alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
The TRAFFIC-LIGHT-LATIONSHIP
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c0a2141902cfe1e2c8b4568/the-traffic-light-lationship

The TRAFFIC-LIGHT-LATIONSHIP

The TRAFFIC-LIGHT-LATIONSHIP

.
.
.
.
.
.
Ini adalah kisah perihal penantian.
Perihal siapa yang menunggu siapa, dan siapa yang ditunggu siapa.
Perihal dipertemukan walau hanya sebentar, perihal dipertemukan hanya untuk sebatas kenal.
.
.
.
.



Suatu ketika di salah satu perempatan paling terkenal di kota Bandung, perempatan Jalan Supratman. Gue lagi duduk berdua di atas motor menunggu lampu lalu lintas berubah dari warna merah menjadi warna hijau dengan sesorang yang gue sayang di bangku belakang. Saat itu keadaan cukup lenggang mengingat waktu sudah terlanjur malam.

Di sana hanya ada satu motor saja yang diam menunggu lampu berubah warna. Motor gue. Sedangkan beberapa motor dan kendaraan lain yang ada di belakang gue dengan polosnya menerobos lampu merah karena merasa jalanan sudah terlanjur sepi.

Karena kejadian ini, sembari menangkupkan dagu di pundak gue, dia bertanya.

“Dim, kenapa nggak maju aja?” Tanyanya setengah mengantuk.

Gue melihat ke arahnya, menggenggam tangannya yang masih setia memeluk tubuh gue erat.

“Lebih baik menunggu. Siapa tau di depan sana ada polisi yang menilang, atau bahkan lebih buruknya lagi, siapa tau ada kendaraan lain yang melintas dari arah belawanan yang malah bisa mengakibatkan kecelakaan.” Jelas gue manja.

“Oooh gitu..” Jawabnya samakin memeluk tubuh gue erat.

Lagi romantis-romantisnya duduk berdua diguyur oleh cahaya bintang dan lampu lalu lintas, tiba-tiba ada pengendara lain datang dan berhenti tanpa mau menerobos lampu merah seperti apa yang tengah gue lakukan.

Gue sempat melihat ke arahnya, Ia sempat melihat ke arah gue. Kita berdua menyapa tanpa suara dengan cara menundukan kepala walau kita tidak saling kenal, sebuah kesopanan khas ala orang Bandung. Namun beberapa saat kemudian Ia memilih untuk menerobos lampu merah itu ketika menyadari bahwa jalanan dari sisi lain begitu lenggang.

“Kamu lihat..” Ujar gue.

“Apa?” Tanyanya.

“Penantian yang paling memilukan adalah penantian yang seperti penantian lampu merah ini. Dimas bisa saja menerobos lampu merah, melanggar aturan, melanggar hak orang lain, Dimas bisa saja hadir sebagai orang ketiga dalam sebuah hubungan orang lain. Mengganggu apa yang sudah menjadi milik orang lain agar Dimas bisa menjadi miliknya, namun kadang resikonya besar, Siapa tahu di depan sana ada polisi yang akan menilang, siapa tahu ternyata akan terjadi kecelakaan besar. Namun menunggu pun tak sama baiknya.” Tukas gue.

“Tak sama baiknya?”

“Iya, ketika kamu menunggu di lampu merah, kamu hanya bisa melihat orang lain bahagia. Kamu hanya bisa menunggu. Berusaha sekuat tenaga hanya akan membuatmu jatuh pada lubang yang kau buat sendiri. Suatu saat mungkin akan ada seseorang yang menemani seperti orang yang baru saja diam di sebelah motor kita, namun dia bisa pergi kapan saja ketika kita tidak berbuat apa-apa kepadanya.”

“…”

Kita pun terdiam cukup lama malam itu sembari terus menunggu sang lampu merah berubah warna menjadi lampu hijau. Dalam sebuah Fase penantian, fase Traffic-Light-Lationship ini adalah Fase yang paling memilukan, paling menguras tenaga, dan paling sering menyakit hati kalau menurut gue.

Dalam jalan lurusmu, kadang kau menemukan sebuah persimpangan. Persimpangan di mana Tuhan memberikan kau sebuah kesempatan untuk bertemu orang-orang baru. Beberapa orang yang menyebrang dari sisi berbeda di sebuah persimpangan jalan akan berpapasan dengan seseorang yang baru. Namun, selayaknya ketika sedang menyebrang, kau hanya akan berpapasan dengan orang itu sebentar, lalu kemudian kalian akan kembali berpisah dan menuju jalan yang berbeda.

Berapa banyak orang yang sudah kau temui dan yang kau kira dia adalah pendamping hidupmu namun pada akhirnya dia pergi ke sisi yang berbeda dengan sisi yang hendak kau tuju? Awalnya kau mengira akan menemukan seseorang, namun ternyata itu hanya sebuah penyebrangan di persimpangan. Kau akan tetap terus sendiri hingga nanti kau bertemu sebuah persimpangan lain lagi dan berharap di persimpangan yang kali ini, kau akan benar-benar menemukan pendamping hidupmu. Yang memilih untuk menetap dan tak pergi lagi.

