alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Tanah amblas di Kaltim, warga tuding perusahaan pertambangan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c05ea6d14088def368b456b/tanah-amblas-di-kaltim-warga-tuding-perusahaan-pertambangan

Tanah amblas di Kaltim, warga tuding perusahaan pertambangan

Tanah amblas di Kaltim, warga tuding perusahaan pertambangan
Lokasi tanah amblas yang memutus jalan provinsi di Sangsanga, Kelurahan Jawa, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, Senin (3/12/2018).
Warga Kelurahan Jawa,Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur menuntut ganti rugi menyusul putusnya jalan provinsi di Sangasanga. Warga menuding jalan penghubung Sangasanga ke Muara Jawa di Samarinda itu longsor sepanjang 10 meter akibat aktivitas pertambangan batu bara PT Adimitra Baratama Nusantara.

"Area yang longsor lokasinya bersebelahan dengan lubang tambang perusahaan batu bara," kata Adi Prayitno, warga RT 09 Kelurahan Jawa, Kutai Kartanegara, Senin (3/12/2018).

Peristiwa jalan amblas seluas 1 kilometer (km) itu terjadi pada Kamis (29/11). Menurut penuturan warga, dalam sekian detik tanah amblas mencapai kedalaman 10 meter dan menghancurkan enam rumah di sekitarnya.

Adi mengatakan, perkampungannya berbatasan langsung dengan lokasi eksploitasi tambang PT Adimitra Baratama Nusantara. Jarak antara area pertambangan dengan perkampungan hanya dipisahkan dinding perbukitan.

"Kalau diukur hanya berjarak 100 meter antara perkampungan dan lokasi pertambangan," tuturnya.

Adi dan warga pun menduga aktivitas perusahaan adalah penyebabnya. Pasalnya, perusahaan pertambangan masif mengeksploitasi area perbukitan seluas dua kali lapangan bola hingga menembus kedalaman 100 meter. Maksimal luas lapangan sepak bola adalah panjang 110 meter dan lebar 75 meter.

"Kami menduga air hujan menggerus tanah perkampungan serta membawanya menuju lubang pertambangan," papar Adi.

Sebenarnya sejak semula, warga sudah ada penolakan rencana eksploitasi pertambangan di sekitar Kelurahan Jawa. Warga memprediksi keberadaan pertambangan hanya menimbulkan kemudaratan bagi keberlangsungan lingkungan.

"Kami sudah menolak saat perusahaan melakukan sosialisasi pada awal Februari. Warga khawatir lokasi pertambangan terlalu dekat dengan permukiman. Semestinya pertambangan berjarak 1 km dari permukiman warga," sesalnya.

Namun, menurut Adi, perusahaan termaksud ngotot melakukan aktivitas pertambangan dengan alasan sudah mengantongi izin dari Pertamina. "Area ini memang zona merah konsesi Pertamina. Kami berhenti demo saat perusahaan mengancam akan melapor ke polisi," ujar Adi.

Kini, puluhan tetangganya harus menanggung dampak negatif pertambangan. Ia mencatat setidaknya ada enam keluarga kehilangan tempat tinggal dan 35 jiwa.

Adi pun menuntut tanggung jawab dan ganti rugi kepada pemerintah serta perusahaan tambang. Pemerintah Provinsi Kaltim dianggap lalai dengan memberikan izin eksploitasi pertambangan di Kelurahan Jawa.

"Kami sudah menyurati seluruh instansi terkait, tapi tidak pernah memperoleh tanggapan. Mereka harus bertanggung jawab," ujarnya.

Warga terdampak tidak langsung menuntut besaran ganti rugi Rp500 ribu – Rp1,5 juta per hari. Total ganti rugi ini belum mencakup relokasi enam rumah warga yang hancur di lokasi bencana.

"Kami juga meminta permintaan maaf dari pemerintah dan perusahaan," tutur Adi.
Tanah amblas di Kaltim, warga tuding perusahaan pertambangan
Lokasi tanah amblas yang sedikitnya merusak enam rumah warga di Kelurahan Jawa, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, Senin (3/12/2018).
LSM Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), Kaltim, mengungkapkan dampak negatif pertambangan salah satunya adalah penurunan ketahanan alam sekitar. Demikian pun bencana longsor maupun amblas disebabkan terjadinya peralihan ketahanan tanah.

"Industri pertambangan kerap mempergunakan bahan peledak untuk menggugurkan dinding perbukitan. Ledakan terus menerus tentunya berdampak pada lingkungan sekitarnya," kata Dinamisator Jatam Kaltim, Pradharma Rupang.

Proses masif pertambangan sudah mengubah kontur alam di Kelurahan Jawa. Akibatnya tanah sekitar amblas. "Ini kejadian yang kedua setelah 5 November 2013," ungkapnya.

