alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Bolehkah Kegiatan Keagamaan Mengganggu Ketertiban Umum?
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c05e5bb9252337b4e8b4575/bolehkah-kegiatan-keagamaan-mengganggu-ketertiban-umum

Bolehkah Kegiatan Keagamaan Mengganggu Ketertiban Umum?

Bolehkah Kegiatan Keagamaan Mengganggu Ketertiban Umum?
REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA --Rakyat Indonesia dikenal sebagai masyarakat religius. Buktinya, penyelenggaraan kegiatan keagamaan di Tanah Air, khususnya DKI Jakarta, benar-benar semarak. Pengajian, taklim, tabligh akbar, istighatsah hingga peringatan hari besar, seperti maulid dan Isra Mi'raj dihadiri ribuan Muslim yang haus terhadap syiar Islam.

Pada dasarnya, kegiatan keagamaan dengan syiar seperti membaca tahlil, zikir, atau shalawat bersama merupakan ibadah yang banyak dianjurkan dalam agama Islam. Ini pun tertera da lam firman Allah SWT surah al- Ahzab ayat 41: "Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (de ngan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya." Di dalam hadis pun, zikir men jadi salah satu ritual untuk men dekat kepada Allah SWT.

Diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda; Allah berfirman: "Aku menurut persangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat Aku. Jika ia mengingat-Ku dalam hatinya, Aku mengingatnya dalam Dzat-Ku. Apabila ia mengingat-Ku di tengah-tengah umat, mereka lebih baik dari mereka. Apabila ia mendekati-Ku satu jengkal Aku akan mende atinya satu hasta, apabila ia mendekati-Ku satu hasta, Aku akan mendekatinya satu depa. Kalau ia mendekati-Ku dengan ber jalan, Aku akan datang kepa da nya dengan berlari."



Terlepas dari adanya faktor ikhtilaf atau perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai hukum zikir, tahlil, atau shalawat ber jamaah, kegiatan tersebut ter nyata membuat syiar Islam semakin semarak. Kegiatan tabligh akbar bak hajatan pentas seni yang mengundang massa dalam jumlah besar.



Hanya, ada kalanya semangat syiar yang membara tak disertai perhatian terhadap keter tiban umum. Ada kalanya, penyelenggaraan kegiatan Islam dila ku kan hingga mengganggu lalu lintas dan mengabaikan keselamatan diri sendiri dan orang lain.



Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam fatwanya pada 23 Agustus 2010 menjelas kan, di antara adab tahlil, zikir, atau shalawat yang diajarkan Rasulullah SAW adalah kegiatan itu dilakukan dengan tidak mengganggu ketertiban umum, apalagi menyakiti atau merugikan orang lain.   Apabila tahlil, zikir, atau sha lawat yang mulia itu dilaku kan dengan mengganggu keter tib an umum, apalagi menyakiti atau merugikan orang lain, hukumnya menjadi haram.



Ini berdasarkan firman Allah SWT, sebagai berikut: "Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul ke bohongan dan dosa yang nyata." (QS al-Ahzab: 59).



Dalam hadis pun kita dilarang untuk membahayakan diri sendiri dan membahayakan orang lain. Dari Abu Sa'id Sa'd bin Malik bin Sinan al-Khudri RA, Rasulullah SAW ber sabda, "Tidak boleh ada bahaya dan tidak boleh membahayakan orang lain."



Dalam hadis yang berbeda, di riwayatkan dari Abi Sa'id al- Khu dri dari Nabi Muhammad SAW, bersabda: "Hendaknya ka lian tidak duduk-duduk di jalan. Kenapa kami tidak boleh berbuat itu? Apabila kamu tidak mengindahkan dan tetap duduk-duduk di jalan, berikan hak-haknya pe makai jalan. Apa hak bagi para pemakai jalan yang diwajibkan bagi orang yang duduk-duduk di jalan? Nabi Muhammad SAW, menjawab, "Menahan pandang an, tidak menyakiti (mengganggu), menjawab salam dan amar makruf nahi mungkar."



Berdasarkan pertimbangan yang dilansir dari fatwa MUI DKI Jakarta, tujuan utama adanya ja lan adalah untuk dilewati. Du duk-duduk di jalan untuk istirahat atau melakukan transaksi dan sejenisnya diperbolehkan, selama tidak membuat sempit (tidak mengganggu) arus lalu lintas. Hal ini tidak disyaratkan izin dari penguasa karena telah disepakati masyarakat dan tidak pernah di sangkal berbagai generasi se pan jang masa.



