alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kejar-kejaran, 2 Pelaku Kriminal Tewas Dihantam Mobil Korban
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c0a78c710d295026c10ba60/kejar-kejaran-2-pelaku-kriminal-tewas-dihantam-mobil-korban

Kejar-kejaran, 2 Pelaku Kriminal Tewas Dihantam Mobil Korban

SUMBER
Reporter: Ridwan Anshori
Editor: Nanda Febrianto
December 7, 2018, 2:35 pm

Kejar-kejaran, 2 Pelaku Kriminal Tewas Dihantam Mobil Korban
Mobil korban melaju kencang menabrak dua pelaku kriminal klitih yang mengendarai sepeda motor di Jalan Kebonagung-Seyegan, tepatnya di depan Puskesmas Seyegan, Sleman, Jumat (7/12). (Foto: Tagar/Ridwan Anshori)

Sleman (Tagar 7/12/2018) - Berusaha melarikan diri usai menjalankan aksi kriminal, dua pelaku dihantam mobil korban yang melaju dengan kecepatan tinggi. Dua remaja pelaku kriminal klitih itu tewas seketika.

Korban bernama Nur Irawan (33), warga Mriyan Margomulyo Seyegan. Sleman. Saat itu dia sedang bersama istrinya, Etika Dwi Novisari (29), diusik AR (19) dan RTP (16) ketika sedang berada dalam mobil, Jumat (7/12), sekitar pukul 02.15 WIB.

Setelah berhasil melakukan tindak kriminal klitih dengan cara memukul kaca mobil hingga pecah, AR dan RTP kabur menggunakan motor. Nur dan Etika yang menggunakan mobil Mitsubishi Colt T 120s tancap gas mengejar dua pelaku itu.

"Dari situlah awal mulanya. Sambil memukul kaca mobil, pengendara motor juga sempat mengancam membunuh pemilik mobil. Korban berbalik arah lalu mengejar si pengendara motor. Kedua belah pihak terjadi aksi kejar-kejaran," kata Kapolsek Seyegan Kombes Polisi Masnoto, Jumat (7/12/2018).

Aksi kejar-kejaran antara korban dan dua pelaku klitih itu berakhir di depan Puskesmas Seyegan, Sleman. Mobil korban yang melaju dengan kecepatan tinggi menghantam motor yang dipakai dua pelaku.

Akibatnya mobil hilang keseimbangan hingga terbalik, sementara motor beserta pelaku terpelanting beberapa meter.

Dua jenazah pelaku klitih langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara. Sedangkan istri Nur yang mengalami luka di wajah mendapat perawatan di RS At Taurots Klaci Margoluwih, Kecamatan Seyegan.

Saksi mata yang juga warga setempat, Eko Purwanto (32), mengatakan saat kejadian kondisi jalan sangat sepi. "Saya mendengar ada benturan sangat keras, lalu terdengar suara teriak-teriak. Saya keluar rumah ternyata ada kecelakaan," katanya.

Kejadian tersebut kini masih dalam penanganan Polsek Seyegan. Petugas sudah melakukan olah kejadian di TKP. "Kita masih mendalami kasus ini, motifnya apa," tandas Kapolsek.

Aksi kriminal klitih memang kerap terjadi di wilayah Sleman, Bantul dan Kota Yogyakarta. Rata-rata pelakunya masih berusia remaja dengan modus mencari masalah tanpa sebab agar terlihat gagah di komunitas atau wilayahnya.

----------------------------------

Tak Terima Kaca Mobil Dipukul, Sopir Pikap Kejar Scoopy Hingga Terjadi Kecelakaan Maut di Seyegan

Jumat, 7 Desember 2018 15:12

Kejar-kejaran, 2 Pelaku Kriminal Tewas Dihantam Mobil Korban
Polisi berjaga di TKP kecelakaan yang melibatkan pikap dan motor Scoopy di depan Puskesmas Seyegan, Dusun Seyegan, Margokaton, Sleman, Jumat (7/12/2018) dini hari. 


TRIBUNJATENG.COM, SLEMAN - Sebuah pikap berpelat nomor R1913VE menabrak rumah warga setelah mengalami kecelakaan lalu lintas dengan sebuah motor Scoopy AB2591EX, Jumat (7/12) dini hari.

