alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Anies Benarkan Segel Bangunan di Pulau Reklamasi Telah Dicabut
4.67 stars - based on 12 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c08c02d1854f76d4e8b456a/anies-benarkan-segel-bangunan-di-pulau-reklamasi-telah-dicabut

Anies Benarkan Segel Bangunan di Pulau Reklamasi Telah Dicabut

Anies Benarkan Segel Bangunan di Pulau Reklamasi Telah Dicabut

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, membenarkan telah mencabut segel 932 bangunan di dua pulau reklamasi, yaitu Pulau C dan D. Namun, Anies enggan memberikan keterangan terkait pencabutan segel tersebut lebih dalam lagi.

Ia hanya mengatakan pulau reklamasi tidak pernah disegel. Yang disegel olehnya hanyalah bangunan rumah yang tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB).

"Pulaunya memang enggakpernah disegel. Siapa bilang pulaunya disegel? Kan yang disegel bangunannya. Itu maksudnya, segel sudah sudah (dicabut), bangunan yang dulu disegel," kata Anies aat menghadiri acara Festival Media Digital Pemerintah 2018 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (5/12).

Anies melanjutkan, segel ratusan bangunan itu dicabut dikarenakan pemanfaatan pulau reklamasi tersebut akan segera dilakukan oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro). "Jadi sekarang, kita akan siapkan pemanfaatannya oleh Jakpro," ujarnya.

Ia berjanji akan memberikan penjelasan lengkap mengenai pencabutan segel bangunan di dua pulau reklamasi dalam waktu khusus. "Nanti saya akan berikan penjelasan lengkap. Jangan doorstop pendek begini, potensi plintirable. Bantu saya," tegasnya.

Seperti diketahui, pencabutan segel 932 bangunan di Pulau C dan D sudah direncanakan sejak 23 November lalu. Kabar itu sudah tercium oleh banyak media. Saat itu, dikabarkan Anies sendiri akan menghadiri kegiatan pencabutan segel bangunan tersebut.

Bahkan Anies sampai membatalkan agendanya untuk membuka peresmian pembangunan sarana infrastruktur perfilman untuk kalangan menengah ke bawah (Bioskop rakyat) dan ground breaking pasar Teluk Gong yang digelar Perumda Pasar Jaya, yang dijadwalkan hari ini, pukul 08.00 wib. Namun, entah mengapa, kegiatan itu akhirnya batal dilakukan.

Ketika dikonfirmasi oleh wartawan, Anies membantah segel bangunan di dua pulau reklamasi tersebut akan dicabut. Ia hanya mengatakan, Pemprov DKI akan menyerahkan pengelolaan tiga pulau reklamasi kepada PT Jakpro. Kemudian menamakan ketiga pulau reklamasi dengan nama baru.

Untuk Pulau C dinamakan Kawasan Pantai Kita, Pulau D dinamakan Kawasan Pantai Maju Bersama, dan Pulau G menjadi kawasan Pantai Bersama.

Pemprov DKI resmi menyegel bangunan di dua pulau reklamasi, yaitu Pulau C dan D, Jakarta Utara, pada 7 Juni 2018. Jumlah bangunan yang disegel di Pulau D sebanyak 932 bangunan. Yang terdiri dari 409 rumah, 212 rumah kantor (rukan) dan 313 rukan sekaligus rumah tinggal.

Anies turut hadir menyaksikan penyegelan tersebut. Ia menyatakan penyegelan bangunan dilakukan karena bangunan yang terletak di lahan Pemprov DKI itu tidak memiliki izin.

Penyegelan bangunan yang dilaksanakan hari ini bukanlah yang pertama kali. Penyegelan telah dilakukan pada tahun 2015, 2016 dan 2018.

Sanksi pertama tertuang dalam surat peringatan (SP) Kepala Dinas No 766/076.93/SP/U/VII/2015 yang dikeluarkan pada 8 Juli 2015, Surat Segel (SS) No 831/076.93/SS/I/VII/2015 pada 27 Juli 2015, dan Surat Perintah Bongkar No 1000/076.93/U/VIII/2015 pada 24 Agustus 2015.

Selanjutnya, dari Surat Pernyataan Direktur PT Kapuk Naga Indah pada 7 April 2016 terkait akan menghentikan kegiatan pembangunan secara menyeluruh sampai diterbitkan IMB (izin mendirikan bangunan).

Namun, janji tersebut ternyata tak ditepati. Pasalnya, terbit Surat Peringatan Kepala Dinas Penataan Kota DKI Jakarta No. 619/-1.711.53 tanggal 18 April 2016, terkait larangan untuk melakukan segala bentuk kegiatan pemasaran properti, sesuai Peraturan Gubernur No 88/2008 tentang peluncuran dalam rangka pemasaran properti.

Pemprov DKI juga telah memberikan sanksi kepada PT Kapuk Naga Indah (PT KNI) sebagai pemegang konsesi reklamasi untuk pulau A-E. Anak usaha PT Agung Sedayu Group tersebut telah menyelesaikan pembangunan pulau D dan sebagian pulau C.