.

Aku ingat kita; Kita pernah menunggu begitu lama untuk bisa dekat. Kita pernah bermimpi untuk saling menggenggam erat.
Namun kita hanyalah dua di persimpangan. Yang dipertemukan hanya untuk satu-dua-detik, lalu kemudian pergi untuk menemukan yang lebih baik.

.

Begitu juga dengan orang-orang yang menunggu di perempatan lampu merah. Kau akan bertemu banyak sekali orang. Orang-orang yang baik, yang serupa baik, yang paling baik, yang terbaik, yang buruk, yang lebih buruk, dan yang sama-sama sedang menunggu layaknya yang kau lakukan sekarang.

Namun Tuhan tak banyak memberimu batas waktu, lampu merah yang berubah menjadi lampu hijau adalah batas waktu di mana Tuhan mengecek apakah orang-orang itu cocok untukmu? Dan semua itu pada akhirnya kembali ke diri kita masing-masing, apakah ketika di sebuah penantian lampu merah, kau akan turun dari satu kendaraan dan memberanikan diri untuk menaiki kendaraan lain sehingga kini kau berjalan tak sendirian lagi? Atau kau masih bingung dan ragu untuk melepaskan kendaraan yang sekarang tengah kau miliki itu— walaupun kau tahu bahwa sebenarnya kendaraan itu bukanlah kendaraan yang baik untukmu?

Semakin lama kau ragu, semakin sedikit juga waktu yang diberikan oleh Tuhan untukmu. Hingga pada akhirnya, lampu merah itu berubah menjadi warna hijau, memaksa orang-orang yang tadi ada untukmu kembali pergi meninggalkanmu karena kebebalanmu yang memilih untuk diam di tempat yang sebenarnya tidak membaikanmu sama sekali.

Yang baik kau sia-siakan.
Yang lebih baik kau biarkan pergi.
Yang terbaik hanya kau lihat, kau beri salam, dan kau lepaskan begitu saja.

Sampai kapan kau akan tetap terdiam di kendaraanmu dan takut untuk pergi ke tempat baru bersama orang lain? Bukankah dipertemukan dengan orang yang kau rasa lebih baik itu adalah cara Tuhan untuk menunjukkan bahwa apa yang kau miliki sekarang itu tidak lagi baik untukmu?

Maka seperti yang pernah aku bilang, Tuhan hanya akan membantu orang-orang yang mau membantu dirinya sendiri. Kau berdoa agar dipertemukan dengan orang yang tepat, lalu kau dipertemukan dengan orang yang tepat, kemudian kau ragu, kau bimbang, kau takut melepaskan zona nyamanmu, hingga pada akhirnya Tuhan memutuskan orang yang tepat itu untuk pergi darimu. Karena bagi Tuhan, orang yang tepat itu sudah tidak lagi tepat bagi orang-orang yang tidak baik sepertimu— orang yang tidak mau memperbaiki diri dengan cara melepaskan apa yang tidak baik bagi dirinya sendiri.

Karena ingatlah, yang baik, pada akhirnya akan selalu dipasangkan dengan yang baik juga.

.

“Kamu juga, Dim..” Tiba-tiba dari bangku belakang, dia membuyarkan semua lamunan gue.

“Kamu juga, Dim. Sudah saatnya kamu menemukan orang yang tepat. Seseorang yang baru, di perempatan yang baru juga. Semua tentang percakapan yang kita lakukan tadi perihal penantian, adalah percakapan kita 2 tahun yang lalu di tempat ini, di malam yang sama seperti ini juga. Aku sekarang sudah bahagia, Dim. Dan lihat kamu sekarang, kamu hanya terdiam menunggu di sini melihat ke arah jalanan yang kosong sambil menunggu sebuah lampu berubah warna dari merah menjadi hijau. Coba lihat sekelilingmu, Dim. Kamu sendirian sekarang.” Ucapnya pelan lalu kemudian menghilang.

Gue terdiam.
Tangan gue kembali dingin karena tidak ada lagi tangan yang mendekap tubuh gue ketika gue sedang menunggu. Punggung gue kembali sepi tak ada lagi tubuh yang bersandar sambil terkantuk-kantuk di tempat itu.

Gue menarik napas panjang, melihat sekilas ke arah lampu lalu-lintas yang masih kerap tak berubah warna menjadi hijau itu. Gue melihat ke arah jalan yang berlawanan sebentar.

Kemudian gue beranikan diri untuk melaju.

Menerobos lampu merah.




















@mbeeer.tumblr
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
prolog yg manis... numpang sewa apart yahh


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di