alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Dubes Saudi Hapus Cuit 'Organisasi Sesat', Bagaimana PBNU Bisa Tahu?
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c0890551854f7096b8b4567/dubes-saudi-hapus-cuit-organisasi-sesat-bagaimana-pbnu-bisa-tahu

Dubes Saudi Hapus Cuit 'Organisasi Sesat', Bagaimana PBNU Bisa Tahu?

Dubes Saudi Hapus Cuit 'Organisasi Sesat', Bagaimana PBNU Bisa Tahu?

Jakarta -
PBNU memprotes keras tweet milik Dubes Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi yang menyinggung Reuni 212 dengan dikaitkan pada peristiwa pembakaran bendera HTI yang terjadi beberapa waktu lalu. Bagaimana PBNU bisa tahu ada cuitan tersebut karena sudah dihapus dari akun yang diduga milik Dubes Saudi?

"Kami sebenarnya ada tim siber juga," kata Wasekjen PBNU KH Masduki Baidlowi saat dihubungi detikcom, Selasa (4/12/2018) malam.

Masduki mengatakan tim siber itu terus bekerja. Tim siber ini bekerja untuk menyebarkan Islam yang ramah. Selain itu, tim ini juga bekerja untuk memantau isu-isu yang dipakai untuk mengadu domba antar-muslim.

"Tim siber yang terus bekerja. Dan kami tidak mau kalau dikuyu-kuyu, diadu domba, kami tidak mau seperti itu. Tapi semua, saudara kami yang muslim, kami tidak mau diadu domba. Intinya itu," ucapnya.

Dia mengatakan tim siber ini juga melakukan penelusuran terhadap siapa saja orang-orang yang bermain isu-isu bahkan hingga ke sumber penyebar isu termasuk akun penyebar hoax.


Kami juga tahu dari mana sumber-sumber yang suka bikin hoax, misalnya. Siapa yang lakukan serangan ke PBNU, itu kami mencari tahu," kata Masduki.

PBNU menilai tweet dari Dubes Saudi masuk ke dalam kategori pelanggaran keras diplomatik karena mencampuri urusan negara lain. Dalam jumpa pers sebelumnya, PBNU meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk menyampaikan nota kepada pemerintah Saudi agar memulangkan Dubes Saudi sebagai bagian dari sanksi atas tindakan yang gegabah dengan mencampuri urusan politik negara Indonesia.

Selain itu, PBNU juga meminta Dubes Saudi memberikan klarifikasi terkait tweet tersebut. Masduki mengatakan jika hal ini dibiarkan berlarut, maka akan semakin banyak isu yang tak bisa dipertanggungjawabkan beredar di masyarakat.

"Orang bilang ini kan jamannya post-truth ya, jaman pasca-kebenaran, katanya. Jadi yang ada bukan kebenaran, tapi yang benar adalah opini di media sosial. Opininya pakai cyber army lagi," tuturnya.

Masduki menegaskan PBNU tak punya masalah dengan Reuni 212 yang digelar pada Minggu (2/12) lalu. Dia mengatakan tweet Dubes Saudi itu seolah membenturkan PBNU dengan orang yang hadir di Reuni 212.

Bukan, ini sebenarnya bukan soal kebakaran jenggot. Tapi ini ada urusan 212 tapi itu adalah urusan 212 kan juga urusan orang bereuni. Tidak ada urusan dengan PBNU. Nggak ada hubungan dengan PBNU. Karena yang ikut reuni itu juga ada umat Islam yang mungkin ada sebagian juga orang PBNU juga," ucap dia.

"Loh kenapa itu dihubungkan dan dibenturkan. Ada orang nge-tweet yang seolah dibenturkan antara orang 212 dengan PBNU. Apa hubungannya? Kan nggak benar itu orang yang menghubung-hubungkan seperti itu. Dan yang nge-tweet itu justru orang asing. Kemudian kebetulan juga seorang diplomat. Lantas, banyak orang yang lantas 'ini kenapa kita diadu domba sama orang asing?'. Begitu akhirnya, kan nggak benar seperti itu," sambung Masduki.

Sebelumnya diberitakan, selain PBNU, GP Ansor juga protes atas cuitan Dubes Saudi. GP Ansor lalu mengirim surat ke Kemlu yang isinya meminta agar Dubes Saudi memberikan klarifikasi dan permohonan maaf atas cuitan tersebut.

Sementara itu, pihak Kemlu menyesalkan cuitan Dubes Saudi. Kemlu menyebut substansi pernyataan Dubes Saudi tidak tepat.

