alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Tingkah Laku OPM Meningkatkan Kebencian Publik Terhadap Separatis
3 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c068813642eb673658b4569/tingkah-laku-opm-meningkatkan-kebencian-publik-terhadap-separatis

Tingkah Laku OPM Meningkatkan Kebencian Publik Terhadap Separatis

Tingkah Laku OPM Meningkatkan Kebencian Publik Terhadap Separatis

OPM (Organisasi Papua Merdeka) merupakan organisasi yang didirikan pada tahun 1965 dengan tujuan utama untuk memisahkan diri dari NKRI. Organisasi ini terbentuk akibat perasaan bahwa Papua sama sekali tidak memiliki hubungan sejarah dengan Indonesia. Hingga kini, di wilayah tersebut masih sering terjadi konflik, baik konflik vertikal antara kelompok masyarakt pro Papua merdeka dengan pemerintah Indonesia maupun konflik horizontal antarsesama masyarakat di tanah Papua yang terkait persoalan politik, ekonomi ataupun sosial budaya.


Gerakan OPM mengklaim bahwa Papua adalah wilayah otonom yang seharusnya menjadi sebuah negara berdaulat dengan pemerintahan sendiri. Selain perihal perasaan tidak adanya hubungan historis dengan NKRI, kasus-kasus pelanggaran HAM oleh TNI/ABRI di Papua, kesenjangan sosial, diskriminasi ekonomi dan politik, serta perampasan alam mereka oleh Freeport menjadi isu pendorong sehingga Free West Papua Campaign ini semakin responsif ingin memisahkan diri dari NKRI.

Sejak awal terbentuknya, OPM telah menempuh jalur dialog diplomatik, diantaranya melakukan upacara pengibaran bendera Bintang Kejora dan melakukan aksi militan sebagai bagian dari konflik Papua. Salah satunya menampilkan bendera Bintang Kejora dan simbol lain dari kelompok tersebut, seperti lagu kebangsaan "Hai Tanahku Papua" dan lambang negara, yang telah diadopsi pada periode 1961 sampai pemerintahan Indonesia dimulai pada Mei 1963 di bawah Perjanjian New York.

OPM juga telah mengeluarkan ultimatum berperang kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia. Bahkan, dalam waktu dekat mereka berencana mendeklarasikan angkat senjata melawan Indonesia. Ultimatum perang itu disampaikan Mayor Jenderal G.Lekkagak Telenggen, usai dilantik sebagai Kepala Staf Operasi Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).

Pergerakan OPM semakin masif, terbukti dengan adanya beberapa demonstrasi yang dilakukan di berbagai daerah. Salah satunya demonstrasi mahasiswa Papua yang mengatasnamakan diri Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) pada 1 Desember 2018 di Surabaya. Sekitar 300 mahasiswa Papua menggelar unjuk rasa di depan Studio Radio Republik Indonesia, Jalan Pemuda, Surabaya. Sambil mengenakan ikat kepala bercorak bendera Bintang Kejora, mahasiswa mendesak pemerintah agar memberi keleluasaan bagi rakyat Papua Barat untuk menentukan nasibnya sendiri. Mahasiswa juga menuntut kemerdekaan Papua. Unjuk rasa nyaris ricuh ketika sekitar 200 massa kontra Papua merdeka datang dan menggelar demonstrasi tandingan. Massa tandingan terdiri dari Pemuda Pancasila, Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI/Polri, Himpunan Keluarga Purnawirawan TNI Angkatan Darat dan organisasi pencak silat.

Dampak demostrasi yang dilakukan OPM tersebut, semakin memunculkan kebencian di masyarakat, serta semakin memunculkan opini bahwa separatisme adalah bahaya laten bagi NKRI dan wajib diwaspadai. Masyarakat semakin cemas dengan ancaman separatis yang selama ini dilakukan OPM, yang diperkirakan berdampak melemahkan kedaulatan RI di tanah Papua, ditambah dengan adanya dukungan dari luar negeri atas isu pelanggaran HAM yang dilakukan pemerintah Indonesia terhadap masyarakat Papua. Mereka semakin vokal menyuarakan kebebasan Papua dalam berdaulat dan menentukan nasibnya sendiri. Mengapa ada gerakan seperti itu? Sebagian masyarakat Papua menganggap bahwa mereka tidak diperhatikan oleh pemerintah dan cenderung sumber daya alam yang ada di sana hanya dimanfaatkan tanpa berdampak langsung pada masyarakat asli Papua. Hal itu yang tentu mempengaruhi pemikiran masyarakat sehingga munculnya gerakan gerakan separatisme sebagai aksi kekecewaan.

