alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kisah 2 Warga Mbua Bertaruh Nyawa Sembunyikan Pekerja Istaka Karya
5 stars - based on 8 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c0a9095dbd770bd638b4569/kisah-2-warga-mbua-bertaruh-nyawa-sembunyikan-pekerja-istaka-karya

Kisah 2 Warga Mbua Bertaruh Nyawa Sembunyikan Pekerja Istaka Karya

Kisah 2 Warga Mbua Bertaruh Nyawa Sembunyikan Pekerja Istaka Karya

Jayapura, BUMIPAPUA.CO – Dua warga Mbua, Endis Tabuni, seorang mantri Puskesmas Yigi; dan Ekira Lokbere, salah satu pekerja PT Istaka Karya, harus bertaruh nyawa menyelamatkan beberapa orang saat kejadian pembantaian para pekerja PT Istaka Karya oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kampung Yigi, Distrik Mbua, Kabupaten Nduga pada 1-2 Desember 2018.
Saat kejadian, Endis Tabuni sambil menggendong anaknya yang masih balita bernama Martina Tabuni, berusaha menyelamatkan dua pekerja proyek pembangunan rumah dokter di daerah itu. Bersama dengannya yakni Ekira Lokbere, menyelamatkan lima pekerja PT Istaka Karya, salah satu pimpinannya bernama Jhoni Arung.
“Mereka melindungi para pekerja ini dengan segala macam cara. Bahkan ada yang mengatakan kepada KKB, jika kamu sentuh dia (para pekerja), bunuh dulu saya,” kata Kepala Penerangan Kodam Cenderawasih, Kolonel Inf. Aidi, menirukan salah satu warga asli setempat yang harus bertaruh nyawa lari masuk ke hutan mencari tempat aman bagi pekerja yang mereka selamatkan.
Aidi menceritakan, pada tanggal 1 Desember itu, KKB selain menculik para pekerja PT Istaka Karya di camp, rupanya ada sebagian yang melakukan penyisiran di rumah-rumah warga yang ada di sekitar camp pekerja.
Aidi menyebutkan para KKB ini selain mencari warga pendatang mereka juga mencari warga yang bukan Suku Yigi (suku asli setempat) untuk dibantai. Salah satu rumah yang didatangi saat itu, rumah Endis Tabuni, ia diketahui menyimpan dua orang pekerja yang sedang mengerjakan proyek pembangunan rumah untuk dokter.
“Endis Tabuni adalah warga asli Papua sekaligus seorang mantri di Yigi, dia juga diberi tanggung jawab untuk memantau pekerjaan proyek rumah dokter,” kata Aidi, Kamis (6/12).
Menurut kesaksian Endis Tabuni, saat itu sekitar pukul 16.30 WIT, KKB berjumlah lima orang mendatangi rumahnya dan menodongkan senjata di kepala dan badannya. Saat itu, dia diminta untuk menyerahkan dua orang pekerja yang ditampung.
“Endis Tabuni saat itu mengatakan bahwa dua orang pekerja sudah tidak ada di rumahnya dan lari ke dalam hutan. Ternyata, dua orang itu disembunyikan di rumahnya ditutup dengan menggunakan bahan seadanya baik itu kain atau daun,” ujarnya.
Kemudian pukul 09.00 WIT, Endis Tabuni mengendap keliling kampung tanpa penerangan untuk mengecek situasi kedudukan KKB, setelah dinyatakan aman, Endis Tabuni kembali menjemput dua pakerja untuk menyelamatkan diri.
Lalu sekitar pukul 12.00 WIT, Endis Tabuni bersama dua pekerja menuju hutan ke arah Mbua, sebab Mbua yang dirasa paling aman. Sambil menggendong anaknya yang berusia tiga tahun, dia mengawal dua pekerja masuk ke hutan jalan kaki tanpa penerangan.
“Saat berada di dalam hutan, dengan rasa takut dan tanpa penerangan Endis Tabuni berjalan dengan cepat, sekitar satu jam berlalu mereka terpisah. Tetapi besok paginya mereka bertemu di Pos TNI Mbua dengan beberapa warga lain yang memiliki cerita masing-masing untuk menyelamatkan diri,” kata Aidi.
Kemudian, Ekira Lokbere merupakan warga asli Mbua yang berdomisili di Yigi, merupakan salah satu karyawan PT Istaka Karya yang memiliki rumah di Yigi sehingga dirinya tak tidur di camp. Ekira Lokbere menampung beberapa pekerja PT Istaka Karya, termasuk bosnya.
“Saat itu KKB juga mendatangi mereka dan dimintai uang untuk keperluan upacara 1 Desember, semua yang ada dalam rumahnya dimintai uang, baik itu uang pribadi ataupun uang PT Istaka Karya. Setelah itu, KKSB minta para pekerja termasuk bosnya, tetapi Ekira Lokbere justru mengatakan jika kau ingin ambil mereka, bunuh saya dulu,” katanya.
Aidi menyampaikan, sampai saat ini proses evakuasi masih berlangsung diwarnai kontak senjata dengan KKB. Sebagian warga selamat dan korban meninggal sudah dievakuasi ke Kabupaten Mimika.

