alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Pemerintah klaim tata kelola lahan gambut jadi rujukan dunia
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c04664dfcef8768038b4572/pemerintah-klaim-tata-kelola-lahan-gambut-jadi-rujukan-dunia

Pemerintah klaim tata kelola lahan gambut jadi rujukan dunia

Pemerintah klaim tata kelola lahan gambut jadi rujukan dunia
Kobaran api menyala dari lahan yang terbakar di Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, MInggu (22/7/2018).
Tata kelola lahan gambut di Indonesia diklaim menjadi rujukan pengetahuan bagi dunia internasional. Klaim itu muncul dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia, Siti Nurbaya Bakar yang menjadi pembicara dalam pertemuan Konferensi Global Landscape pada 1-2 Desember 2018 di Bonn, Jerman.

Pada konferensi internasional ini, hadir perwakilan PBB, Menteri Lingkungan Hidup sedunia, perwakilan bank dunia, lembaga swadaya masyarakat dari berbagai negara, peneliti, akademisi, serta mitra global lainnya.

Indonesia mendapat apresiasi setelah memiliki Pusat Penelitian Lahan Gambut Internasional atau International Tropical Peatlands Centre. "Ini adalah rumah untuk konsultasi dan advokasi bagi kepentingan masyarakat dan lingkungan lokal serta untuk kepentingan global," kata Siti Nurbaya melalui Antaranews.

Basis pusat penelitian saat ini berada di dua kampus penelitian hutan di Bogor, yaitu Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi KLHK serta di Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR).

Siti mengatakan telah terjadi pergeseran besar tata kelola kehutanan Indonesia menuju perspektif baru keberlanjutan. "Kami telah pindah dari manajemen berorientasi kayu ke pengelolaan lanskap hutan. Kami juga telah mengambil langkah-langkah korektif untuk mencapai pengelolaan hutan lestari," kata Siti.

Siti mengingatkan bahwa pasca-kebakaran hutan dan lahan 2015, pemerintah telah memberi perhatian lebih pada pengelolaan lahan gambut berkelanjutan. Dalam insiden kebakaran itu, sekitar 800 ribu hektare dari 2,6 juta hektare area yang terbakar adalah lahan gambut.

Pada 2015, kebakaran hutan dan lahan telah menelan kerugian mencapai $16,1 miliar AS (sekitar Rp225,4 triliun). Kebakaran hutan dan lahan itu telah menghanguskan 2.089.911 hektare lahan gambut -- setara dengan empat kali pulau Bali. Daerah yang lahan gambutnya terbakar meliputi Kalimantan, Sumatra, dan Papua.

Siti Nurbaya menyatakan Indonesia telah belajar banyak dari karhutla yang rutin terjadi hampir selama dua dekade. Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak mau mengulangi kesalahan yang sama karena sangat merugikan lingkungan, kesehatan, ekonomi dan juga kehidupan sosial masyarakat.

Siti menambahkan, Indonesia telah mengembangkan banyak instrumen pengelolaan lahan gambut di antaranya melalui kebijakan moratorium izin di lahan gambut dan hutan primer. Moratorium itu dilaksanakan melalui PP 57/2016 tentang Perlindungan dan pengelolaan lahan gambut, hingga menegakkan hukum lingkungan secara konsisten.

Indonesia juga telah membentuk Badan Restorasi Gambut (BRG) untuk memperbaiki konstruksi restorasi gambut dan operasi dan pemeliharaan infrastruktur dan pemanfaatan gambut. Saat ini, sekitar 177 pemegang konsesi telah mengembangkan rencana dan melaksanakan restorasi gambut sampai 2026.

Awal 2016, Presiden Jokowi mengumumkan pembentukan Badan Restorasi Gambut (BRG) untuk memulihkan lahan gambut yang terbakar tahun 2015 dan sebelumnya.

Jokowi menerbitkan Peraturan Presiden nomor 1 tahun 2016 tentang Badan Restorasi Gambut untuk melaksanakan program restorasi 2 juta hektare lahan gambut selama 2016-2020. Restorasi gambut difokuskan di Riau, Jambi, Sumatra Selatan,Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua.

Pemulihan lahan gambut oleh Badan Restorasi Gambut dilakukan secara bertahap sejak 2016. Target pencapaian restorasi lahan gambut per tahun ada 30 persen pada 2016, 20 persen (2017), 20 persen (2018), 20 persen (2019), dan 10 persen (2020).

Pada tahun 2016, ada 200 ribu hektare lahan gambut rusak dan kering yang bisa dibasahi. Pada 2017, ada 200 ribu hektare lagi lahan gambut yang direstorasi. Area terdampak program restorasi gambut pada 2018 mencapai 454.589 hektare, menurut estimasi seperti dikutip dalam laporan 4 tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Pemerintah Indonesia, kata Siti, telah menempatkan restorasi lahan gambut sebagai strategi utama mengurangi emisi di sektor kehutanan. Ia juga menegaskan komitmen kuat Pemerintah Indonesia untuk keterlibatan dan pemberdayaan masyarakat melalui percepatan program perhutanan sosial atau program konsesi hutan desa.

Sebelum 2015, kata Siti, masyarakat hanya dapat mengelola 4-7 persen dari kawasan hutan tetapi setelah 2015 meningkat secara signifikan menjadi 27-33 persen.

Siti mengatakan pengelolaan lahan gambut berkelanjutan tidak hanya melibatkan pemerintah tetapi semua pemangku kepentingan, termasuk masyarakat lokal, masyarakat global dan sektor swasta.

"Memulihkan lahan gambut kami bukan hanya memperbaiki aspek biofisik pengelolaan lahan gambut, tetapi juga mata pencaharian masyarakat yang tinggal di sekitar lahan gambut dan keberlangsungan bisnis yang dijalankan oleh perusahaan berlisensi," kata Siti Nurbaya.

Luas lahan gambut di Indonesia belum dapat dipastikan. Pada 1992, peneliti Pusat Penelitian Tanah Bogor menemukan bahwa terdapat sekitar 15,4 juta hektar lahan gambut di Indonesia. Pada 2005, Wetlands International memperkirakan terdapat sekitar 20,6 juta hektar lahan gambut di Indonesia.

Sementara pada 2011, Balai Besar Litbang Sumber Daya Lahan Pertanian dan Balai Penelitian Tanah memperkirakan ada sekitar 14,9 juta hektar lahan gambut di Indonesia. Dari 14,9 juta hektar, 6,4 juta hektar (43%) terletak di Pulau Sumatera, 4,8 juta (32%) terletak di Pulau Kalimantan, dan 3,7 juta hektar (25%) di Pulau Papua.
Pemerintah klaim tata kelola lahan gambut jadi rujukan dunia


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...-rujukan-dunia

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Pemerintah klaim tata kelola lahan gambut jadi rujukan dunia Samuel Little akui bunuh 90 perempuan selama 3 dekade

- Pemerintah klaim tata kelola lahan gambut jadi rujukan dunia Muatan politik dalam Reuni 212

- Pemerintah klaim tata kelola lahan gambut jadi rujukan dunia Aktivitas Gunung Anak Krakatau mereda

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di