alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Forum Oikumenis Gereja Papua: Tidak Ada Masa Depan Orang Papua dalam Sistem Indonesia
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c07486f5c77987e468b4569/forum-oikumenis-gereja-papua-tidak-ada-masa-depan-orang-papua-dalam-sistem-indonesia

Forum Oikumenis Gereja Papua: Tidak Ada Masa Depan Orang Papua dalam Sistem Indonesia

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Menanggapi berbagai peristiwa yang terjadi di Papua akhir-akihir ini, Forum Oikumenis Gereja Papua: Tidak Ada Masa Depan Orang Papua dalam Sistem Indonesiapara pemimpin gereja di Papua yang tergabung di dalam Forum Oikumenis Gereja-gereja Papua mengeluarkan surat gembala.

Surat itu berisi kekecewaan yang sangat mendalam kepada pemerintah dan keprihatinan yang sangat serius. Surat tersebut berisikan enam poin yang menjadi keprihatinan bersama para pemimpin gereja.

Dalam surat gembala yang ditandatangani oleh tiga pimpinan gereja di tanah Papua, ketua gereja Baptis, Pdt. Socrates Sofya Yoman, Presiden gereja GIDI, Pdt. Dorman Wandikbo dan Sinode gereja Kingmi Papua, Pdt. Benny Giyai yang diterima suarapapua.com mengungkapkan bahwa rakyat Papua hari ini sedang menghadapi tembok budaya, ideologis dan rasisme. Selain itu rakyat Papua juga saat ini sedang menghadapi ideologi dan kebijakan pembangunan ‘bias pendatang’.

Berikut isu surat gembala tersebut:


Minggu ini kami (seperti minggu, bulan dan tahun-tahun sebelumnya) jemaat-jemaat telah mengalami duka, kematian, pengejaran, penembakan dan pembacokan; juga stigma di mana Lembaga Negara (yang lemah itu ) selalu keluar dengan bahasa politik “bicara lain main”. Karena itu kami hari ini keluarkan “Surat Gembala” ini.

Bagian pertama, surat gembala itu kami tunjukkan para pihak yang sedang berdinamika dan bermain di berbagai tingkatan sampai di Papua yang otomatis berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat sipil di Papua.

Bagian kedua dan keempat kami tunjukkan bagaimana wajah Negara mempertontonkan dirinya dalam penyelesaian kasus-kasus kekerasan. Tema rasisme ini juga kami angkat sekali lagi dalam Bagian keempat, di mana kami tunjukkan wajah rasisme yang terlembagakan dalam lembaga Negara TNI POLRI yang berjuang untuk menggiring kita kita semua (public) untuk mendukung TNI POLRI berangus Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan orang Gunung.

Bagian ketiga kami berefleksi pengalaman aktivis perjuangan dan karya Gereja yang telah membentuk kita pada masa lalu yang terus membayang-bayangi kita.

Kelima, kami nyatakan pendapat dan posisi sebagai Gereja tentang Organisasi Papua Merdeka (OPM), KNPB atau United Liberaton Movement for West Papua (ULMWP). Ini pernah kami sampaikan tanggal 16 Desember 2011, bahwa OPM dan KNPB adalah bayi (nasionalisme) yang lahir sebagai hasil dari perkimpoian paksa (Pepera 1969) antara Indonesia dan Papua yang harus jaga. Seperti halnya Soekarno dan Moh Hatta yang menurut Indonesia adalah Nasionalisme, demikian juga kami. Kami memposisikan OPM, ULMWP sebagai pembawa bendera Nasionalisme Papua; yang selama ini dicap separatis, seperti halnya dulu Belanda yang mengirim Soekarno ke penjara dengan tuduhan separatis.

