alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Mereke di Sekitar Kita (Horror Story) - Intro
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c0a4bdd10d2951a19233ece/mereke-di-sekitar-kita-horror-story---intro

Mereka di Sekitar Kita (Horror Story) - Intro

Intro


Dikisahkan dari pengalaman teman yang tidak bisa aku sebut namanya, di sini agar mudah dipahami ku sebut dia sebagai Doni, dia mengalami banyak kejadian dari bertemu mereka yang tak terlihat dan dunia mereka yang sangat kontras dengan dunia kita.

1 hari 24 jam, detik demi detik terus berjalan tanpa ada yang bisa menghentikan. Waktu yang berlalu tidak akan bisa terulang kembali. Siang dan malam bergulir dengan sendirinya tanpa ada perintah. Bulan dan mataharipun datang bergantian. Itulah yang selalu dan akan kita alami dari kemarin sekarang dan esok.



Kala itu senja sudah dipenghujung waktu terakhir, kulangkahkan kaki menuju pelataran parkir. Seperti biasanya, sembari menunggu waktu mobil kupanaskan, kubaca beberapa chat dari handphone yang kugenggam. Tiba-tiba dikagetkan oleh ketukan kaca mobil sebelah kiri "tok...tok...tok Mas, anterin aku  pulang ya?aku ikut" sahut Andin sembari membuka pintu mobil. Dalam hati kaget tapi bersyukur ada temen ngobrol selama perjalanan pulang yang biasa ditempuh kurang lebih 40 menit perjalanan normal. Tak lama setelah keluar dari gerbang kantor gerimis mulai mengguyyur jalanan. Udara dingin yang keluar dari AC mobil dan dinginnya angin luar membuat bulu kuduk berdiri. Tumben cuaca sedingin ini apalagi hari sudah menjelang malam. Gak biasanya Andin cuma diem melihat ke depan dengan tangan diletakkan di paha sejajar dengan posisi dia duduk. Biasanya dia selalu otak atik medsos di hapenya, tapi ah biarin, aku juga lagi malas ngobrol karena capek banget seharin banyak dead line. 


"Mas mas anterin aku pulang" lirih Andin pelan di sela-sela perjalanan. "Din kaya biasanya kan? turun diperempatan depan?" Jawabku dengan nada pelan juga tetapi dia hanya mengangguk pelan. Sepanjang jalan aku hanya konsen ke depan untuk melihat dengan seksama kondisi jalan karena memang hari mulai gelap dan hujan. Dan tak kuhiraukan sama sekali Andin yang duduk disampingku. Yang aneh dia hanya terdiam saja dengan pandangan kosong ke depan. Ah mungkin lagi banyak pikiran kerjaan sahutku dalam hati.


Sesampainya di perempatan biasa Andin turun, mobil kutepikan secara perlahan. "Dah Din, hati-hati ya!" ucapku pada dia. Andin hanya membuka pintu dan segera berjalan menjauh dari mobih. Eh buset tuh orang main keluar dari mobil aja tanpa ngomong apa-apa, pintu mobil pun tidak ditutup lagi. Mungkin dia buru-buru karena hujan pikirku positif aja. Saat mobil mulai kujalankan tiba-tiba ada notif chat dari Andin, Mas Doni udah pulang?nebeng ya soalnya hujan nih. Deg...jantung kaya mau copot baca chat dari Andin. Tanpa banyak pikir aku langsung telp Andin, "kamu masih di kantor? - iya Mas - Nah, aku udah pulang dari tadi Din - oh ya udah aku bareng yang lain aja mas. Andin langsung menutup telepon dengan buru-buru. Sempat terdiam sejenak karena kaget dan takut dengan kejadian berusan. Astaga, terus siapa barusan?. Langsung kujalankan mobil lagi menuju masjid tempat biasanya sholat magrib apabila pulang mepet.


Setelah sholat magrib, aku duduk sambil memikirkan kejadian barusan. Siapa si "Andin" yang tadi pulang bareng ya?. Tingkahnya aneh gak seperti biasanya, cuman diem dan pandangan kosong. Yah mungkin itu "mereka"  yang tak telihat. Ok selama mereka tidak menganggu. Pikiranku agak kacau dan dibalut rasa takut. Sesampainya di kos dan mebersihkan diri sengaja aku ngobrol dengan teman tentang kejadian barusa. Dia gak percaya tentang ceritaku barusan. Sudahlah biar aku saja yang mengalami, semoga esok esok tidak ada kejadian aneh lagi.



