alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Media Siluman di Papua: Propaganda, Hoaks, hingga Narasumber Fiktif
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c08afc6d9d770120f8b4567/media-siluman-di-papua-propaganda-hoaks-hingga-narasumber-fiktif

Media Siluman di Papua: Propaganda, Hoaks, hingga Narasumber Fiktif

tirto.id - “Hayooo mau ngapain di situs Papua News?”

Kalimat itu selalu muncul dalam sebuah kotak dialog setiap kali pengunjung situs papuanews.id menekan klik pada kursor bagian kanan. Tak jelas apa maksudnya, yang jelas, ia membuat pengunjung situs tak bisa membuka berita-beritanya di tab atau jendela yang baru.

Papuanews.id mengaku sebagai media nomor satu di Papua, tetapi tidak terang siapa saja susunan redaksinya. Tidak terang pula siapa yang bertanggung jawab jika ia menyebarkan berita bohong atau keliru. Pada website-nya, nihil alamat email, alamat kantor, atau nomor telepon yang bisa dihubungi.


Laman “Tentang Kami” situs itu hanya berisi dua kalimat: Portal berita terupdate seputar Papua dan Papua Barat yang dikemas dalam bentuk text, gambar, suara maupun video. Berita akan diupdate setiap hari sehingga terciptanya informasi yang akurat, beragam dan menarik.

Menurut data Whois, domain papuanews.id didaftarkan pada 23 Maret 2016 oleh Andreas Suebu yang beralamat di Perumnas 3 Blok 4D, Kota Jayapura, Papua. Namun, alamat itu tidak ada. Ketika reporter Jubi mencari alamat tersebut di Perumnas 3, ia tak menemukan keberadaan Blok 4D atau orang bernama Andreas Suebu.

Nomor telepon yang terdaftar dalam data Whois juga tak bisa dihubungi, bukan karena tidak aktif, tetapi karena nomor tersebut memang tidak terdaftar.

Sebagai sebuah media siluman, papuanews.id terbilang cukup sering memperbarui kontennya. Setiap hari, pasti ada saja berita baru. Per 1 Desember 2018, laman Facebook-nya sudah diikuti hingga 18.995 akun, sedangkan di Twitter , ia punya 2.372 pengikut.

Nama Charles Suebu sering muncul sebagai penulis, baik artikel-artikel di kanal berita maupun opini. Warna tulisannya selalu sama, membela polisi dan tentara, memojokkan kelompok-kelompok pendukung Papua Merdeka, termasuk para pemikir dan cerdik pandai, juga menyalahkan dukungan internasional pada Papua dengan argumentasi tak sesuai fakta.

Pada 4 Juli 2016, orang bernama "Charles Suebu" pernah menulis artikel berjudul “Politisasi Asing Hanya Memperkeruh Situasi Papua”. Isinya lebih sebagai propaganda.

“Internasionalisasi isu Papua yang kini sedang gencar disuarakan oleh kelompok anti pembangunan di Papua mendapatkan angin segar karena banyak pihak asing yang sudah tentu memiliki kepentingan politik atas isu tersebut,” tulis Charles membuka opininya.

Label “kelompok anti pembangunan” adalah istilah yang diciptakannya sendiri. Tak ada juga alasan dan argumentasi jelas mengapa ia menggunakan frasa itu.

Ia mengaitkan Ketua Partai Buruh di Inggris, Jeremy Corbyn, dengan kemungkinan Papua akan menjadi negara persemakmuran Inggris.

“Lihat saja gelagat ketua Partai Buruh di Inggris Jeremy Corbyn yang takut kehilangan suara dari pendukungnya dan mulai melirik misi kemanusiaan agar jabatan politiknya dapat diamankan dan mendapat nilai tambah andaikata Papua benar-benar merdeka maka bukan tidak mungkin Papua akan menjadi negara persemakmuran Inggris Raya seperti kebanyakan negara di kawasan Asia Pasifik,” sambungnya.

Inti tulisan itu adalah, kalau Papua Merdeka, negara-negara lain akan datang menjajah Papua.

Pada 1 Desember 2018, menggunakan nama Charles Suebu, Papuanews.id mempublikasikan satu artikel di kanal Nasional berjudul “Stop Jadikan 1 Desember Sebagai Hari Sakral di Papua”. Terlepas dari bagaimana mereka membingkai isu dengan hanya mewawancarai satu orang Papua, artikel itu bukanlah karya orisinal.

Papuanews.id menyadurnya dari Berita Satu yang juga menyadur dari Suara Pembaruan. Foto yang dipakai milik Joanito De Saojoao dari Suara Pembaruan. Sadur-menyadur tulisan tanpa menyebutkan sumber menjadi pekerjaan rutin orang-orang di balik situs ini.

Nama "Charles Suebu" bisa jadi mencatut sembarang saja. Sebab, dari informasi wartawan-wartawan kenalan Tabloid Jubi di Papua, tak ada wartawan bernama Charles Suebu. Tak pernah juga mereka bertemu wartawan Papuanews.id di lapangan.

Di Google, pada dua laman pertama pencarian, nama Charles Suebu hanya merujuk pada satu orang: seorang pemuda asal Papua yang tinggal di India. Ia tak menjawab pesan saat reporter Tirto menanyakan apakah ia pernah menulis untuk Papuanews.id.

