alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Abidin Wakano Pingsan “Dikritik” Warga
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c079515d89b09c14c8b4567/abidin-wakano-pingsan-dikritik-warga

Abidin Wakano Pingsan “Dikritik” Warga

Abidin Wakano Pingsan “Dikritik” Warga

Umat muslim tidak terima melafazkan ayat-ayat suci Alquran dan mengkumandangkan Azan di dalam gereja. Aksi itu dianggap Sinkretisme dan bertentangan dengan ajaran Islam.

Diduga tidak tahan mendengar sejumlah kritikan yang dilontarkan secara bertubi-tubi dari warga Muslim Kota Ambon, Doktor Abidin Wakano, jatuh pingsan di ruang rapat lantai dua, Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Maluku, Kapaha, Kota Ambon, Selasa (4/12).


Pengurus MUI Maluku menggelar rapat bersama ratusan tokoh agama dan warga muslim di Kota Ambon. Rapat tersebut dilakukan untuk mendengar klarifikasi dari sejumlah pihak terkait insiden lantunan Azan dan pembacaan Alquran di dalam sebuah Gereja di Kota Ambon, 2 Desember, lalu.

Azan dan pembacaan Alquran itu dirangkai dalam prosesi kegiatan Panas Pela antara Negeri Laha, Tial dan Amahusu yang berlangsung di Negeri Amahusu, kala itu. Insiden ini kemudian viral di media sosial, khususnya di kalangan umat muslim Kota Ambon, bahkan Maluku umumnya.

Sejumlah orang yang dimintai klarifikasinya adalah Hamdani Laturua atas nama warga Negeri Laha, Raja Negeri Tial, Abidin Wakano, dan Ketua MUI Maluku Abdullah Latuapo. Satu persatu mereka menjelaskan terkait insiden yang dianggap telah bertentangan dengan ajaran Islam tersebut.

Umat muslim tidak terima mencampur adukan ritual keagamaan seperti melafazkan ayat-ayat suci Alquran, ataupun mengkumandangkan Azan di dalam gereja. Sebab, aksi tersebut dianggap sebagai sebuah Sinkretisme (Suatu proses perpaduan dari beberapa paham-paham atau aliran-aliran agama atau kepercayaan) yang bertentangan dengan ajaran Islam.


Pantau Kabar Timur, kericuhan terjadi saat Hamdani Laturua dipersilahkan mengklarifikasi kehadirannya dalam kegiatan tersebut. Tapi Hamdani dianggap menjelaskan dengan gaya tubuh yang seakan-akan menantang warga yang ingin mendengar penjelasannya.

“Ose kalau mau jelaskan, yang biasa saja. Jangan ose menjelaskan dengan gaya menantang-menantang kayak begitu. Barang ose itu sapa,” teriak warga yang menimbulkan kericuhan.

Setelah kericuhan berhasil diamankan, Hamdani yang akan melanjutkan penjelasannya kemudian diturunkan. Warga tidak ingin Hamdani melanjutkan penjelasannya. “Saat saya sampai di Amahusu, kegiatan sudah selesai. Beta tidak tahu apa-apa,” kata Hamdani sebelum dirinya disuruh turun.

Hujatan bertubi-tubi datang saat Abdin Wakano memberikan klarifikasinya. Menurut Abidin, kehadirannya saat itu mewakili MUI Maluku. Dia mengaku menghalangi pembacaan ayat Alquran saat itu. Sehingga diganti dengan pembacaan Rawi Berjanji.

Berbagai penjelasan yang disampaikan Abidin seakan tidak diterima dan terus di protes oleh puluhan warga yang memadati aula lantai dua kantor MUI tersebut. Keributan dan bahkan nyaris terjadi perkelahian kerap mewarnai penjelasan yang dilontarkan. Padahal, Dia telah memohon maaf karena tidak mampu menggagalkan Azan.

“Beta hadir mewakili MUI. Dalam kehadiran itu, beta memproteksi beberapa hal kronologi yang harusnya baca Quran itu beta larang. Beta larang jangan baca Alquran. Itu yang sesungguhnya. Lalu beta bilang apa yang selain itu, lalu basudara bilang bagaimana kalau rawi barjanji). Lalu beta bilang beta bukan punya acara, beta hanya tamu ya silahkan. Asal jangan Alquran. beta memakai prinsip fiqih bahwa menghilangkan mudharat yang lebih besar dan mengambil mudharat yang lebih sedikit,” jelasnya, yang kerap disertai dengan kritikan dan sorakan dari warga.

