sekitar 3-5 thn an emoticon-Bingung ohh iya kan 94 , 2013 nemuin fakta adik nya di mana .
Quote:

Yg gedor-gedir pintu jadi bokap ny Alvin ?

Spoiler for fyi:


Wokee pak thanks update an nya.. masih slow ini jalan nya emoticon-Big Grin , berasa nunggu uang makan minggu an gw klo kaya gini emoticon-Leh Uga
Halaman 2 dari 5


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di