Kecelakaan ini terjadi di depan Puskesmas Seyegan, Jalan Kebon Agung, Dusun Seyegan, Margokaton, Sleman, Yogyakarta.

Parjiyah (49) pemilik rumah yang ditabrak pikap, terbangun sekitar pukul 02.30 WIB akibat mendengar suara gemuruh dari luar rumah. Dia melihat di luar, bagian sisi tembok depan rumah yang menghadap ke jalan telah ambruk.

Adapun pikap berada pada posisi terbalik dengan korban masih berada di dalam.

"Saya sudah tidur, kebangun ya karena dengar kayak ada suara gemuruh gitu dari luar. Pas dicek rupanya kecelakaan. Mobilnya pas ini di depan pintu rumah saya, sudah terbalik," kata Parjiyah di lokasi.

Saksi mata lain, Ahmad Zaini (45), menyatakan hal serupa.
Dia seketika terbangun akibat mendengar suara gaduh.
"Saya pikir kucing kan biasa lari-lari di genteng. Rupanya ada suara minta tolong dari mobil. Rupanya tabrakan," kata Zaini.
Menurutnya, pengendara Scoopy langsung meninggal di tempat.

"Kalau dilihat dari posisi mobil, kemungkinan arahnya dari timur mau ke barat. Ini kan ada tiang yang ketabrak, baru nyerempet rumah" jelasnya.

Polsek Sayegan masih belum mau membeberkan motif kecelakaan lalu lintas ini.
Kasi Humas Polsek Sayegan, Paijan, hanya memberi keterangan normatif.

"Kami hanya menjelaskan kronologi, untuk yang lain itu nanti ada penyelidikan sendiri dari Polres Sleman. Untuk sementara, dari laporan yang kami terima bisa dijelaskan," kata Paijan.

Dia menuturkannya dari keterangan sopir pikap Nur Irawan.

Nur Irawan merupakan warga Margomulyo Seyegan, sehari-hari bekerja sebagai pedagang ayam.
Pada subuh dini hari itu, Nur Irawan hendak berangkat ke Desa Ketingan, Mlati dengan istrinya.
Di tengah perjalanan, tepatnya di depan Kantor Kecamatan Mlati, pikap Nur Irawan papasan dengan pengendara Scoopy yang berboncengan sekitar pukul 02.15 WIB.

"Nah, di situ kaca mobilnya dipukul stik. Kemudian karena dipukul, otomatis dia balik mengejar. Pas di perempatan Sayegan, informasinya yang naik Scoopy ngancam, bilang 'tak pateni koe'," jelas Paijan.

Tak terima ditantang, Nur Irawan akhirnya mengejar Scoopy hingga sampai ke depan Puskesmas Sayegan, hingga terjadi laka lantas.

"Nah itu yang belum tahu (ditabrak atau tidak). Karena dari keterangan sopir, dia sudah bingung kesadarannya sudah berkurang karena menabrak warung. Masih kami selidiki lebih lanjut. Kondisi pas kejadian juga sepi tidak ada saksi," imbuhnya.
Akibat laka lantas tersebut, pengendara Scoopy yang berboncengan tewas di tempat.
Adapun Nur dan istri dirawat lebih lanjut di RS At-Turots Al-Islamy, Sleman. (*)


Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Tak Terima Kaca Mobil Dipukul, Sopir Pikap Kejar Scoopy Hingga Terjadi Kecelakaan Maut di Seyegan.

Editor: abduh imanulhaq

--------------------------------------------

Diduga Pelaku Klitih, 2 Pengendara Motor Tewas Tertabrak
07 Desember 2018, 16:36:47 WIB | Editor: Sari Hardiyanto

Kejar-kejaran, 2 Pelaku Kriminal Tewas Dihantam Mobil Korban
KECELAKAAN: Lokasi peristiwa tabrakan diduga korbannya merupakan pelaku klitih. (Istimewa)

JawaPos.com - Kecelakaan maut antara mobil pikap dengan sepeda motor merek Honda Scoopy terjadi di Jalan Seyegan, Kampung Kebon Agung, Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), Jumat (7/12) dini hari sekitar 02.15 WIB. Akibat kecelakaan itu, 2 orang meninggal dunia.

