alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Memburu Egianus Kogoya, Otak Serangan Pekerja Proyek di Papua
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c08d4d2dad770bb3d8b4567/memburu-egianus-kogoya-otak-serangan-pekerja-proyek-di-papua

Memburu Egianus Kogoya, Otak Serangan Pekerja Proyek di Papua

Kamis 06 Desember 2018, 13:38 WIB

Memburu Egianus Kogoya, Otak Serangan Pekerja Proyek di Papua
Egianus Kogoya. (Foto: istimewa)

Setidaknya 19 orang (sumber lain menyebut 31 orang) menjadi korban penembakan oleh kelompok bersenjata di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

Mereka adalah pekerja PT Istaka Karya yang sedang merampungkan pembangunan Jembatan Kalik Aorak dan Jembatan Kali Yigi. Aparat menuding Kelompok Kriminal Bersenjata pinpinan Egianus Kogoya sebagai otak di balik insiden tersebut.

Pengamat Terorisme, Sidney Jones, menyebut kelompok Egianus Kogoya merupakan sempalan dari Kelly Kwalik, komandan dari sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM). Kelly Kwalik tewas dalam penyergapan polisi pada 2009.

Tapi Egianus dan anak buahnya, dikenal lebih militan dan mayoritas berusia muda. Dari catatannya, Egianus pernah membuat keributan saat Pilkada serentak Juli lalu, dalam upaya mencegah pelaksanaan pemilu.

"Biasanya OPM ini terdiri dari faksi-faksi. Di Nduga, satu faksi yang berkuasa dan sempalan dari Kelly Kwalik yang dulu bergerak di Timika. Tapi orang-orang ini muda dan lebih militan," jelas Sidney Jones dilansir laman BBC News Indonesia.

Sidney mengharapkan Polri dan TNI menangkap Egianus Kogoya dan anak buahnya dalam keadaan hidup agar aparat bisa memperoleh informasi detail tentang jumlah anggota OPM yang tersisa, juga asal senjata yang didapat.

Ia juga berharap aparat tak serampangan dalam memburu kelompok tersebut apalagi sampai menyerang masyarakat sipil.
"Mudah-mudahan tidak ada penembakan terhadap orang sipil dan tidak ada penyiksaan terhadap orang setempat untuk mendapat informasi. Itu masalah yang terjadi di masa lalu," jelasnya.

Di tempat terpisah, Kapendam XVII Cendrawasih, Muhammad Aidi, menyebut jumlah anggota kelompok Egianus berjumlah 50 orang. Mereka, klaimnya, memiliki senjata lengkap berstandar militer.

Keberadaan kelompok OPM di Kabupaten Nduga, menurut Aidi, mulai terdesak ketika pemerintah membangun jalan Trans Papua. Sebab selama ini Pegunungan Tengah dikenal sebagai markas OPM.

"Dengan adanya jalan Trans Papua, mulai lah daerah ini terbuka dari isolasi. Terbukanya jalan, mereka (kelompok OPM) merasa terusik. Sebab otomatis TNI dan Polisi bergerak mendekati arah mereka," ujar Muhammad Aidi.

Dari catatan Polisi, sejumlah kasus yang disebut didalangi Egianus Kogoya di antaranya:

1. Penembakan di Bandara Kenyam

Pada 25 Juni 2018, kelompok Egianus Kogoya menembaki pesawat Twin Otter Trigana Air yang saat itu disewa Brimob Polri. Pasukan Brimob ini sedang bertugas untuk mengamankan pilkada. Dua orang juga terluka akibat insiden tersebut.

2. Penyekapan guru dan tenaga medis

Pada Oktober 2018, kelompok Egianus Kogoya pernah menyekap belasan guru yang sedang bekerja di SD YPGRI 1, SMPN 1 dan tenaga medis yang bertugas di Puskesmas Mapenduma, Nduga.

3. Penembakan di jalan Trans Papua

Pada Desember 2017, pekerja Trans Papua di Kecamatan Mugi diserang kelompok Egianus Kogoya. Pekerja proyek bernama Yovicko Sondakh meninggal dan seorang aparat luka berat.

4. Penyerangan terhadap pekerja PT Istaka Karya

Pada 1-2 Desember 2018, sebanyak 25 pekerja PT Istaka Karya, kontraktor jalan Trans Papua, dibawa ke Bukit Puncak Kabo. Dengan tangan terikat, mereka ditembak. Sembilan belas orang disebut tewas. Menurut Kapendam XVII Cendrawasih, Muhammad Aidi, aparat akan menangkap hidup atau mati kelompok tersebut.

