alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Hobby / ... / Budaya /
Biografi Victoria dan Cara Mengharmoniskan Hidup Dengan Ilmu Jawa Ala Victoria
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c08b676dcd770b7708b4567/biografi-victoria-dan-cara-mengharmoniskan-hidup-dengan-ilmu-jawa-ala-victoria

Biografi Victoria dan Cara Mengharmoniskan Hidup Dengan Ilmu Jawa Ala Victoria

Biografi Victoria dan Cara Mengharmoniskan Hidup Dengan Ilmu Jawa Ala Victoria
Biografi Victoria Tunggono dan Cara Mengharmoniskan Hidup Dengan Ilmu Jawa Ala Victoria Tunggono– Victoria Tunggono dilahirkan di keluarga multi-etnis Banten-Inggris-Chinese yang membuat tumbuh jauh dari adat Jawa, apalagi ilmunya. Tetapi sejak kecil ia merasa nyaman berada di lingkungan Jawa. Dua pamannya menikah dengan perempuan Jawa dan sejak kecil ia senang dipanggil dengan sebutan ‘mbak’.
Pindah ikut pekerjaan ayah ke Bandung di usia 8 tahun membuat hidupnya kemudian berubah. Kenyamanan masa kecil di Jakarta terenggut, ia dipaksa untuk belajar dan berbaur dengan lingkungan baru berbudaya Sunda yang homogen; walau kawan terdekat tak pernah jauh dari etnis Jawa, Batak dan Manado.
Masuk ke bangku SMA, ia mulai mengenal budaya Chinese—yang tidak pernah diajarkan apalagi ditanamkan di keluarga yang termasuk berpola pikir modern walau bertampang Tionghoa. Bisa dibilang, ia adalah salah satu produk manusia urban yang jauh dari kata budaya yang berakar, karena ketidakcocokan dengan budaya di sekitar yang membuatnya memilih untuk berkiblat ke budaya Eropa yang dinilai lebih masuk di akal dalam banyak hal.
Di awal 2012 ia pindah ke Bali. Sejak saat itu penggemblengan hidup yang sesungguhnya dimulai. Di Bali, tanpa sanak saudara, ia mulai mengenal dan belajar tentang dunia di luar lingkarannya. Satu per satu pengetahuan, kepercayaan, maupun kesadaran dirinya ditantang sejak ia keluar dari zona nyaman. Disana ia mulai berkenalan dengan budaya Hindu-Bali dan akhirnya tiba ke akarnya yaitu ilmu Jawa. Ia perlahan menyadari selama 28 tahun kehidupannya bukanlah segala ebenaran yang ada di dunia, itu hanyalah sebagian kecil dari gelembung dunianya.
6 tahun berikutnya ia mengalami gejolak pasang-surut kehidupan yang sungguh terasa memabukkan karena dipaksa keluar dari gelembung itu. Guncangan demi guncangan ia alami dan ketika itu rasanya penderitaan dalam hidupnya tiada berujung. Hingga ia menemukan titik balik setelah ia bertemu dengan seorang guru yang membimbingnya menapaki titian kesadaran diri yang membawa dirinya pada titik ini—dan ia merasa saya sudah ‘pulang’. Ia sudah berhasil meruntuhkan penghalang antara pikiran, roh, dan jiwanya (konflik batin), dan kini segalanya terasa harmonis.
“Satu hal yang disadari adalah bahwa ilmu Jawa tidak bisa diajarkan. Itu sebabnya, tak banyak yang benar-benar paham tentang ilmu ini. Kita bisa membaca, mendengar, atau melihat semua budaya dan ajaran yang ada, tetapi sebelum melakoni dan mengalaminya sendiri kita tidak akan pernah sepenuhnya paham. Ilmu Jawa adalah ilmu tertua dan tertinggi di dunia”,
Itulah yang dirasakan seorang Victoria Tunggono—hal ini yang tidak ia temukan pada ilmu dari belahan bumi bagian lain yang pernah ia tahu/pelajari.
“Agama tak lebih adalah kendaraan. Tapi untuk naik ke puncak gunung, kita harus meninggalkan kendaraan itu dan berjalan kaki.”
Belakangan ia menyadari, ternyata dirinya sudah lama meninggalkan kendaraan dan berjalan kaki menuju puncak itu. Mereka menamakan fase ini sebagai perjalanan spiritual. Tapi rupanya untuk sampai di atas pun banyak rintangannya. Tetapi di situlah manusia digembleng untuk jadi lebih kuat dan memilih: apakah berhenti di sini dan kembali turun atau jalan terus?
Petualangan spiritual ini menjadi lebih ‘seru’ ketika Victoria bertemu dengan berbagai guru yang berniat (ataupun tidak sengaja terpaksa) membantu dalam perjalanan spiritualnya. Dari mereka ia belajar; ada yang banyak dan ada yang sedikit; ada yang lama dan ada yang sebentar; ada yang pengalamannya indah serta lancar dan ada yang menyebalkan hingga menyesatkan. Tetapi semuanya punya andil dalam membantu saya menemukan jalan yang ‘benar’.
Kini Victoria menyadari kenapa waktu itu tangga yang ia tapaki invisible: mereka yang sudah menapaki tangga ini sudah tidak terlihat kebingungan (atau keblinger) seperti waktu ia baru sampai di level awakened hingga menyasar ke sana kemari untuk menemukan jalan ke puncak. Mereka yang sudah menapaki tangga ini tampil apa adanya, tetapi rendah hati dengan bobot yang lebih berisi dan pemahaman yang lebih luas tanpa pretensi.
Pada titik itu kunci dari ilmu Jawa hanyalah satu: laku/lakon. Tanpa mengalami, seseorang tidak akan memahami. Dan pengetahuan saja tidak pernah cukup karena tanpa menjalani kita tidak akan menguasai. Itu sebabnya sulit bagi orang awam untuk belajar ilmu Jawa, sebanyak apapun buku yang ia lahap untuk mengetahuinya.
“Agama adalah mempercayai perjalanan jiwa seseorang. Spiritualitas adalah ketika kita menjalaninya sendiri.”
Ia menyadari bahwa hidup yang sesungguhnya justru baru dimulai. Dunia ini luas dan hidup masih panjang. Masih banyak sekali hal yang belum ia ketahui, yang kemudian akan ia pelajari ketika tiba saatnya nanti. Berikut adalah beberapa hal yang membuat diri Victoria lebih harmonis:
 
