alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Pengamat: Hanya Orang Gila yang Mau Kembali ke Rezim Orba
3.38 stars - based on 8 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c0959ebe052279c7c8b4568/pengamat-hanya-orang-gila-yang-mau-kembali-ke-rezim-orba

Pengamat: Hanya Orang Gila yang Mau Kembali ke Rezim Orba

Pengamat: Hanya Orang Gila yang Mau Kembali ke Rezim Orba

Jakarta, CNN Indonesia -- Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Hermawan Sulistyo menilai isu Orde Baru dalam Pilpres 2019 tak akan menarik minat generasi milenial. Menurutnya, hanya kalangan tertentu yang masih tertarik dengan isu tersebut.

"Itu hanya orang gila yang mau kembali ke rezim itu. Hidup penuh ketakutan setiap hari," ujar Hermawan dalam diskusi di kantor Populi Center, Jakarta, Kamis (6/12). 

Hermawan meyakini isu Orde Baru tak akan laku bagi generasi milenial yang punya rasa ingin tahu tentang sejarah masa lalu. Kalangan itu umumnya berusaha mencari tahu tentang peristiwa yang terjadi di masa Orba. 

"Banyak anak milenial yang cerdas, menelusuri, buka file lama, maka akan tahu siapa penjahat HAM, siapa yang merampok ekonomi kita," katanya. 

Sementara isu tentang Orba, menurut Hermawan, akan lebih diminati kalangan milenial yang cenderung cuek dan sebagian orang tua yang merasa sejahtera di masa tersebut. 

"Milenial yang tidak punya rasa curiousity mungkin akan tertarik, berminat. Kalau orang tua, yang dulu ikut menindas pasti tertarik juga. Tapi jumlahnya enggak banyak," katanya.

Pandangan berbeda disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Sunanto. Menurutnya, isu orba masih akan laku di berbagai kalangan selama kampanye pilpres. 

"Sekarang jangan anggap semua milenial. Segmen Orba masih banyak, apalagi mereka yang berharap kesejahteraan seperti dulu," ucap Sunanto. 

Namun ia mengakui ada jarak atau gap yang cukup jauh untuk menarik minat generasi milenial pada isu Orba. "Kecuali ada gagasan baru yang dimunculkan. Kalau seperti ini titik temunya cukup jauh," tuturnya. 

Karakter Orba di Dua Kubu

Sunanto menilai karakteristik Orde Baru ada pada dua calon yang mengikuti kontestasi Pilpres 2019, yakni Jokowi dan Prabowo. 

"Karakteristik Orba sebenarnya ada di dua capres ini, tapi beda perspektif," ujar Sunanto.

Meski demikian, Sunanto berpendapat kelompok yang cenderung meneruskan semangat Orba ada di kubu Prabowo-Sandiaga. Beberapa kali kubu Prabowo memang mengungkit keberhasilan orba di bawah Soeharto.

Sementara itu, di kubu Jokowi-Ma'ruf, kata Sunanto, masih ada sejumlah tokoh di era Orba yang menjadi bagian Tim Jokowi-Ma'ruf. Di antaranya Menteri Koordinator Bidang Maritim Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto. 

"Ya satu mungkin memang ada kelompoknya, yang satu lagi ada yang jadi bagian dari kebijakannya," katanya. 

Oleh karena itu, ia melihat kedua pasangan capres-cawapres itu sama-sama berpotensi menerapkan model kebijakan yang tak berbeda jauh dengan masa Orba. 

Sunanto pun menilai sejumlah karakteristik Orba masih tetap muncul di era reformasi saat ini seperti kartel kekuasaan, praktik korupsi kolusi dan nepotisme, hingga sistem otoritarian. 

"Kalau tiga sifat itu masih berlaku sampai saat ini ya tidak bisa juga dikatakan sekarang reformasi. Kalau masih ada berarti memang masih ada sifat-sifat orba," ucap Sunanto. 

Kubu calon presiden nomor urut 01 Prabowo Subianto sebelumnya kerap menggaungkan keberhasilan era Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto. 

Beberapa kali kubu Prabowo mengungkit keberhasilan Soeharto. Bahkan jika Prabowo dan Sandiaga terpilih di Pilpres 2019, mereka akan mengusung semangat swasembada yang pernah dilakukan Soeharto.

