alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Indonesia Update /
Xylarium Bogoriense dan AIKO Hadir di Paviliun Indonesia COP 24
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c0a4dd41cbfaaad0d8b4568/xylarium-bogoriense-dan-aiko-hadir-di-paviliun-indonesia-cop-24

Xylarium Bogoriense dan AIKO Hadir di Paviliun Indonesia COP 24

Xylarium Bogoriense dan AIKO Hadir di Paviliun Indonesia COP 24

JPP KATOWICE - Xylarium Bogoriense dan Alat Identifikasi Kayu Otomatis (AIKO) Badan Penelitian Pengembangan dan Inovasi (BLI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tampil dalam gelar wicara di Paviliun Indonesia dalam ajang Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP24) di Katowice, Polandia, Senin (3/12/2018).

Gelar wicara tersebut menyedot banyak perhatian pengunjung COP24, yang secara khusus mengikuti sesi C12 yang bertema Xylarium Bogoriense 1915: Variation in Carbon Storage Among Wood Species.

Xylarium nomor satu dunia ini, merupakan salah satu kebanggaan BLI KLHK. Selain sebagai rujukan utama dalam identifikasi kayu, Xylarium Bogoriense juga menyimpan banyak manfaat strategis, antara lain mendukung upaya mitigasi dan penyimpanan stok karbon.

"Terdapat kaitan yang sangat erat antara keragaman jenis kayu dan penyerapan karbon. Oleh karenanya, hal tersebut merupakan topik penting yang harus dikembangkan untuk mendukung aksi mitigasi perubahan iklim," ujar Kepala BLI, Agus Justianto saat membuka gelar wicara.

Menurut peneliti Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan (P3HH) Krisdianto, Xylarium Bogoriense memiliki manfaat strategis untuk perhitungan kandungan karbon dalam kayu dan produk kayu.

"Bahkan, Xylarium Bogoriense ini dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan faktor emisi Indonesia dan memprediksi pola perubahan iklim ke depan,” jelas Krisdianto.

Selain itu, dalam ajang tersebut juga dipromosikan AIKO yang dikembangkan dengan menggunakan basis data Xylarium Bogoriense. AIKO adalah alat identifikasi kayu otomatis berbasis computer vision. Keunggulannya, AIKO mampu memangkas waktu identifikasi kayu hingga hitungan detik, yang selama ini dilakukan secara manual dan memerlukan waktu 1-2 minggu. AIKO merupakan hasil kerja sama penelitian antara P3HH dan Pusat Penelitian Informatika (P2I) LIPI.

“AIKO dapat mendukung peningkatan kinerja pelaku usaha dan industri perkayuan, meningkatkan PNBP, dan utamanya membantu mempercepat proses penegakan hukum lingkungan hidup dan kehutanan, terutama dalam penyelesaian konflik penentuan jenis kayu,” ungkap Ratih Damayanti, peneliti P3HH.

Kepala P3HH Dwi Sudharto, yang turut hadir dalam COP24 tersebut mengharapkan agar Xylarium Bogoriense dapat terus dikembangkan dan diperkaya dengan data dan informasi. Dengan demikian kemanfaatannya akan semakin meningkat, dan AIKO dapat segera diaplikasikan secara luas.

Xylarium Bogoriense yang dikelola oleh P3HH-BLI, saat ini merupakan xylarium dengan jumlah spesimen otentik terbesar di dunia (193.858 spesimen otentik, 110 suku, 785 marga dan 3.667 species). Hal tersebut telah diakui oleh International Assosiation of Wood Anatomists (IAWA). Oleh karenanya, basis data Xylarium Bogoriense memiliki manfaat besar sebagai sumber informasi ilmiah jenis kayu, pemetaan jenis kayu, dan bahan rujukan utama dalam identifikasi kayu bagi lembaga penegak hukum, bea dan cukai, praktisi dan akademisi.(lhk)


Sumber : https://jpp.go.id/teknologi/lingkung...donesia-cop-24

---

Kumpulan Berita Terkait TEKNOLOGI :

- Xylarium Bogoriense dan AIKO Hadir di Paviliun Indonesia COP 24 KLHK: Luas Rehabilitasi Hutan dan Lahan Kritis Bertambah 10 Kali Lipat

- Xylarium Bogoriense dan AIKO Hadir di Paviliun Indonesia COP 24 KLHK Membutuhkan Anggaran Rp200 Triliun untuk Membenahi DAS Kritis

- Xylarium Bogoriense dan AIKO Hadir di Paviliun Indonesia COP 24 Penghargaan Kemenkes untuk Sembilan Perusahaan Farmasi Nasional

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di