alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Bocah yang merangkak ke sekolah itu dipangku Jokowi
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c04e9169e74040a568b4568/bocah-yang-merangkak-ke-sekolah-itu-dipangku-jokowi

Bocah yang merangkak ke sekolah itu dipangku Jokowi

Bocah yang merangkak ke sekolah itu dipangku Jokowi
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Menteri Sosial Agus Gumiwang K berbincang dengan siswa penyandang disabilitas asal Sukabumi Mukhlis Abdul Holik (kedua kanan) disela Peringatan Hari Disabilitas Internasional Tahun 2018 di Bekasi, Jawa Barat, Senin (3/12/2018).
Sosok bocah sekolah dasar di Sukabumi, Jawa Barat itu menjadi viral pada awal November lalu. Muklis Abdul Kholik alias Adul (9), siswa kelas 3 SDN 10 Cibadak menjadi perbincangan karena tekadnya untuk terus sekolah. Anak penyandang disabilitas ini berangkat ke sekolah dengan cara merangkak menempuh perjalanan sejauh 3 kilometer.

Adul memiliki keterbatasan fisik pada kedua kakinya. Untuk berjalan, Adul harus merangkak dengan kedua tangannya menjadi tumpuan.

Dari rumahnya di kaki perbukitan Gunung Walat, Adul berangkat pukul 05.30 menuju sekolahnya. Adul harus melintasi jalan setapak curam. Setelah itu, Adul harus menyeberangi selokan dengan memanfaatkan jembatan terbuat anyaman bambu.

Adul dengan keterbatasannya menjalani semuanya agar cita-citanya menjadi pemadam kebakaran terwujud. Ia pun bertekad terus bersekolah hingga jenjang kuliah.

Mimpi lain Adul adalah bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). "Ingin salaman sama pak Presiden, Presiden Jokowi," kata Adul dikutip Detikcom.

Selang tiga minggu kemudian, mimpi Adul menjadi kenyataan. Tak sekadar bersalaman, Adul bahkan dipangku Presiden Jokowi di Summarecon Bekasi, Jawa Barat.

Jokowi memangku Adul di sela acara peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2018 pada Senin, (3/11/2018). Dalam acara itu, Presiden berdialog dengan 1.000 penyandang disabilitas, serta meninjau pameran berbagai layanan publik dan pemenuhan hak dasar penyandang disabilitas.

"Tekad Adul untuk maju dan bermanfaat bagi orang lain tak berkurang sedikit pun karena keterbatasan fisik," kata Jokowi seperti dituliskannya dalam akun twitter terverifikasi.

Persatuan Bangsa Bangsa menetapkan Hari Disabilitas Internasional setiap 3 Desember. Tema perayaan tahun ini adalah memberdayakan dan memastikan inklusivitas juga kesetaraan bagi penyandang cacat. Tema itu diangkat untuk mewujudkan agenda besar 2030, yaitu dunia yang damai dalam kesetaraan.

Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), jumlah penyandang disabilitas di seluruh dunia mencapai 15 persen dari total populasi atau lebih dari satu miliar orang. Mereka terbilang kelompok minoritas terbesar di dunia.

Sekitar 82 persen dari penyandang disabilitas berada di negara-negara berkembang dan hidup di bawah garis kemiskinan. Mereka kerap kali menghadapi keterbatasan akses atas kesehatan, pendidikan, pelatihan dan pekerjaan yang layak.

Penyandang disabilitas tergolong lebih rentan terhadap kemiskinan di setiap negara, baik diukur dengan indikator ekonomi tradisional seperti PDB atau, secara lebih luas, dalam aspek keuangan non-moneter seperti standar hidup, misalnya pendidikan, kesehatan dan kondisi kehidupan.

Di Indonesia, WHO memperkirakan 10 persen penduduk Indonesia (24 juta) adalah penyandang disabilitas.

Menurut data dari Kementerian Sosial, pada 2010, jumlah penyandang disabilitas di Indonesia adalah 11,580,117 orang. Dari penyandang disabilitas itu, 3,474,035 penyandang disabilitas penglihatan, 3,010,830 penyandang disabilitas fisik, 2,547,626 penyandang disabilitas pendengaran, 1,389,614 penyandang disabilitas mental dan 1,158,012 penyandang disabilitas kronis.

Di Indonesia, hak penyandang disabilitas diatur melalui Undang-Undang nomor 6 tahun 2016. Undang-undang ini untuk menjamin terpenuhinya hak dan kesempatan penyandang disabilitas.

"Ada 24 hak penyandang disabilitas yang diatur dalam UU tersebut misalnya hak hidup, pekerjaan, pendidikan, akses fasilitas, hak bebas dari stigma, kesejahteraan sosial dan pelayanan publik," kata Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita melalui keterangan tertulis.

Kementerian Sosial, kata Agus, terus melakukan upaya percepatan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas. Pemerintah akan menerbitkan 7.000 kartu penyandang disabilitas. Kartu ini sebagai bagian dari pemenuhan hak Kesejahteraan Sosial yang akan diintegrasikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sehingga mempermudah akses terhadap layanan publik.
Bertemu Mukhlis Abdul Holik, bocah 8 tahun, yang sehari-hari bersekolah di SDN X Cibadak, Sukabumi, dengan merangkak sejauh 3 km. Ia bercita-cita jadi pemadam kebakaran.Tekad Adul untuk maju dan bermanfaat bagi orang lain tak berkurang sedikit pun karena keterbatasan fisik. pic.twitter.com/AHT3FwGwTT
— Joko Widodo (@jokowi) December 3, 2018Bocah yang merangkak ke sekolah itu dipangku Jokowi


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...ipangku-jokowi

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Bocah yang merangkak ke sekolah itu dipangku Jokowi Tol Bocimi dan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar siap dilintasi

- Bocah yang merangkak ke sekolah itu dipangku Jokowi Kenaikan harga BBM luluh lantakkan Paris

- Bocah yang merangkak ke sekolah itu dipangku Jokowi Penerapan tilang elektronik bakal makin gencar

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
...mantab pak dhe...!

...tar kalo digendong om wowo jangan nangis ya dik...!
emoticon-Malu
Salut dek

Semoga cita2mu terkabul semua emoticon-2 Jempol


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di