Isu kembali ke Orba juga sempat dilontarkan Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto melalui akun twitternya. 

Putri Soeharto itu mengatakan sudah saatnya kembali seperti era kepemimpinan Soeharto yang sukses dengan swasembada pangan, mendapatkan penghargaan internasional dan dikenal dunia. (pris/pmg)

Pengamat: Hanya Orang Gila yang Mau Kembali ke Rezim Orba
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
ada sisi baik dan sisi buruk
Quote:



klo menurut ane... hidup ketakutan tidak lah ... emoticon-Malu
cm kebebasan buat bicara di batasi emoticon-Big Grin
Quote:


Quote:



Quote:
Kalo jaman orba enak, orng ribut2 dikit langsung karungngin, jadinya ga da radikal agama kayak skrng..
Kalo orng skrng manja, dikit2 kriminalisasi..
kadang gen x gen y gen z di era sebelum millenial sering lupa, bahwa yg millenial byk yg ga mengalami hal tersebut, jadi buat apa kembali ke era tersebut..

generasi millenial skrg itu menganut, buat apa mengingat terlalu banyak sejarah.. membuat kita terbuai di belakang dan tidak maju maju. Millenial sekarang lebih cenderung berpikir gw 10 tahun kedepan mau begini begitu.. itulah yg membedakan dengan gen y,x,z era sebelum millenial
buat apa kembali ke kehidupan dalam sebuah sangkar ?
ya gak papa sih ane balik zaman sd lagi hahaha
yang usia 50an pasti mau Balik ke Rezim Orba

soalnya istrinya jadi muda lagi dan balik ke masa manten baru emoticon-Big Grin
Balasan post yuswijaya
Quote:


jaman orba dolo ...

bakalan lihat gagah nya mas tommy di kemudi mitsubishi evo emoticon-Malu
atau cantik nya mbak tutut pakai jilbab warna kuning makan di warteg emoticon-Leh Uga


emoticon-Ngacir
Orba: naik metro mini n kopaja gelantungan di pintuk emoticon-Big Grin
Kilas balik emoticon-Ngakak (S)
Ini pengamat logikanya sudah tergadai.

Maksud kubu prabowo nyontek orba yahh program keberhasilan pembangunan ekonominya bukan sikap represif nya. Semua juga tau maksud prabowo begitu.

Tapi yaitu, yang lain berusaha me misleading kan ke arah sikap represif orba.

Supaya lu tau yah.. program repelita membuat rakyat yang zamam sukarno cuman makan bulgur (makanan buat ternak, impor dari ostrali) jadi makan nasi. Pertumbuhan ekonomi rata2 7%. Itu yang mau ditiru prabowo.

Memanknya kayak rezim yang itu, janji 7% ga tau hampir 5 tahun mentok di 5%. Ga bisa menuhin janji, berani2nya mau 2 per....... sudahlah.
Quote:


Yo maksudku hidupku balik bocah lagi haha
Orla jaman blangsak

Orba lbh blangsak


Camkan itu. Hny nasbung tolol yg pengen kembali ke jaman super blangsak. Rakyat di buat manja rakyat di buat malas typical nasbung gembel. Semua di subsidi duit hutang akibatnya bangkrut
kebanyakan emang udah gila kok gan padahal salah sendiri gampang dipengaruhi media emoticon-Tai:
banyak senior dimari emoticon-Matabelo
Hanya orang dongok yang mau di bohongin 2x emoticon-Ngakak (S)
balik ke jaman kegelapanemoticon-Big Grin
Balasan post vxvxvx
Quote:


emang lu udh lahir?

emoticon-Ngakak
Balasan post Critical.4x
Quote:


Setiap jaman ada eranya. Dulu pertumbuhan 7% karena dunia juga sedang bertumbuh segitu. Dan itu dibayar dengan kayu hutan yg dibabat habis, minyak bumi yg masih berlimpah, dan tambang emas di Freeport yg dijual ke Amerika, masih ditambah hutang Luar Negeri yg jumlahnya fantastis.

Kekayaan alam yg masih banyak ini kemudian dikorupsi secara gila2an (misalnya kasus Ibnu Sutowo, Pertamina) sama kayak Marcos di Filipina. Hanya Singapura yg pemimpinnya bersih yg berhasil tinggal landas menjadi negara maju seperti sekarang.
Halaman 1 dari 3


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di