alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Diskriminasi Media Nasional Terkait Reuni 212
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c08dbe2ddd770b72d8b4567/diskriminasi-media-nasional-terkait-reuni-212

Diskriminasi Media Nasional Terkait Reuni 212

Diskriminasi Media Nasional Terkait Reuni 212

Banyak media massa saat ini telah menjadi bagian dari upaya memanipulasi demokrasi. Media tidak menjalani fungsi jurnalistik dengan adil, mungkin terkooptasi kekuasaan.
 
Pasalnya ada diskriminasi media nasional dalam Reuni Akbar 212. Hanya Tv One dan Republika yang menyoroti acara tersebut. Media nasional memilih tajuk berbeda ketimbang menyoroti Reuni 212.
 
Reuni 212 tidak menjadi headline berita nasional pada 3 Desember 2018 lalu. Kompas memilih topic ‘Polusi Pelastik Mengancam”, lalu Tempo memilih topic ‘Pesona Ibu Negara di Panggung H-30’, sedangkan Harian Sindo memilih topic ‘PP 49/2018 Solusi bagi Tenaga Honorer’. Hanya Republika yang memilih topic ‘Reuni 212 Damai’.
 
Sedangkan media internasional berbondong-bondong menyoroti aksi Reuni Akbar 212 tersebut. Diantaranya, The Straits Times, Reuters, SCMP, Deutsche Welle, Taiwan News, dan AFP News.
 
Prabowo Subianto mengatakan seharusnya media-media yang kondang, media-media dengan nama besar, media-media yang mengatakan dirinya obyektif, harus bertanggung jawab untuk membela demokrasi bukan takhluk pada kekuasaan pemerintah. Para wartawan yang melakukan manipulasi tak layak dihormati. (Sumur)
 
Secara normatif keilmuan dan perspektif komunikasi, seperti yang dianalisis Denis McQuail, pakar dan ilmuan komunikasi dari Amsterdam Belanda berpendapat, terjadinya deviasi Framing Media ada pada 14 stasiun TV swasta dan negeri pada jam tayang aksi 212, sedangkan TV lainnya menayangkan; Film India, acara anak, sinetron, selebriti, upin ipin, musik, rumah rakyat, animasi, Spongebob, bisnis, hiburan, dan jalan-jalan.
 
Jika dilihat dari perspektif objektivitas, (Factualness dan Impartiality) media massa khususnya, hanya ada 2 stasiun televisi dari 16 stasuin TV yang menyiarkan secara live dan terputus-putus. Itu dikategorikan dalam media televisi dan menjalankan amanahnya sebagai pemberitaan bagi rakyat Indonesia. Sementara itu 14 stasiun TV yang tidak menyiarkan peristiwa aktual dianggap menjadi media yang tidak objektif dan keluar dari fungsinya sebagai media yang menjalankan demokrasi yang netral dan seimbang. (Sumur)
 
Faktanya, selama berlangsungnya berita yang melibatkan 7,6 juta umat manusia bahkan TV One memperkirakan jumlah peserta aksi damai berkisar 11 juta. Bukan itu saja, tetapi adanya media massa yang tidak menyiarkan berita akbar itu, terindikasi dalam media tersebut yang bersebelahan dengan kelompok aksi damai dan ini sebenarnya mencederai dirinya sebagai televisi sekuler dan memboikat pemberitaan karena adanya persengkokolan pemilik media dengan ‘penguasa’. 
 

 
 
Diubah oleh DistrikNasional
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
Diskriminasi Media Nasional Terkait Reuni 212
Diskriminasi Media Nasional Terkait Reuni 212
Diskriminasi Media Nasional Terkait Reuni 212
gegara HULAIHU HULAIHO para reporter gk sempat meliput gegara ngakak guling2 emoticon-Wkwkwk
Balasan post kentutwangi22
bani cebong provokator emoticon-Smilie
un faedah wartawan dan berita2x tv beritain kyk ginian..emoticon-Leh Uga
Seng sabar ya
Balasan post becakmini.v7
Quote:


Diskriminasi Media Nasional Terkait Reuni 212
tambahin ganemoticon-Ultah
biar pada tau yang tolol sapa
Diubah oleh fahm182
Semua serba salah kalau ada hubungan dengan kubu ini... ane jadi heran sendiri
^
^
gambar diatas krn nasbung lapar blm makan
baper maksimal ni umat saking pengenya masuk tv dan diliput media..
emoticon-Ngakak
Katanya dilarang ngeliput trus ngapain? emoticon-Malu
Balasan post DistrikNasional
Quote:


Ya gimana itu request 212 sendiri emoticon-Leh Uga
Diskriminasi Media Nasional Terkait Reuni 212
childish .. ngambekan, klo gak dituruti ngamok emoticon-Traveller
Diubah oleh a12s
Ngadepin anjing edan..memang serba salah...
Di timpuk disalahain....gak ditimpuk dia gigit...
Quote:


Emg
Isi geng situ kan bocah kabeh
Ngapain juga dibahas... adanya malu2in negaraemoticon-Leh Uga
Balasan post rembo1922
Quote:


sing waras ngalah lur emoticon-Leh Uga
diliput ngamuk gak diliput mewek... bkin o tv sendiri
astazim, umat dizolimi. emoticon-Malu
Ngeliput ketololan ya buang2 waktu
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di