alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Panen Tak Lancar, Harga Naik
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c0669481a9975ff1f8b456a/panen-tak-lancar-harga-naik

Panen Tak Lancar, Harga Naik

Spoiler for jewer:


Ada kabar tidak enak yang terdengar dari Bali. Cuaca buruk yang berdampak negatif terhadap panen, membuat sejumlah kebutuhan pokok mulai mengalami peningkatan harga. Di kabupaten Klungkung, Bali beras naik hingga seribu rupiah per kilogram.

Di Pasar Umum Galiran, Klungkung, Bali harga beras dibanderol Rp12 ribu per kilogram. Sebelumnya harganya Rp10 ribu per kilogram. Kenaikan harga ini sudah terjadi dua minggu terakhir. Penyebabnya musim hujan dan tak maksimalnya hasil panen padi di petani. Selain beras telur juga mengalami kenaikan harga.

(Tautan sumur)

Cuaca buruk yang melanda mereka beberapa waktu belakangan ini, membuat petani di Bali harus ambil pilihan yang tidak menyenangkan.

Para petani terpaksa memanen padi lebih awal, atau beberapa minggu sebelum masa panen tiba. Itu dilakukan karena guyuran hujan yang berlebihan, serta cuaca buruk membuat sebagian besar padi rawan busuk. Untuk mengurangi dampak kerugian yang lebih besar, mau tak mau para petani terpaksa memanen padi lebih awal. Akibatnya, kuantitas dan kualitas beras di sana jadi berkurang.

Untuk menekan kenaikan harga pangan semacam ini, dibutuhkan Badan Urusan Logistik (Bulog) yang cepat tanggap. Harus ada operasi pasar secepatnya, sebelum harga benar-benar melonjak naik dan membuat masyarakat tercekik.

Bulog yang cepat tanggap, lebih dibutuhkan ketimbang Bulog yang pernah berpolemik seperti beberapa waktu lalu.

Mungkin masih segar dalam ingatan kita, mengenai pernyataan Direktur Utama Bulog, Budi -Buwas- Waseso yang menolak kebijakan impor beras. Padahal sebelumnya sudah disepakati bersama antara Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan, Menteri BUMN, dan Dirut Bulog juga. Alih-alih menjalankan kesepakatan, Buwas malah menuduh kebijakan impor itu dilakukan oleh pengkhianat.

Untungnya belakangan ini Buwas sepertinya sudah lebih waras. Tidak ada lagi resistensi terhadap kebijakan pangan. Bahkan Bulog seperti ikut manut, meski terkesan dikerjai di urusan jagung oleh Kementerian Pertanian. Bulog diperintah untuk mengimpor jagung dari Brazil dan Argentina, meminjam jagung dari pengusaha, dan mengembalikannya lagi sewaktu jagung impor itu tiba.

Bila dikerjai di urusan jagung untuk ternak saja Bulog bersedia, tentu untuk urusan pangan pokok manusia seperti di Bali ini, untuk Bulog sudah jadi harga mati.

Spoiler for the bekicot:
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
emoticon-Belgiaemoticon-Belgiaemoticon-Belgia
emoticon-Belgiaemoticon-Belgiaemoticon-Belgia
emoticon-Belgiaemoticon-Belgiaemoticon-Belgia
emoticon-Belgiaemoticon-Belgiaemoticon-Belgia
emoticon-Belgiaemoticon-Belgiaemoticon-Belgia
emoticon-Belgiaemoticon-Belgiaemoticon-Belgia
emoticon-Belgiaemoticon-Belgiaemoticon-Belgia
emoticon-Belgiaemoticon-Belgiaemoticon-Belgia
emoticon-Belgiaemoticon-Belgiaemoticon-Belgia

HULAHI HULAHI
kalo harga naik tapi uang belanja naik lebih besar gak masalah kan

kenapa gak diprotes juga yang ngasih uang belanja emoticon-Big Grin


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di