Keduanya yakni RK, 18, warga asal Kecamatan Margodadi, dan AN, 18, dari Kecamatan Seyegan. Mereka merupakan pengendara sepeda motor. "Ada dugaan pelaku klitih. Tapi masih belum cukup saksi," kata Kanit Laka Polres Sleman, Iptu Rahandy Gusti Pradana, Jumat (7/12).

Dugaan keduanya merupakan pelaku klitih bersumber dari keterangan pengemudi pikap, berinisial NR, 33, yang juga warga Seyegan. Sebelum peristiwa tabrakan itu, mereka sempat menyerang mobilnya dengan memecah kaca depan. "Dari keterangan pengemudi ada pengrusakan, tapi belum bisa menyimpulkan itu benar," katanya.

Korban yang meninggal, saat ini masih divisum di Rumah Sakit Bhayangkara. Sementara pengemudi pikap dibawa ke rumah sakit karena mengalami cedera di bagian kepala. "Pengemudi sekilas sudah dimintai keterangan," katanya.

Rahandy menceritakan peristiwa tersebut bermula ketika kedua kendaraan tersebut sama-sama bergerak dari arah selatan pada Jumat (7/12) dini hari. Kemudian, motor Scoopy mendahului pikap. "Tiba-tiba pikap hilang kendali lalu menabrak motor," katanya.

Sampai sejauh ini, pihaknya masih belum menetapkan adanya tersangka dari peristiwa itu. Karena masih dalam penyelidikan dengan mengumpulkan data-data dari saksi.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Sleman, AKBP M Firman Lukmanul Hakim menambahkan, pengusutan kasus masih menunggu proses olah tempat kejadian. "Saya belum bisa memberikan gambaran secara detail. Masih menunggu proses olah TKP," katanya.

Ia juga meminta kepada masyarakat, agar jangan melihat peristiwa saat di bagian akhirnya saja. Menurutnya, tidak mungkin seseorang menabrak dengan sengaja orang lain sampai meninggal dunia.
(dho/JPC)

-------------------
Hari ini sedang hits di forum ICJ.
Semoga menjadi pelajaran ke depan supaya tidak ada aksi klitih lagi.





Diubah oleh mat_indon
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
gpp lah, klitih emang udah bikin gaduh aja di jogja
kasihan korbannya, pasti bentar lagi kena pasal emoticon-Cape d...
astajim emoticon-Kagets
Salut buat si supir
Biar mampus dah tu pelaku klitih, anzeeeeng emoticon-fuck
mantaap.. ini baru mantap emoticon-Recommended Seller
bocah blangsak gitu mubazir oksigen aja..
Need xaruduy..tolong hajar penjahat2 kilith dengan honda jazz vtec lu duy emoticon-Cool
Alhamdulilah... koit
klitih itu apa gan?
pamer nyali, ketemu yg lebih bernyali emoticon-Cool
Savage emoticon-Cool
INSTANT
KARMA

emoticon-thumbsup


Semoga logika aparat masih jalan ketika memutuskan kasus ini.

- Korban menabrak motor pelaku karena kaca mobilnya dipecah pelaku
- Pelaku meninggal dunia
Jadi pelaku meninggal karena dia memecah kaca mobil korban, alias ulahnya sendiri emoticon-Traveller
Diubah oleh donal.duck

Ia juga meminta kepada masyarakat, agar jangan melihat peristiwa saat di bagian akhirnya saja. Menurutnya, tidak mungkin seseorang menabrak dengan sengaja orang lain sampai meninggal dunia


Udah pertanda si sopir bakal masuk penjara.
diliat aja senjatanya
klo ada berarti emang kriminal

kalo kaga ya 50 / 50 emoticon-Entahlah
Bahkan duet torreto sm letty lewat itu bre ..emoticon-Matabelo
greget abiss
Fix penabrak bakal kena hukum karena pembunuhan dan melakukan tindakan membahayakan pengguna jalan.
semoga isi beritanya benar...

buat abg yg masih ikut aksi begitu, semoga ini jadi pembelajaran yg baik emoticon-shakehand
Mantap matikan aja
Karma ya?
Tp turut berduka buat sopirnya yg berupaya membela diri
Halaman 1 dari 3


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di