alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Hobby / ... / Inspirasi /
Yansafaras, Seorang Tattoo Artist Yang Kini Jadi Pendakwah
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c053120dbd770940f8b4567/yansafaras-seorang-tattoo-artist-yang-kini-jadi-pendakwah

Yansafaras, Seorang Tattoo Artist Yang Kini Jadi Pendakwah

Yansafaras, Seorang Tattoo Artist Yang Kini Jadi Pendakwah

MALANG - Kecelakaan hebat yang terjadi tiga tahun lalu, rupanya menjadi titik balik dari kehidupan Yansafaras. Dia bertobat, lalu memilih jalan menjadi pendakwah. Meski kini dia masih bertato, tapi banyak pemuda lain yang insaf berkat dakwahnya. Seperti apa perjalanan hidupnya?

Ada pemandangan yang kontras saat wartawan koran ini menemui Yansafaras di penghujung Ramadan lalu. Dia memakai koko warna putih dan berpeci, tapi di tangannya ada banyak tato yang menghiasi. Pemandangan kontras ini didapat karena Yansafaras dulu adalah seorang tattoo artist di Bali dan Jakarta. Sedangkan saat ini, dia bermukim dan ikut berdakwah di Pondok Pesantren Ad Da’wah, Kecamatan Beji, Kota Batu. Tanpa banyak basa-basi, dia lalu menceritakan dunia hitam yang pernah dia jalani.

Yan–begitu panggilan akrabnya– bercerita, beberapa tahun lalu dia adalah seorang tattoo artist terkenal dan memiliki dua toko besar di Bali dan Jakarta. Karena sudah mapan, hidupnya ketika itu hanya diisi dengan bersenang-senang dan jauh dari Tuhan. ”Dulu saya hanya berpikir bagaimana caranya untuk bahagia, main perempuan, mabuk-mabukan, dan membeli narkoba dengan hasil kerja saya sebagai tattoo artist tanpa memikirkan kehidupan setelahnya,” ucap pria berusia 30 tahun ini.

Hingga akhirnya, sekitar 4,5 tahun lalu, saat berada di Jogjakarta, dia didatangi seorang lelaki berpakaian serbaputih dan berserban. Saat itu, dia sedang asyik di pinggir jalan. ”Saya ndak tahu siapa namanya dan dari mana asalnya. Tiba-tiba dia bertanya kepada saya tentang agama saya itu apa dan salat apa tidak. Ya saya jawab agama Islam dan tidak salat karena tatoan,” imbuhnya.

Namun, dengan tenang dan santai, pria ini menegur Yan dan menyatakan kalau orang tatoan boleh salat. Setelah selesai ngopi, dia diajak orang tersebut untuk mengikuti pengajian dan salat berjamaah. Kemudian, laki-laki itu menawari Yan untuk ikut pesantren kilat selama tiga hari. Tapi, saat hari pertama mau ikut pesantren kilat, dia ada masalah pribadi dengan calon istrinya. Hal ini mengharuskan dia pamit pulang. Hingga 1,5 tahun setelah tak bertemu dengan laki-laki itu, dia kembali menjalani kehidupannya, yakni sebagai seorang tattoo artist, mabuk-mabukan, dugem, hingga memakai narkoba. Hingga suatu ketika dia tertimpa musibah kecelakaan hebat dalam kondisi mabuk. 

Dalam kecelakaan dini hari itu, mobilnya menabrak mobil orang lain. Mobilnya ringsek dan Yan mengalami luka yang cukup parah. Bahkan, beberapa hari setelah kejadian itu, dia pernah bermimpi meninggal dunia selama tujuh hari. ”Setelah kejadian itu, saya risau dan akhirnya berpikir bahwa saya ini muslim dan harus salat. Meski saya berpikir kalau salat ini tidak akan bisa menebus dosa-dosa yang saya lakukan selama ini. Setidaknya, saya mau bertobat. Dan, saya berdoa kepada Allah hingga menangis meratapi dosa saya,” imbuh pria asli Bali ini.

