alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Penembakan massal, proyek jembatan Papua dihentikan sementara
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c062df7d9d770d15b8b456a/penembakan-massal-proyek-jembatan-papua-dihentikan-sementara

Penembakan massal, proyek jembatan Papua dihentikan sementara

Penembakan massal, proyek jembatan Papua dihentikan sementara
Foto ilustrasi infrastruktur jalan.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memutuskan untuk menghentikan sementara pengerjaan pembangunan enam jembatan pada proyek Trans Papua Segmen 5 ruas Wamena-Mamugu, Papua.

Penghentian menyusul insiden penembakan pekerja pada proyek pembangunan jembatan di area Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, Minggu (2/12/2018).

“Yang dihentikan adalah pembangunan jembatan yang terdapat dalam proyek Trans Papua. Sebab untuk jalannya sudah terhubung semua. Kami hentikan sampai situasi kondusif sesuai rekomendasi Pangdam XVII/Cenderawasih dan Kapolda Papua,” sebut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam jumpa pers di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Proyek infrastruktur jalan di Segmen 5 membentang sepanjang 278 kilometer. Ada 35 jembatan yang rencananya akan dibangun pada jalur tersebut. Keseluruhan proyek dikerjakan oleh dua kontraktor, PT Istaka Karya dengan 14 jembatan dan PT Brantas Abipraya sebanyak 21 jembatan.

Adapun insiden penembakan terjadi di dua proyek jembatan yang sedang dikerjakan oleh PT Istaka Karya, tepatnya pada titik 102+525 kilometer (km) Kali Yigi dan 103+975 km Kali Aurak, Kabupaten Nduga.

Basuki mengklaim, selama ini tidak ada warga yang menolak pembangunan Trans Papua. Malahan, proyek ini sudah ditunggu-tunggu lantaran memudahkan jalur distribusi logistik yang selama ini mengandalkan jalur udara.

“Dari informasi yang disampaikan beberapa kepala balai warga Papua, mereka menyebut sendiri bahwa warga siap menjamin keamanan pekerja,” tegas Basuki.

Dirinya pun mengaku kaget, sebab lokasi penembakan juga tidak masuk dalam wilayah rawan yang perlu diwaspadai. “Justru yang rawan itu ada di wilayah proyek PT Brantas. Empat bulan lalu, Pangdam merekomendasikan untuk menghentikan proyek itu dulu,” sambung Basuki.

Saat ini, Istaka Karya tengah menggarap 11 dari 14 jembatan yang dijatahkan, sementara Brantas baru mengerjakan lima dari target 21 jembatan. Basuki belum bisa memastikan berapa jumlah pekerja yang menjadi korban penembakan, pun terkait kelompok bersenjata pelaku penembakan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Istaka Karya Sigit Winarto menyebutkan total pekerja pada dua proyek tersebut mencapai 28 orang. Jika ada kabar yang menyebut korban penembakan mencapai 31 orang, maka kemungkinannya ada pihak luar yang ikut tertembak.

Sama seperti Basuki, Sigit belum bisa mengonfirmasi identitas korban berikut dengan kabar yang mengatakan ada dua pekerja berhasil kabur dan delapan di antaranya diamankan warga sekitar.

“Memang pekerja kami kebanyakan dari Sulawesi Selatan, mereka lihai menguasai teknis dan lapangan,” sambung Sigit.

Baik Kementerian PUPR maupun Istaka Karya masih akan menunggu perkembangan penyelidikan yang dilakukan Pangdam dan Kapolda. Berikut juga dengan proses evakuasi korban.

Sigit mengatakan, korban rencananya akan dievakuasi ke Wamena untuk disemayamkan terlebih dahulu dan selanjutnya dikembalikan kepada keluarga masing-masing.
Foto dan telepon gelap
Presiden Joko “Jokowi” Widodo langsung memerintahkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Tito Karnavian meninjau langsung Nduga untuk mengecek langsung insiden penembakan.

“Kejadiannya itu di Kabupaten Nduga, dulu memang warnanya merah (daerah rawan). Saya dulu pernah ke sana. Makanya saya perintahkan Panglima dan Kapolri untuk dilihat dulu karena masih simpang siur, karena sinyal di sana enggak ada,” sebut Jokowi dalam

Sejumlah pemberitaan media mengabarkan sebanyak 31 pekerja Istaka Karya menjadi korban penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB). Namun, beberapa pemberitaan lain menyebut korban penembakan berjumlah 21 dan/atau 24 pekerja.

KOMPAS.comdibenarkan Kapolres Jayawijaya AKBP Yan Pieter Reba--menyebut dugaan pekerja yang menjadi korban ditembak lantaran mengambil foto perayaan HUT Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM) yang digelar tak jauh dari lokasi kejadian.

Nahas, pengambilan foto itu diketahui salah satu anggota KKB. Hal itu membuat mereka marah dan mencari orang yang mengambil foto. Imbasnya, terjadi penyerangan pada kamp pekerja.

Sebelum terjadi penembakan, Project Manager PT Istaka Karya, Cahyo, mengaku kepada Kabid Humas Polda Papua Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal bahwa pihaknya sempat menerima panggilan telepon dari Koordinator Lapangan Proyek Pembangunan Jembatan Hebema-Mugi, yang bernama Jhoni.

Namun, ternyata bukan Jhoni yang melakukan panggilan tersebut. Sayangnya, Cahyo tak paham dengan maksud pembicaraan orang yang menelepon itu.

Sejumlah personel gabungan TNI dan Polri saat ini sudah diturunkan ke lokasi kejadian dengan prioritas utama untuk menyelamatkan pekerja yang masih hidup serta menyisir kronologi beserta motif penembakan.

Di sela-sela peringatan Hari Antikorupsi Sedunia di Hotel Bidakara, Jakarta, hari ini, Kabid Humas Mabes Polri Brigjen Pol M Iqbal mengaku kepolisian mengutuk insiden penembakan ini.

“Bayangkan ini adalah pekerja yang ingin membangun Papua. Membangun jalan, membangun proyek, menyejahterakan Papua,” tandas Iqbal.
Penembakan massal, proyek jembatan Papua dihentikan sementara


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...ikan-sementara

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Penembakan massal, proyek jembatan Papua dihentikan sementara Kicauan Dubes Arab Saudi soal Reuni 212 menuai protes

- Penembakan massal, proyek jembatan Papua dihentikan sementara Bupati Bener Meriah tambah daftar pencabutan hak politik

- Penembakan massal, proyek jembatan Papua dihentikan sementara Mendagri: Jangan beli minuman dalam plastik

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di