alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / Heart to Heart /
Ketika hubungan yang sudah matang, Akankah dikalahkan oleh Keadaan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c0758b66208815a5d8b4568/ketika-hubungan-yang-sudah-matang-akankah-dikalahkan-oleh-keadaan

Ketika hubungan yang sudah matang, Akankah dikalahkan oleh Keadaan

Dear Agan2 ganteng,

Saya mau curhat tentang hubungan saya yg udah jalan hampir 2 tahun


Jadi sekarang saya sedang menjalin hubungan dengan pacar saya sudah hampir 2 tahun kebelakang. Pacar saya ini asli orang Palembang, disini dia ngekost dan kuliah. Tidak Ada keluarga inti dijakarta. Dia sendirian. Saya kenal dia dari sosial media, kami begitu dekat menjalani hubungan, selama hampir 2thn kami saling intens bertemu. Saling menyayangi dan cinta yg begitu besar kami rasakan. Kami saling menerima satu sama lain. Skip2.. 

Hingga pada suatu saat ketika saya tanya ke dia apakah kita bisa bersama terus? Mengingat dia hanya sementara disini melakukan pendidikan, ketika itu dia blm bisa menjawab pertanyaan saya. Pertanyaan ini saya lontarkan di umur hubgunan 2bulan awal. Dan selama kami menjalani hubungan pada awal2, orang tua dia tidak tahu akan hubungan ini, sementara dari Sisi orang tua saya tahu. Sampai akhirnya pada umur hubungan kami 6 bln saya nekat ke Palembang untuk main ke rmh dia, karna pada saat itu dia jg lagi libur kuliah. Orang tua dia agak sedikit kaku, saya maklum mungkin memang sy msh asing dimata mereka. Tp fine saya merasa diterima dengan baik selama disana. Skip2.. 

Sampai akhirnya hubungan ini berlanjut dan ketika saya tanya ke dia tentang pendapat orang tua dia ke saya, dia hanya bilang fine2 aja. Saya terus menerus menanyakan ini dan jawabannya hanya sebatas itu. Dan selama perjalanan kuliah dia itu saya selalu menanyakan apakah dia akan tetap disini dan mencari kerja?? Jawabannya adalah iya. Sampai akhirnya dia dapat peluang kerja yg sangat bagus di lingkungan provinsi DKI. Dia mengikuti seleksi & pelatihan dan dia LOLOS. tp sampai akhirnya ada didalam kondisi harus melepas perkuliahan. Disitu kami bingung harus apa dan akhirnya nekat memberitahukan ortu dia, dan jawaban dari ortu dia adalah tidak boleh. Dan berat hati harus melepas kesempatan itu. Skip2... 

Sampai lah waktu wisuda dia ketika umur hubungan kita lebih dari 1thn. tepatnya april 2018 lalu.. Oh iya wisuda disini hanya selesai perkuliahan dia selama 1 thn, msh berlanjut 1 thn lg di jkt karna akan ikut profesi. Ketika itu orang tua dia datang ke jkt dan kita liburan sekaligus menghadiri wisuda nya. Saya merasa lebih enak meskipun masih merasa ada jarak karna komunikasi nya kaku tp tidak sekaku awal2. Skip2.. 

sampai akhirnya ortu ya plg kembali dan dia melanjutkan profesinya. Ketika orang tua dia plg, saya kembali menanyakan apakah dapat restu kalau km kerja disini? Dan ia jawab tidak boleh kerja disini dan ketika profesi selesai dia harus plg ke palembang. Disitu saya syok dan lemas, sampai akhirnya nanti ia disuruh pulang jika sudah selesai urusan perkuliahan profesi nya. Skip2.. 

