alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Waspada Anggaran Pertanian Jadi Bancakan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c0a5e6b96bde68b438b4568/waspada-anggaran-pertanian-jadi-bancakan

Waspada Anggaran Pertanian Jadi Bancakan

Spoiler for orang kuat:


Anggaran pertanian yang mencapai puluhan trilyun rupiah bisa kita anggap sebagai ikhtiar pemerintah untuk menggenjot sektor pangan kita. Itu juga menunjukkan keseriusan Presiden Jokowi untuk menciptakan ketahanan pangan.

Berdasarkan catatan, anggaran pertanian yang mengucur lewat Kementerian Pertanian (Kementan) dari tahun ke tahun, memang terbilang besar. Sekitar Rp24,15 trilyun di 2017 dan naik menjadi Rp37,97 trilyun di 2018. Uang negara yang dikumpulkan dengan susah payah itu, harus dikawal betul-betul.

Uang negara sebesar itu yang dialokasikan untuk peningkatan ketahanan pangan, harus dijaga dari tangan-tangan pencuri. Bila di sawah ada tikus yang menggerogoti padi, di kantor Kementerian, ada tikus yang siap menggerogoti anggaran bila pengawalnya lengah.

Masalahnya, korupsi di sektor pertanian juga tidak kalah menyeramkannya. Anggaran yang besar itu juga mengundang tikus-tikus yang liurnya menetes, ingin menggerogoti anggaran.

Mungkin kita semua masih ingat, beberapa kasus korupsi yang pernah melilit Kementerian tersebut. Mulai dari korupsi kuota impor daging sapi yang melibatkan ketua umum sebuah partai politik nasional. Atau korupsi proyek pengadaan lampu perangkap serangga senilai Rp135 miliar dan diduga merugikan negara hingga Rp33 miliar. Korupsi itu melibatkan pejabat tinggi setingkat eselon I, II, dan staf-staf di bawahnya.

Belum lama berselang, atau dalam kurun waktu seminggu ini, tersiar berita mengenai pemanggilan dua pejabat Kementan dalam dugaan kasus korupsi kedelai di Ponorogo, Jawa Timur, yang diduga merugikan negara hingga Rp 1,3 miliar.

kedua pejabat tersebut berada di bawah Direktorat Aneka Kacang dan Umbi Kementan. Mereka diperiksa yang pada intinya adalah tentang mekanisme penyaluran bantuan dari kementerian. Sangkut paut mereka dalam kasus ini adalah pada anggaran yang digunakan. Pengadaan benih kedelai yang menyasar petani di Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di Ponorogo ini menggunakan anggaran dari APBN-P tahun 2017.

Kasus ini diawali munculnya sebuah program di Kementerian Pertanian RI lewat Dinas Pertanian Provinsi yang ditujukan untuk kelompok tani di sekitar lahan Perhutani atau yang disebut Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Program itu adalah pengadaan benih kedelai yang bersumber dari dana APBN-P 2017 yang pelaksanaanya di awal 2018. Sebanyak 72 LMDH di Ponorogo mendapatkan bantuan dana untuk membeli benih kedelai, rhizobium dan sarana produksi (saprodi).

Untuk Ponorogo, dana yang cair sebesar Rp 3,98 miliar untuk 160 ton benih kedelai, pupuk, rhizobium dan saprodi. Dana turun secara bertahap pada Desember 2017, Januari 2018 dan Februari 2018

dana tersebut diatur sedemikian rupa oleh seorang tersangka, bernama Wanda, sehingga overbooking ke rekeningnya. Setelah ditagih oleh petani, Wanda mengirim benih sebanyak 58 ton dari jatah seharusnya 160 ton. Ada kekurangan 100 ton lebih. Sampai saat ini kekurangan benih belum dipenuhi oleh Wanda. Diduga, Wanda telah melakukan korupsi dan merugikan negara sebesar Rp 1,3 miliar. Ada juga dugaan bahwa korupsi itu tidak dilakukan oleh Wanda sendirian.

Sumur

Semoga penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Kementan sebagai salah satu Kementerian Lembaga dan Organisasi Pemerintah Daerah terbaik dalam kategori Sistem Pengendalian Gratifikasi Terbaik, bukan sekadar layanan bibir atau pencitraan semata. Tapi juga memacu jajaran anak buah Mentan Amran Sulaiman, untuk menghalau tikus-tikus anggaran.

Spoiler for curiga:
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Sbenarnya langkah pertama adalah tiďak memilih partai yg banyak koruptornya.
Kl mrk dipiluh lagi, korupsi lagi, ntar puluhan tahun lg ketauan. Duitnya sudah habis kawan.
Program pertanian rawan KKN
1. Program bantuan benih
2. Program infrastruktur pertanian.irigasi,embung dll
3. Program bansos.
4. Program2 stimulan hortikultura.
Dll.
Disana melibatkan. PPK, ULP, pemegang tender, perusahaan saprodi, Dinas, gapoktan, poktan, organisasi pertanian, bahkan petani.
Modusnya bisa
Kongkalikong. Pengaturan spesifikasi, pengaturan lelang, penyalahgunaan wewenang, falsifikasi data penerima bantuan, Proses CPCL, ketidak sesuaian bantuan baik spesifikasi barang maupun penerima bantuan, bantuan di perjual belikan, intimidasi, dan banyak lagi..
Memang banyak sekali kendala di lapangan. Yang terkadang belum di atur di juklak dan juknis.
Benih dri prmerjntah, brp % yg murni ? . .


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di