alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Dinkes Medan bilang DBD itu penyakit 'orang kaya'
3.86 stars - based on 7 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c06f66360e24b5d0e8b4567/dinkes-medan-bilang-dbd-itu-penyakit-orang-kaya

Dinkes Medan bilang DBD itu penyakit 'orang kaya'

Dinkes Medan bilang DBD itu penyakit 'orang kaya'

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan menyebutkan potensi bahaya dari penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) kebanyakan disebabkan oleh masyarakat yang berpenghasilan menengah keatas.

Sebab, penyakit DBD

akan lebih besar dimiliki oleh warga yang tinggal di lingkungan bersih dan dekat taman dibanding masyarakat yang hidup di tempat-tempat kotor atau kumuh.

"Nyamuk Aedes Aegypti itu kami sebut nyamuk 'orang kaya' karena biasanya nyamuk itu hidup di penampungan-penampungan air bersih bukan di tempat-tempat kotor atau kumuh, " kata Sekretaris Dinkes Medan, Irma Suryani saat menerima kunker Komisi B DPRD Medan, Selasa 4 Desember 2018.

Kata Irma, kurangnya perhatian terhadap potensi DBD bagi masyarakat menengah ke atas di Medan menyebabkan banyaknya bagian dari warga Medan yang terkena penyakit tersebut setelah musim hujan berlalu.

"DBD ini kan jentik nyamuknya bersarang di air yang bersih, bukan kotor, " katanya.

Sementara, dalam kesempatan itu disampaikan sepanjang tahun 2018 bahwa penyakit DBD di Medan terjadi sebanyak 300-an kasus.

"Dari Januari-Oktober 2018, ada sebanyak 300-an kasus DBD yang terjadi di Medan, " pungkasnya. (ds/romisyah)

https://www.dailysatu.com/2018/12/di...-penyakit.html
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Memang betul kalau nyamuk DBD itu berkembang biak di air bersih, dan menurut logika mukafetak, maka yang salah orang kaya emoticon-Toast

Dulu waktu KLB DBD di Jakarta, petugas jentik nyamuk tiap kecamatan menemukan kalau sarang jentik nyamuk justru dari air hujan yang tertampung di lubang bambu, tumpukan sampah, dll karena tidak perlu wadah besar untuk tempat berkembang biak jentik, cukup wadah sebesar duit logam cepe sudah bisa jadi tempat jentik nyamuk DBD untuk berkembang biak, intinya permukaan cekung apa saja yang bisa menampung sedikit air hujan,makanya di fogging, dan dibersihkan sampah2 yang numpuk emoticon-Ngakak (S)

Tapi berhubung sumut adalah propinsi serba ajaib nan ghoib, maka "orang2 kaya medan" nya juga beda sama orang2 kaya di propinsi lain, "orang kaya medan" suka nampung air hujan dan hidup diantara sampah (logika mukafetak sumut on) emoticon-Ngacir


emoticon-Leh Uga

Petisi Tanah Kaum Cendekiawan MakFetak
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
Harus ada Program Fogging di rumah orang orang kaya nih,khususnya rumah cimed emoticon-Ultah
jadi rumah gedongan konglomerat harus diasapi gitu?

emoticon-Belo
Nyamuk Aides sekarang tuh bisa bertelur di genangan air kotor

Gotham mah emoticon-Ngakak
Klo begitu, bagusnya nyamuk dbd dikasih tax amnesti, biar menambah kas negara
Dulu pas ane sekolah, kudu bersihkan penampungan air yg kotor...
Sekarang koq kuwalik
dinkes cuma "bilang" tapi tak ada penanganan nya.

biasalah di sumut apa apa perlu uang.

sampe mobil teman saya kena timpa pohon di simpang 4 multatuli bukannya langsung dibantu malah ditanya2 mau "bayar" berapa.
bilang aja butuh uang buat fogging emoticon-Leh Uga
Medan, kota dimana uang adalah tuhan


emoticon-Cape d...




datanya mana
hoaks ah ..
jentik nyamuk dbd nya mungkin dipalak kalo ngetem di lokasi orang kurang mampu
ane kurang suka sama fogging
yang mati gak cuma nyamuk aja, tapi juga kucing dan binatang lain
karena kucing makan tikus yg mati oleh fogging, yah kucing ikut mati juga
cicak yg mustinya jadi mitra manusia dalam berantas nyamuk, juga mati oleh fogging
kalo ane di rumah pake hit mart, karena kadar toxic nya lebih rendah dibanding merk sejenis lainnya
usai pakai, bekas mart nya jangan di buang, kalo ada ruang, tumpuk aja ke electric nya, lalu utk pemakaian berikut, tetesin hit cair di atas nya sampai bunyi cuzzzz tanda cairan sudah mengenai lempengan panas dibawahnya
keesokan hari nya juga sama, tetesin gitu juga
ane pake pipet buat bantu netesin diatas mart nya, pipet bisa di beli di apotik mana aja
lakukan sampai 3 harian, setelah itu buang mart nya, ganti mart baru, demikian seterusnya
cara itu terbukti murah meriah dan efektif usir basmi nyamuk dan kecoa, dan efeknya bisa seharian dibanding pake obat nyamuk semprot yg efeknay cuma 2-3 jam saja
cara itu juga ramah lingkungan, tidak membunuh hewan lain kayak cicak dan kucing
emang orang kaya ada yang maen di kebon? emoticon-Bingung
inget iklan jaman dulu
Balasan post prabowosandii
Quote:

gw pingin fogging ke kucing tetangga suka nongkrong di atas mobil trus bikin beret! cocok lah di fogging
oh nyamuk ya? whatever dah curcol duluan
Mukafetak? Bruakakaka
Quote:


Quote:

njirrr.... jaman sekarang apa2 pakai duit yah, kayak kerja gak di gaji sama pemerintah aja tuh orang2 gan, kasian rakyat kecil emoticon-Mewek

Yang Penasaran dengan spek lengkap Realme U1, spek dewa berharga miring cekidot gan

Asapin biar aman dari DBD.
Balasan post printeer
Quote:


Di Jakarta, mobil ditimpa pohon diganti lsg oleh pemprov DKI

Di medan, yg pajak mobil nya paling tinggi, mobil ketimpa pohon malah dipalak

Aroma fantat mamaksifetak sumut sama biadabnya dengan aroma bacod nya, lebih manis dan lebih berbisa dari lidah Judas Iskariot emoticon-Big Grin
Balasan post serikat.palak
Quote:


fetak diletak dimanapun hasilnya ya sama saja. konsentrasi fetak kebetulan banyak di temfat2 macam percut sei tuan, kp. aur, denai, simalingkar ya jadi banyak fetak2 yang konser serta melakukan tarian adat rampas-marampas.
Balasan post tonidookie
Quote:


Yg malak nyamuk PetakAIDS emoticon-Leh Uga
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di