Jika dilihat secara keseluruhan, selama pemerintahan Presiden Joko Widodo, tanah Papua menjadi semakin maju. Tentunya tetap dalam kerangka NKRI. Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuat agenda prioritas pembangunan infrastruktur nasional di Papua. Jokowi seolah menganakemaskan Papua yang selama ini dianggap seperti “anak tiri” bagi NKRI, dengan membangun infrastruktur yang nantinya dapat dimanfaatkan rakyat Papua. Salah satu infrastruktur yang tengah gencar dibangun adalah jalan. 

Jokowi mengatakan pembangunan jalan di Papua mendorong lancarnya distribusi barang yang turut menghemat ongkos logistik dan ujungnya menurunkan harga barang. Jokowi ingin harga barang-barang di Papua bisa semakin murah seiring dengan makin lancarnya arus logistik barang. Infrastruktur jalan yang tersedia semakin baik akhirnya akan menjadi sumber pemerataan ekonomi di seluruh Indonesia terutama di Papua. Dengan adanya agenda prioritas tersebut diharapkan mereduksi gerakan separatis di Papua dan ke depannya kepercayaan rakyat Papua terhadap pemerintah RI semakin baik.

sumber : https://www.qureta.com/post/tingkah-laku-opm-meningkatkan-kebencian-publik-terhadap-separatis
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 08
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 08
sudah pasti, OPM ini sejenis sama GAM, pemimpinnya entah di negara mana. senjata utamanya apalagi kalau bukan komnas HAMBURGER. ga percaya? mana ada komnas hamburger teriak saat 31 pekerja dibantai, tapi begitu TNI gerak dan gebuk 1-2 orang, langsung nyerocos kaya lagi kesurupan.


btw, omong-omong soal GAMd. dulu kan GAM ga pernah dicap teroris padahal pejuangnya iSlam semua.
Media ostrali langsung teriak genosida nih emoticon-Big Grin

emoticon-Traveller
Quote:


Emang bener andalannya HAM, tapi kelakuan gak cocok untuk didukung HAM emoticon-Big Grin
Balasan post killergodnana
Quote:


tepat sekaliemoticon-Big Grin
astajim, teroris OPM kalo ribut ama ISIS dan FPI menang mana nih emoticon-Marah
mana nih ormas yg ngakunya terdepan jaga nkri
harus di brnatas nih gerakan kya gini emoticon-Marah
Mana nih para mujahir 212 yang bacot ga takut mati ga takut membusuk di penjara yang katanya berjumlah 80 juta itu

Quote:


Dibasmi aja boss ampe tuntas

Kan udah beli sukhoi flanker kmrn, pergunakan tuh buat bombardir ini opm emoticon-Big Grin
Diubah oleh kingmu
Quote:


Quote:
Quote:


Quote:
Quote:


Ada bre ..cuma lg mager tingkat dewa aja...gak ada instruksi plus dana nya ini emoticon-Mad mending jaga yg pasti2 aja emoticon-Mad
Quote:

Komnas ham? What a joke emoticon-Ngakak (S)
Phobia sm bendera tauhid sampe dibakar, ayo satpam nkri uji nyali bakar bendera bintang kejora yg jelas2 bantai manusia, di komunitas papua aja ga usah jauh2 ke papua deh, wanii oraaa emoticon-Wkwkwk
Diubah oleh Nastaikom2
astajim, teroris OPM ayam sayur, cuma berani maen dikampung sendiri, beda ama teroris ISIS, alqaeda dkk, yg berani maen diseluruh dunia, di 5 benua, dinegara tapir mana pun dan negara islam ya akhi emoticon-Marah
Balasan post cebong2019
Bendera isis dibelakang + bom bunuh diri dibilang syahid.

Mantab memang kelompok elo emoticon-Leh Uga

Tingkah Laku OPM Meningkatkan Kebencian Publik Terhadap Separatis
Balasan post ceo.amigroup
Quote:


itu separatis bukan teroris

tolong bedakan antara teroris dengan separatis
Balasan post cebong2019
Dari dulu banyak BACOT

Tingkah Laku OPM Meningkatkan Kebencian Publik Terhadap Separatis
Halaman 1 dari 3


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di