alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / ... / Ngampus di KASKUS /
Bagaimana Proses Seseorang Mengenal Bahasa Kedua?
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c0892b9a09a3938188b4567/bagaimana-proses-seseorang-mengenal-bahasa-kedua

Bagaimana Proses Seseorang Mengenal Bahasa Kedua?

Banyak yang mengira bahwasanya bahasa adalah sebuah teori yang harus dipelajari berulangkali agar kita dapat memahami materi atau teori tentang bahasa, namun bahasa tidak hanya sebatas suatu pemahaman, dalam paparannya bahasa adalah ilmu praktik dimana ketika seseorang ingin belajar berbahasa maka ia harus terbiasa mengungkapkannya. Oleh karenanya orang-orang berfaham enviromentalis beranggapan ketika seseorang berbahasa ada dorongan dari lingkungan yang membuatnya dapat mengungkapkan segala macam bahasa yang ia peroleh dari lingkungannya kemudian ia proses dalam dirinya dan kemudian ia ungkapkan menjadi sebuah bahasa.
Namun berbeda dari Chomsky terkenal dengan teorinya Universal Grammar yang mana teori ini lahir dari faham Innatis, faham ini beranggapan bahwa seseorang berbahasa tidak karena lingkungan yang ia tinggali, namun karena kemampuan dalam dirinya yang telah dianugerahkan oleh Tuhan, mereka sering mengenalnya dengan sebutan kotak hitam kecil dalam diri manusia yaitu LAD (Laguage Acquisision Device). Dalam LAD terdapat sistem yang cara kerjanya serupa dengan hardware dan software dalam komputer, ketika manusia memperoleh bahasa kemudian memprosesnya dengan software yang telah disiapkan dalam dirinya sehingga ia dapat mengungkapkan apa yang telah ia proses menjadi sebuah bahasa yang dapat dipahami oleh orang lain.
Seperti yang kita tau bahasa adalah kemampuan berfikir yang diperoleh seseorang dengan cara meniru simbol-simbol huruf yang diucapkannya, yang mana bahasa tersebut saling berkaitan satu sama lain sebagai alat komunikasi antara individu dengan komunitas atau sosial masyarakat. Bahasa merupakan kemampuan berupa pengetahuan bukan saja tentang materi namun juga praktiknya. Dalam suatu pemahaman akan dilahirkan sebuah konsep berbahasa dan dari konsep-konsep tersebut muncul lah unsur-unsur kebahasaan yang biasa dikenal dengan empat keterampilan berbahasa, diantaranya ialah pengetahuan kebahasaan tentang suara (ashwat), kaidah (qawaid), kosa kata (mufrodat), dan makna atau semantik (al ma’aniy. Ke empat unsur tersebut saling bersinergi serta berperan penting dalam pembelajaran berbahasa, khususnya berbahasa arab.
Pada dasarnya awal seseorang mulai berbahasa dapat disimbolkan dengan rumusan masalah why, how, dan why. Ketika seseorang mulai bertanya menggunakan kata why maka orang tersebut memasuki ranah linguistik (teori kebahasaan), ketika orang tersebut mulai bertanya dengan ungkapan how ia ingin mengetahui bagaimana proses dalam mengucapkan kata tersebut (teori psikolinguistik) sedangkan kata tanya why berkaitan denga teori sosiolinguistik, kenapa dia harus belajar bahasa dan untuk apa dia mempelajarinya. Rumusan masalah tersebut sesuai dengan tingkatan filosofi kebahasaan. Ketika kita ingin mengetahui sesuatu maka hal yang paling awal yang harus kita fahami adalah tentang ontologinya kemudian epistemologi dan aksiologi.

Terdapat empat bidang dalam pembelajaran psikolinguistik, yang pertama adalah proses mengetahui suatu bahasa. Terkadang kita mempelajari suatu hal atau suatu bahasa tanpa kita sadari. Belajar disekitar lingkungan kita seperti sekolah, rumah teman bermain semakin menambah keanekaragaman kosa kata kita, sehingga sampailah ke bidang yang kedua yaitu proses memproduksi bahasa dalam proses ini kita lebih aktif dalam berbicara atau menulis menggunakan bahasa dan kosa kata yang telah kita peroleh dari bidang yang pertama. Sehingga bahasa kita lebih beragam dan tidak monoton.
Selanjutnya bidang yang ketiga adalah proses dimana seseorang memperoleh bahasa dengan kesadaran dirinya bahwa orang tersebut mengetahui karena ia belajar bahasa tersebut dengan sadar kemudian dapat mereka tirukan dengan baik. Dan bidang yang terakhir adalah pembelajaran bahasa untuk orang-orang yang disabilitas. Bagaimana ketika bahasa arab diajarkan kepada orang-orang berkebutuhan khusus.
Dalam dunia pendidikan orang-orang sering menyebut pengetahuan bahasa dengan “istikhdaamul allughah”, dan didalamnya terdapat empat keterampilan yang diklasifikasikan berdasarkan tujuannya, terdapat dua cabang klasifikasi diantaranya yang biasa kita kenal dengan writen yang mencakup kemampuan berbicara dan menulis, sedangkan spoken mencakup keterampilan mendengarkan dan membaca atau lebih dikenal dengan kemampuan menerima dan kemudian diproduksi melalui keterampilan spoken.
Sedangkan pada dunia pendidikan orang-orang sering mengenal pengetahuan bahasa dengan istilah “mahaarat allughowiyah” atau keterampilan-keterampilan dalam berbahasa, sama halnya seperti penjelasan di atas, dunia pendidikan juga mengenal empat keterampilan berbahasa seperti pada umumnya, yaitu keterampilan membaca, mendengarkan, berbicara dan menulis. Dengan berlandaskan keterampilantersebut guru dapat memilih keterampilan bahasa apa yang akan diajarkan kepada peserta didiknya dalam kelas. Selain itu terdapat beberapa bidang yang dikaji dalam keterampilan berbahasa, seperti kemampuan dalam menerima pengetahuan tentang kebahasaan dan kemampuan dalam memproduksi apa yang ia peroleh.
Dari kedua penjelasan tersebut pada dasarnya memiliki persamaan diantara keduanya, namun istilah saja yang membedakan antara istilah yang digunakan oleh orang pendidikan dan orang-orang kebahasaan murni. Namun keduanya memiliki pembahasan yang sama dan tujuan yang sama, yaitu mengetahui dan mempraktikkan bahasa kedua yang ia peroleh, dan bagaimana mereka melalui proses berbahasa kedua.

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
kuliah or kerja di negara kedua emoticon-Smilie


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di