Abidin Wakano tidak punya peluang untuk berbicara panjang lebar. Baru sedikit menjelaskan kronologis terjadinya Adzan dan pembacaan ayat Alquran, peserta sudah melayangkan interupsi secara berulang-ulang. Bagi peserta, tidak ada kata benar dari peristiwa itu. Abidin dituding dalang dari adanya pembacaan ayat suci Alquran dan Adzan pada acara Panas Pela di Negeri Amahusu tersebut.

Selain itu juga, Abidin dianggap sebagai seorang penipu yang tanpa ada persetujuan dari MUI Maluku untuk menghadiri acara itu, namun dirinya memaksakan untuk menghadirinya. “Kamu itu penipu. Kamu tidak pantas dipanggil ustad. Wakano harus dipecat dari pengurus MUI Maluku,” teriak warga dalam pertemuan itu.

Kurang lebih satu jam dalam pertemuan itu, Abidin Wakano kemudian jatuh pingsan. Pingsannya Abidin sontak mengagetkan sejumlah pengurus MUI Maluku dan Kota Ambon serta seluruh peserta yang hadir.

Abidin yang terjatuh langsung dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Ambon untuk mendapatkan pertolongan medis. Ia dibawa menggunakan mobil patroli milik Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.

Sementara itu, Ustad Arsal Tuasikal mengatakan, masalah ini adalah musibah yang harus dituntaskan oleh MUI Maluku. Karena jika tidak, maka toleransi kebablasan ini akan lagi dilakukan pada masa-masa mendatang.

“Ini toleransi umat yang kebablasan. Bisa diadakan pembacaan ayat suci Al-Quran dan Adzan, tapi jangan didalam rumah ibadah umat lain. Itu salah,” tandasnya. Dia mendesak MUI Maluku segera bentuk tim investigasi mengusut akar dari permasalahan tersebut. Abidin, tambah dia harus dipecat dan sapaan sebagai seorang ustad harus ditanggalkan.

“Pak Abidin harus dipecat dari keanggotaan MUI Maluku. Begitu juga sapaan sebagai seorang ustad harus dicabut,” tegasnya.

Ketua MUI Maluku Dr. Abdullah Latuapo mengaku menghargai, menghormati pendapat dan saran masyarakat yang ada. “Kita akan membentuk tim investigasi dengan mempertimbangkan masukan-masukan dan saran-saran dari masyarakat yang ada,” ujarnya.

Dia tidak menduga, kegiatan Panas Pela itu nantinya akan terjadi seperti itu. “Kalau umpanya panas pela gandong itu setiap tahun dilakukan, tetapi kan tidak seperti begini, sampai masuk dalam gereja, Adzan dan mengaji. Ini kan sesuatu yang menurut Islam tidak benar,” jelasnya.

Oleh karena itu, MUI mengambil sikap untuk mengumpulkan masyarakat agar mendengar masukan. Sebab, peristiwa tersebut telah menjadi viral di media sosial, khususnya dikalangan umat muslim. “Olehnya itu serahkan kepada MUI untuk mengusut siapa yang punya program ini, tujuannya untuk apa? Nanti kita lihat selanjutnya (proses hukum),” ujarnya.

Adullah Latuapo berharap kepada seluruh elemen masyarakat terutama umat Islam agar dapat menyikapi persoalan itu dengan hati dan pikiran yang tenang. “Kita bisa menyikapi masalah ini dengan hati yang tenang demi menjaga keamanan, dan perdamaian.

