alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Mereka Dibantai Setelah Ambil Gambar Upacara HUT OPM
2.6 stars - based on 5 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c064897a09a39113d8b456b/mereka-dibantai-setelah-ambil-gambar-upacara-hut-opm

Mereka Dibantai Setelah Ambil Gambar Upacara HUT OPM

Terjadi pembunuhan di Papua terhadap 31 pekerja jembatan oleh KKB.

REPUBLIKA.CO.ID, Sebanyak 31 orang pekerja Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua tewas dibunuh. Mereka diduga dibunuh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), pada Ahad (2/12).

Berdasarkan keterangan Polda Papua, hingga Senin (3/12) pukul 22.35 WIT, sebanyak 24 orang dibunuh terlebih dahulu. Kemudian, delapan pekerja lain sempat menyelamatkan diri ke rumah seorang anggota DPRD. Namun, delapan orang itu dijemput oleh KKB, tujuh di antaranya dibunuh dan satu orang belum ditemukan. 

Kapendam Cenderawasih XVII, Kolonel Inf Muhammad Aidi, mengatakan, kejadian pembunuhan di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua, masih berkaitan dengan peringatan hari jadi organisasi papua merdeka (OPM). Ia menyebutkan, ada pekerja yang melihat dan mengambil gambar saat OPM melakukan upacara pada Ahad (2/12) lalu.

"Informasi awal, salah satu pemicu kejadiannya ini, pada 2 Desember hari Minggu, mereka melaksanakan upacara ulang tahun yang mereka declare sebagai hari kemerdekannya, kemudian ada pekerja jalan yang ikut nonton dan ikut mengambil gambar dari kejadian itu," ujar Aidi di Jakarta, Selasa (4/12).

Aldi menerangkan, setelah pekerja itu mengambil gambar proses upacara, kelompok yang melaksanakan upacara tersebut marah. Mereka kemudian menyerang seluruh pekerja yang ada di sana. Aidi menuturkan, hal tersebut mengindikasikan, mereka tak mau kegiatan yang mereka lakukan terpublikasi ke luar.

"Apalagi sampai diketahui aparat kemanan. Sehingga dia berpikiran semua pekerja di situ membocorkan kegiatan mereka. Lantas mereka bantai semuanya," kata dia.

Kabid Humas Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Ahmad Mustofa Kamal melalui keterangan tertulisnya menjelaskan kronologi peristiwa. Pada Sabtu (1/12) malam, Manajer Proyek jembatan Habema-Mugi bernama Cahyo, mendapat telepon dari nomor yang biasa dipegang oleh Jhoni, koordinator lapangan pembangunan jembatan. 

"Namun, Cahyo tidak paham dengan maksud pembicaraan orang yang menelepon tersebut," kata Kamal, Senin (3/12).

Jhoni diketahui sedang melaksanakan pembangunan jembatan di Kali Aurak - Yigi, Nduga. Sementara, seorang pegawai Bina Marga bernama Monang Tobing melakukan komunikasi SMS dengan Jhoni pada tanggal 30 November 2018. Diduga, penelepon Cahyo tersebut adalah KKB yang menculik para pekerja. 

Berdasarkan informasi pos Satgas Pamrahwan 755/Yalet di Napua-Wamena, pada 30 November 2018 pukul 04.00 WIT tercatat satu unit mobil Ran Strada dengan muatan BBM Solar milik PT Istaka Karya menuju Camp Istaka Karya di Distrik Yigi, Mobil itu membawa lima orang pegawai dan tiba kembali di Wamena pada pukul 18.30 WIT.

Selanjutnya, pada 1 Desember 2018 tercatat dua mobil menuju ke Camp Distrik Yigi dengan masing-masing membawa 15 orang pekerja proyek dari PT Istaka Karya. Pada 2 Desember 2018 malam, satu mobil Strada kembali ke Wamena dan pada Senin, 3 Desember 2018 satu mobil Strada kembali lajuran dari Wamena ke Distrik Mbua Kabupaten Nduga.

