alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
WNA Bisa-bisanya Menambang Di Hutan Lindung, Negara Seakan Tanpa Pemerintah
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c08f9aa56e6af093a8b4568/wna-bisa-bisanya-menambang-di-hutan-lindung-negara-seakan-tanpa-pemerintah

WNA Bisa-bisanya Menambang Di Hutan Lindung, Negara Seakan Tanpa Pemerintah

Beberapa hari ini warga Kabupaten Limapuluh Kota Sumatera Barat dihebohkan dengan keberadaan warga negara China yang beraktivitas di kawasan tambang emas Manggani di Jorong Pua, Kecamatan Gunung Omeh.

Diketahui kawasan tambang emas Manggani ini merupakan bekas tambang emas jaman penjajahan Belanda yang berada di kawasan hutan lindung. Berdasarkan penelusuran Pemkab 50 Kota puluhan WN China ini melakukan aktifitas di tambang emas Manggani ini selama 17 hari.

Menangapi hal ini, Anggota Komisi III DPR RI Desmon Mahesa menilai, jika hal itu benar adanya berarti negara ini dibuat seolah tidak memiliki penduduk dan pemerintahan.

“Aturannya kawasan hutan lindung itu tidak dibenarkan adanya warga negara Indonesia (WNI) melakukan aktifitas atau pertambangan, namun bagaimana bisa warga negara asing (WNA) bisa beraktifitas atau mungkin bertambang disana,” ungkapnya saat dikonfirmasi Covesia.com melalui telepon aplikasi Whatsapp, Rabu (28/11/2018).

“Ini sama seperti Film coboi-coboi. Dimana mereka mencari emas di Amerika yang kala itu memang belum ada negara dan pemerintahan atau tanah tak bertuan. Namun kenapa hal itu bisa terjadi saat ini di Indonesia,” tambahnya.

Menurut politisi Partai Gerindra pemerintah dan pihak berwajib harus bertangung jawab dengan kondisi ini pasalnya Indonesia merupakan negara yang memiliki hukum yang harus ditegakan dan pemerintahan yang menajalankannya.

“Ini efek dari kebebasan visa yang diberikan pemerintah. Lama-lama negara ini bisa keos,” tambahnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pada dasarnya penggunaan tenaga kerja asing (TKA) sudah ada aturan dan proses perizinannya.

“Tapi kembali lagi, meski memiliki izin kerja bagaimana bisa WNA bisa beraktifitas di kawasan hutan lindung sedang WNI saja tidak diizinkan secara hukum,” tutupnya.

http://www.harianpolitik.com/wna-bisa-bisanya-menambang-di-hutan-lindung-negara-seakan-tanpa-pemerintah/

Hutan lindung harus dilindungi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
lah kok bisa kecolongan gtu. 17 hari lagi.
tangkap, penjarakan !
Menangapi hal ini, Anggota Komisi III DPR RI Desmon Mahesa menilai, jika hal itu benar adanya berarti negara ini dibuat seolah tidak memiliki penduduk dan pemerintahan.

Kalo belum yakin, ya jangan kasih statement dulu..
Jangan sampai tersandung kedua kali...
Kasian nanti keledai kalah...
Tunggu pada masuk tambang, abis itu timbun tambangnya ..
lha pemerintah daerahnya ngapain aja??? kan otonomi daerah .. salah wiwi nih pasti emoticon-Traveller
Ya semoga kabar itu ngak benar yaa
sama aja kaya tambang ilegal yg main juga pemdanya sana
Quote:


Itulah yg ngawas hutan lindung ngapain ajemoticon-Ngakak gk mgkn tiba2 org china nya bisa tau kalo gk ad org sekitar yg nuntunin mreka.drmana tau ad tambang emas disanaemoticon-Ngakak asli goblog sumpahemoticon-Ngakak g sih bkn belain org china nya.kl mreka mau di bunuh jg terserah.lah yg jaga ini negeri kan bukan hanya pemerintah.tp jg rakyatnya
biar gw tebak.... pasti salah jokowi emoticon-Big Grin emoticon-Hammer
pura2 gak lihat...
Pemdanya apa kabar ? Diem" bae emoticon-Shutup
Diubah oleh 121Z4
lah kan dari dulu, ada yang bakar hutan lindung trus dijadikan tanah2 buat nanem properti dan sawit.
harus dikarungi biar pada ngak berkeliaran emoticon-Hansip
Tanya bupati,camat ,lurah,RT RW,masa ga tau semuanya,
udah pasti ini mah, salah jokowi
emoticon-Mad
udah jelas ini pemda setempat disuap, mana mungkin wna bisa masuk dak eksploitasi hutan indonesia tanpa sepengetahuan mereka.
Dan pemdanya lagi ngitungin duit tutup mulut dari WNA emoticon-Big Grin


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di