Serahkan kepada MUI untuk membentuk tim investigasi dan nanti proses kita akan lihat selanjutnya,” tandasnya. (MG3/CR1)

https://www.kabartimurnews.com/2018/12/05/abidin-wakano-pingsan-dikritik-warga/




jad gini..gereja GPM Imanuel Amahusu Ambon meniru toleransi dilebanon dimana azan dan nyanyian haleluya dilakukan berbarengan pada satu lokasi,tp tau sendiri indo bukan lebanon yg sekuler,indo lg menuju indonistan,hai kawan...emoticon-Big Grin

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
detail kumandang azan di gereja ambon :

Kumandang Azan dari Altar Gereja di Ambon, Tandai Dimulainya Ibadah Adventus Pertama


Abidin Wakano Pingsan “Dikritik” Warga

Allahuakbar Allahuakbar.. Allahuakbar Allahuakbar..Asyhadu Allaa Ilaaha Illallaah..Asyhadu Allaa Ilaaha Illallaah.. Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah.. Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah..

Hayya’ Alash Shalaah..Hayya’ Alash Shalaah.. Hayya’ Alal Falaah.. Hayya’ Alal Falaah.. Allaahu Akbar Allahu Akbar.. Laa Ilaaha Illallaah..

Kumandang azan bergema mengajak umat beribadah. Di altar gereja jemaat GPM Imanuel Amahusu Ambon, imam dari negeri gandong Tial membuka Ibadah Orang Basodara Minggu 2 Desember 2018. Suara azan yang mengalun lembut itu seketika mencuri keriuhan jemaat yang mulai kepanasan, hening dan teduh. Ratusan orang yang datang begitu khusyuk menaikan doa hingga ada yang meneteskan air mata.

Warga dari dua negeri saudara Muslim Laha dan Tial serta negeri saudara Kristen Hatalae memadati bangku-bangku panjang gereja. Mereka duduk bersama dalam satu atap pada ibadah pagi pukul 09.00. Pemandangan yang amat langka dan mungkin satu-satunya di Indonesia. Simbol-simbol agama dalam pakaian, nyanyian, serta kidung-kidung tak memberi sedikitpun sekat bagi empat negeri saudara ini.

Ibadah yang bertepatan dengan minggu pertama adventus nan biru itu seperti melunturkan segala prasangka yang menyebar di luar. Perbedaan agama yang selama ini jadi jualan laris sengketa justru luruh.

Di sebuah negeri kecil Amahusu Kecamatan Nusaniwe di Teluk Ambon Bagian Luar, memberi pembuktian. Satu dari empat lilin adventus dinyalakan sebagai tanda masuk minggu jelang kelahiran Yesus Kristus. Usai azan, rangkaian ibadah dimulai. Ada seruan-seruan beribadah, kidung-kidung pujian dinyanyikan oleh semua orang yang hadir.

“Dimanakah perbedaan kita. Bagaiman orang Amahusu bisa terima ada azan di gereja begitu juga sebaliknya,” sepenggal tanya dalam khotbah yang dibawakan Sammy Titaley. Suara azan tiap hari didengar. Saat berjalan, di angkot, kantor, warung dimana saja, ajakan beribadah itu mengisi ruang-ruang udara di telinga ketika. “Tiap hari katong dengar akang di panta talinga,” lanjut Sammy yang turun dari mimbar.

Baginya hal-hal itu acap kali didebatkan hanya karena cara yang berbeda. Kalimat-kalimat suci dalam Bahasa Arab itu nyatanya punya makna serupa dengan ajakan beribadah bagi orang Kristen. Di situ ada pujian dan pengakuan akan kebesaran tuhan.

Keterlibatan basodara muslim dalam rangkaian liturgi perlu dilihat dalam perspektif yang lebih lapang. Mantan Ketua Sinode GPM periode 1995 – 2000 itu memberi contoh hal serupa yang terjadi di Libanon. “Beta buka youtube dan liat ada azan dan nyanyian haleluya sama-sama. Pas cek itu di lapangan terbuka. Beta pikir bagaiman kalau itu di gereja,” katanya. Menurutnya, orang Maluku juga perlu belajar banyak dari Libanon. Cara beribadah dua agama yang dibawakan bersama tak lantas jadikan pengikutnya auto murtad.

Hal semakna juga disampaikan ustad Abidin Wakanno yang membuka kotbah di bagian awal. Dia bilang, saat azan atau pembacaan Al-Quran di gereja tak serta merta membuat yang kristen jadi muslim. Atau sebaliknya, tidak ada pengkristenan manakala basodara muslim ke gereja dan ikut menaikan pujian. “Katong seng ada negosiasi minta dilahirkan dari kampung mana atau agama mana. Janji leluhur Nunusaku harus dijaga. Jangan sampe ada bisikan spook yang masuk tengah kasi hancur,” aku Abidin diiringi tepukan tangan jemaat.