Bersamaan dengan profesi, dia sempat nyari kerja dan alhamdulillah bisa kerja. Saya senang sekali sebab saya pikir dia sudah ada niat untuk stay disini dengan kerja, nantinya mungkin bisa cerita dengan ortu dia kalau dia sekarang udh kerja. Tp disisi lain dia kerja tp tidak memberitahukan ortu nya. Sampai detik ini dia masih kerja ditempat itu. Paralel dengan kuliah profesinya

Dia itu tipikal yg loyal dengan keluarga dan tidak bisa lepas dengan keluarga. Dia itu selalu nangis dan sedih ketika harus berpisah dari orang tuanya ketika kembali lg ke jkt setelah liburan kuliah dari Palembang. Dia itu menuruti semua apa perkataan ortu ya. Dan dia jg bukan orang yg terbuka kepada ortunya tentang cinta2an. Disini saya merasakan semuanya

Selama berhubungan kita selalu berdebat apa yg ingin kita mau kedepannya. Dia pengennya saya tinggal Di Palembang setelah nikah. Sy jawab saya ga akan mungkin pindah kesana sebab saya sudah punya rumah dan pekerjaan tetap disini. Memulai dari 0 lagi sangat berat.. Dan itu terus yg kita perdebatan sampai detik ini. Dan itu jg mungkin yg bikin berat untuk Mengutarakan ke Ortunya

Sampai detik ini merupakan bulan terakhir (Desember 2018) kita bersama dan belum ada titik temu. Oh iyaa saya juga berjanji akan menikahi dia pada akhir 2019 tp ketika saya mau ngomong ke ortu dia, dia selalu menolak dengan alasan masih kuliah. Dan ketika saya mau mengutarakan niat saya kembali pada saat wisuda profesi dia bulan depan (januari 2019) , dia jg tetap menolak karna ortu nya akan kecewa kalau anaknya baru lulus trus langsung dilamar. Padahal disini saya hanya mau ngomong dikit kearah sana tp tetep ditolak. Dia fix bulan depan (Januari 2019) dia pulang ke Palembang dan cari kerja disana. Dan kemudian saya tanya ke dia apa yg akan terjadi pada hubungan ini nantinya? dia jawab tunggu 2 bln setelah dia disana dan cari kerja baru saya boleh mengutarakan keinginan saya. Artinya April 2019 (saya baru boleh mengutarakan dan ke palembang). Dan jika dari omongan itu ortunya setuju, baru rencana ngelamar dia habis lebaran 2019 dan menikah november 2019. Tp Setelah itu dia jg minta saya untuk menunggu selama beberapa bulan untuk melepaskan keluarga dia dan kembali lg kesini pada thn januari 2020. karna pada intinya dia jg berat untuk berpisah dengan keluarganya walaupun saya udh ijab kabul.. paralel kata dia, saya disuruh sambil nyiapin ini itu nya disini.. skip2

Jujur saya tidak tahu apa isi hati dia dengan ortu nya. Dia begitu tertutup tentang hubungan kita kalau dimata Keluarga dia. Padahal kalau menurut saya ortu dia msh bisa diajak negosiasi tp selalu ada tembok yg saya pun gatau. Dia ini sangat protektif ke ortunya kalau saya mau membicarakan hal2 untuk masa depan, dan kalau ditanya lg Dia hanya menjawab ya karna Ortu dia akan merasa kecewa kalau dia akan dilamar dalam waktu dekat apalagi pas wisuda.. Intinya kita saling menyayangi dan saya tipikal orang yg tidak bisa LDR jg. tp kalau kedepannya jelas, LDR pun ga masalah, asal ada kelanjutan. itu yg saya utarakan kedia sampai detik ini

Saya pernah berniat meninggalkan dia tp ga bisa. Karna saking sayangnya saya tidak bisa dan jg kasian dia sendiri disini
Dia juga sayang banget ke saya, saya bisa merasakan itu. Tp ada sisi dimana prioritas Keluarga lebih besar dibanding saya. Saya maklum untuk itu, tp yang saya ga terima ketika hubungan kita hanya kecil yg mereka (keluarganya) yg tahu.. 


