alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Polisi tidak berhenti pada Bahar bin Smith
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c0a50d596bde6456d8b456f/polisi-tidak-berhenti-pada-bahar-bin-smith

Polisi tidak berhenti pada Bahar bin Smith

Polisi tidak berhenti pada Bahar bin Smith
Penceramah Bahar bin Smith (tengah) bersiap menjalani pemeriksaan di kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (6/12/2018).
Badan reserse kriminal (Bareskrim) Mabes Polri tidak akan berhenti mengurus dugaan ujaran kebencian terhadap pemimpin Majelis Pembela Rasulullah, Bahar bin Smtih. Polisi pun mencari pengunggah (uploader) video ceramah Bahar ke media sosial.

Maklum, video berisi ceramah Bahar yang menyinggung Presiden Joko "Jokowi" Widodo itu direkam di Palembang, Sumatra Selatan, pada 2017. Namun, video baru menyebar belakangan ini atau setahun kemudian.

"Pemeriksaan penyidikan selanjutnya berkembang juga terkait Undang-Undang ITE, siapa yang meng-upload kejadian itu," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Syahar Diantono, dalam Kompas.com, Jumat (7/12/2018).

Sang pengunggah, termasuk penyebar awal, bisa dijerat dengan Pasal 27 Undang Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transasksi Elektronik (UU ITE).

Pasal berisi empat ayat itu melarang tindakan membuat atau mendistribusikan dokumen elektronik yang memuat pelanggaran kesusilaan, perjudian, pencemaran nama baik, dan pemerasan atau ancaman.

Kebetulan, Bahar sudah menjadi tersangka kasus ujaran kebencian bernada SARA setelah diperiksa selama 11 jam di Mabes Polri, Jakarta, pada Kamis (6/12). Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri, Brigjen (Pol) Dedy Prasetyo, mengatakan pihaknya sudah mengantongi dua alat bukti.

Dedi pun menegaskan bahwa proses penyidikan polisi sudah mengikuti prosedur yang berlaku. Bahar pun dijerat dengan pasal berlapis; yaitu pasal 16 juncto pasal 4 huruf b angka 1 UU Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, pasal 45 ayat 2 juncto pasal 28 ayat 2 UU nomor 1 tahun 2008 tentang ITE, dan pasal 207 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang KUHP.

Kendati begitu, Bahar tidak ditahan. Syahar mengatakan polisi memiliki pertimbangan subjektif dengan meyakini Bahar tak akan melarikan diri. Polisi juga menilai Bahar tidak akan mengulangi perbuatannya dan tidak menghilangkan barang bukti selama diperiksa.

Selain itu, polisi pun akan menyiapkan pencekalan. "Kemungkinan dia ditahan jika menurut penyidik melanggar ketiga hal tersebut," ujar Syahar dilansir detikcom, Jumat (7/12).

Di sisi lain pengacara Bahar, Aziz Yanuar, mengatakan pasal yang disangkakan kepada kliennya sangat lemah. Soal tersangka ujaran kebencian bernada SARA, tutur Aziz, harus mendapat rekomendasi dari Komnas HAM.

Bila merujuk pada pernyataan Aziz, sejauh ini Komnas HAM memang tidak mengeluarkan pernyataan terkait isi ceramah Bahar. Lantas, soal sangkaan pelanggaran UU ITE, Aziz mengatakan Bahar pun tidak menyebarkan isi ceramahnya.

Sedangkan Pasal 207 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang KUHP adalah berisi mengenai penghinaan terhadap Presiden RI. Pasal ini sebenarnya sudah dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) dalam putusan Nomor 013-022/PUU-IV/2006.

Pakar hukum pidana asal Universitas Indonesia, Jakarta; Teuku Nasrullah, mengatakan jika MK sudah membatalkan berarti pasal itu tak ada lagi atau tak berlaku lagi.

"Kalau kata-katanya (Bahar) dianggap terlalu kasar, gunakan saja pasal penghinaan biasa, pasal 310 (KUHP)," tutur Nasrullah kepada TV One, Kamis (6/12).

Ceramah Bahar yang disangka melanggar hukum memang berisi sorotan terhadap Jokowi dalam konotasi oposisi. Antara lain Bahar menyebut Jokowi sebagai pengkhianat negara dan rakyat serta banci.

Dalam ceramahnya, Bahar juga mengatakan Indonesia belum makmur sejak dipimpin oleh Jokowi. Bahar menyatakan kemakmuran tidak dirasakan oleh kalangan pribumi, melainkan perusahaan asing dan orang-orang kafir.

Aziz, dalam Tribunnews, menyatakan isi ceramah Bahar itu hanya majas (perumpamaan) dalam konteks agama Islam. "Isi ceramah Habib Bahar mengandung unsur keagamaan, yakni unsur agama Islam," kata Aziz.

Bahkan, lanjut Aziz, Bahar pun membawa sejumlah kitab saat diperiksa polisi untuk membuktikan bahwa isi ceramahnya hanya perumpamaan. Namun, Aziz menegaskan tak punya kapasitas untuk menjelaskan unsur agama Islam dalam ceramah Bahar.
Polisi tidak berhenti pada Bahar bin Smith


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...ahar-bin-smith

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Polisi tidak berhenti pada Bahar bin Smith Penjualan E-KTP dikhawatirkan disalahgunakan dalam Pemilu

- Polisi tidak berhenti pada Bahar bin Smith Serikat Pekerja PLN ancam mogok kerja, tuntut ganti direksi

- Polisi tidak berhenti pada Bahar bin Smith Di balik jengkel Rusdi Kirana kepada Boeing

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di