sumber

Kisah heroik dibalik tragedi. emoticon-Siap Gan
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 4
Not all heroes wear capes
mantap pak emoticon-I Love Indonesia
true hero emoticon-Angel
napa wajah nya di poto ... emoticon-Malu

nama nya di sebutkan ... emoticon-Malu

ternyata seorang mantri ... emoticon-Malu


kagak sekalian alamat rumah nya dimana emoticon-Big Grin


*iseng posting emoticon-Big Grin
emoticon-Ngacir


Quote:


Memastikan mereka pindah kelain pulau breeemoticon-Big Grin
KALO MASIH DIBALIKIN JUGA GUE YANG PASTIIN MEREKA PINDAH DARI SANA.
emoticon-Cool

terima kasih pak endis emoticon-Angkat Beer
Diubah oleh fahm182
Balasan post unicorn.phenex
Quote:


maksud lo gmn emoticon-Big Grin

lo bukan ngomongin si riziq kan emoticon-Malu


Quote:


mereka itu pihak yang berhak menerima fasilitas negara menurut uu 31/2014 bree emoticon-Big Grin

Salah satunya dengan cara relokasi. emoticon-Embarrassment

Kalo riziq juga harus direlokasi (ke dalem sel)
emoticon-Ngakak
Balasan post unicorn.phenex
Quote:


ok lah klo begitu ...

semoga bapake bisa mendapat hak perlindungan dari negara sesuai amanat UU

pertanyaa nya ...

knp mesti identitas ybs harus di jelaskan emoticon-Malu

bukan nya papua msh menganut ke sukuan .... bagaimana nasib keluarga besar nya emoticon-Bingung


emoticon-Ngacir
Mantul emoticon-army


Quote:


Stafsus presiden urusan papua sama komandan opm di nduga sama-sama kogoya tuh...emoticon-Big Grin

Ga se erat yang lu kira bree emoticon-Big Grin
setelah kejadian ini,
adakah Dokter, Bidan, Perawat yg MAU kerja disana ?
meskipun gaji 50jt/bulan ?

emoticon-Wakaka

Quote:


emoticon-Ngakak

tenang aja mbah,
si mantri punya marga TABUNI,
itu marga level DEWA mbah di daerah merah,
alias aman !!!
Diubah oleh ajgmj.asli
Balasan post unicorn.phenex
Quote:


op warnet cem ane mana tahu emoticon-Bingung

cm ane mikir nya ... emoticon-Big Grin

orang cem bapake bisa di kategorikan cem whistleblower.. bagaimana pun identitas nya harus di lindungi minimal dari pers / pemberitaan emoticon-Big Grin
Mereka rela berkorban.
masih bnyK rakyat papua yg nasionalis.. tergantung pemimpin negeri mau diselesaika secepatx atw dipelihara
Balasan post ajgmj.asli
Quote:


sukur deh klo begitu


* senyum bahagia emoticon-Big Grin


Quote:


Gue rasa doi minimal ditarik ke jayapura bree
Kayaknya sih gitu emoticon-Embarrassment


Quote:


doi korban bree..
makanya sampe ngungsi gendong anak...
cuman pelakunya mafia kelas berat...
emoticon-Leh Uga
Balasan post unicorn.phenex
Quote:


iye ane tahu ..... emoticon-Big Grin

cm ada beberapa tindakan bapake yg mungkin bisa membuat para pihak menjadi esmosi .. narah atau sakit hati emoticon-Big Grin

Quote:


Quote:


Iya makanya, berarti sebenarnya opm tau ada target mereka yang disembunyikan bapak ini.
Tapi entah kenapa mereka ga berani sama si bapak.
emoticon-ceyem
Halaman 1 dari 4


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di