alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Anies Minta Pimpinan SKPD Berani Ambil Keputusan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c0920615a516392058b456a/anies-minta-pimpinan-skpd-berani-ambil-keputusan

Anies Minta Pimpinan SKPD Berani Ambil Keputusan

Anies Minta Pimpinan SKPD Berani Ambil Keputusan

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, memutuskan akan melatih pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) DKI berani mengambil keputusan saat menjalankan program kebijakan di wilayah kerjanya.

"Kita akan lakukan penataan pada kewenangannya dan diatur untuk insentif dan disinsentif dalam mengambil keputusan," kata Anies seusai menghadiri Raker APPSI di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (6/12).

Insentif dan disinsentif yang diberikan bukan dalam bentuk kenaikan atau pengurangan tunjangan kinerja daerah (TKD). Melainkan dalam bentuk penilaian kinerja mereka yang akan berguna untuk kenaikan jabatan atau promosi.

"Tidak ada insentif (kenaikan TOD) seperti itu. Itu kan memang sudah seharusnya dia berani ambil keputusan. Jadi disinsentif dan insentifnya bukan TKD tapi pada penilaian kinerja. Tapi ya kepala (SKPD) harus mengambil keputusan," ujarnya.

Ia melihat permasalahan ketidakberanian mengambil keputusan, bukan hanya terjadi di satu atau dua SKPD saja, atau terjadi pada satu atau dua kasus saja. Tetapi sudah menjadi sebuah kebiasaan yang mendarah daging dalam diri pimpinan SKPD.

"Kebiasaan semuanya, itu mohon petunjuk. Saya kalau terima memo (dari kepala dinas) itu, isinya mohon petunjuk," ungkapnya.

Untuk mengubah kebiasaan itu, kata Anies, pihaknya akan memulai dengan cara mengembalikan memo mohon petunjuk dari pimpinan SKPD kepada dirinya. Ia akan meminta kepala SKPD untuk mengambil keputusan sendiri.

"Ya sudah, karena itu, dikembalikan (memonya). Suruh dia mengambil keputusan. Harus berani mengambil keputusan," tegasnya.

Kebiasaan meminta arahan dan petunjuk kepada Gubernur ternyata sudah menjadi tradisi dalam pengambilan keputusan di kalangan kepala SKPD. Sehingga semua keputusan selalu tersentral kepada Gubernur DKI.

"Itu sudah bergenerasi. Kelihatan dari lalu lintas dokumen selama satu tahun, memang tradisinya tersentral di Gubernur. Jadi keputusan itu semua naik ke atas. Ini sesuatu yang bukan terjadi seperti tiga tahun terakhir, atau lima tahun terakhir. Tetapi ini adalah lebih menjadi sebuah budaya," tandasnya.

http://www.beritasatu.com/megapolita...keputusan.html
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Lelet... Pecat boss gak sah pake kunci komunikasi
oke oce solusinya
harus berani ya
namanya akademisi, itu teori seidealis mungkin sesempurna mungkin,
tapi ktika disuruh jalanin, lari dari tanggungjawab, ogah eksekusi, perencanaan mulu kagak mulai2 krn takut risiko
Ya silahkan saja
Biasanya ujung2nya kalo salah ya dikorbanin emoticon-Leh Uga

Makanya yg berani dikit, tar Liat aja
Quote:


Lah si busedannya sendiri ga berani lawan FPI dan ormas-ormas lainnya emoticon-Leh Uga
Balasan post adrianfuzagame
Quote:


Lha busedanya juga hobi ngeles
Kalo anak buahnya mutusin salah busedan ngeles? Mampus dah emoticon-Leh Uga
Rencana auto pilot gitu ya
pemimpin yg kagak punya mental pemimpin....lazy in action emoticon-Hansip
Ngahok berani ngambil keputusan karna dia sadar dia pemimpin, dan apapun resikonya, dia yg bertanggung jawab. Itu pemimpin.
Banyak pimpinan SKPD tidak berani ambil keputusan itu salah satunya karena budaya di PNS kita masih budaya lama, budaya oke boss. Jadi semua nunggu bos. Budaya ini mungkin bawaan dari kondisi sosial dalam masyarakat jaman dulu, budaya feodal, ada raja-raja kecil dan rakyat biasa. Pemimpin dianggap tidak bisa salah dan bawahan harus nurut semuanya, jangan bertindak sendiri.

Budaya nunggu apa kata bos ini kemudian diperparah lagi dengan peraturan-peraturan yang banyak, njelimet, tumpang tindih dan kadang tidak jelas pula. Jadi lengkaplah saling tunggu-tungguan plus main tenis-nya setiap ada kejadian. Makanya dahulu bahkan sampai sekarang kan kalau ada keperluan apalagi ada masalah hampir pasti main ping pong semua kalau berhadapan dengan PNS.

Hal ini yang coba diperbaiki sejak jaman Jkw naik dulu, diterusin Ahok, reformasi birokrasi. Hanya tidak semudah itu untuk merubahnya. Membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk melatih orang merubah perilaku yang sudah membudaya. Skrg gw gak tahu gimana model reformasi birokrasi di tangan pak Anies ini. Informasi minim sih sekarang. Kalau dia berniat melatih itu, gw harap dia serius dan jalankan dengan benar, minimal bisa ngasih arahan yang jelas maunya apa, apa yang dituju, langkah-langkahnya apa, apa yang perlu diperhatikan dalam langkah-langkah itu, jangka waktu, ukuran pencapaian, dll. Kadang bawahan kita gak bisa ambil keputusan atau enggan ambil keputusan karena arahan dari atas tidak jelas. Jaman pak Anies, gw dapat info arahan tidak jelas, ngambang semua. Seperti kasus naturalisasi contohnya. Bawahan tidak tahu, tidak paham, benda apa itu naturalisasi. Ini PR-nya Pak Anies, selain melatih bawahan untuk ambil keputusan, tolong latih diri anda untuk jangan pandai merangkai kata saja. Singkat, padat, jelas. Saling memperbaiki lah.
Quote:


betul, kalo kayak gini anis gampang ngelesnya, seperti kejadian pohon plastik, tapi kalo berhasil dia yg maju paling depan terima penghargaan

luarbiasa emoticon-Big Grinemoticon-Big Grin


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di