"Apalagi sampai diketahui aparat kemanan. Sehingga dia berpikiran semua pekerja di situ membocorkan kegiatan mereka. Lantas mereka bantai semuanya," Kapendam Cenderawasih XVII, Kolonel Inf Muhammad Aidi


"Dari informasi bahwa satu mobil Strada yang membawa 15 orang pekerja proyek dari PT Istaka Karya sampai saat ini belum kembali ke Wamena," jelas Kamal. 

Mendapat informasi tersebut, personel gabungan Polri dan TNI  bergerak dari Wamena menuju Distrik Yigi Kabupaten Nduga. Namun saat tiba di kilometer 46, tim bertemu dengan salah satu mobil dari arah Distrik Bua dan menyampaikan untuk tim segera balik karena jalan di blokir oleh Kelompok Kriminal Bersenjata.

"Tindakan kepolisian yang dilakukan yakni menerima laporan, melakukan koordinasi dengan pihak terkait, melakukan pengecekan tentang informasi tersebut," ujar Kamal. 

Ada dua karyawan PT Istaka Karya dilaporkan berhasil selamat dari penyerangan KKB di Distrik Yall, Kabupaten Nduga. Menurut Kapolda Papua Inspektur Jenderal Polisi Polisi Sormin, dua karyawan yang selamat saat ini sudah dievakuasi dan dalam perjalanan menuju Wamena.

Sormin mengatakan, kedua karyawan yang berhasil selamat setelah melarikan diri ke Mbua kini dievakuasi ke Wamena yakni Martinus Sampe dan Jefrianto. Sedangkan evakuasi puluhan karyawan yang tewas di Yall masih belum dapat dilakukan karena pasukan belum sampai ke lokasi.

"Mudah-mudahan evakuasi dapat berlangsung aman," kata Sormin yang mengaku saat ini berada di Wamena.

Anggota Polri sedang menuju Yall untuk mengevakuasi para korban sehingga dapat diketahui dengan pasti berapa jumlahnya. Adapun, dua pekerja PT Istana Karya yang selamat,  Martinus Sampe mengalami luka tembak di kaki kiri dan Jefrianto luka tembak di pelipis kiri.



Presiden Joko Widodo bersama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyusuri Jalan Trans Papua di ruas Wamena-Mamugu dengan mengendarai sepeda motor trail, Rabu (10/5).

Baca juga

Pejabat Papua: Jika Mau Perang Jangan Lawan Sipil

31 Pekerja Dibantai, Ini Nasib Proyek Trans-Papua

Menteri PUPR Sesalkan Pembunuhan 31 Pekerja Istaka Karya

Instruksi Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku telah menginstruksikan Kapolri dan Panglima TNI menyelidiki kasus penembakan terhadap 31 pekerja. “Saya perintahkan tadi pagi ke Panglima dan Kapolri untuk dilihat dulu karena ini masih simpang siur. Karena diduga itu, karena sinyal di sana nggak ada. Apa betul kejadian seperti itu,” ujar Jokowi.

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu pu angkat bicara terkait peristiwa pembantaian terhadap 31 pekerja proyek Istaka Karya. Ia menegaskan, para pelaku penembakan terhadap 31 pekerja tersebut bukanlah KKB, melainkan Kelompok Pemberontak.

"Mereka itu bukan kelompok kriminal, tapi pemberontak. Kenapa saya bilang pemberontak? Ya kan mau memisahkan diri, Papua dari Indonesia," ungkap Ryamizard di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (4/12).

Ryamizard menilai, upaya-upaya pemberontakan yang dilakukan kelompok tersebut harus ditangani oleh TNI langsung. Berbeda jika dikatakan kelompok kriminal yang penanganannya dilakukan oleh polisi. Menurut Ryamizard, penembakan tersebut dilakukan oleh kelompok yang sama.

