alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
TNI jawab pembunuhan pekerja: 'Siapa yang binatang, siapa yang bunuh secara biadab?'
5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c0a8a0732e2e69d1e8b456c/tni-jawab-pembunuhan-pekerja-siapa-yang-binatang-siapa-yang-bunuh-secara-biadab

TNI jawab pembunuhan pekerja: 'Siapa yang binatang, siapa yang bunuh secara biadab?'

Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Papua menjawab tuduhan kelompok tentara Papua merdeka (TPM) dengan menegaskan, apa yang dilakukan sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM), dengan melakukan pembunuhan adalah tindakan yang tak beradab.

"Saya rasa publik bisa melihat, mana yang binatang, mana yang tidak. Kalau ada orang membantai orang tanpa alasan siapa yang binatang?" kata Muhammad Aidi, juru bicara Komando Daerah Militer Papua kepada BBC News Indonesia, hari Kamis (06/12).

"Keberadaan TNI di sini legal berdasarkan institusi NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), keberadaan KKSB (Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata) legalnya dari mana?" kata Aidi.

"Siapa yang melegalkan? Dasar hukumnya mana ada? Jadi, sekelompok orang mengangkat senjata secara ilegal, tanpa izin, itu adalah pelanggaran hukum," kata Aidi.

Sebelumnya, dalam wawancara melalui telepon, juru bicara Organisasi Papua Merdeka (OPM), Sebby Sambom, mengatakan bahwa pihaknya membunuh para pekerja konstruksi proyek jalan di Nduga karena bagi OPM, sebagian besar pekerja adalah anggota TNI, yang dianggap musuh oleh OPM.

"Kami melawan Indonesia, yang kami lawan itu bukan manusia. Mereka adalah manusia yang berwatak binatang. Oleh karena itu, kami menempuh jalan perang. Itu prinsip TPM," kata Sebby.

Siapa Egianus Kogoya, 'otak' serangan pekerja proyek di Papua

Puluhan triliun dana otonomi khusus dialirkan, mengapa masih ada tuntutan 'Papua merdeka'?

Jokowi tentang pelaku pembunuhan buruh proyek Papua: 'Tumpas sampai ke akar-akarnya'

Kapolri Tito Karnavian mengatakan kelompok bersenjata di Papua menewaskan setidaknya 20 orang di Kabupaten Nduga pada 2 Desember.

Dari jumlah tersebut, 16 jenazah sudah ditemukan hingga Kamis (06/12), kata pejabat keamanan Papua, Binsar Panjaitan kepada kantor berita AFP.

Sebby mengatakan pihaknya tidak memerlukan pembangunan infrastruktur dan ini sudah ia peringatkan kepada TNI dan pemerintah Indonesia. Ia juga mengatakan tidak khawatir pembunuhan pekerja proyek akan membuat keamanan di Papua memburuk.

'Perang total pada 2021'

"Kami sudah siap melancarkan revolusi di seluruh tanah Papua melawan TNI dan Polri. Ini kesalahan juga pihak PBB, Amerika Serikat, dan Belanda yang memberikan Papua kepada Indonesia. Selama 50 tahun kami menderita, itu sudah cukup," kata Sebby.

Image copyrightANTARA

Image captionSejumlah keluarga korban menaiki pesawat Hercules TNI AU untuk diterbangkan ke Timika di Wamena, Papua, Kamis (06/12). Hingga Kamis, TNI/Polri sudah menemukan 16 jenazah.

"Generasi lama sudah meninggal. Kami generasi baru sudah menetapkan memilih jalan revolusi...akan ada krisis di Papua, pada 2021 kami akan melancarkan perang revolusi total melawan TNI/Polri. Kami minta masyarakat sipil Indonesia untuk meninggalkan Papua Barat," katanya. Ia tidak merinci mengapa menyebut tahun 2021.

"Kami TNI dilatih dan dididik untuk membunuh dan siap untuk terbunuh," kata Aidi.