1. Apa yg harus saya lakukan? Apa saya seorang yg egois gan?

2. Apakah bisa agan2 membaca hati dia seperti yg dia mau seperti apa?

3. Apakah tepat saya melamar dia, Ketika dia sudah tinggal dengan keluarga nya dan sudah kerja disana? Tentu sudah berada di zona nyamannya

4. Dan apakah jika saya melamar dan menikahi dia.... Apakah dia akan bahagia bersama Saya disini?

5. Dan apa kira2 saran yang terbaik yg akan kita lakukan ?

Saya pernah bertanya ke dia No 3 & 4 dan dia bilang jangan meragukan dia dan insyaallah akan tetap.. tp tetep aja saya ragu...

Jujur saya orang yg tidak terlalu peka dan kurang tegas dalam memutuskan sesuatu... Tolong ya agan2 semua solusi nya apa yg harus saya lakukan. 

Btw ane Cowo ya gan

Terima kasih
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
emoticon-No Hope
Diubah oleh FSinder
1. Apa yg harus saya lakukan? Apa saya seorang yg egois gan?
Humankind cannot gain anything without first giving something in return. To obtain, something of equal value must be lost

2. Apakah bisa agan2 membaca hati dia seperti yg dia mau seperti apa?
to change things. you want to believe that anything can be changed. The moment she met you, a new world opened up for her. You see, after wandering in the darkness for so long, a light brought you happiness. It’s all thanks to her.

3. Apakah tepat saya melamar dia, Ketika dia sudah tinggal dengan keluarga nya dan sudah kerja disana? Tentu sudah berada di zona nyamannya
Weaklings will stay weak forever. But weakness is not evil, since human beings are weak creatures to begin with. Alone, you feel nothing but insecurity; that’s why she's for you, and you're for her, that’s why you should married. You walk together with your soon-to-be-wife in order to live a strong life

4. Dan apakah jika saya melamar dan menikahi dia.... Apakah dia akan bahagia bersama Saya disini?
You want her to be happy. you want her to laugh a lot. you don’t know what exactly you’ll be able to do for her, but you’ll always be by her side

5. Dan apa kira2 saran yang terbaik yg akan kita lakukan ?
The Goal of All Life Is Death
Too long...bacanya sekelebatan aja nih...
pacar agan Anak tunggal? Klo anak tinggal ortu pasti lebih berat ngelepas....dan si anak sensiri juga begitu

Gimna2..cewek klo udah nikah ikut suamilah. Pastinya cewek agan juga ragu...berat ninggalin keluarga....takut keluar dr zona nyaman dan menyerahkan hidupnya di tangan agan.
Ya inilah ujian hubungan agan dan dia. Kita2 gabisa jawab...cuman agan dan si dia yg bisa mengkompromikan...bahas lebih jauh...suruh dia nyatakan semua keluh kesah..kegalauannya. cari solusi berdua. Cuma agan dan dia yg bisa bikin hubungan kalian jalan atau nggak. Nanya ke kita mah...cuma bisa kasih saran ini itu...kasih kata2 bijak..jatuhnya ya agan sendiri yang "gerak"

Nikah bahagia atau nggak...jangan naif. Nikah itu ga jamin insan berdua bahagia..sekali lagi...kebahagiaan itu sesuatu yg diusahakan BERDUA!

Komunikasi intens. Bahas dan cari solusi berdua atas apa yg agan galaukan. Cuma itu yg bisa njawab pertanyaan2 agan. Usaha berdua.
Jawab sesuai judul ajah emoticon-Big Grin

Agan ini pegimane ? emoticon-Bingung
keadaan koq dilawan emoticon-Ngakak bikin ketawa ajah
yak pasrah aja gak perlu dilawan, yg terjadi.. terjadilahhh.
Cewek punya perasaan khusus ke keluarganya