Papuanews.id bukan satu-satunya media siluman yang merusak sebaran mutu informasi tentang Papua.

Menurut penelusuran Tirto dan Tabloid Jubi, setidaknya ada 18 media siluman. Angka ini di luar media-media yang masih pakai blogspot atau wordpress dalam alamat domainnya.

Ke-17 media siluman lain juga membingkai "berita-berita" ini untuk menciptakan kesan yang hampir sama; tak ada pelanggaran HAM di Papua, kelompok pendukung Papua Merdeka adalah "kriminal" yang kerap melakukan kejahatan, Tentara dan Polisi telah melakukan tugasnya dengan baik, dan sebagainya. Napas artikel-artikelnya serupa: menyerang pendukung Papua Merdeka.

Media-media siluman ini tak hanya berbahasa Indonesia. Beberapa juga berbahasa Inggris dan memakai domain negara lain.

Di antara daftar 18 media siluman ini ada enam media berbahasa Inggris: freewestpapua.co, freewestpapua.co.nz, westpapuaupdate.com, onwestpapua.com, westpapuaterrace.com, dan westapuaarchive.com. Tenaga ahli Komisi I DPR RI cum kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Arya Sandhiyudha adalah orang di balik enam situs ini.

Ia sengaja membuat enam situs itu untuk "memperbaiki citra Indonesia di mata Internasional" terkait Papua. “Jadi kalau mereka [orang-orang di luar Indonesia] search West Papua, yang muncul bukan situs-situs mereka [OPM],” katanya.

Baca juga:
Ada Kader PKS plus Tenaga Ahli DPR di Balik Media Siluman Papua

Penyebar Hoaks Teriak Hoaks
Salah satu media siluman yang paling sering menyebar hoax adalah Kitorangpapuanews.com. Ia terbilang sering menyerang Tabloid Jubi dan Victor Mambor, mantan ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Papua yang juga Direktur Jubi.

Dalam artikel berjudul “Petisi Referendum Papua Dibantah oleh PBB, Inilah Salah Satu Sosok Intelektual di Balik Kebohongan Benny Wenda”, Kitorangpapuanews.com memuat nama Benyamin Lagowan—aktor asal Papua pemeran film Cinta dari Wamena. Dalam artikel ini Benyamin memberi penilaian negatif terhadap Victor Mambor yang dituduh sering melakukan lobi politik Papua merdeka di PBB.

Lewat blog pribadinya, Benyamin menyatakan tak pernah berkomentar apa pun dan tak pernah diwawancara wartawan Kitorangpapuanews.com. Ia menyebut media itu sebagai penyebar hoaks.

“Itu adalah cara kuno, kampungan dan tidak relevan untuk diyakini oleh seluruh rakyat Papua,” tulisnya. Artikel itu kemudian dihapus dan kini tak bisa diakses lagi.

Dari data Whois, domain Kitorangpapuanews.com pertama kali dibuat pada 27 Maret 2017. Meskipun mengusung tagline “Demi Papua yang Lebih Baik”, dan berpenampilan seolah-olah seperti media yang mempublikasikan jurnalisme, ia sama sekali tiada mencantumkan susunan redaksi serta alamat lengkap.

Kitorangpapuanews.com juga kerap menuduh Tabloid Jubi sebagai media hoaks. Pada 1 Desember lalu, lewat artikel berjudul “Aparat Amankan Pelaku Kerusuhan yang Mengaku Wartawan”, ia menuding pemberitaan Jubi tentang salah satu wartawannya yang mendapat perlakuan diskriminatif saat meliput aksi 1 Desember sebagai berita bohong. Foto tampilan laman tabloidjubi.com diberi tanda silang dan stempel hoax.

Jubi adalah media yang sudah terverifikasi secara administrasi dan faktual oleh Dewan Pers. Sementara tiada satu pun dari 18 media siluman ini terverifikasi Dewan Pers. Secara administratif, kredibilitas media-media siluman ini diragukan.

Itu bukan kali pertama Jubi dituduh sebagai media hoaks oleh media-media yang justru kerap menyebarkan hoaks.

Dua bulan sebelumnya, 8 Oktober 2018, Kitorangpapuanews.com memberi label hoaks kepada Jubi lewat tulisan berjudul Hoax dan Fitnah Tersebar di Media yang Tidak Bertanggung Jawab. Logo Tabloid Jubi lagi-lagi diberi tanda silang serta tulisan “Hoax Lagi” dengan huruf merah; semuanya kapital.

https://tirto.id/media-siluman-di-papua-propaganda-hoaks-hingga-narasumber-fiktif-da5B

woooooghhhh banget emoticon-Matabelo
Diubah oleh rumputteki99
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Media Siluman di Papua: Propaganda, Hoaks, hingga Narasumber Fiktif
Diubah oleh pocong.212
Tau sendiri kan siapa yg paling doyan nyebarin HOAX .....emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
Quote:

mungkin udah ada yg coba cek situsnya
laporin saja ke dewan pers atau pulisi
alah ada ada aja,
Papua aman di era jokowi.
bukannya depkominfo sering ngeblok situs hoax
Hmmmmm siapa yang mendanai emoticon-Smilie
mungkin aitus nya jadul zaman bqtu
Quote:


Quote:


Quote:


Quote:

Quote:


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di