Kosongkan wadahmu dan buka pintu untuk segala kemungkinan
Cangkir yang penuh tidak bisa diisi lagi. Coba pahami kata-kata ini: Yang kosong adalah isi, dan yang isi adalah kosong. Segala yang kita tahu belum tentu adalah kebenaran dan belum tentu adalah segalanya.
 
Ada banyak kebenaran di dunia ini jadi bukalah hati dan pikiran untuk menerima banyak hal
Apa yang belum bisa kita pahami, disimpan saja dulu. Pada saatnya semua itu akan bisa dimengerti. Santai saja, dan segalanya akan terungkap pada saat kita sudah siap.
 
Jangan batasi diri dengan hanya menggunakan otak kiri atau otak kanan
Manusia diciptakan dengan organ yang lengkap, maka kita harus memaksimalkan semua potensi diri dengan mengaktifkan semua fungsi otak—darimanapun kita berasal, bagaimanapun kita dilahirkan.
 
Dunia ini luas dan otak manusia terbatas
Tetapi hati kita luas karena di dalamnya ada roh yang tak pernah mati dan jiwa yang tak terbatas. Karena itu, selaraskan hati dan pikiran supaya bisa melihat segalanya lebih jelas.
 
Spiritual berbeda dengan supranatural
Spiritual adalah segala yang berhubungan dengan spirit (roh) sementara supranatural adalah hal-hal yang melibatkan kekuatan dari alam lain (bawah). Harus dibedakan antara pejalan spiritual dan pelaku supranatural.
 
Sadari bahwa setiap manusia punya 3 hal ini: kecerdasan intelegensi, kekuatan indera keenam (punya ‘bakat’/peka), dan kesadaran jiwa. Mereka yang berkesadaran tinggi bisa dibedakan dari topik dan bobot pembicaraannya serta tingkah laku kesehariannya.

  • Jangan sampai terkecoh dengan mereka yang cerdas dan ‘berbakat’ tapi tidak berkesadaran tinggi. Orang yang berkesadaran artinya orang yang sudah menyatu dengan Roh Kudus/Sang Atman di dalam dirinya dan tak lagi bertindak berdasarkan ego diri.
  • Jangan ragu untuk memutus hubungan dengan orang-orang yang menyedot energimu. Mereka yang terpengaruh energi alam bawah punya kecenderungan seperti itu. Perhatikan dan sadari siapa saja orang yang menyebarkan energi negatif ini dan jauhi mereka.
  • Hiduplah pada saat ini. Yang sudah terjadi sudah berlalu dan masa depan belum terjadi. Segala penyesalan tidak akan mengubah kenyataan dan kita punya kemampuan untuk menciptakan masa depan yang kita inginkan. Jadi jangan pernah menyesal atau khawatir.
  • Jangan terjebak dalam romansa masa lalu karena hal itu sudah lewat. Majulah terus tanpa prasangka atau analisa. Syukuri yang sudah terjadi dan simpan dalam memori. Apa yang indah akan tetap indah dikenang, tetapi bukan untuk diulang. Semesta tidak akan kehabisan berkat.
  • Kita menarik hal-hal yang sesuai dengan diri kita—bukan apa yang kita inginkan atau kita rencanakan. Jadi bangunlah diri sendiri dengan dasar yang kokoh dan sebarkan frekuensi positif. Maka kita akan menarik hal-hal positif dalam hidup.
  • Jangan fokuskan mencari sesuatu. Mencari kekayaan, kesaktian, makna hidup, dst. Semakin kita mencari, kita tidak akan mendapatkan. Tapi fokuslah pada pembenahan diri menjadi manusia yang lebih baik setiap hari. Niscaya semua hal yang kita idamkan akan datang tanpa kita sadari.
  • Jangan pernah takut apalagi menyesal untuk berbuat salah, karena ini adalah bagian dari proses belajar. Yang paling penting adalah bagaimana tindakan kita selanjutnya untuk menyikapi kesalahan itu: apakah kita belajar dari itu, lalu bangkit dan berusaha memperbaikinya?
  • Semua hal terjadi apa adanya sesuai dengan bagaimana diri kita. Jadi tetapkan standarmu, jalani hidupmu penuh rasa syukur dan dalam kesadaran penuh, dan lihat semuanya akan berjalan sesuai dengan Rancangan Agung Semesta.

[size={defaultattr}] 
 
Baca juga artikel menarik lainnya:
Meditasi Penjernihan Jiwa Dari Parasit Energi
Mengenal 9 Nama-nama Sunan Dalam Wali Songo
10 Nasehat Sunan Kalijaga yang Membuat Hidupmu Bermakna[/size]

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
cerita seorang pejalan spiritual ya gan emoticon-Salaman

menarik


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di