alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Beda Data, Itu Biasa!
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c0519d662088126168b4591/beda-data-itu-biasa

Beda Data, Itu Biasa!

Spoiler for bola salju:


Soal data pangan lagi-lagi jadi sorotan. Sebelumnya, data produksi pangan menjadi polemik di awal tahun 2018 ini karena Kementerian Pertanian (Kementan) kukuh menolak kesepakatan antar lembaga untuk impor beras. Waktu itu, Kementan menyajikan data proyeksi yang meramalkan produksi beras nasional akan melebihi kebutuhan. Alias surplus.

Untung saja ada lebih banyak kepala di urusan impor beras itu, sehingga bukan kehendak Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman saja yang dituruti. Karena Oktober kemarin terbukti bahwa data Kementan meleset. Menurut lansiran dari Badan Pusat Statistik (BPS) produksi beras kita tidak sebanyak yang diklaim Kementan.

Oleh karena itu, sudah tepat bila kita mengimpor beras di tahun ini demi menjaga pasokan serta stabilitas harga. Bayangkan bila rekomendasi Mentan Amran Sulaiman yang dituruti, harga beras saat ini mungkin sudah setinggi langit.

Berikutnya, data yang tidak sesuai fakta sepertinya sudah jadi trade mark Kementan. Kali ini kasusnya adalah di data produksi jagung. Menurut hitungan Kementan, produksi jagung kita surplus hingga lebih dari 12 juta ton pada tahun ini. Tapi kenyataannya, peternak kesulitan memperoleh jagung yang katanya melimpah hingga belasan juta ton itu. Kalaupun ada, harganya lebih mahal dibanding biasanya.

Akibat data yang kerap salah itu, beberapa pegiat pertanian mengadukan Kementan ke Komisi Ombudsman Indonesia, pekan lalu. Mereka bahkan meminta agar Mentan dicopot karena dirasa tidak becus.

Soal data pangan yang tidak beres juga diakui oleh pengamat sosial pertanian dari Instiute Policy for Agro Reform (InsPAR). Menurut pengamat itu, soal kerancuan data di sektor pertanian bukan baru saja terjadi saat ini. Menurut dia, itu adalah bola salju yang semakin membesar akibat tidak beresnya data pertanian maupun pangan sejak era pemerintahan lalu.

(sumur)

Oleh karena itu, tidak heran bila terjadi perbedaan data antar lembaga. Seperti yang terjadi antara Kementan, BPS, Badan Urusan Logistik, hingga Kementerian Perdagangan.

Bila perbedaan data memang sudah jadi hal yang lumrah, maka idealnya para lembaga itu bisa duduk bersama dan merumuskan kebijakan yang terbaik. Bukan masing-masing bertahan dengan argumennya sendiri.

Posisi Kementan yang sedemikian kukuhnya mempertahankan kesahihan data pangan, padi, dan jagung, adalah contoh terbaik untuk dipelajari. Bahwa data yang dimiliki salah satu lembaga, bisa saja tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Sehingga, tidak tepat bila satu lembaga itu berkeras menggunakan data versinya. Karena di tangan para lembaga yang berkepentingan itu, ada nasib rakyat Indonesia yang dipertaruhkan.

Spoiler for matching:
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Quote:



tapi beda pilihan capres .... gw kapirin lu semua emoticon-Blue Guy Bata (L)




Beda Data, Itu Biasa!

Diubah oleh kasbos
sumer beda jelas beda lah emoticon-Big Grin


ngelola negara kayak ngelola warung sembako eehh masih mo dipilih juga emoticon-Leh Uga

kalo gak goblok APA coba yg pantes sebutannya buat mereka yg masih mo milih pemimpin kacrut kayak gitu emoticon-Leh Uga





×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di