alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Fokus pada bisnis gas alam, Qatar tinggalkan OPEC
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c063bfddc06bd317b8b4568/fokus-pada-bisnis-gas-alam-qatar-tinggalkan-opec

Fokus pada bisnis gas alam, Qatar tinggalkan OPEC

Fokus pada bisnis gas alam, Qatar tinggalkan OPEC
Logo Qatar Petroleum (QP) di kantor pusat Qatar Petroleum di Doha, Qatar, 3 Desember 2018.
Qatar akan keluar dari keanggotaan negara-negara eksportir minyak (OPEC) mulai Januari 2019. Keputusan tersebut diumumkan oleh Menteri Energi Qatar, Saad Sherida al-Kaabi, dalam konferensi pers Senin (3/12/2018).

Dengan keputusan tersebut, Qatar akan menjadi negara pertama dari kawasan teluk di Timur Tengah yang meninggalkan organisasi beranggotakan 15 negara penghasil minyak terbesar di dunia itu. Al-Kaabi mengatakan Qatar akan fokus mengembangkan bisnis gas alam cair yang merupakan potensi alam terbesar negara berpenduduk 2,6 juta jiwa tersebut.

"Keputusan untuk mundur dari keanggotaan ini mencerminkan keinginan Qatar untuk fokus dalam mengembangkan dan meningkatkan produksi gas alam dari 77 juta ton per tahun menjadi 110 juta ton pada tahun depan," ujar al-Kaabi dilansir dari Aljazeera, Selasa (4/12).

Hasil poduksi minyak Qatar selama ini tidak terlampau banyak, dibandingkan dengan Arab Saudi dan Irak. Mereka hanya sanggup memproduksi maksimal 600 ribu barel per hari.

Namun kepergian Qatar dari OPEC ini cukup mengejutkan karena mereka sudah hampir 60 tahun menjadi anggota. Ditambah lagi pada 6 Desember mendatang akan digelar pertemuan OPEC di Wina, Austria. Qatar pun menyarankan kepada negara lain yang ingin keluar dari OPEC, sebaiknya dilakukan sebelum akhir tahun.

Dikutip dari Bloomberg, pemerintah Qatar juga menegaskan keputusan itu tak ada sangkut pautnya dengan blokade yang dilakukan oleh pemimpin de facto OPEC -- Arab Saudi dan lima negara lainnya pada pertengahan tahun lalu.

Lima negara tersebut adalah, Mesir, Bahrain, Uni Emirat Arab, Libya, dan Yaman. Mereka berdalih Qatar adalah penyokong utama kelompok ISIS, Al Qaeda, dan Ikhwanul Muslimin, seta pemberontak Syiah di Arab Saudi dan Bahrain.

Arab Saudi memimpin blokade terhadap Qatar yang dituduh memperburuk relasi diplomatik dan perdagangan. Pemerintahan Doha, ibu kota Qatar, dituduh membiayai kelompok ekstremis dan berhubungan dengan Iran.

Qatar merupakan negara kaya yang berlimpah minyak dan gas alam cair. Sumber pendapatan negaranya pun mayoritas dari dua komoditas tersebut.

Sebelum menemukan cadangan minyak, ekonomi Qatar ditopang oleh sektor perikanan dan perburuan mutiara. Namun pada 1920 dan 1930, industri mutiara Qatar jatuh dan masyarakat mulai menemukan cadangan minyak di lapangan Dukhan pada 1940.

Penemuan tersebut mengubah peta ekonomi Qatar yang semula pendapatannya berbasis perikanan menjadi minyak. Pendapatan besar dari minyak membuat Qatar tidak terlalu mengandalkan pajak negara sebagai pendapatan utama sehingga menjadi negara dengan tarif pajak terendah di dunia.

Pada 2016, data Dana Moneter Internasional (IMF) mencatat Qatar sebagai negara dengan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita terbesar keempat di dunia. Tercatat, PDB per kapita di Qatar setara dengan 595 persen dari rata-rata dunia.

Rata-rata PDB per kapita di Qatar pada 2000 sampai 2015 mencapai $68.144,63 dolar AS. PDP per kapita pernah mencapai titik tertinggi sepanjang masa pada 2015; $75.117,36 dolar AS dan rekor terendah adalah $ 60.736,57 dolar AS pada 2000.

Tingkat pengangguran di Qatar pun termasuk paling rendah di dunia. Bahkan pada 2015, angka pengangguran di Qatar hanya mencapai 0,1 persen.

Namun belakangan, tak hanya melalui minyak dan gas alam, laju pariwisata Qatar juga berhasil mendongkrak penerimaan negara berkat ekspansi sukses perusahaan maskapai Qatar Airways yang telah melanglangbuana.

Keberhasilan Qatar Airways dalam menjangkau negara-negara Asia membuatnya menjadi pesaing ketat bagi maskapai negara tetangga seperti Fly Emirates milik Uni Emirate Arab.
Semakin dekat dengan Rusia
Salah satu yang diperhatikan para pengamat energi adalah relasi antara Qatar dan Rusia yang kian dekat. Rusia bukan negara anggota OPEC meski negara pimpinan Vladimir Putin itu semakin berpengaruh dalam menentukan kebijakan minyak dunia bersama Arab Saudi. Pada akhir 2016, OPEC dan Rusia sepakat untuk memangkas produksi menjadi sekitar 1,8 juta barel per hari demi melindungi harga di pasar.

The Peninsula Qatar menyebut Federasi Rusia kerap memberikan dukungan kepada pemerintah Qatar selama masa blokade dari negara-negara Arab.

Media Jerman, DW, sempat melaporkan pada 2016 bahwa Otoritas Investasi Qatar --sebuah lembaga penanaman modal milik pemerintah -- membeli saham perusahaan minyak terbesar Rusia bernama Rosneft sebesar 19,5 persen. Pengamat memandangnya sebagai kalkulasi politik pragmatis Doha untuk kepentingan energi.

Kemesraan Qatar dan Rusia di bidang perdagangan berlanjut ke bidang keamanan. Pada pertengahan 2018, Reuters melaporkan Qatar sempat membahas pembelian sistem pertahanan anti-serangan udara S-400 dari Rusia.

Namun, rencana pembelian S-400 ini mendapat tanggapan dari Arab Saudi.Raja Salman dalam suratnya yang dilansir Reuters beberapa waktu lalu kepada Presiden Prancis, Emmanuel Marcon, mengatakan siap mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menghancurkan sistem pertahanan Qatar asal Rusia -- termasuk lewat aksi militer.
Fokus pada bisnis gas alam, Qatar tinggalkan OPEC


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...inggalkan-opec

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Fokus pada bisnis gas alam, Qatar tinggalkan OPEC Penembakan massal, proyek jembatan Papua dihentikan sementara

- Fokus pada bisnis gas alam, Qatar tinggalkan OPEC Kicauan Dubes Arab Saudi soal Reuni 212 menuai protes

- Fokus pada bisnis gas alam, Qatar tinggalkan OPEC Bupati Bener Meriah tambah daftar pencabutan hak politik

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di