Keenam, kami sampaikan kepada jemaat-jemaat kami bahwa berdasarkan pengalaman dan kejadian yang kami alami beberapa hari terakhir ini, “tidak ada masa depan bagi bangsa Papua dalan sistemnya Indonesia . Papua harus bangun dirinya sendiri; dengan belajar dari Persipura. Kita, Papua bikin agenda sendiri. Belajar dari Persipura dengan disiplin, latihan terus-menerus, fokus dan terarah, tepat waktu ikut jadwal yang tetap, semangat yang menyala-nyala. Tidak ada bangsa lain yang akan datang tolong. Orang Papua harus tolong dirinya sendiri dengan buat komitmen dan untuk priroritaskan pendidikan dalam segala bidang. Pendidikan, Pendidikan. Jaga komitmen itu ‘untuk sekolahkan anak-anak dan perjuangkan sampai akhir.

Kami mengajak seluruh jemaat “Mari kita kubur budaya menunggu kebaikan datang dari langit; atau bangsa itu atau pihak ini akan datang menolong”. Kami sampaikan “ kita sedang menghadapi tembok budaya dan ideologis dan rasisme”. Kita sedang hadapi ideologi dan kebijakan pembangunan “bias pendatang”.

Kami ucapkan Selamat berjuang. Selamat berjuang menghadirkan teolog-teolog dan ahli hukum, ekonom Papua masa depan “dengan mata tertuju kepada Kristus” (Ibrani 12:7). Selamat berjuang.
Diubah oleh kutukupret99
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
merdeka sajalah. lebih baik daripada kekayaan kalian dihisap habis sama jawa.
nah kan bener apa kata gw, rata-rata ekstrimis non uclim adanya di papuaemoticon-Ngakak
sumbernya gan?!

emoticon-Traveller
Emang kalo merdeka bisa hidup damai. Yg pilkada milih pemimpin daerah ajah, pakai bakar2an, panah2an, bunuh2an kok.

Apalagi kalo merdeka. Milih presiden pasti perang tiap hari
Waduh jangan kecewa, era jokowi papua dibangun dengan baik lho
Bring back Papua to Irian Jaya (Ikut Republik Indonesia pasti Jaya)
Ya Pisah aja sih, niscaya Negara PAPUA akan lebih maju dari Indonesia.

Jangan pernah tampung HTI fansboy di sana kalau sudah merdeka
ya sudah merdeka aja sana. emang kl kalian merdeka listrik ambil drmana? australi? noh liat timtim gmn jd boneka australi. mau merdeka berteman dg siapa cr dukungn lantas?
Usa dan Australia sudah mau bangun pangkalan militer di papua nugini!

kalau kejadian lepasnya papua di jaman wiwi bener bener, dulu sipadan ligitan lepas di jaman simbok, tim tim lepas di jaman habibi
Freeport diusik
OPM pasti berisik...

Apalagi freeport disikat... emoticon-Big Grin
kan ada Otonomi Khusus Papua ... silakan membangun Papua dg dana itu ... dana itu besar sekali

sayangnya diikuti dg korupsi besar2an juga yg dilakukan oleh
Pejabat Papua sendiri ...

Gereja Papua masuk ke dunia politik? ... siiiip ... emoticon-thumbsup
Patutlah Teroris subur di papua, didukung sama lembaganyaemoticon-Betty





bener juga asumsi gue gak ada guna pembangunan di papua ujung"nya juga bakalan ngancurin NKRIemoticon-Nohope
Memang sudah sepantasnya merdeka
Pada ngomong apa dah temen2 nih, papua tetap menjadi prioritas pemerintah kok, bbm 1 harga plus jalan provinsi. Makanya kalau bisa ini pemerintah bikin istana kepresidenan napa di papua atau pangkalan militer lah.
Nahh lo.... emoticon-Big Grin
Aparat kudu sigap ini...segera bertindak,sebelum berkembang Isu2 yg berpotensi melepas papua
emoticon-I Love Indonesia

Quote:


Berkata tanpa di pikir.....
kalau ente muslim...sadar gak kalau ente mancing agama ente utk di hina???
Ya tunggu aja sampai pembangunan papua selesai, nanti yg menikmati juga kamu2
Balasan post ayy.lmao
Quote:


Kalo extrimis uclim adanya dimana?
Jelas jelas TS nya bomber onta berlagak domba
naikin status dari Otsus jadi Daerah Istimewa. tapi mayoritas yg teriak merdeka di provinsi Papua bukan Papua barat emoticon-Cool
Diubah oleh tiyorahmat
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di