Namun demikian, jika mereka bersedia menyerahkan diri beserta senjatanya, TNI bakal menjamin keamanan mereka dan diampuni dari proses hukum.

"Jadi imbauan menyerahkan diri sudah sejak awal kami lakukan. Tidak ada yang perlu dinegosasikan. Menyerah atau berhadapan dengan moncong senjata," ujarnya.

Dalam operasi penangkapan yang dilakukan pasukan gabungan Polri-TNI ini, klaim Aidi, pihaknya akan mematuhi hukum dan akan memperhatikan pinsip hak asasi manusia. Para anggotanya sudah diperintahkan untuk menyasar orang-orang yang membawa senjata.
"Saya pastikan, kita tidak akan melakukan tindakan yang membabi buta dengan membumihanguskan kampung di sana," jelasnya.

"Yang kami serang adalah kombatan dan mereka itu diidentifikasi dengan membawa senjata. Jika ada orang tak membawa senjata, tidak mesti ditembak tapi ditangkap."

Dia juga mengatakan, pihaknya belum mengetahui motif penyerangan tersebut. Informasi yang menyebutkan bahwa seorang pekerja memfoto kegiatan HUT Kemerdekaan Papua sebagai penyebab insiden penyerangan ini, belum bisa dipastikan kebenarannya.

"Kalau berdasarkan kesaksian JA, dia tidak tahu soal foto itu," imbuh Aidi seraya menyebut saksi korban kini berada di markas Batalyon 756 dan tiga pekerja yang terluka dirawat di RS Wamena. Hingga saat ini, aparat masih berusaha menuju lokasi untuk mengevakuasi para korban.

Quote:


Selengkapnya di: Memburu Egianus Kogoya, Otak Serangan Pekerja Proyek di Papua

Diubah oleh manwarsalahudin
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Buru terus sampai mati emoticon-Smilie
Diubah oleh gembalaonta212
Memburu Egianus Kogoya, Otak Serangan Pekerja Proyek di Papua
Balasan post matthysse67
Quote:


memangnya ada ya yang belain mereka dengan istilah "jihadist"?

niatnya sih paham, nyindir. tp bahannya ga nyambung.

emoticon-Bingung
Balasan post matthysse67
Quote:


goblok mu terlalu murni kaka emoticon-Big Grin

beda tujuan antara separatis sama teroris

walaupun sama2 bang cat nya

emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
Diubah oleh dwiatmaja
Balasan post matthysse67
Kenapa Banser mulu yang disuruh ke Papua yak ? Perasaan ada banyak yang ngaku paling NKRI, mulai dari banser, fpi sampe yang kemaren reuni

Tunjukin dong nyali kalian...

emoticon-Cool
Senjata dan peluru nya dapat darimana? Kok bertahun tahun enggak habis?
Jangan kasih lama pak TNI/POLRI
Sikaatttt habis kelompok itu
Diubah oleh tiobiennyo
bapak ini uda ada komentar belum soal pelanggaran ham opm ?
kalo jokowi kencang banget dia tuduh sebai pelanggar ham...

pemerintah harus main cantik buru mereka sebagai bandit/kriminal jangan sebagai kelompok separatis

Memburu Egianus Kogoya, Otak Serangan Pekerja Proyek di Papua
Serahkan semuanya kepada TNI dan polisi
Quote:


ini pertanyaan yang sangat patut mendapat jawaban.
sudah gan nangkap mereka,masuk kehutan susah dilacak membaur dimasyarakat susah diidentifikasi (muka hampir mirip)

Quote:



menurut ane sudah bisa dibilang teroris , target mereka bukan lagi institusi militer/kepolisian tapi warga sipil

btw kalo begini Australia sama Amerika nggak bersuara emoticon-Cape d...
Diubah oleh nyongnyongan
Rambonya pace2 nih emoticon-Leh Uga
pershetan ama ham buru mereka sampai ke akar2nya
Ngeliat track recordnya, sudah waktunya menghabisi orang tersebut.. emoticon-army
Balasan post curvyasian
Kurang rompi bomb bundir. Kalo ada, nyindir ya pasti pas...


Quote:


gak usah nyindir lah, to the point aja kisanak


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di