Kerumitan masalah Papua di balik penembakan di Nduga

Apakah penembakan pekerja di Papua berdampak pada siklus kekerasan?

Aksi desak referendum Papua berlangsung di Jakarta dan kota lain

Menanggapi pernyataan ini, juru bicara Kodam di Papua, Muhammad Aidi, menyatakan TNI siap berhadapan dengan tentara Papua merdeka.

"Kita selalu siap kapan saja. Saya berharap mereka bukan pecundang. Artinya hanya sekadar bicara. Mari berhadapan secara jantan, kita siap menghadapi, TNI siap menghadapi demi menjaga kedaulatan negara ini, kami siap," kata Aidi.

Papua diintegrasikan ke wilayah Indonesia melalui apa yang disebut Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) pada 1969, yang hasilnya diakui oleh PBB.

Separatisme adalah salah satu masalah yang terjadi di pulau tersebut.

Pemerintah Indonesia antara lain mengalokasi dana khusus triliunan rupiah sejak 2001 untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Papua, melalui skema dana otonomi khusus.

Sejumlah pihak mengatakan dana otonomi khusus "tidak tepat sasaran dan harus sehera dievaluasi".

Dalam beberapa tahun terakhir, Presiden Joko Widodo menggenjot pembangunan infrastruktur antara lain proyek Trans Papua.

Sebby mengatakan pihaknya tidak membutuhkan pembangunan prasarana dan hanya ingin "merdeka di tanah sendiri."

https://www.google.co.id/amp/s/www.b...nesia-46467078

Dulu minta merdeka alasan dianak tirikan , setelah dibangun fisiknya , anak anak papua di sekolahkan begitu masif di seluruh ptn di tanah air , sekarang alasan apa lagi ? Karena beda ras ? Melanesia gak hanya Papua ,lagian konsep Indonesia memang mengakui perbedaan , mangkanya berantas juga kilafuck kilafuck baik sekalian. Prabowo kalau mau basmi kilafuck dan separatis juga gua dukung tapi Prabowo lebih tolol dari Jokowi gua liat , demi menang rela jilat jilat pantat orang orang mabok agama.

Nasibmu ibu pertiwi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
kalau yang dipermasalahkan soal RAS, penduduk NTT (Sumba, Flores, dan Timor) juga Ras Melanesia sama seperti Papua.

tetapi mereka adem adem aja tu...

kau pikir PAPUA itu wilayah paling kaya di Indonesia ??

salah besar kau!!!! jadi gak usah GR !
Diubah oleh matthysse67
Quote:


saya suka pendapat andaemoticon-Angkat Beer
" lagian konsep Indonesia memang mengakui perbedaan "....

Iya aja deeehh....


yg penting "seiman"...yg laen tapir...
Harus dihabisi semua ini..
Quote:


Konsep Indonesia : binneka tunggal Ika

Soal realita kelompok Islam berbeda dengan indonesia
"Kami sudah siap melancarkan revolusi di seluruh tanah Papua melawan TNI dan Polri. Ini kesalahan juga pihak PBB, Amerika Serikat, dan Belanda yang memberikan Papua kepada Indonesia. Selama 50 tahun kami menderita, itu sudah cukup," kata Sebby.

50 tahun yang sia sia brati emoticon-Traveller baru di rejim sekarang lumayan di perhatikan
Diubah oleh ferina.
Quote:


hahaa.. santai saja, itu cuma berlaku di barat jawa, lu tengah ketimur mah maen bareng
Bukannya gw membela OPM, Emang Papua ini dari awal berdirinya negara Indonesia bukan bagian dari wilayah NKRI, makanya mereka gak merasa bergabung dengan Indonesia, Papua dan Timor Timur makanya merasa dijajah sama Indonesia, cepet atau lambat Papua pasti lepas
Kira kira apakah berita pembunuhan ini bisa berdampak pada fundamental ekonomi ya agan agan sekalian?
Quote:


Tergantung seberapa kuat pemerintah di Jakarta , Hawai bukan bagian awal dari USA tapi tetap adem ayem , Tibet tetap bisa di pertahankan China , Filipina selatan bisa dipertahankan Manila , semua tergantung stabilitas pemerintahan negara. Ini memang kesalahan ordebaru tapi pemerintah sekarang berusaha dengan sekuat tenaga membangun Papua.
Setuju, demi kekuasaan rela jilat kaum onta... Ga punya pendirian bagi bangsa
Manusia harus lebih beradab.
Balasan post Joko.Widoddo
Quote:


papua sudah masuk dalam kerajaan ternate tidore woyy goblok... bahkan sebelum injil masuk papua...pulau ini sudah masuk wilayah nusantara... islam sudah ada di papua...

Binatang2 gak tau terima kasih
Quote:


Sekarang sudah repot juga, karena ada hamberger, kalau dikerasin bisa jadi boomerang, belum lagi negara kita juga masih dipandang sebelah mata oleh banyak kepentingan

Papua ini unik, karena dari dulu tidak ada sistem pemerintahan yang modern semacam daerah lainnya(kerajaan misalnya) , mereka kelompok kelompok kecil, mungkin ada 1 atau 2 kelompok yang ingin bergabung, tapi banyak kelompok lain yang tidak ingin bergabung, sedangkan antar kelompok disana saja tiap hari kerjaannya perang suku emoticon-Cape d... (S)

Akar masalah Papua itu sebenarnya ya Soekarno (operasi trikora) diperparah oleh Soeharto (yang dituduh melakukan pembantaian)
Diubah oleh Joko.Widoddo
Quote:


Bualan si kusno macam Majapahit menguasai Nusantara, padahal tidak ditemukan situs situs kerajaan tersebut di daerah yang diklaim emoticon-Cape d... (S)

Papua itu luas, dan juga banyak kelompok kelompok kecil yang antar kelompok saja sering bertikai emoticon-Cape d... (S)
Balasan post Joko.Widoddo
Quote:


iya, papua luas..tp masih satu pulau kan??

daerah fak-fak banyak penduduk yg Islam blok...


dan yg getol minta2 merdeka hanya papua bagian pegunungan tengah yg masih hutan... daerah seperti raja ampat gitu gak ada kan OPM?? klo ada gk akan ada turis disana
Balasan post susej.lolot
Quote:


Gw juga tau tod, daerah daerah yang pinggir pantai memang peradabannya lebih maju daripada daerah pegunungan, daerah pegunungan memang masih primitif dan susah diatur

Daerah wilayah Sorong dst itu bisa dikatakan sudah 50:50 antara penduduk lokal dan pendatang (program transmigrasi dulu) sedangkan yang pedalaman masih mayoritas penduduk lokalnya


Cuman kalau dbaikik dari sejarah berdirinya negara ini Papua bukan wilayah yang ikut bergabung, bahkan bisa dikatakan bahasa kasarnya mereka menganggap Indonesia menjajah mereka, karena saat Belanda melepaskan Papua Indonesia langsung mengambil alihnya dan PBB pun menyerahkan Papua ke Indonesia

Karena pada saat itu Papua belum mampu untuk mendirikan suatu negara ( tiap hari aja perang suku)

Tapi upaya Soekarno mengambil alih Papua juga tidak bisa disalahkan juga, kalau tidak diambil alih Indonesia palingan juga diambil alih negara lain (Inggris) dan belum tentu nasib mereka lebih baik, bisa bisa malah di genosida macam Aborigin
Balasan post Joko.Widoddo
Quote:


Sekarang ini opm membabi buta karena pusat g bisa ngontrol kepala daerah
Di sono bupati gub itu setingkat raja
Balasan post Joko.Widoddo
Quote:


Jadi sebenernya ente Pro opm ato pro NKRI?
Kok bahasanya mirip yg ngaku us negara keduanya? emoticon-Leh Uga

Muter muter hobi 2 kaki
Halaman 1 dari 3


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di