Selang beberapa hari setelah salat dan berdoa, dia mengungkapkan bahwa ada sebuah hidayah yang Allah berikan kepadanya. Hidayah itu dari perantara seorang perempuan dari Jogjakarta yang memesan air mineral ”Kangen Water” kepadanya. ”Setelah saya persiapkan untuk dikirim ke Jogjakarta, perempuan itu membatalkan dan meminta cash on delivery (COD)-an di Jogja,” ungkapnya dengan sedikit marah kala itu.

Karena tidak mau menyakiti pelanggannya, dia negosiasi lagi dengan perempuan itu. Setelah melalui beberapa negosiasi dan pertimbangan, akhirnya perempuan itu mau dengan barang tersebut, tapi minta dititipkan kepada temannya di Jogjakarta. Tanpa ada niatan apa pun, dia menyuruh memfoto tempat di mana barang itu diantarkan. ”Masya Allah, ini adalah tempat di mana saya ngopi dulu dan bertemu dengan laki-laki itu. Kemudian, saya mengubah mindset untuk bertemu kembali dengan dirinya,” ucap Yan dengan mimik wajah terkaget-kaget saat itu.
 
Akhirnya, Yan menyuruh teman pelanggannya itu untuk menanyakan siapa nama suaminya. Berselang beberapa menit kemudian, temannya itu memberi tahu kalau nama suaminya adalah Dewa Ramadhan. Seperti sebuah cerita yang bertali temali, rupanya Dewa adalah pria berbaju putih yang bertemu dengan dia beberapa tahun sebelumnya.

Dia akhirnya curhat kepada Dewa Ramadhan. Yan mengutarakan jika dia bertobat dan keluar dari dunia kegelapan. Setelah bertemu, dia bertanya dan menawarkan diri untuk mengikuti program pesantren kilat selama tiga hari yang pernah mau dia ikuti dulu. ”Dengan niat yang bulat, akhirnya saya memutuskan menjual dua toko tato yang ada di Bali dan Jakarta demi bisa belajar dan mendalami agama Islam dalam program itu,” ucap laki-laki yang kini bekerja di Grab Car itu.

Untuk diketahui, dua toko tato tersebut sebelumnya dijadikan Yan untuk melayani orang yang ingin menato tubuhnya. Setelah mengikuti program itu, dia bertemu dengan beberapa tokoh. Mereka yang menjadi tempat sharing dan sumber belajar bagi dirinya. ”Saya bertemu dengan beberapa orang hebat di sini, seperti Pak Ruli sebagai guru saya, dan Sakti, mantan gitaris Shelia On 7,” ungkapnya.

Setelah itu, dia diajak ke Padepokan Rumah Hijrah oleh Ruli. Dan, di tempat itulah dia belajar agama Islam lebih mendalam. Dan di tempat itu pulalah, dia bertemu lagi dengan beberapa tokoh seperti Moh. Iftironi yang merupakan cicit pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, dan Nanang Rekto yang merupakan cicitnya Ki Hadjar Dewantara.

Dalam belajar agama Islam, dua orang itu sudah dia anggap sebagai orang tuanya. ”Saya bersyukur bisa bertemu dengan beliau-beliau. Sebab, dari beliau itu juga saya belajar tentang agama Islam,” imbuh pria yang juga bekerja sebagai tour guide itu. Setelah beberapa waktu lalu, sekitar dua tahun lalu dia akhirnya memutuskan untuk ikut berdakwah menyebarkan agama Islam. Dia ingin memberi petunjuk bagi orang-orang yang ada di ”kegelapan”. Khususnya teman-temannya yang juga bertato. ”Saya sudah keliling ke berbagai kota untuk berkumpul dan berdakwah di kalangan anak-anak muda. Pernah ke Jogja, Solo, Sragen, dan lain-lainnya. Terakhir, saya menetap di Kota Batu ini,” jelasnya.

Dalam setiap dakwahnya, dia tidak selalu menyinggung isu berat seperti isu-isu politik, perbedaan agama, hingga permasalahan sosial. Dia lebih menyinggung tentang pentingnya beragama, beriman, dan berkarya. ”Jadi, bagi siapa pun yang mau ikut dan sharing-sharing untuk belajar serta mendalami agama Islam, kami persilakan. Agama kami damai kok. Semua kalangan bisa masuk,” pungkasnya.
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
subhanallah...emang masa depan seseorang nggak ada yg tau bkln jdi apa


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di