Dalam artian biasa mereka nangis habis2an di malam sebelum akad

Permasalahannya di kamu aja kudu siap kerja disana (walau sebentar) sambil membiasakan agar calon istri terbiasa tinggal seatap bersamamu dalam beberapa waktu
Let her go
Balasan post cewieClown
Anak ke 4 gan dari 6 bersaudara, no 1-3 laki2, dibawah dia 1 cowo, dan terakhir cewe

Sudah sering mencari solusinya masing2, Intinya masih berdebat masalah after nikah nanti & tinggal dimananya, dengan alasannya masing2 diatas gan emoticon-Malu
Balasan post causechooser
Nah ini yg ga bisa saya lakukan, saya sudah kerja tetap dan punya rumah di sini dari hasil jerih payah sendiri. apa saya harus memulai disana? tentu sangat berat gan
Balasan post mibmobz
emoticon-Malu
Balasan post See-Saw
Quote:


Thats Her...

We have our own selfishness and strong reasons for our selfishness

emoticon-Cape d... (S)
Yang jelas ngebet banget disini ya elu n elu malah ngotot elu egois

Dia santai aja walau sayang sama lu tetap prioritas keluarga di nomor satukan
Quote:



Iyaa gan emoticon-Cape d... (S) makasih masukannya
Tunggu jangan ngelamar dulu

Kira kira 10 atau 20 tahun lagi baru
Ketika hubungan yang sudah matang, Akankah dikalahkan oleh Keadaan
hahaha baca cerita ini seperti flashback ke diri ane sendiri 2 tahun yang lalu emoticon-Hammer2
ane ujungnya putus gan mau gimana pun ane berdaya upaya. saran terbaik ane, mulai sekarang kurangi kadar cinta ente ke pacar, karena pertanda itu udah kebaca hubungan ente kedepan kek gimana, supaya nanti pas saat pisah ga ancur banget. oke keep focus
Quote:


Jujur gan kalo disuruh milih, lebih baik putus karna di selingkuhin atau disakiti, daripada putus pada saat kita lagi sayang2nya. tapi memang perbedaan jalan ini yg ga bisa bikin kita bersatu..

Makasih cendol nya gan emoticon-Cendol (S)
Ini tentang cara nte komunikasi ke ortu nya, tentang cara meyakinkan ortu nya si cewe.

Ortu pasti akan rela menyerahkan anak nya ke nte jika mereka yakin kepada nte. Semua hal remeh temeh batu sandungan tidak akan berlaku jika mereka udh yakin sama nte.

Sering seringlah berkomunikasi sama calon mertua. Itu pengalaman ane gan.
Diubah oleh lotnok.aduk
Quote:


Gimana caranya mengklaim bahwa hubungan sudah matang ?

Lama ga berarti matang.
Sama seperti "tua tidak berarti dewasa".

Hubungan baru dikatakan matang kalo dari kedua belah pihak mengusahakan yang terbaik untuk pasangannya.

Apakah kalian sudah melakukan yang terbaik ?
Kalo sudah, ga akan ada masalah kayak begini. Trust issues dalam sebuah hubungan itu ibarat makan nasi goreng ga pake nasi.
Quote:


Iya gan ane paham, tp komunikasi ortunya sangat kaku kalau lewat telp, ane gagal ga bisa mencairan nya.. lebih enak ketemu langsung. Hubungan hanya via telp terakhir komunikasi itu pas lebaran kemarin dan ketika ortu nya menghadiri wisuda disini secara kita liburan bareng2, ane merasa sudah baik diterima dan komunikasi udh enak bgt kalau ketemu langsung. tp ya itu mulai jauh lg ketika harus berpisah jarak dan keterbatasan komunikasi lagi. disisi lain si dia jg selalu tidak pernah membahas hub ini secara mendalam ke ortu nya emoticon-No Hope
Quote:


Makasih gan masukannya emoticon-Cendol (S)
Look at yourself
as a color. You may not be
everybody's favorite but
one day you will meet
someone who needs you to
complete their picture.
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di