Dalam memaknai fatwa ini, Ketua MUI KH Amidhan menilai, perbuatan yang baik harus dila ku kan dengan cara yang baik ju ga. Jangan sampai kegiatan yang ditujukan untuk kebaikan justru menimbulkan kesulitan bagi pi hak lain. Karena itu, setiap ma sya rakat harus bisa menghormati kepentingan umum. Dia mengimbau pengajian agar jangan sam pai menutup jalan. "Yang tidak boleh itu mengganggu ketertibannya, bukan kegiatan zikirnya," kata Kiai Amidhan.


Kiai Amidhan menambahkan, kondisi di Jakarta sedikit berbeda dengan daerah lain. Di Jakarta, kata dia, masjid dibangun lebih dulu sebelum ada pelebaran jalan. Setelah ada pelebaran jalan, ha laman masjid jauh berkurang. Se bab itu, kata dia, tidak heran ka lau jamaah shalat Jumat hingga ke jalan-jalan. Bahkan, sampai menutup jalan di gang. "Tapi, ha rusnya memang jangan sampai menutup jalan," ujar dia. Wallahu a'lam.

SUMBER : https://www.republika.co.id/berita/d...etertiban-umum 

Kesalahanku cukuplah membawa kerugian dan dosa bagi diriku sendiri. Jangan sampai turut merugikan orang lain dan alam semesta.

Ibadahku adalah untuk diriku sendiri yg butuh pahala, jangan sampai merugikan dan menyusahkan orang lain hingga alam semesta. 
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
ada yg membolehkan ada yg nggak
yg membolehkan jg dg syarat dan ketentuan tertentu jg
bukan suatu masalah jg
yg penting saling menghargai saja
ya gak bolehlah, ga boleh memaksakan kehendak
ts mau cocoklogi 212 kah

tidur di istiqlal, ibadah di monas ?
ya boleh lah..


ttd
nasbung-pret
ya balik lagi ke tujuan orang itu. klo dia sengaja beribadah di depan umum dengan tujuan supaya terlihat dan mengganggu orang lain, apa itu dibenarkan?

pertanyaannya simpel kok, misal ada orang sengaja sholat di tengah jalan. apakah dia itu sedang beribadah atau dia berdosa?
biasa aja,

di bali aja gak ada yg protes tutup bandara
Ah biasa saja, toh yg gunain jalan bersikap biasa aja.
Paling cuma
" Waduh di tutup ada kondangan, pengajian, pasar rakyat. Lewat mane ye, enaknya."

kalo ibadah di jalan raya dan mengganggu ketertiban ya salah gan..emoticon-I Love Indonesia
Balasan post rembo1922
Quote:


yo di tabrak mobil lur emoticon-Leh Uga
abselutely tidak boleh
Boleh lah emoticon-Mad
Kalo ga boleh menghina umat namanya emoticon-Mad
Ingat Pancasila pertama emoticon-Mad

Paling juga nastak yg merasa terganggu emoticon-Wakaka
Dulu di jogja ada yg berkumpul dan beribadat, tp diobrak abrik suatu gerombolan, padahal cm doa dan diselingi lagu, ditangkep polisi alasannya keganggu parkir, dan cm beberapa hari di kantor polisi

palingan jugak para fekai yg merasa terganggu emoticon-Wakaka



Diubah oleh cinakhuahualg
agama apa dulu... kalo agama yg doyan suicide bombing ya boleh aja hueheueue cuih
Sebaiknya melakukan kegiatan keagamaan ditempat yang sepi biar khusyuk bukan ditempat yang ramai dimana banyak cewek bahenol berseliweran kan gak lucu sambil zikir tapi matanya jelalatan lihat bokong cewek semok yang jalannya mendol mentek tahu2 titidnya sudah ngaceng...😁😁😁
Lets make this simple
Mayoritas boleh
Minoritas ga boleh
emoticon-Wakaka

Mao contoh ? Silahkan cek di lapangan ya emoticon-Cendol Gan
Ya tergantung... ente dukung wowo apa si plongaplongo?

Klau ente dukung si wowo bos gerakan 2019gp ya boleh lah..
kalo ente dkung si plongaplongo ente udh menista itu..


emoticon-Recommended Seller
Nice thread! Tapi pada prakteknya, beda praktek dari teori.emoticon-Najis
Balasan post unicorn.phenex
Quote:


Bagi sumbernya dong gan.. emoticon-Big Grin
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di