Menyesalkan pernyataan dalam sosmed Dubes Saudi. Substansi pernyataan sosmed Dubes Saudi tidak tepat. Secara etika, penyampaian pernyataan seperti yang ada dalam sosmed Dubes Saudi tidak sesuai dengan prinsip hubungan diplomatik," ujar juru bicara Kemlu, Arrmanatha Nasir, melalui pesan singkat kepada detikcom, Selasa (4/12).

Tata, sapaan Arrmanatha, mengatakan Kemlu telah memanggil Wakil Dubes Saudi pada Senin (3/12). Sebab, Dubes Saudi tengah berada di luar negeri. Tata mengatakan Kemlu mengambil tindakan sebelum PBNU dan GP Ansor menyampaikan protes atas cuitan Dubes Saudi.

"Pimpinan perwakilan tertinggi jika tidak ada Dubes ditempat adalah kuasa usaha sementara dalam hal ini Wakil Dubes. Dubes saat ini ada di luar negeri," ucap Tata.

(jbr/fdn)

https://m.detik.com/news/berita/4332...pbnu-bisa-tahu

Lucu yah arab saudi, dubesnya usil mengomentari urusan dapur negara lain sampe offside begitu. Padahal di negaranya sendiri,
jgnkan organisasi seperti HTI yg ingin mendirikan negara di dalam negara, ada wartawan yg menulis kritis sedikit aja langsung dibungkam untuk selamanya
Diubah oleh iorveth
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Keren yaa
Buzzernya 24 jam.
Yang penting jangan sebar hoax ya buzzer buzzer emoticon-Salaman
Ora urus..
Quote:



'

tidak semua pejabat saudi memiliki pandangan yg sama dgn pemerintah saudi

ulama2 saudi saja banyak yg bertentangan pemerintah saudi,
banyak ulama yg di awasai pemerintah arab saudi jika mereka sampai offside
Yang ente bekar bendera tauhid apa bendera hti sih..

Kalo ga ngerasa bakar bendera tauhid knp marah
Bendera yang di bakar sama kaya yang dipasang di rumah rizieq

bendera rizieq dipermasalahkan, disini malah di bela

Arab lagi mau nanem benih?
sesama onta saling berantem emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk
Quote:


Lagian serius amat nanggepinnya. Mending buat ngeredamnya cukup nanggep dangdut dikasih biduan yang dempulan tebel sama makanan biar pada kenyang, ayem sudah perkaranya
Diubah oleh waroenkmasbrow
nyata nya yg bakar kalimat tauhid kan dr golongan dia...
dan kalimat tauhid milik semua muslim.... tak ada sekat negara...
Cuitan Dubes Osama Bikin Arab Saudi Berang


DENPASAR - Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir menyatakan bahwa Saudi Arabia tidak memiliki kebijakan intervensi terhadap sebuah negara. Hal itu terkait dengan cuitan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah al Shuaibi yang memicu kontroversi.
Hal itu diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir saat berbicara dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi.
"Arab Saudi tidak akan mentolelir intervensi terhadap urusan dalam negeri sebuah negara apalagi kalau itu dilakukan di sebuah negara bersahabat seperti Indonesia," kata Retno, Nusa Dua, Rabu (5/12/2018).



apa emang osama nya yg nylonong sendiri?
Usir aja dubes arab saudi ini ke negaranya
Balasan post ahmad262
Quote:


ksa habis nahan imam radikal disana ampe 1000 lebih
Balasan post becakmini.v7
Quote:


hebat buzzer nya emoticon-Big Grin

twitter osama tulisan nya arab loh emoticon-Big Grin


Dubes Saudi Hapus Cuit 'Organisasi Sesat', Bagaimana PBNU Bisa Tahu?
Diubah oleh mas_paimin
Quote:


Bisa diterawang pake teknologi kafir gan.
Ada gugel translate dan semacanya.

Teknologi kafir sangat bermanfaat emoticon-Salaman
haduh,setel kalem ae wes....PBNU ndak usah nyemprot2 dulu,mending protes dengan baik ndak usah ngegas sampe mau usir dubes arab saudi
Balasan post becakmini.v7
Quote:


yaps .....
nikmat tapir mana yang kau dustakan emoticon-Big Grin

Dubes Saudi Hapus Cuit 'Organisasi Sesat', Bagaimana PBNU Bisa Tahu?
Balasan post ahmad262
Quote:


Kehidupan yg menyedihkan,
Digunakan hanya untuk melihat kesalahan orang lain.
emoticon-Mewek
Quote:


Anjir emoticon-Leh Uga
saudi minapiq ,, disana dilarang disini didukung


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di