Langkah selanjutnya yang dilakukan Anies, adalah menghentikan proyek reklamasi di pantai utara Jakarta. Pada 26 September 2018, Anies mencabut izin prinsip pulau reklamasi di teluk Jakarta. Penghentian itu tidak hanya sebatas pada pengerjaan pembangunan saja, tetapi juga secara keseluruhan. Karena itu, izin prinsip dan pelaksanaan 13 pulau reklamasi ini juga dicabut.

Ada 13 pulau yang masih belum dibangun yakni, Pulau A, B, dan E (PT Kapuk Naga Indah), Pulau I, J, dan K (PT Pembangunan Jaya Ancol), Pulau M (PT Manggala Krida Yudha), Pulau O dan F (PT Jakarta Propertindo), Pulau P dan Q (KEK Marunda Jakarta), Pulau H (PT Taman Harapan Indah), dan Pulau I (PT Jaladri Kartika Paksi).

http://www.beritasatu.com/megapolita...h-dicabut.html
Omongannya dulu pas kampanye Anies Benarkan Segel Bangunan di Pulau Reklamasi Telah Dicabut


setelah jd gubernurAnies Benarkan Segel Bangunan di Pulau Reklamasi Telah Dicabut


monggo alumni 212 demo gub
emoticon-Ngakak
Diubah oleh albetbengal
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 9
Balasan post bhendri19
Quote:


mana ada orang goblog di pinter2in

emoticon-Traveller
mana ini umat ulama gathel and teh best..emoticon-Belgia
gabener bangciat..
emoticon-Blue Guy Bata (L)
Balasan post blizzard89
Quote:


ane udah rada lupa
tapi kalau ngga salah, ada hubungannya dengan bikin semacam giant sea wall utk ngelindungi jakarta dari ancaman air laut yg semakin naik. Nah nanti biaya pembangunannya sebagian besar akan ditanggung sama para pengembang di pulau reklamasi itu.
Balasan post khafidz99
Quote:


emoticon-Betty emoticon-Betty emoticon-Betty emoticon-Betty emoticon-Betty emoticon-Betty emoticon-Betty emoticon-Goyang emoticon-Goyang emoticon-Goyang emoticon-Goyang emoticon-Goyang emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk
Segel segel klo gk ada cuannya emoticon-Ngacir
Quote:


Waduh dia esmosi...goblok goblokin orang emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
Quote:


Hiya hutang lagi emoticon-Wkwkwk
Balasan post Oktovich
Quote:

Hahaha. emoticon-Big Grin
Ane netral aja sih, cermati kebijakannya, kira-kira masuk akal atau gak.
Yang ane heran dulu kenapa proyek ini bisa gol sih jaman Ahok? Apa memang hasil studi dampaknya baik buat masyarakat (Jakarta pada umumnya, sekitar secara khusus)? emoticon-Bingung (S)


Quote:


Jd inget pepatah "Orang miskin kalah dg orang kaya, orang kaya kalah dg penguasa"....
Pepatah yg bikin ane pengen ikut terjun berpolitik untuk Babat tikus2 berdasi!... Tp ane sadar kemampuan otak ngga nyampe...jd ngimpiin dulu aja... emoticon-Big Grin
maha benar gubernur hulahi watu'ulo santun seiman
biar pemilu yg akan datang bisa jadi bahan kampanye, reklamasi dimana mana, hancurkan alam sekitar
Anies Benarkan Segel Bangunan di Pulau Reklamasi Telah Dicabut
segel means nego wani piro.. hulahi hulahi hulahi watuu uloo
emoticon-Betty
Bingung saya
bye2 15% emoticon-Mewek
Quote:


Katanya kubu Wiwi cerdas dan bicara fakta.
Lah ini.. auto hoax.
Ketauan level cebong nya.

emoticon-Wkwkwk
Quote:


Ya gitulah gan typologi warga kaskus yang kurang panjang logika. Yang penting main hajar bela mati2an junjungannya.
Mestinya yang dikritisi khan pulau yang sdh ada, sudah jadi itu akan dikemanakan fungsinya, mau diapakan utk menghidupi perekonomian daerah & warga dki dll
Pulau yang udah (terlanjur) jadi, dimanfaatkan.
Pulau yang belum dibangun, dibatalkan. (13 pulau batal)

Kurang apa toh?
Yang sudah terlanjur jadi kalau gak dimanfaatkan juga terus bakal jadi apa gundukan tanah di situ?
Dibongkar? Bongkar pulau? Manfaatnya apa? Duit dari mana? Nanti ada dampak lingkungan akibat bongkar pulau pula ada yang bakal koar-koar lagi.
Diubah oleh blizzard89
Quote:


Namanya juga politik gan... Perlu dana banyak... Apalagi buat pemilu tahun depan...
Halaman 1 dari 9


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di