OK brooow untuk bagian intro dari beberapa part cerita yang akan selalu diupte, tunggu postingan berikutnya ya!!

Part #2
Diubah oleh bocahtelo
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
amankan dahulu pertamax nanti petralite nya hahaha

nice gan ditunggu updatennya
Mereke di Sekitar Kita (Horror Story) - Intro
sfth nih
tandain gan emoticon-Traveller
Part #2 Flash Back

Keringat bercucuran di wajahku, bukan karena panas udara malam itu, melainkan hawa aneh yang ada disekitarku. Waktu menunjukkan kurang lebih jam 2 pagi dimana ayah dan ibu masih terlelap. Antara sadar dan terlelap, aku melihat banyaknya sosok orang dewasa bertubuh anak kecil, sangat banyak.................... Mereka hanya menatap dan menertawaiku, entah ada dimana saat ini aku berada, yang ku ingat aku hanya tidur sendirian di kamar. Nafas yang terengah-engah tetapi sangat berat, seperti ada yang menahan hidungku untuk bernafas dan sulit tubuh ini untuk bergerak. Saat akan mengucap doapun mulut serasa ada yang menahan rapat-rapat agar bibir tidak bergerak. Astaga, apa yang sedang aku alami................

Tanpa sadar pagi mulai menampakkan haluannya, suara adzan berkumandang berderu beriringan dengan embun pagi yang perlahan membasai tanah. Syukur sudah pagi, aku tersadar ada di kamar dimana malam itu aku tidur di sana. Aneh sekali rasanya, badan sangat lemas dan baju yang kukenakan basah karena keringat. Mimpi buruk atau apalah aku tidak terlalu menghiraukannya, saat itu aku masih duduk di bangku kelas 5 SD.

Yah...ini cerita aku balikkan sekitar 20 tahun yang lalu, saat itu aku tinggal di kota Solo. Belum lama aku pindah ke sana karena saat itu ayahku harus pindah kerja ke kota Solo. Karena baru maka ayah mengontrak sebuah rumah di pinggiran kota, waktu itu sih aku oke-oke saja dan tidak akan mengira apa-apa tentang rumah itu. Rumah lumayan besar dengan 3 kamar di bangunan utama dan ada 1 kamar terpisah dekat garasi mobil, dan kamar mandi + WC terpisah dari bangunan utama, layaknya rumah jaman dulu. Rumah yang aku tinggali menurut penduduk sekitar sudah kosong kurang lebih 4 tahun lamanya dan dulunya digunakan bukan sebagai tempat tinggal, melainkan untuk home industri. Samping kanan rumah saat itu berdiri pabrik permen namun dalam sekala kecil. Saat itu aku tidur 1 kamar berdua dengan adikku yang masih kecil. Kami menggunakan kamar dengan posisi ditengah berdampingan dengan ruang tamu dan ruang makan, ayah dan ibuku menggunakan kamar yang ada di depan.

Om dan tanteku sering berkunjung ke rumah, hanya sekedar silaturahmi beberapa saat. Akan tetapi mereka akan punya rencana untuk menginap tapi tidak setiap hari melainkan hari-hari tertentu saja. Otomatis kamar yang aku pakai digunakan mereka untuk beristirahat dan adikku tidur bareng dengan ayah ibu. Lalu aku dimana?....terpaksa aku tidur di kamar sebelah yaitu ruang makan, di sana cuma ada maja kursi makan kecil dan lemari es. Berbekal kasur single aku mau tidak mau harus nurut orang tua yang menyuruh tidur di sana.

Dari ruang inilah aku mulai sering dinganngu "mereka" (lihat paragraf pertama part#2). Mereka selalu mengganggu dan muncul bahkan aku berada di alam mereka ketika aku mulai tertidur di ruang makan. Kalau om dan tante menginap di rumah sudah pasti malamnya aku uji nyali. Aku sama sekali tidak bercerita pada keluarga, dan memang pengalaman ini aku pendam sendiri. Sangat aneh, makluk itu terus berdatangan saat aku mendiami ruang tersebut kala tertidur. Pernah suatu saat aku melawan, tapi karena banyaknya mereka pa daya tubuh kecil ini melawan, wajah-wajah seram dan lengkingan suara tawaan yang seram oleh mereka masih terngiang dipikiran.


Ok gaan utnuk part 2 dicukupkan dulu, merinding nih udah malem ngetik sendirian di kantor, tunggu kelanjutannya di part 3.


Thanks


Diubah oleh bocahtelo
besok lanjut update ya gan,sorry 2 hari ini sakit jadi blm bisa update story


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di