Sementara, saat disinggung terkait solusi permasalahan itu, secara tegas Ryamizard menjelaskan bahwa tidak ada negosiasi terhadap kelompok pemberontak tersebut. "Bagi saya tidak ada negosiasi. Menyerah atau diselesaikan. Itu saja," ucapnya.



http://republika.co.id/r/pj7eaj409
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
opm kok bisa2nya bebas upacara pake deklarasi kemerdekaan pulak ... Intel ama bin kemana aja, sibuk ngawasin ulama emoticon-Cape deeehh
Mereka Dibantai Setelah Ambil Gambar Upacara HUT OPM

banserep divisi kereta kebal dikirim sejumlah satu divisi
haqqul yaqin OPM musnah fiddunya wal akhirot
tiati ntar polisi HAM mulai ngoceh lagiemoticon-Hansip
Quote:


Entu meriam kaliber brp emoticon-Big Grin
Ryamizard menilai, upaya-upaya pemberontakan yang dilakukan kelompok tersebut harus ditangani oleh TNI langsung. 
Pertinyiinnyi, mereka dapet pasokan senjata dan amunisi dari manaa? amriki?
gerombolan pengacau seperti ini pantas dimusnahkan satu per satu

emoticon-babi

coba aja kalau Papua jadi negara sendiri dan emasnya habis, pertanyaannya apakah lebih baik dari kondisi yang sekarang ini ?

emoticon-anjing

dasar gak tau diuntung
Diubah oleh matthysse67
kata cebong kan opm udh jinak ama jokowi? emoticon-Bingung
jadi ini gara2 pemicunya 1 orang iseng ngambil gambar?
diberitanya orang lokal atau pendatang?
kalo pendatang gobloknya ga ketulungan tuh orangnya
di barat sini jg lg rame yg mau ultah emoticon-Embarrassment
yg jualan coklat ama green tea udah berapa hari jualan gak pulang2 emoticon-Embarrassment
orang bangun jalan buat infrastruktur malah dibantai emoticon-Blue Guy Bata (L)

pembela hampler yang slalu belain pemberontak ini bikin pos disana gih, pas di samping markas OPMnya langsung. nah ntar kalau mereka keluar teriak2 mau tembak pekerja, lu bilangin sana engga boleh begitu, ham orang bekerja ga boleh ditembakkin, berani kagak? jangan ngoceh membela pemberontak kacrut ini dari jarak aman aja lu pret emoticon-Blue Guy Bata (L)
gercep dong, emoticon-Cool
naikin statusnya dong jadi separatis, jgn KKB tapi kena ambush langsung collateral damage begini. kemarin ngejar santoso sampe ada tinombala, yang ini perlakukan yang sama aja. parasit negara emoticon-Nohope
Quote:

lawanya penghancur tank

Mereka Dibantai Setelah Ambil Gambar Upacara HUT OPM
Serahkan pada hukum adat yg berlaku. ..

31 nyawa pegawai bumn dibayar 31 nyawa OPM
Balasan post sinophobia
Quote:


Liat dulu lokasi upacara nya dimana bro ?? Itu di tengah2 Hutan woi !!

Jangan bandingin apple-to-apple sama kegiatan terorisme di tengah kota, yang lu bisa awasin 24 jam termasuk aktivitas internet dll.

Lagipula BIN & Intel pernah nembah mati Ulama ? Enggak kan, cuma diawasin doank kok karena ada indikasi radikal.

Asal tw aja, anggota OPM udah banyak yang jadi bangke ditembak mati di Hutan Papua, cek aja gih emoticon-Angkat Beer
"Dosa" pemerintahan dulu harus ditanggung sampe sekarang
kenapa pekerja tidak dijaga?
Balasan post baka1412
Quote:


Dan itu semua berkat jasa intel2 profesional Banser, yg bekerja tanpa pamrih.
emoticon-Big Grin
Halaman 1 dari 3


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di