Rupang menyatakan, perusahaan terbukti melanggar aturan pertambangan. Dalam hal ini adalah jarak aman dengan aktivitas warga.

Sesuai ketentuan, pertambangan memang harus berjarak lebih dari 1 km dari aktivitas masyarakat. "Namun, jaraknya ternyata hanya 100 meter," ujarnya.

Ancaman tanah amblas pun dipercaya belum menghilang karena masih ada belasan rumah lain yang bersebelahan dengan area konsesi PT Adimitra Baratama Nusantara. Rupang pun menuntun Pemprov Kaltim mencabut izin usaha pertambangan terkait.

Selain itu, Rupang meminta pemerintah secepatnya memulihkan kondisi sosial ekologi lingkungan masyarakat akibat praktik pertambangan. Industri pertambangan sudah acap kali menimbulkan bencana lingkungan di Kaltim.

Jatam Kaltim adalah LSM yang gigih melawan dominasi industri pertambangan yang tidak sesuai aturan. Akibatnya mereka kerap mengalami peristiwa tidak mengenakan. Salah satunya, peristiwa pembobolan kantor sekaligus pengrusakan sepeda motor pada awal November.

"Pembobolan kantor Jatam Kaltim bersamaan kampanye soal korban lubang tambang yang sudah mencapai 32 orang," tutur Rupang.

Ini adalah intimidasi kedua yang dialami Jatam Kaltim. Lima tahun lalu, mereka menerima ancaman dari sekelompok orang bersenjata api di kantor Jatam Kaltim.

Meski begitu, Rupang bergeming dengan tetap menuntut penindakan hukum terhadap segala bentuk kenakalan pertambangan. Intimidasi terhadap Jatam Kaltim, menurutnya, sebagai pertanda ada pihak yang terganggu oleh kampanye mereka.

"Kami meyakini ini berkaitan dengan laporan, advokasi dan kampanye yang disuarakan,” ujarnya seraya menambahkan kasusnya dalam proses penyelidikan Polresta Samarinda.

Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kaltim turut menuding perusahaan pertambangan berada dibalik bencana amblasnya tanah di Kelurahan Jawa. "Idealnya kawasan penyangga sejauh 500 meter dari lokasi inti," ungkap Kepala Distamben Kaltim, Wahyu Widhi Heranata.

Wahyu pun memerintahkan penghentian seluruh aktivitas pertambangan di area pit 1 west perusahaan. Saat bersamaan, perusahaan secepatnya diminta melakukan reklamasi serta revegetasi di bekas area pit 1 west.

"Meskipun curah hujan sedang tinggi sehingga kecuraman dinding tebing yang tidak tahan lagi pada tekanan," sebutnya.

Pemprov Kaltim pun sudah memerintahkan investigasi menyeluruh aktivitas pertambangan yang berdampingan dengan permukiman warga. Mereka tidak ingin peristiwa serupa kembali terjadi hingga merengut korban jiwa dan harta benda.

Blok Sangasanga merupakan wilayah kerja PT Pertamina (Persero). Pertamina EP 5 dipercaya melakukan eksploitasi ratusan sumur tua peninggalan zaman Belanda. "Kami mengelola Blok Sangasanga sejak Belanda," tutur Legal and Relationship Pertamina EP 5, Anton Sumartono.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, ada tumpang tindih kelola lahan antara Pertamina dan sejumlah perusahaan pertambangan. PT Adimitra Baratama Nusantara merupakan salah satu perusahaan yang berkegiatan di area Pertamina.

"Mungkin karena instansi yang menerbitkan izin berbeda sehingga terjadi tumpang tindih lahan," papar Anton.

Ini pula yang melatari terbitnya perjanjian pemanfaatan lahan bersama (PPLB) antara Pertamina dan PT Adimitra Baratama Nusantara. Namun, perjanjian tidak secara spesifik menjelaskan teknis pertambangan.

Anton menyebutkan perusahaan pertambangan tetap berkewajiban mengurus izin pertambangan dengan instansi terkait. "Perusahaan pertambangan harus mendapatkan izin instansi terkait. Pertamina tidak ada kaitannya dengan teknis pertambangan mereka," tegasnya.
Tanah amblas di Kaltim, warga tuding perusahaan pertambangan


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...n-pertambangan

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Tanah amblas di Kaltim, warga tuding perusahaan pertambangan Berantas mafia hingga genjot investasi migas untuk Ketua baru SKK Migas

- Tanah amblas di Kaltim, warga tuding perusahaan pertambangan Kekerasan terhadap perempuan dan ketimpangan gender

- Tanah amblas di Kaltim, warga tuding perusahaan pertambangan Naiknya harga beras tak berpengaruh besar pada inflasi

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di