alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Hobby / ... / Inspirasi /
Dwi Asih Andarwati, Hasilkan Kerajinan Edukasi Dari Kain Flanel
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c0532da902cfe78058b4567/dwi-asih-andarwati-hasilkan-kerajinan-edukasi-dari-kain-flanel

Dwi Asih Andarwati, Hasilkan Kerajinan Edukasi Dari Kain Flanel

Dwi Asih Andarwati, Hasilkan Kerajinan Edukasi Dari Kain Flanel

MALANG - Membuat berbagai macam kerajinan tangan sudah lama ditekuni Dwi Asih Andarwati. Di sela-sela kesibukannya sebagai ibu rumah tangga (IRT), dia menghasilkan produk edukasi berbahan kain flanel. Tak hanya melayani pesanan dari banyak sekolah, sejumlah buyer luar negeri pun rutin memesan produk kreasinya.
Beragam produk aksesori berbahan kain flanel tampak memenuhi ruang tamu rumah Dwi Asih Andarwati yang terletak di Jalan Dewi Sartika, 3H Kav 7, Kelurahan Temas, Kota Batu. Ada gantungan kunci, pigura foto, sampul buku, tutup toples, dan banyak lagi.
Saat ditemui di rumahnya kemarin (20/5), Dwi tengah menyiapkan sejumlah produk buku edutoys tiga dimensi pesanan reseller dari Kuwait. ”Ini masih belum selesai semuanya. Ada 60 item produk edukasi yang dipesan orang Palestina yang menetap di Kuwait,” beber ibu satu anak ini.
Meski semuanya dikerjakan sendiri, Dwi mengaku tak kewalahan mengerjakan semua pesanan produk berbahan kain flanel. ”Biasanya dibantu anak kalau pas dia libur,” tambah perempuan berhijab ini.
Selain rutin mendapatkan order dari pelanggan dari Kuwait, dia juga melayani pesanan per orangan yang biasanya memesan via online.
Dwi mengaku mulai menggeluti handycraft dengan bahan utama kain flanel sejak tahun 2012. Awalnya dia hanya iseng belajar mengikuti sebuah tren yang lagi berkembang saat itu. ”Seneng bikin tutup toples, seneng bikin pensil hias, dan lain sebagainya,” terangnya.
Hanya, diakuinya, beragam kerajinan tangan tersebut sulit berkembang karena tingginya persaingan yang berujung pada aksi banting harga. ”Jadinya banyak temen-temen yang protol (tidak melanjutkan usaha kerajinan, Red), dan banyak juga yang beralih profesi,” terangnya.
Dwi mengaku tetap menekuni usahanya sambil tetap menjalankan tugasnya sebagai ibu rumah tangga. Dia juga terus mengembangkan kemampuannya dalam membuat produk baru. Misalnya, membuat boneka tangan karakter beragam profesi yang banyak dipesan sekolah. Selain itu, Dwi mengembangkan edutoys dan buku edukasi. ”Alhamdulillah, ada saja pesanan yang datang. Mungkin rezeki saya di flanel,” ujarnya lantas tersenyum.
Pada awal-awal membuka usaha, Dwi banyak membuat suvenir dan kado untuk saudara, teman, atau keluarganya saja. ”Ternyata banyak yang suka dan ingin memesan juga. Sejak saat itu saya lantas mencoba untuk menjualnya, termasuk di online juga,” ucapnya.
Jauh sebelum menekuni kerajinan handmade berbahan kain flanel, Dwi mengaku sudah hobi dan belajar beragam jenis keterampilan. ”Sebenarnya bukan hanya kain flanel. Kadang menyulam, membuat box, karton, dan kadang juga menjahit,” bebernya.
Dwi juga bisa membuat boneka Barbie yang dilengkapi dengan baju aneka warna. Inspirasinya muncul saat dia melihat-lihat majalah Jepang yang berisi kerajinan baju boneka Barbie dari bahan flanel. ”Ternyata kok menarik juga bahan flanel ini. Akhirnya saya fokus dengan bahan flanel,” jelas alumnus Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang ini.
Dengan pemasaran online, Dwi banyak menerima pesanan dari banyak daerah, bahkan hingga luar negeri. ”Ada juga sih pembeli dari Belanda. Yang terakhir ini ada orderan dari Dubai,” ucapnya.
Dwi mengaku cukup terkesima juga dengan datangnya pesanan dari Kuwait. ”Awalnya cuma memesan dua buku edukasi. Tapi ternyata barang saya disukai di sana. Mereka akhirnya terus pesan sampai sekarang. Kadang tidak sampai seminggu sudah pesan lagi,” tutur dia.
Tentang harga kerajinannya, Dwi menyatakan bervariasi. Dari yang paling murah, yakni Rp 4.000, hingga mencapai Rp 400.000. Harga yang dibanderol tergantung desain dan kerumitan proses pembuatannya. ”Misalnya, untuk buku edukasi dari kain flanel, saya patok Rp 250.000. Tapi untuk yang pesanan custom atau desain sesuai pesanan pelanggan, harganya beda lagi,” sambung ibu kelahiran Jombang itu.
Dia menerangkan, harga kerajinannya juga dipengaruhi lamanya proses pembuatan. ”Kalau untuk buku edukasi ini saya bisa menghabiskan waktu 3 sampai 4 hari,” terang perempuan berusia 39 tahun ini.

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di