Selain azan dan kotbah ustaz, Fauziah Kaliky dari Laha membacakan rawi inna fathana 10 ayat yang berisi kelahiran Nabi Muhammad SAW. “Inna fathana biasa dibaca saat maulid nabi. Katong senang bisa ikut sama-sama dan ini isinya tentang hal-hal baik,” akunya usai ibadah yang berakhir sekitar pukul 13.00.

Suasana gereja minggu adventus itu begitu teduh jauh dari riuh-riuh seperti pada pemberitaan tentang sejumlah aksi di ibukota hari ini. Warga dari empat negeri beda agama duduk di satu rumah ibadat bersama.

Dina Tuharea warga Negeri Tial Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah sampai berkaca-kaca usai ibadah minggu. “Beta rasa akang biking haru. Katong ini basodara seng peduli agama apa. Katong jaga silaturahim dengan acara-acara semacam ini,” sebut Dina yang datang bersama warga negeri Tial lain menggunakan dua buah mini bus sejak pagi.

Usai beribadah jemaat beramai-ramai makan patita di depan gereja. Makanan-makanan itu merupakan pemberian dari warga tiga negeri lain yang dimasak bersama. (PRISKA BIRAHY).

https://www.teras.id/news/pat-38/119197/kumandang-azan-dari-altar-gereja-di-ambon-tandai-dimulainya-ibadah-adventus-pertama
itu dr mui nya lg ngejelasin tp di sela terus.
hmmmmm....
bukan adab yg bagus dlm majelis
Balasan post masmomon
Quote:


nereka bukan cari penjelasan,tp berusaha mencegah,itu aja
keknya seru nih liat gobloker cipil wal emoticon-cystg
Quote:

mereka maunya langsung pecat
ga butuh penjelasan... emoticon-Big Grin
jadi gini.. jadi org yang selow kenapa wan
apa stuap masalah harus show off smuanya

apakah uang bisa membuatmu bahagia?
Abidin Wakano Pingsan “Dikritik” Warga
Damai itu indah
lah memang knapa. klo umat nasraninya ok2 aj dengerinya knpa harus di larang sih
Balasan post raven12
Quote:

Apakabar tabayyun? Cuma slogan atau khusus kalangan sendiri? Syarat dan ketentuan berlaku? Pantesan dari 73 golonga hanya ada 1 yang benar emoticon-Leh Uga
Balasan post frimen
Quote:


ditusuh upaya sinkritisme,mencampurkan agama kristen dan islamemoticon-Big Grin

lom tau dia lafals ayat quran pernah dikumbandangkan di vatikan emoticon-Ngakak
Religion of peace emoticon-Nyepi
Balasan post emiliaw
Quote:


namanya jg indonistanemoticon-Big Grin

merasa beriman beragama tp mengedepankan emosiemoticon-Big Grin

pdhl bagus sih upaya ginian di ambon..krn ei ambon pernah rusuh masalah SARA : K vs I

terserah mau kebablasan atau nggak,tp harusnya subhuman subhuman tersebut menomorsatukan kerukunan bernegara emoticon-Big Grin
Hati-hati saudaraku di Ambon. Jangan sampai terpancing provokasi. Musyawarah kan dengan baik ya.. ngeri kalo sampai kejadian Ambon berdarah lagi.

Kita Torang samua Basudara..
Balasan post raven12
Quote:

Ga usah ngomongin urusan kerukunan bernegara lah bro, ketinggian buat mereka. Mereka kan cuma mau masuk surga emoticon-Leh Uga
Masalahnya udah tau cuma 1 golongan yg benar dan bisa masuk surga, mereka malah berlomba2 jadi yang 72 golongan yg ga benar emoticon-Leh Uga
#genius
Quote:


ya sapa tau bisa menjaring masuk beberapa gitu

hehehe
ha acara paan tuh.. maksa amat di greja org.. utk rukun gk harus yg aneh bgitu kliatan maksa amat.. bljr damai aj dl.. gk usah bljr maksa gitu yg gak jelas


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di